Jangan Ditinggalin! Amalan 1 Muharram: Doa, Puasa, Dzikir & Keutamaannya - Masjid Ismuhu Yahya

Jangan Ditinggalin! Amalan 1 Muharram: Doa, Puasa, Dzikir & Keutamaannya

Masjid Ismuhu Yahya – Amalan 1 Muharram merujuk pada ibadah-ibadah sunnah yang dianjurkan dikerjakan pada tanggal 1 Muharram, hari pertama tahun baru Hijriyah. Umat Islam menggunakan momentum ini untuk memulai tahun baru dengan kegiatan ibadah dan doa. Misalnya, membaca doa akhir tahun dan doa awal tahun Hijriyah yang berdasarkan QS Al-Baqarah ayat 201 :

وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّقُوْلُ رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ ۝٢٠١

Di antara mereka ada juga yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari azab neraka.”

Doa ini diucapkan tiga kali setiap akhir bulan Dzulhijjah sebelum masuk Muharram. Doa ini memohon ampunan dan perlindungan Allah untuk masa mendatang. Selain itu, bacaan-bacaan dzikir dan istighfar juga dianjurkan untuk memperkuat muhasabah (introspeksi diri) dan mengawali tahun dengan hati bersih.

Keutamaan Bulan Muharram

Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Islam dan termasuk salah satu bulan haram (suci). Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa satu tahun terdiri dari 12 bulan, di antaranya empat bulan haram, termasuk Muharram.

Dari Abu Bakrah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda,
“Zaman berputar seperti hari Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu terdiri dari 12 bulan, di antaranya 4 bulan Haram, tiga bulan berurutan, Zulkaidah, Zulhijjah, dan Muharram. Adapun Rajab yang juga merupakan bulannya kaum Mudhr, berada di antara Jumadil Akhir dan Sya’ban.” (HR Bukhari Muslim)

Oleh sebab itu, ibadah di bulan ini dianggap istimewa. Salah satu keutamaan yang terkenal adalah puasa di hari Asyura (10 Muharram), yang menurut hadits dapat menghapus dosa setahun sebelumnya. Sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya yang diriwayatkan Imam Muslim dari sahabat Abu Qatadah :

عَنْ أَبِيْ قَتَادَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سُئِلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ. فَقَالَ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ

“Sahabat Abu Qatadah Radliyallah ‘Anhu berkata, bahwa Rasulullah SAW ditanya tentang fadlilah atau keutamaan puasa pada hari ‘Asyura (10 Muharram). Kemudian beliau menjelaskan, bahwa puasa pada hari ‘Asyura itu dapat menghapus dosa-dosa setahun yang lalu”. (HR. Muslim)

Umat Muslim dianjurkan memohon ampun dengan memperbanyak puasa pada tanggal 10 Muharram. Bahkan Nabi SAW berpuasa pada hari Asyura dan menganjurkan umatnya untuk ikut berpuasa. Beliau juga menyarankan agar menambah puasa sehari sebelumnya (9 Muharram) atau sesudahnya (11 Muharram).

Selain itu, hadits Nabi menyebutkan, “Tidak ada amal yang lebih afdal dibanding amal pada hari-hari (bulan) ini [Muharram]…”, kecuali jihad fisabilillah. Ini menunjukkan betapa berbesarnya keutamaan beribadah di hari-hari suci ini. Karenanya, bulan Muharram dipandang sangat mulia, justru dianjurkan memperbanyak puasa dan salat di dalamnya.

Amalan 1 Muharram

Umat Islam dianjurkan melakukan berbagai amalan kebaikan pada tanggal 1 Muharram. Berikut beberapa amalan sunnah yang umum disebut:

  • Membaca Doa Akhir dan Awal Tahun Hijriyah: Sebagai persiapan menyambut Muharram, dianjurkan membaca doa penghabisan dan pembuka tahun baru Islam berdasarkan QS. 2:201. Doa ini memohon kebaikan dunia-akhirat dan perlindungan dari neraka.
  • Shalat Sunnah (Tahajjud, Hajat, Taubat, dll.): Malam 1 Muharram merupakan waktu yang baik untuk meningkatkan ibadah malam. Shalat sunnah seperti Tahajjud, Hajat, dan Taubat sangat dianjurkan. Melaksanakan shalat malam memberi kesempatan memohon ampun dan menata niat untuk tahun baru.
  • Puasa Sunnah Bulan Muharram: Rasulullah SAW menjelaskan, “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram”. Ini menunjukkan anjuran memperbanyak puasa sunnah dalam Muharram. Puasa 1 Muharram sendiri boleh dilakukan sebagaimana puasa sunnah lainnya, namun tanpa hadits khusus. Di samping itu, puasa Tasua (9 Muharram) dan Asyura (10 Muharram) sangat dianjurkan berdasarkan sunnah Nabi SAW. Karena Asyura berhubungan dengan kisah Nabi Musa AS, Rasulullah bersedia menambah puasa sehari lagi agar tidak serupa dengan orang Yahudi.
  • Bersedekah: Memberi sedekah kepada fakir miskin pada hari 1 Muharram termasuk amalan mulia. Dikutip dari laman Baznas, menegaskan bahwa bersedekah di malam 1 Muharram adalah tindakan mulia yang membantu sesama dan mensucikan diri dari dosa. Sedekah ini dapat berupa makanan, bantuan uang, atau bentuk kebaikan lain sesuai kemampuan.
  • Dzikir dan Istighfar: Pada pergantian tahun, dianjurkan memperbanyak dzikir, tasbih, dan istighfar. Ucapan seperti “Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha illallah, Allahu Akbar” banyak dibaca. Selain itu, ucapan Sayyidul Istighfar (“Allahumma anta rabbii…” ) dan permohonan taubat dianjurkan untuk memohon ampun atas kesalahan tahun lalu.
  • Membaca Al-Qur’an: Membaca Al-Qur’an adalah ibadah yang mulia kapan saja. Pada awal tahun Islam, banyak umat Islam membaca surat-surat pendek atau ayat-ayat khusus. Beberapa tradisi membacakan Surah Al-Ikhlas sebanyak 1000 kali dalam bulan Muharram sebagai bentuk dzikir, berdasarkan anjuran ulama NU.
  • Membersihkan Diri (Mandi dan Memotong Kuku): Secara simbolik memulai tahun baru dengan kesucian fisik. Beberapa ulama dan tradisi di Indonesia menyarankan mandi bersih (mandi sunnah) sebelum memasuki Muharram dan memotong kuku. Hal ini berlandaskan konsep fitrah (kebersihan diri) dalam Islam. Sebagaimana hadits Nabi tentang fitrah, memotong kuku adalah bagian dari menjaga kebersihan diri. Kegiatan ini melambangkan kesiapan hati dan jasmani menyongsong tahun baru.
  • Berkunjung ke Ulama dan Berziarah: Momen tahun baru Islam juga bisa diisi dengan silaturahmi kepada guru agama, atau berziarah ke makam orang saleh. Ziarah kubur pada malam 1 Muharram dilakukan oleh sebagian muslim untuk mendoakan kerabat dan para wali Allah. Nuansa ini sejalan dengan tradisi mujahadah dan hajat di bulan suci.
  • Silaturahim dan Doa Bersama: Menjalin tali persaudaraan dengan menyambung silaturahim dengan keluarga, tetangga, dan teman sangat dianjurkan. Banyak masjid dan mushala mengadakan acara pengajian, doa bersama, atau Yasinan pada malam 1 Muharram untuk mempererat ukhuwwah Islamiyah. Lembaga Baznas sendiri menekankan bahwa silaturahim adalah amalan utama dalam Islam, termasuk pada malam Tahun Baru Hijriyah.

Secara keseluruhan, amalan-amalan pada 1 Muharram adalah sarana memulai tahun baru Islam dengan baik dan berkah. Dengan melaksanakan doa, puasa, shalat sunnah, sedekah, dan perbuatan baik lain berdasarkan dalil syar’i, diharapkan tahun baru ini menjadi momentum peningkatan keimanan dan ketakwaan. Semoga Allah menerima segala ibadah kita dan memberkahi tahun baru Hijriyah ini. Wallahu a‘lam.

 

 

 

You might also like