Macam-Macam Sholat Sunnah dan Niatnya - Masjid Ismuhu Yahya

Macam-Macam Sholat Sunnah dan Niatnya

Masjid Ismuhu Yahya – Macam macam sholat sunnah dan niatnya penting diketahui oleh setiap Muslim sebagai amalan tambahan yang mendatangkan pahala. Sholat sunnah adalah ibadah sholat di luar sholat wajib lima waktu. Mengerjakan sholat-sholat sunnah tidak berdosa jika ditinggalkan, namun jika dilaksanakan akan mendapat pahala dan banyak keutamaan. Di antara keutamaannya, sholat sunnah dapat menyempurnakan kekurangan sholat fardhu, membuat pelakunya dicintai Allah, doa-doanya dikabulkan, dan diangkat derajatnya oleh Allah SWT. Berikut ini akan dibahas berbagai jenis sholat sunnah dan niatnya – seperti sholat Dhuha, Tahajud, Rawatib, Witir, Istikharah, Taubat, Hajat, Tarawih, dan lain-lain – dengan penjelasan ringkas serta lafal niat dalam bahasa Arab beserta artinya dalam bahasa Indonesia.

Macam-Macam Sholat Sunnah dan Niatnya

  1. Sholat Sunnah Wudhu

    Sholat sunnah wudhu adalah sholat sunnah dua rakaat yang dikerjakan setiap selesai berwudhu. Setelah menyempurnakan wudhu dan membaca doa wudhu, dianjurkan sholat dua rakaat ini sebelum beralih ke aktivitas lain. Rasulullah SAW mencontohkan amalan ini melalui kisah Bilal bin Rabah.

    Beliau pernah bertanya kepada Bilal, “Amal apa yang kau kerjakan hingga aku mendengar suara terompahmu di surga?”
    Bilal menjawab bahwa setiap kali selesai berwudhu, ia selalu mengerjakan sholat sunnah dua rakaat.

    Sholat wudhu hukumnya sunnah dan dapat dilakukan kapan saja sepanjang hari, kecuali pada waktu-waktu terlarang untuk sholat.

    Niat Sholat Wudhu: Ushalli sunnatal wudhū’i rak‘ataini lillāhi ta‘ālā
    Artinya: “Aku niat sholat sunnah wudhu dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

  2. Sholat Tahiyatul Masjid

    Sholat tahiyatul masjid adalah sholat sunnah dua rakaat yang dikerjakan ketika memasuki masjid sebelum duduk. Sholat ini bertujuan untuk menghormati masjid sebagai rumah Allah. Anjuran mengerjakan sholat tahiyatul masjid disebutkan dalam hadits Nabi Muhammad SAW:

    “Jika salah seorang di antara kalian masuk masjid, maka hendaklah dia sholat dua rakaat sebelum dia duduk.”
    (HR. Bukhari & Muslim)

    Waktu pelaksanaannya adalah setiap kali masuk ke dalam masjid, sepanjang bukan waktu terlarang untuk sholat. Sholat ini hukumnya sunnah dan sangat dianjurkan, terutama ketika masjid sedang sepi atau sebelum dimulainya sholat fardhu berjemaah.

    Niat Sholat Tahiyatul Masjid: Ushalli sunnata taḥiyyatal masjidi rak‘ataini lillāhi ta‘ālā
    Artinya: “Aku niat sholat sunnah tahiyatul masjid dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

  3. Sholat Dhuha

    Sholat Dhuha adalah sholat sunnah yang dilakukan pada waktu pagi hari setelah matahari terbit hingga menjelang waktu Zuhur. Waktu Dhuha dimulai kira-kira 15 menit setelah matahari terbit sampai sebelum tengah hari (sekitar pukul 07.00–11.00). Sholat Dhuha boleh dilaksanakan minimal dua rakaat dan maksimal dua belas rakaat sesuai kemampuan. Rasulullah SAW menganjurkan sholat Dhuha dan menyebutkan keutamaannya. Dalam sebuah hadits disebutkan:

    “Barang siapa yang melakukan sholat Dhuha dua belas rakaat, Allah SWT akan membangunkan baginya istana dari emas di surga.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

    Sholat Dhuha juga diyakini dapat mempermudah rezeki dan mencukupi kebutuhan hidup orang yang melaksanakannya atas izin Allah

    Niat Sholat Dhuha: Ushalli sunnatadh–ḍuḥā rak‘ataini lillāhi ta‘ālā
    Artinya: “Aku niat sholat sunnah Dhuha dua rakaat, karena Allah Ta’ala.”

  4. Sholat Sunnah Rawatib

    Sholat sunnah Rawatib adalah sholat sunnah yang mengiringi pelaksanaan sholat fardhu, baik dikerjakan sebelum (qabliyah) maupun sesudah (ba’diyah) sholat wajib lima waktu. Sholat Rawatib terbagi atas rawatib muakkad (sangat dianjurkan) dan ghairu muakkad (tidak terlalu ditekankan). Contoh sholat rawatib yang muakkad adalah: 2 rakaat sebelum Subuh, 2 atau 4 rakaat sebelum Dzuhur, 2 rakaat sesudah Dzuhur, 2 rakaat sesudah Maghrib, dan 2 rakaat sesudah Isya. Jumlah keseluruhannya ada 10 hingga 12 rakaat per hari. Rasulullah SAW senantiasa menjaga sholat-sholat rawatib ini. Beliau bersabda:

    “Barangsiapa sholat sunnah dua belas rakaat dalam sehari semalam, niscaya dibangunkan sebuah rumah baginya di surga.” (HR. Muslim)

    Melaksanakan rawatib membantu menyempurnakan kekurangan sholat wajib dan merupakan tanda kecintaan hamba kepada Allah.

    Sholat Rawatib dilaksanakan seperti sholat biasa dengan dua rakaat per salam (untuk yang empat rakaat bisa dua salam). Niat sholat rawatib menyesuaikan waktu dan posisi sholatnya. Sebagai contoh, berikut niat sholat sunnah rawatib qabliyah Subuh (sebelum Subuh):

    Niat Sholat Qabliyah Subuh: Ushalli sunnataṣ-ṣubḥi rak‘ataini qabliyyatan mustaqbilal qiblati lillāhi ta‘ālā
    Artinya: “Aku niat mengerjakan sholat sunnah sebelum Subuh dua rakaat, menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

  5. Sholat Tahajud

    Sholat Tahajud adalah sholat sunnah di malam hari yang dikerjakan setelah tidur sejenak terlebih dahulu. Sholat ini termasuk bagian dari qiyamul lail (shalat malam) yang paling utama. Waktu pelaksanaannya mulai setelah sholat Isya hingga sebelum sholat Subuh, dengan waktu terbaik pada sepertiga malam terakhir (sekitar pukul 01.00-04.00 dini hari). Sholat Tahajud dikerjakan minimal dua rakaat dan tidak ada batas maksimal rakaatnya – boleh sebanyak-banyaknya sesuai kemampuan, setiap dua rakaat satu salam. Agar disebut sholat Tahajud, syaratnya seseorang harus tidur terlebih dahulu walau hanya sebentar, kemudian bangun di malam hari untuk sholat.
    Sholat Tahajud memiliki keutamaan besar. Al-Qur’an pun menyebut keistimewaan sholat malam ini:

    “Dan pada sebagian malam, bertahajudlah sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra: 79)

    Seusai tahajud, disunnahkan memperbanyak dzikir, istighfar, dan berdoa memohon hajat kepada Allah karena waktu tersebut termasuk waktu mustajab untuk berdoa.

    Niat Sholat Tahajud: Ushallī sunnatat–tahajjudi rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.

    Artinya: “Aku niat sholat sunnah Tahajud dua rakaat, menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala.”

  6. Sholat Istikharah

    Sholat Istikharah adalah sholat sunnah dua rakaat yang dilakukan untuk memohon petunjuk Allah SWT atas suatu pilihan atau keputusan penting yang masih diragukan. Saat menghadapi dua pilihan atau merasa bimbang, kita disarankan melaksanakan sholat Istikharah dan memohon agar Allah memberikan pilihan yang terbaik. Sholat Istikharah dapat dilaksanakan kapan saja, tetapi waktu yang utama adalah pada malam hari menjelang sepertiga malam terakhir (sehabis sholat Isya hingga sebelum Subuh). Setelah sholat Istikharah, dianjurkan membaca doa istikharah sebagaimana diajarkan Nabi, yang isinya memohon agar Allah memilihkan yang terbaik dan menjauhkan dari keburukan. Tanda petunjuk Allah bisa datang melalui kemantapan hati pada salah satu pilihan atau kemudahan dalam pilihan tersebut.

    Niat Sholat Istikharah: Ushalli sunnatal istikhārah rak‘ataini lillāhi ta‘ālā
    Artinya: “Aku niat sholat sunnah Istikharah dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

  7. Sholat Hajat

    Sholat Hajat adalah sholat sunnah yang dilakukan ketika seorang Muslim memiliki keinginan atau kebutuhan mendesak (hajat) yang ingin dikabulkan oleh Allah SWT. Sholat Hajat dikerjakan sebanyak dua rakaat (atau boleh hingga 12 rakaat, dengan salam tiap dua rakaat). Meskipun bisa dilakukan kapan saja, waktu terbaik untuk melaksanakan sholat Hajat adalah pada sepertiga malam terakhir (di waktu malam yang tenang menjelang Subuh), karena di waktu itu doa lebih mustajab. Sholat Hajat diawali dengan niat khusus, dilanjutkan dengan dua rakaat sholat seperti biasa. Setelah selesai sholat, diperbanyak doa memohon kepada Allah agar hajat atau keinginan kita dikabulkan. Kita meyakini bahwa Allah Maha Mendengar dan akan mengabulkan doa hamba-Nya dengan cara yang terbaik.

    Niat Sholat Hajat: Ushalli sunnatal ḥājati rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.
    Artinya: “Aku niat sholat sunnah Hajat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

  8. Sholat Taubat

    Sholat Taubat adalah sholat sunnah dua rakaat yang dikerjakan seorang Muslim saat menyadari telah melakukan dosa atau kesalahan, sebagai bentuk memohon ampunan kepada Allah SWT. Manusia tidak luput dari dosa, namun rahmat Allah begitu luas. Salah satu cara untuk mendapatkan ampunan Allah adalah dengan melakukan sholat Taubat, disertai penyesalan yang tulus dan tekad tidak mengulangi dosa tersebut. Sholat Taubat dapat dilaksanakan kapan saja (kecuali waktu terlarang sholat), dan dianjurkan segera setelah melakukan dosa. Waktu yang banyak dianjurkan ulama adalah pada malam hari setelah sholat Isya, terutama di sepertiga malam terakhir, agar lebih khusyuk dan diiringi suasana tenang untuk beristighfar. Setelah sholat Taubat, perbanyaklah istighfar dan doa memohon pengampunan, karena Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

    Niat Sholat Taubat: Ushalli sunnatat–taubati rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.
    Artinya: “Aku niat sholat sunnah Taubat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

  9. Sholat Tasbih

    Sholat Tasbih adalah sholat sunnah empat rakaat yang di dalamnya terkandung bacaan tasbih (kalimat Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar) sebanyak total 300 kali selama empat rakaat tersebut. Disebut “shalat tasbih” karena inti sholat ini adalah memperbanyak tasbih memuji Allah. Sholat Tasbih dianjurkan oleh beberapa ulama untuk dilakukan secara rutin – idealnya setiap malam jika mampu. Jika tidak bisa setiap malam, dapat dikerjakan sekali dalam seminggu, atau sebulan sekali, atau setahun sekali. Bahkan jika itu pun tidak mampu, minimal sekali seumur hidup pernah melaksanakan sholat Tasbih. Sholat Tasbih bisa dilakukan pada siang hari (4 rakaat dengan satu kali salam) maupun malam hari (4 rakaat dengan dua kali salam, masing-masing 2 rakaat). Dalam praktiknya, bacaan tasbih diulang-ulang pada setiap gerakan sholat: setelah Al-Fatihah, dalam ruku’, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua, dengan jumlah tertentu sehingga tiap rakaat membaca 75 kali tasbih.

    Niat Sholat Tasbih: Ushalli sunnatَat–tasbīḥ rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.
    Artinya: “Aku niat sholat sunnah Tasbih dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

  10. Sholat Tarawih

    Sholat Tarawih adalah sholat sunnah yang khusus dilaksanakan pada malam hari di bulan Ramadhan setelah sholat Isya. Hukum sholat Tarawih adalah sunnah muakkad (sangat dianjurkan) dan umumnya dilakukan secara berjamaah di masjid selama bulan Ramadhan. Sholat Tarawih dilakukan antara 8 hingga 20 rakaat (tergantung kebiasaan masing-masing komunitas), ditutup dengan sholat Witir. Rasulullah SAW sendiri pernah mengerjakan sholat Tarawih berjamaah dengan para sahabat selama beberapa malam. Dalam sebuah riwayat disebutkan:

    “Sesungguhnya Nabi SAW sholat bersama mereka (sahabat) 8 rakaat, lalu beliau sholat Witir.” (HR. Ibnu Hibban)

    Pada dasarnya, beliau tidak pernah sholat malam (Tarawih/Tahajud) lebih dari 11 rakaat secara total.

    Oleh karena itu, banyak yang melaksanakan 8 rakaat Tarawih ditambah 3 rakaat Witir. Namun, ada pula riwayat di masa khalifah Umar bin Khattab bahwa Tarawih dilaksanakan 20 rakaat berjamaah. Keduanya sama-sama memiliki dasar, sehingga jumlah rakaat Tarawih bersifat fleksibel. Yang terpenting adalah kekhusyukan dan keikhlasan dalam menjalankannya.

    Keutamaan sholat Tarawih sangat besar. Barangsiapa mendirikan sholat malam di bulan Ramadhan (Tarawih) dengan iman dan ikhlas, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Sholat Tarawih menjadi penyempurna ibadah puasa, ladang pahala, dan sarana meraih ampunan Allah SWT selama bulan suci.

    Sholat Tarawih boleh dikerjakan sendiri ataupun berjamaah. Jika berjamaah, makmum bisa berniat mengikuti imam, dan imam berniat memimpin makmum. Berikut niat sholat Tarawih (untuk kondisi sholat sendirian atau makmum – niat imam cukup mengganti dengan kata “imāman”):

    Niat Sholat Tarawih: Ushalli sunnat-at tarāwīḥ rak‘ataini mustaqbilal qiblati lillāhi ta‘ālā.
    Artinya: “Aku niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

  11. Sholat Witir

    Sholat Witir adalah sholat sunnah penutup rangkaian sholat di malam hari. Disebut “witir” yang artinya ganjil, karena jumlah rakaatnya dibuat ganjil. Sholat Witir hukumnya sunnah muakkad, artinya sangat dianjurkan dan hampir mendekati wajib karena keutamaannya. Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan sholat Witir, baik saat mukim maupun safar. Waktu pelaksanaan sholat Witir adalah setelah sholat Isya hingga sebelum masuk waktu Subuh. Sholat ini biasanya dikerjakan setelah sholat Tarawih di bulan Ramadhan, atau setelah sholat Tahajud di luar Ramadhan. Banyak orang juga melaksanakan Witir sebelum tidur jika khawatir tidak bisa bangun malam. Jumlah rakaat Witir bisa 1 rakaat saja, atau 3 rakaat, 5, 7, 9, hingga maksimal 11 rakaat. Pelaksanaannya bisa dengan berbagai cara, misalnya 3 rakaat dengan dua salam (2+1) atau langsung 3 rakaat satu salam, sesuai tuntunan mazhab masing-masing.
    Sholat Witir merupakan sholat sunnah yang sangat utama. Nabi SAW bersabda:

    “Sesungguhnya sholat Witir itu haq (benar adanya). Siapa yang ingin sholat lima rakaat, kerjakanlah. Siapa yang ingin sholat tiga rakaat, kerjakanlah. Dan siapa yang ingin sholat satu rakaat, kerjakanlah.” (HR. Abu Dawud & An-Nasa’i)

    Dengan demikian, umat Islam diberi keleluasaan mengerjakan Witir sesuai kemampuannya, asalkan jumlahnya ganjil. Yang penting tidak meninggalkannya secara sengaja, karena Witir adalah penyempurna ibadah malam.

    Niat Sholat Witir (3 Rakaat): Ushalli sunnatal witri thalātha raka‘ātin mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta‘ālā.
    Artinya: “Aku niat sholat sunnah Witir tiga rakaat menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala.”

Demikianlah berbagai macam sholat sunnah beserta niatnya. Meskipun sholat-sholat sunnah tidak wajib, melaksanakannya membawa banyak keutamaan dan manfaat. Sholat sunnah menjadi pelengkap bagi sholat fardhu, menutup kekurangan yang ada pada sholat wajib. Orang yang rutin mengerjakan sholat sunnah juga menunjukkan kecintaannya kepada Allah dan Rasul-Nya, serta akan semakin dicintai Allah SWT. Setiap sujud dan rakaat tambahan yang kita lakukan mendekatkan diri kita kepada Allah, mengangkat derajat kita, dan insyaAllah dikabulkan doa-doa kita. Dengan disiplin mengerjakan sholat sunnah seperti Dhuha, Tahajud, Rawatib, Witir, dan lainnya, iman dan takwa kita akan bertambah. Semoga kita semua dimudahkan untuk istiqamah mengamalkan sholat-sholat sunnah tersebut, sehingga memperoleh pahala dan ridha Allah SWT. Aamiin.

You might also like