3 Ayat Terakhir Surah Al Baqarah : Arab, Latin, Arti dan Keutamaannya - Masjid Ismuhu Yahya

3 Ayat Terakhir Surah Al Baqarah : Arab, Latin, Arti dan Keutamaannya

Surah Al Baqarah merupakan salah satu dari 114 surah yang ada dalam Al Qur’an dan merupakan surah terpanjang sampai 2,5 juz dari total 30 juz Al Qur’an. Mayortitas ulama menentukan dalam surah ini terdapat 286 ayat, meski ada juga ulama yang menyebutkan 287 ayat. Dari keseluruhan ayat itu, ada 3 Ayat Terakhir Surah Al Baqarah yang sangat lekat dengan kehidupan ummat islam sehari-hari.

Secara tersirat ketiga ayat ini memberikan penjelasan hak kepemilikian Allah apa yang ada di langit dan bumi, Menaati firman Allah, dan Allah tidak akan membebani seseorang diluar kemampuannya.

Berikut ini adalah 3 ayat terakhir surat Al Baqarah dan keutamaannya, yang dilansir masjidismuhuyahya.com dari berbagai sumber,

3 Ayat Terakhir Surah Al Baqarah

QS. Al Baqarah Ayat 284

لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ ۗ وَاِنْ تُبْدُوْا مَا فِيْٓ اَنْفُسِكُمْ اَوْ تُخْفُوْهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللّٰهُ ۗ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَّشَاۤءُ ۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Lillāhi mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ(i), wa in tubdū mā fī anfusikum au tukhfūhu yuḥāsibkum bihillāh(u), fayagfiru limay yasyā’u wa yu‘ażżibu may yasyā'(u), wallāhu ‘alā kulli syai’in qadīr(un).

Milik Allahlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Jika kamu menyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah memperhitungkannya bagimu. Dia mengampuni siapa saja yang Dia kehendaki dan mengazab siapa pun yang Dia kehendaki. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

QS. Al Baqarah Ayat 285

اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهٖ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖۗ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهٖ ۗ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ

Āmanar-rasūlu bimā unzila ilaihi mir rabbihī wal-mu’minūn(a), kullun āmana billāhi wa malā’ikatihī wa kutubihī wa rusulih(ī), lā nufarriqu baina aḥadim mir rusulih(ī), wa qālū sami‘nā wa aṭa‘nā, gufrānaka rabbanā wa ilaikal-maṣīr(u).

Rasul (Muhammad) beriman pada apa (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang mukmin. Masing-masing beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata,) “Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.” Mereka juga berkata, “Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Tuhan kami. Hanya kepada-Mu tempat (kami) kembali.”

QS. Al Baqarah Ayat 286

لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ ࣖ

Lā yukallifullāhu nafsan illā wus‘ahā, lahā mā kasabat wa ‘alaihā maktasabat, rabbanā lā tu’ākhiżnā in nasīnā au akhṭa’nā, rabbanā wa lā taḥmil ‘alainā iṣran kamā ḥamaltahū ‘alal-lażīna min qablinā, rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bih(ī), wa‘fu ‘annā, wagfir lanā, warḥamnā, anta maulānā fanṣurnā ‘alal qaumil-kāfirīn(a).

Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya. Baginya ada sesuatu (pahala) dari (kebajikan) yang diusahakannya dan terhadapnya ada (pula) sesuatu (siksa) atas (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa,) “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami. Maka, tolonglah kami dalam menghadapi kaum kafir.”

Keutamaan Membaca 3 Ayat Terakhir Surat Al Baqarah

  1. Dijauhkan dari gangguan Setan dan Kesesatan
    Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW :
    “Janganlah kalian menjadikan rumah kalian sebagai kuburan. Sesungguhnya rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al-Baqarah tidak akan dimasuki syaitan” (HR At-Tirmidzi)Hadits diatas dikuatkan oleh Hadits dari Abdullah bin Mas’ud, ia berkata, Rasulullah bersabda:
    “Semoga aku tidak mendapatkan salah seorang di antara kalian meletakkan salah satu kakinya di atas kakinya yang lain, sambil bernyanyi dan meninggalkan Surat al-Baqarah tanpa membacanya, sesungguhnya syaitan akan lari dari rumah yang dalamnya dibacakan Surat al-Baqarah. Sesungguhnya rumah yang paling kosong adalah bagian dalam rumah yang hampa dari kitab Allah (al- Qur’an)” (HR. An-Nasa’i dalam kitab al-Yaum wa al-Lailah)

     

  2. Diberikan Kecukupan Dalam Hidup
    Sebagaimana hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan dari Abu Mas’ud Al-Badri sebagai berikut:
    “Siapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah pada malam hari, maka ia akan diberi kecukupan.” (HR. Bukhari no. 5009 dan Muslim no. 808). 
  3. Terhindar dari kelalaian
    Imam Ad Darimi meriwayatkan dari al-Mughirah bin Subai’, Salah satu sahabat Rasulullah SAW, beliau berkata, “Siapa saja yang membaca sepuluh ayat dari pada surah Al Baqarah saat hendak tidur, maka ia tidak akan melupakan AL Qur’an, Yakni empat ayat diawal, ayat kursi, dua ayat setelah ayat kursi, dan tiga ayat terakhir surah Al Baqarah.

Itulah beberapa keutamaan 3 Ayat terakhir dari Surah Al Baqarah, semoga menjadi spirit untuk umat islam untuk mengamalkannya. Terutama ketika hendak tidur, dalam satu riwayat disebutkan juga bahwasanya Rasulullah SAW rutin membaca ketiga ayat ini tatkala beliau hendak tidur.

You might also like