Niat, Amalan Ringan Meski Belum Dikerjakan Sudah Dapat Pahala - Masjid Ismuhu Yahya

Niat, Amalan Ringan Meski Belum Dikerjakan Sudah Dapat Pahala

Pada tanggal 29 November 2024, Keluarga Besar Masjid Bahagia Ismuhu Yahya mengadakan acara MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa). Kegiatan ini merupakan acara rutin bulanan yang dilakukan untuk mempererat persaudaraan keluarga besar Masjid Ismuhu Yahya. Dalam MABIT kali ini, yang diisi oleh Ustadz Berri El Makky dengan tema amalan ringan meski belum dikerjakan.

Niat merupakan suatu hal yang mutlak pada setiap pekerjaan, amalan bergantung pada niatnya, jika niatnya baik maka akan mendapatkan hal yang baik, demikian pula sebalinya. Hal ini senada dengan Sabda Nabi SAW yang berbunyi :
“Setiap amalan-amalan itu tergantung pada niatnya, dan seseorang akan mendapatkan balasan dari apa yang diniatkannya (HR Bukhari:1 dan Muslim:1907)

Setiap amalan dalam islam selalu ada niat menyertainya, shalat ada niat shalat, Ketika berwudhu, ada niat untuk berwudhu. Bahkan untuk berbuat kebaikan pun selayaknya orang beriman untuk berniat. Seseorang yang berniat untuk shalat tahajjud pada malam hari, namun hingga subuh menjelang belum mengerjakan shalat tahajjudnya maka sudah di hitung pahalanya.

Inilah keistimewaan niat baik, meski belum dilakukan sudah dihitung pahala oleh Allah. Amalan ini ringan namun tak jarang umat islam lupa untuk melakukannya. Bukankah Rasulullah SAW sudah mengingatkan 14 abad yang lalu dalam sabdanya :

Dari Ibnu ‘Abbas RA, Nabi Muhammad bersabda: “Sesungguhnya Allah menulis kebaikan-kebaikan dan kesalahan-kesalahan kemudian menjelaskannya. Barangsiapa berniat melakukan kebaikan tetapi dia tidak (jadi) melakukannya, Allah tetap menuliskanya sebagai satu kebaikan sempurna di sisi-Nya. Jika ia berniat berbuat kebaikan kemudian mengerjakannya, Allah menulisnya di sisi-Nya sebagai sepuluh kebaikan hingga 700 kali lipat sampai kelipatan yang banyak. Barangsiapa berniat berbuat buruk tetapi dia tidak jadi melakukannya, Allah menulisnya di sisi-Nya sebagai satu kebaikan yang sempurna. Dan barangsiapa berniat berbuat kesalahan kemudian mengerjakannya, maka Allah menuliskannya sebagai satu kesalahan.” (HR Bukhari dan Muslim)

Maka, sebagai hamba Allah yang beriman mari tanam niat baik dalam diri, berniat untuk malakukan hal-hal baik, serta menghindari diri dari kerusakan, Pupuk niat dengan do’a-do’a agar diteguhkan dijalan kebaikan, serta ikhtiar untuk melakukan dengan baik, dan terakhir akan mendapatkan hasil dengan tawakal.

You might also like