Hadits Keutamaan Shalat Berjamaah: Mengapa Shalat Berjamaah Itu Penting? - Masjid Ismuhu Yahya

Hadits Keutamaan Shalat Berjamaah: Mengapa Shalat Berjamaah Itu Penting?

Masjid Ismuhu Yahya – Shalat berjamaah merupakan salah satu ibadah yang memiliki banyak keutamaan dalam Islam. Dalam hadits-hadits yang sahih, Rasulullah SAW menekankan pentingnya shalat berjamaah bagi umat Muslim. Artikel ini akan membahas hadits keutamaan shalat berjamaah dan mengapa umat Muslim dianjurkan untuk melakukannya secara rutin.

Shalat berjamaah adalah shalat yang dilakukan bersama-sama oleh sekelompok orang di masjid atau tempat ibadah lainnya. Rasulullah SAW sangat menganjurkan umat Islam untuk shalat berjamaah, terutama shalat fardhu lima waktu, karena memiliki banyak keutamaan.

Secara hukum, shalat berjamaah memiliki hukumnya yang jelas dalam Islam. Sebagian besar ulama sepakat bahwa shalat berjamaah adalah wajib bagi laki-laki yang mampu, sementara bagi perempuan dan orang yang memiliki uzur, hukumnya sunnah.

Hadits Keutamaan Shalat Berjamaah

Jika kita telusuri kitab-kitab hadits, Terdapat banyak hadits yang menjelaskan tentang keutamaan shalat berjamaah. Berikut ini akan disajikan hadits-hadits keutamaan shalat berjamaah.

  1. Lebih utama dari shalat sendiri
    Hadits ini diriwayatlkan oleh sahabat Nabi Ibnu Umar RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda “Shalat dengan berjamaah lebih utama dari shalat sendiri sebanyak 27 derajat” (HR. Bukhari no. 609 dan 610)Dalam hadits riwayat Abu Said Al Khudri RA, Bahwasanya rasulullah SAW bersabda : “Shalat berjamaah itu lebih baik dari shalat sendiri sebanyak 25 derajat” (HR Bukhari no. 646)
  2. Mendapatkan pahala shalat semalam penuh
    Suatu Waktu Utsman bin Affan RA masuk ke dalam masjid selesai shalat maghrib, dan duduk-duduk sendirian, Lalu aku menemaninya duduk. Lalu utsman berkata :”wahai keponakanku, saya pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda : Barang siapa shalat isya dengan berjamaah seakan-akan ia shalat setengah malam, dan siapa saja yang shalat shubuh berjamaah, maka dia seperti melaksanakan shalat semalam suntuk” (HR. Muslim no. 656)
  3. Didoakan Malaikat
    Tidaklah seseorang yang duduk berdiam diri di masjid menunggu Waktu shalat, selama dalam keadaan tidak berhadas, melainkan malaikat kan mendo’akannya : ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah, sayangilah ia.’ (HR Muslim no. 469)
  4. Diampuni dosa masa lalu
    Saat imam shalat membaca “Ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh dhaaliin”, maka jawablah dengan bacaan “Aamiin”, Maka sesungguhnya siapa saja yang mengucapkannya bersamaan dengan ucapan “Aamiin” malaikat, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni (HR Bukhari 782 dan Muslim 410, Dari Abu hurairah RA)
  5. Orang buta tetap berjamaah di masjid
    Dari Abu Hurairah RA berkata, telah datang kepada Nabi SAW seorang anak muda buta, ia berkata, “Wahai Rasulullah, tiada seorangpun yang menuntun saya untuk datang ke masjid” lalu ia memohon kepada Nabi SAW untuk memberinya keringanan untuk bisa shalat di rumahnya. Lalu Rasulullah SAW memberinya keringanan yang dimintanya. Namun, tatkala lelaki itu berbalik, beliau memanggilnya, lalu bertanya padanya, “Apakah engkau mendengar suara adzan?”, ia menjawab, ‘ya’, Beliau bersabda, ‘maka penuhi panggilan shalat tersebut'” (HR. Muslim no. 503)
  6. Shalat seperti shalat Rasulullah SAW
    Diriwayatkan dari Malik bin Al Huwairist RA bercerita kami mendatangi Rasulullah SAW dan saat itu kami pada usia muda sebaya. Kami tinggal bersamanya selama 20 hari dan malam, dan Beliau adalah orang yang paling penyayang dan lembut. Tatkala beliau merasa kami ingin pulang merindukan istri-istri kami, maka beliau bertanya tentang keluarga kami, lalu kami mengabarkan kepadan-Nya. Kemudian dia bersabda, “Kembalilah kepada keluarga kalian dan tinggallah bersama mereka, ajarilah mereka dan perintahkan (untuk shalat).” -Beliau lantas menyebutkan sesuatu yang aku pernah ingat atau lupa -. Beliau mengatakan: “Shalatlah kalian seperti kalian melihat aku shalat. Maka jika waktu shalat sudah tiba, hendaklah salah seorang dari kalian mengumandangkan adzan, dan hendaklah yang menjadi Imam adalah yang paling tua di antara kalian.”
  7. Mendapatkan pahala yang besar
    Diriwayatkan dari Abu Musa RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya manusia yang paling besar paala dalam shalat itu yang paling jauh berjalan menuju shalat, lalu jauh berikutnya. Dan orang yang menunggu shalat hingga ia shalat ikut bersama imam lebih besar pahalanya dari mereka yang shalat lalu tidur” (HR Bukhari, no. 651 dan Muslim, no. 669)
  8. Berjamaah dalam keadaan apapun
    Diriwayatkan dari Abdullah bin Ummi Maktum RA, dia berkata, “Wahai Rasulullah SAW, di Madinah lagi banyak binatang berbisa dan binatang buas.” Lantsa Nabi SAW bersabda, “Apakah kamu mendengar kumandang adzan ‘Hayya ‘alash shalaah, Hayya ‘alalfalaah?”Abdullah menjawab, “Iya.” Kemudian Nabi SAW bersabda kembali, “Karena itu, penuhilah (kumandang adzan itu).” (HR. Abu Daud dan An-Nasa’i)

Demikianlah beberapa Hadits Keutamaan Shalat Berjamaah untuk memantapkan kita dalam melakukan amal yang mulia ini. Semoga artikel ini memberikan pencerahan bagi kita.

 

You might also like