40 Hadits Tentang Puasa Ramadhan: Dalil Shahih untuk Meningkatkan Ibadah

40 Hadits Tentang Puasa Ramadhan: Dalil Shahih untuk Meningkatkan Ibadah

Masjid Ismuhu Yahya – Tanpa terasa bulan Ramdhan 1446H telah mamasuki minggu kedua. Masih Panjang perjalanan bagi ummat islam untuk meningkatkan amal ibadah di bulan mulia ini. Dalam artikel kali ini kami tampilkan 40 hadits tentang puasa Ramadhan yang bisa membantu umat muslim untuk memaksimalkan ibadah disisa waktu yang ada.

Banyak orang yang merasa bingung atau kesulitan dalam menjalankan ibadah puasa, baik dalam aspek spiritual maupun sosial. Mereka sering kali bertanya-tanya bagaimana cara berpuasa dengan benar dan apa saja yang harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas ibadah.

Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, di mana umat Muslim diwajibkan berpuasa dari fajar hingga matahari terbenam. Puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mengajarkan kita untuk menahan diri dari segala bentuk hawa nafsu dan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam ayat dan hadits tentang puasa, kita diajarkan untuk berusaha maksimal dalam menjalankan ibadah puasa, bukan hanya sekedar menahan diri dari makanan dan minuman.

40 Hadits Tentang Puasa Ramadhan

 

ﻗَﺪْ ﺟَﺎﺀَﻛُﻢْ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥُ، ﺷَﻬْﺮٌ ﻣُﺒَﺎﺭَﻙٌ، ﺍﻓْﺘَﺮَﺽَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺻِﻴَﺎﻣَﻪُ، ﺗُﻔْﺘَﺢُ ﻓِﻴﻪِ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ، ﻭَﺗُﻐْﻠَﻖُ ﻓِﻴﻪِ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟْﺠَﺤِﻴﻢِ، ﻭَﺗُﻐَﻞُّ ﻓِﻴﻪِ ﺍﻟﺸَّﻴَﺎﻃِﻴﻦُ، ﻓِﻴﻪِ ﻟَﻴْﻠَﺔٌ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﺃَﻟْﻒِ ﺷَﻬْﺮٍ، ﻣَﻦْ ﺣُﺮِﻡَ ﺧَﻴْﺮَﻫَﺎ ﻓَﻘَﺪْ ﺣُﺮِﻡَ

Artinya
“Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi, diwajibkan atas kalian berpuasa, Pada bulan itu dibukanya pintu syurga, serta pintu-pintu neraka ditutup, Para setan dibelenggu, didalamnya terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi.” (HR. Ahmad, shahih)

ثلاثة لا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حِينَ يُفْطِرُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ يَرْفَعُهَا فَوْقَ الْغَمَامِ وَتُفَتَّحُ لَهَا أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَيَقُولُ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ وَعِزَّتِي لأَنْصُرَنَّكِ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ

Artinya :
“Tiga kelompok orang yang doanya tidak tertolak, yaitu : orang yang berpuasa sampai berbuka puasa, pemimpin yang adil, serta doa orang yang sedang terzalimi” (HR Tirmidzi:2525)

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا ، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِه

Artinya :

“Barang siapa yang berpuasa pada bulan ramadhan dengan dasar iman dan mengharap pahala, maka akan diampunkan dosa-dosanya yang terdahulu” (HR Muttafaqun Alaih)

إن في الجنة بابا يقال له الريان يدخل منه الصائمون يوم القيامة لا يدخل منه أحد غيرهم يقال : أين الصائمون ؟ فيقومون لا يدخل منه أحد غيرهم ، فإذا دخلوا أغلق فلم يدخل منه أحد

Artinya :

“Sesungguhnya didalam syurga terdapat satu pintu yang diberi nama Ar Royyan, akan masuk disana orang-orang yang berpuasa nanti di hari kiamat, yang tidak akan dimasuki oleh orang lain selain mereka. Dikatakan : “dimana orang-orang yang berpuasa?” Kemudian mereka masuk dan tidak masuk selain mereka, apabila mereka telah masuk maka ditutup dan tidak ada yang masuk selain mereka” (HR Muttafaqun Alaih)

أيُّ الصَّدَقَةِ أفْضَلُ؟ قَالَ صَدَقَةٌ فَيْ رَمَضَانَ

Artinya :
“Dari Anas RA, sahabat bertanya, ‘Sedekah apa yang paling utama?’, Rasulullah SAW bersabda ‘Sedekah pada bulan ramadhan'” (HR Tirmidzi)

من صام رمضان ثم أتبعه ستاً من شوال، كان كصيام الدهر

Artinya :

“Barang siapa yang berpuasa pada bulan ramadhan penuh serta diikuti puasa 6 hari pada bulan syawwal, maka dia seakan-akan puasa selama setahun penuh” (HR Muslim)

اَلصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَاُن إلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاةٌ مَا بَيْنَهُنَّ إذَاجْتَنَبَ اْلكَبَائِرَ

Artinya :
“Jarak antara shalat lima waktu, shalat Jumat dengan Jumat berikutnya dan puasa Ramadhan dengan Ramadhan berikutnya merupakan penebus dosa-dosa yang ada diantaranya, apabila tidak melakukan dosa besar” (HR Bukhari dan Muslim)

أفضل الصيام بعد شهر رمضان شهر الله المحرم، وأفضل الصلاة بعد الفريضة صلاة الليل

Artinya :
“Puasa yang lebih baik setelah bulan ramadhan itu berpuasa pada bulan muharram, dan shalat yang lebih baik setelah shalat wajib itu shalat malam” (HR An Nasa’i)

كل عمل ابن آدم له إلا الصيام فإنه لي وأنا أجزي به

Artinya :
“Allah berfirman dalam hadits Qudsi :”Setiap amalan bani adam itu miliknya kecuali puasa, maka itu bagiku dan akulah yang akan membalasnya” (HR Muttafaqun Alaih)

مَنْ فَطَرَ صَائِمًا كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أجْرِ الصَّا ئِمِ لَا يَنْقُصَ مِنْ أجْرِ الصَّائِمِ شَيْئٌ

Artinya :
“Barang siapa yang memberi makanan bagi orang yang berpuasa untuk berbuka puasa maka dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi sedikit pun” (HR Ahmad)

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

Artinya :

“Demi zat yang jiwaku ada ditangannya, bahwasanya bau mulut orang yang sedang berpuasa lebih wangi di sisi Allah dari pada wangi minyak misk” (HR Bukhari & Muslim)

الصِّيَامُ جُنَّةٌ

Artinya :
“Puasa itu merupakan perisai” (HR Bukhari & Muslim)

 

اَلصُّيَامُ وَاْلقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ يَقُوْلُ اَلصِّيَامُ أيْ رَبِّ مَنَعْتُهُُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتَ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِى فَيْهِ وَيَقُوْلُ اْلقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِالَّيْلِ فَشَفِّعْنِي فِيْهِ قَالَ فَيُشَفِّعَانِ

Artinya :
“Amalan puasa dan membaca Al Qur’an memberikan syafaat pada hamba di hari kiamat, Amalan puasa akan berkata ‘Wahai tuhanku, aku telah menahannya dari makan dan sahwat pada siang hari, maka terimalah syafaatku ini padanya’, Amalan Al Qur’an berkata ‘aku menahan dirinya pada malam hari dari tidur, maka terimalah syafaatku untuknya, Beliau bersabda : syafaat keduanya diterima'” (HR Ahmad)

فَإِنَّ عُمْرَةً فِي رَمَضَانَ حَجَّةٌ

Artinya :
“Maka sesungguhnya umroh pada bulan ramadhan itu setara dengan haji” (HR Bukhari & Muslim)

لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ الأَكْلِ وَالشُّرْبِ، إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ

Artinya :

“Amalan puasa bukan hanya pada menahan diri dari makan dan minum, namun juga puasa itu menahan diri dari perkataan sia-sia dan perbuatan keji” (HR Ibnu Hibban)

لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ: فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ، وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ

Artinya :
“Orang berpuasa akan mendapat kan dua kebahagiaan, kebahagian saat berbuka puasa dan kebahagian nanti saat bertemu dengan Allah” (HR Muslim)

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السُّحُورِ بَرَكَةً

Artinya :

“Bersahurlah kalian, karena dalam sahur itu terdapat keberkahan” (HR Bukhari)

فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ

Artinya :
“Perbedaan puasa kita dengan para ahli kitab itu terletak pada makan sahur” (HR Muslim)

بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَالْحَجِّ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ

Artinya :
“Islam dibangun dengan 5 landasan bersaksi bahwasanya tiada tuhan selain Allah dan muhammad rasul Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berhaji dan berpuasa pada bulan ramadhan” (HR Bukhari)

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya:
“siapa saja yang memakmurkan bulan ramadhan dengan iman dan mengharapkan pahala maka diampuni dosanya yang terdahulu, dan barang siapa yang memakmurkan malam lailatus qadr dengan iman dan mengharap pahala maka akan diampuni dosa-dosanya terdahulu” (HR Bukhari & Muslim)

كان النبي صلى الله عليه وسلم أجود الناس وكان أجود ما يكون في رمضان

Artinya :
“Rasulullah SAW merupakan manusia paling dermawan dan beliau paling dermawan pada bulan ramadhan” (HR Muttafaqun Alaih)

مَنْ لَمْ يُبَيِّتْ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ

Artinya :

“Barangsiapa yang belum berniat puasa pada malam hari sebelum terbitnya fajar, maka tiada puasa baginya” (HR Abu Dawud)

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَعَرَفَ حُدَودَهُ وَتَحَفَّظَ مِمَّا كَانَ يَنْبَغِي لَهُ أَنْ يَتَحَفَّظَ فِيهِ كَفَرَ مَا قَبْلَهُ

Artinya:

“Barang siapa yang berpuasa pada bulan ramadhan dan mengetahui batasan-batasan serta memelihara diri dari apa yang seharunya dipelihara dan menjauhi dosa-dosa besar, maka Allah menghapus dosa-dosanya terdahulu” (HR Muslim)

مَنْ صَامَ يَوْمًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بَاعَدَ اللَّهُ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا

Artinya :
“Siapa saja yang berpuasa satu hari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkan dirinya dengan neraka sejauh 70 tahun” (HR Muslim)

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ أَدْرَكَ عِنْدَهُ أَبَوَاهُ الْكِبَرَ فَلَمْ يُدْخِلَاهُ الْجَنَّةَ

Artinya:

“Rasulullah SAW bersabda : ‘celakalah seseorang yang apabila namaku diucapkan didepannya akan tetapi dia tidak bershalawat kepadaku, celakalah seseorang yang bertemu dengan bulan ramadhan hingga berlalu akan tetapi belum mendapatkan ampunan, dan celakalah seseorang yang memiliki orang tua yang berusia lanjut namun tidak bisa memasukkannya ke surga'” (HR Tirmidzi)

ان النبي صلى الله عليه وسلم إذا دخل العشر شد مئزره وأحيا ليله وأيقظ أهله

Artinya:
“Bahwasanya Rasulullah SAW saat memasuki 10 hari terakhir bulan ramadhan beliau mengencangkan sarungnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya” (HR Bukhari)

التمسوها في العشر الأواخر – يعني : ليلة القدر- فإن ضعف أحدكم أو عجز ، فلا يغلبن على السبع البواقي

Artinya :

“Carilah lailatul Qadr pada sepuluh malam terakhir di bulan ramadhan, jika tidak mampu maka jangan lewatkan di tujuh malam tersisa” (HR Muslim)

إذا نسي أحدكم ، فأكل أو شرب ، فليتم صومه فإنما أطعمه الله وسقاه

Artinya:

“Jika seseorang diantara kalian lupa sedang berpuasa, kemudian makan dan minum, maka sempurnakanah puasanya, karena makanan yang dimakan itu dari Allah” (HR Muttafaqun Alaih)

 من لم يدع قول الزور والعمل به فليس لله حاجة في أن يدع طعامه وشرابه

Artinya :

Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan beramal dengannya, maka Allah tidak butuh pada lapar dan hausnya” (HR Bukhari)

إذا أفطر أحدكم فليفطر على تمر فإن لم يجد فليفطر على ماء ، فإنه طهور

Artinya : 

“Jika seseorang diantara kamu berbuka puasa maka berbukalah dengan kurma, jika tidak mendapatkannya maka berbukalah dengan air, karena itu bersih”

رُبَّ صَاىِٔمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الْجُوْعُ وَالْعَطَشُ

Artinya:

“Berapa banyak dari orang-orang yang berpuasa tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali rasa lapar dan haus” (HR. Ibnu Majah no.1690)

صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلَاثِينَ

Artinya:
“Berpuasalah kalian karena melihat hilal, dan berhari rayalah karena melihat hilal, jika hilal hilang dari penglihatanmu maka sempurnakan bilangan sya’ban sampai tiga puluh hari” (HR Bukhari)

Dari Thalhah bin Ubaidillah RA, bahwa seorang datang kepada Nabi SAW dan bertanya, yang artinya: “Ya Rasulullah, katakan padaku apa yang Allah wajibkan kepadaku tentang puasa?” Beliau menjawab, “Puasa Ramadan”. “Apakah ada lagi selain itu?”. Beliau menjawab, “Tidak, kecuali puasa sunnah.” (HR Bukhari dan Muslim)

لاَ تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ وَلاَ يَوْمَيْنِ إِلاَّ رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمًا فَلْيَصُمْهُ

Artinya:

“Janganlah ada diantara kalian yang berpuasa ramadhan satu hari atau dua hari sebelum ramadhan, kecuali bagi mereka yang terbiasa berpuasa, maka dia boleh berpuasa” (HR Bukhari)

وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ

Artinya:

“Allah memiliki hamba-hamba yang dimerdekakan dari neraka. Demikian itu pada setiap malam (Ramadhan)”.(HR. Tirmidzi)

صُوْمُوا تَصِحُّوا

Artinya:
“Berpuasalah niscaya akan kalian akan sehat”(HR Thabrani)

كِّرُوْا بِالإفْطَارِ، وَأَخِّرُوْا السَّحُوْرَ

Artinya:

“Bersegeralah untuk berbuka puasa, dan akhirkan waktu sahur” (HR Muslim)

إنه مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ

Artinya :

“Siapa saja yang menunaikan qiyamul lail (Shalat Taraweh) bersama imam hingga selesai, maka dicatat baginya shalat malam semalam suntuk”

أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ تَعَالَى , ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ

Artinya:
“kebiasaan Nabi SAW beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan ramadhan sampai beliau meninggal, kemudian amalan ini diikuti oleh para istri beliau setelah meninggal” (HR Bukhari)

أَنَّ جِبْرِيلَ كَانَ يَلْقَى النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ

Artinya:

“Bahwasanya malaikat Jibril menemui Rasulullah SAW pada setiap malam di bulan ramadhan serta membacakan Al Qur’an kepadanya” (HR Muslim) 

Demikianlah 40 Hadits Tentang Puasa Ramadhan, Semoga dengan dalil-dalil ini bisa menjadikan ibadah kita semakin meningkat dan mendapatkan kebaikan yang berlimpah, aamiin.

You might also like