Amalan Doa Minum Susu 1 Muharram: Tradisi dan Maknanya - Masjid Ismuhu Yahya

Amalan Doa Minum Susu 1 Muharram: Tradisi dan Maknanya

Masjid Ismuhu Yahya – Momen tahun baru islam menjadi momen yang sangat berharga bagi umat islam seluruh dunia, tanpa terkecuali umat islam di Indonesia. Banyak umat Islam yang memanfaatkan kesempatan ini untuk memperbanyak amalan dan doa, termasuk salah satunya adalah doa minum susu 1 Muharram. Doa minum susu 1 Muharram disarankan untuk dibaca sebelum meminum susu putih pada malam pergantian tahun Hijriah, sebagai ikhtiar memohon awal tahun yang bersih dan penuh kebaikan. Tradisi ini diajarkan oleh ulama besar Makkah, Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki, sebagai bentuk tafa’ul (harap baik) menyambut tahun baru.

Sejarah dan Makna Tradisi Minum Susu 1 Muharram

Mengutip dari laman web NU Online bahwa secara historis, tradisi minum susu putih di malam 1 Muharram berasal dari ajaran Syaikh Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki (wafat 2003 M) dari Makkah. Beliau biasa membagikan susu kepada santrinya setiap awal tahun Hijriyah. Makna batin amalan ini adalah tafa’ul – optimisme dan berharap kebaikan di tahun baru. Menurut penuturan Al-Maliki, meminum susu putih melambangkan permulaan tahun yang bersih dan penuh kebaikan. Warna putih pada susu dipandang melambangkan kesucian. Dalam tradisi ini terkandung simbolik bahwa setebal susu putihlah harapan kebaikan di sepanjang tahun. Susu putih dianggap sumber nutrisi dan kemuliaan, sehingga dengan minum susu di malam 1 Muharram umat Islam berharap tahun baru dijalani dengan “hati yang putih” dan penuh berkah.

Amalan minum susu pada malam 1 Muharram tidak disebutkan secara eksplisit dalam hadis Nabi maupun Al-Qur’an, melainkan berkembang sebagai kearifan lokal dan tradisi pesantren (NU) atau tarekat. Rasulullah SAW memang menyebutkan anjuran minum susu sebagai obat (HR. Ahmad), namun tidak ada sabda khusus yang menghubungkannya dengan tanggal 1 Muharram. Meski demikian, umat Islam memperkuat niatnya dengan hadits tentang tafa’ul. Nabi SAW bersabda bahwa beliau senang akan firasat baik dan membenci firasat buruk. Tafa’ul adalah berbaik sangka kepada Allah, seperti yang dilakukan melalui doa saat minum susu di awal tahun.

Bacaan Doa Minum Susu 1 Muharram

Bacaan doa saat hendak minum susu putih di malam 1 Muharram adalah:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَزِدْنَا مِنْهُ
Allahumma baarik lanaa fiihi wa zidnaa minhu

Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di dalam air susu ini dan tambahkanlah keberkahan kami darinya”.

Lafal tambahan “wa zidnaa minhu” khusus diucapkan ketika minum susu putih. Menurut sumber NU dan pesantren, doa ini merupakan harapan agar segala kebaikan dan rezeki semakin bertambah di tahun baru yang akan dijalani. Karena doa ini berbunyi sama dengan hadis umum tentang minum susu (HR. Tirmidzi), umat Islam dapat membaca lafaz ini kapan saja ketika meminum susu.

“Barang siapa yang Allah beri makan hendaknya ia berdoa: “Allaahumma baarik lanaa fiihi wa ath’imnaa khoiron minhu” (Ya Allah, berkahilah kami padanya dan berilah kami makan yang lebih baik darinya). Barang siapa yang Allah beri minum susu maka hendaknya ia berdoa: “Allaahumma baarik lanaa fiihi wa zidnaa minhu” (Ya Allah, berkahilah kami padanya dan tambahkanlah darinya). Rasulullah shallallahu wa ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada sesuatu yang bisa menggantikan makan dan minum selain susu.”
(HR. Tirmidzi no. 3455, Abu Daud no. 3730, Ibnu Majah no. 3322. At Tirmidzi dan Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Tata Cara Pelaksanaan

Tata cara pelaksanaan minum susu 1 Muharram dijelaskan oleh tradisi Islam (terutama warga NU) sebagai berikut:

  • Waktu: Disarankan dilakukan pada malam 1 Muharram (malam 1 Sura) setelah salat Maghrib hingga sebelum salat Subuh. Hal ini sejalan dengan anjuran menjalankan amalan pada pergantian tahun Hijriah.
  • Persiapan: Sediakan segelas susu putih yang hangat atau segar. Ucapkan niat menyambut tahun baru dengan kebaikan.
  • Doa: Bacalah doa minum susu di atas sebelum meneguk susu. Sebagai contoh, Syaikh Al-Maliki mencontohkan membaca lafaz tersebut terlebih dahulu.
  • Kondisi Pelaksanaan: Amalan ini dapat dilakukan sendiri maupun bersama keluarga, santri, atau jamaah di sekitar kita. Dengan bergotong-royong atau pribadi, semua ikut merasakan berkah yang sama
  • Keramaian: Tidak perlu keramaian besar; cukup suasana khusyuk mengharapkan keberkahan. Banyak pesantren yang mengadakan pembagian susu hangat kepada santri untuk bersama-sama minum sambil berdoa.

Doa minum susu 1 Muharram adalah salah satu amalan tasawuf/tradisi keagamaan untuk mengawali tahun Hijriah dengan berkah. Dengan memahami lafaz doanya dan tatacaranya, umat Islam dapat meresapi makna tafa’ul dalam menyambut tahun baru. Sambil mengenang keutamaan bulan Muharram – bulan Allah yang penuh berkah – membaca doa minum susu putih diharapkan menjadi perbuatan kecil yang mengandung harapan besar. Semoga amalan ini dapat dijadikan pengingat untuk menanamkan niat yang baik dan memohon rahmat Allah di setiap awal tahun baru Islam.

You might also like