Bacaan Sujud Sahwi dan Artinya: Panduan Lengkap - Masjid Ismuhu Yahya

Bacaan Sujud Sahwi dan Artinya: Panduan Lengkap

Masjid Ismuhu Yahya – Shalat adalah salah satu ibadah wajib bagi umat Muslim. Kadang-kadang, seseorang bisa lupa gerakan atau bacaan saat shalat. Untuk mengatasi kesalahan ini, dalam Islam mengajarkan sujud sahwi. sujud ini merupakan sujud tambahan atas keragu-raguan dalam shalat yang dilakukan setelah salam. dan penempatan sujud sahwi (sebelum salam atau sesudah salam) ini mejadi khilaf bagi ulama.

Artikel ini akan memberikan panduan lengkap tentang bacaan sujud sahwi. Kami akan membahas pengertian, dalil, tata cara, keutamaan, dan perbedaannya dengan sujud lainnya. Kami juga akan membahas bacaan sujud sahwi dalam bahasa Arab beserta terjemahannya ke dalam bahasa Indonesia.

Apa itu Sujud Sahwi?

Menurut Buku Matan Abu Syuja’:Fikik Praktis Mazhab Syafi’i ,  Abu Syuja’ Ahmad Al Ashfahani (2019:52) menuliskan jika seseorang ragu mengenai jumlah rakaat shalat yang dikerjakan. Sujud Sahwi adalah sunnah dan dilakukan sebelum salam.

Lebih lanjut lagi, Sujud Sahwi bisa bermakna sujud yang bisa dilakukan karena keragu-raguan, lupa sesuatu yang tidak membatalkan shalat,  maka wajib baginya untuk melakukan dua kali sujud sebagai sujud tambahan untuk menyempurnakan shalat yang dilakukan. Misalnya, seseorang lupa melakukan tasyahud awal dan tidak ingat sama sekali atau dia teringat setelah berdiri. Dia tidak perlu kembali duduk untuk melaksanakan tasyahud, melainkan tasyahudnya cukup diganti dengan dua kali sujud sebelum salam. Juga mereka yang terlanjur salam padahal shalatnya belum sempurna, bila dia teringat dalam waktu yang relatif dekat, hendaklah dia segera menyelesaikan shalatnya dan melakukan sujud sahwi setelah salam.

Dalil dan Keutamaan Sujud Sahwi

Landasan dalil bagi masalah ini tertuang dalam sabda nabi Muhammad SAW dimana pada suatu ketika beliau pernah menutup shalatnya pada rakaat kedua, setelah diberitahu, beliau segera menyempurnakannya kemudian beliau lalu melakukan sujud sahwi setelah salam. Hadits ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi.

Dalam hadits lain Rasulullah SAW juga pernah langsung berdiri pada rakaat kedua tanpa melakukan tasyahud awal, kemudia beliau melaksanakan sujud sahwi sebelum salam, kemudian bersabda :

إذا شَكَّ أحَدُكُمْ في صَلاتِهِ، فَلَمْ يَدْرِ كَمْ صَلَّى ثَلاثًا أمْ أرْبَعًا، فَلْيَطْرَحِ الشَّكَّ ولْيَبْنِ علَى ما اسْتَيْقَنَ، ثُمَّ يَسْجُدُ سَجْدَتَيْنِ قَبْلَ أنْ يُسَلِّمَ، فإنْ كانَ صَلَّى خَمْسًا شَفَعْنَ له صَلاتَهُ، وإنْ كانَ صَلَّى إتْمامًا لأَرْبَعٍ كانَتا تَرْغِيمًا لِلشَّيْطانِ

“Bila salah seorang diantara kalian ragu dalam shalatnya, dia tidak tahu berapa rakaat yang telah di kerjakannya: tiga atau empat? hendaklah dia membuang keraguannya dan memegangi yang diyakininya, setelah itu sujud sahwi sebelum salam. Bila ternyata dia shalat lima kali maka dua sujud sahwi itu yang menggenapkannya, dan bila ternyata shalatnya genap empat rakaat maka dua sujud itu sebagai pengusir setan yang mengganggunya. (HR Muttafaqun ‘alaih).

Dengan melaksanakan sujud sahwi akan memberkan keutamaan :

  • Dasar hukum sujud sahwi ada di hadits Nabi Muhammad SAW dan mengikuti sunnah nabi
  • Ini memiliki keutamaan, yaitu menyempurnakan shalat yang kurang dan menghapus kesalahan kecil.
  • Melakukan sujud sahwi menunjukkan ketaatan dan kerendahan hati di hadapan Allah SWT.

Bacaan Sujud Sahwi dan Artinya

Sujud sahwi adalah sujud tambahan yang dilakukan saat ada kesalahan dalam shalat. Penting untuk mengerti bacaan sujud sahwi dalam bahasa Arab dan terjemahannya. Ini agar kita bisa melakukannya dengan benar sesuai petunjuk agama.

سُبْحَانَ مَنْ لاَ يَنَامُ وَلاَ يَسْهُوْ

Subhana man laa yanaamu wa laa yashuu

“Maha suci Dzat yang tidak pernah tidur dan lupa”

Atau Bisa juga dengan

سُبْحَانَ الَّذِيْ لاَ يَنَامُ وَلَا يَسْهُوْ

Subhanalladzii laa yanamu wa laa yashuu

“Maha suci Dzat yang tidak pernah tidur dan lupa”

Bacaan sujud sahwi ini mengandung makna pemuliaan dan penyucian kepada Allah SWT yang Maha Tinggi, sebagai bentuk permintaan maaf atas kelalaian yang terjadi selama pelaksanaan shalat. Mengerti dan melaksanakan bacaan sujud sahwi dengan khusyuk akan meningkatkan kekhusyu’an dalam shalat.

Sebab-Sebab Sujud Sahwi

Dibawah ini akan diuraikan sebab-sebab terjadinya sujud sahwi dirangkum dari berbagai sumber:

  1. Meningalkan sunah Ab’ad atau bagian sunah Ab’ad
    Sunnah Ab’ad itu sunnah yang dianjurkan kuat untuk diganti dengan sujud sahwi jika melewatkannya. Menurut Syekh Sumair Al Hadrami dalam kitab safinatun Naja, Sunah ab’ad terdiri atas tujuh : Tasyahud awal, duduk untuk tasyahud awal, membaca shalawat nabi pada tasyahud awal, membaca shalawat kepada keluarga nabi pada tasyahud akhir, membaca qunut, membaca shalawat salam kepada nabi pada qunut, membaca shalawat kepada keluarga nabi pada qunut.
  2. Mengerjakan sesuatu, yang jika disengaja akan membatalkan shalat, tetapi dilakukan tidak disengaja maka tidak batal
    Misalnya, saat melaksanakan shalat seseorang lupa melamakan bacaan saat i’tidal maupun duduk diantara dua sujud. Hal ini disebabkan kedua rukun ini merupakan rukun qashir dan tidak dibolehkan untuk memperpanjang saat pelaksanaannya.
  3. Melakukan rukun Qouli (bacaan) bukan pada tempatnya
    Rukun Qouli (bacaan) merupakan rukun yang pelansanaanya dengan membaca seperti Al Fatihah maupun Tasyahud. Jangan sampai salah meletakkan bacaan ini, jika hal itu terjadi, contohnya membaca Al Fatihah setelah i’tidal, maka disyariatkan untuk malakukan sujud sahwi.
  4. Menambah rukun Fi’liy (perbuatan) yang disertai adanya keraguan
    Penambahan rukun yang dilakukan karena keragu-raguan, maka disarankan untuk melaksanakan sujud sahwi baik sebelum salah maupun setelah salam.

Tata Cara Sujud Sahwi

Sujud sahwi adalah tindakan sujud ketika ada kesalahan dalam shalat. Penjelasan sujud sahwi dan amalan sujud sahwi sangat penting. Ini agar shalat dilakukan dengan benar dan khusyuk. Ada beberapa syarat dan rukun sujud sahwi yang harus dipenuhi.

Syarat dan Rukun Sujud Sahwi

Berikut syarat dan rukun sujud sahwi:

  1. Niat, yaitu berniat memperbaiki kesalahan dalam shalat.
  2. Takbiratul ihram, mengucapkan “Allahu Akbar” di awal sujud sahwi.
  3. Dua sujud, melakukan dua kali sujud setelah salam.
  4. Duduk di antara dua sujud, duduk di antara dua sujud sahwi.
  5. Bacaan sujud sahwi, membaca doa-doa yang dianjurkan.
  6. Salam terakhir, mengucapkan salam setelah sujud sahwi.

Dengan memenuhi syarat dan rukun sujud sahwi, shalat bisa dilakukan dengan benar. Ini membawa keutamaan sujud sahwi.

Perbedaan Sujud Sahwi dengan Sujud Lainnya

Sujud sahwi berbeda dari sujud lainnya dalam shalat. Misalnya, sujud syukursujud tilawah, dan sujud sunnah. Sujud sahwi dilakukan karena ada kesalahan atau kelalaian dalam shalat. Sementara itu, sujud syukur adalah rasa syukur kita kepada Allah.

Sujud tilawah dilakukan saat membaca atau mendengar ayat Al-Quran. Dan sujud sunnah adalah amalan tambahan yang disarankan. Masing-masing sujud memiliki bacaan dan tujuan yang berbeda.

Bacaan sujud sahwi dan artinya juga berbeda. Bacaan sujud sahwi khusus untuk memperbaiki kesalahan shalat. Sementara bacaan sujud syukur, tilawah, dan sunnah berbeda lagi. Memahami perbedaan ini penting agar shalat kita benar dan khusyuk.

Walaupun berbeda, sujud sahwi memiliki tujuan yang sama dengan sujud lainnya. Tujuannya adalah untuk menghambakan diri kepada Allah SWT. Setiap sujud dalam shalat memberikan pahala besar bagi yang melakukannya dengan ikhlas.

You might also like