10 Keutamaan Membaca Al Qur’an Beserta Dalilnya - Masjid Ismuhu Yahya

10 Keutamaan Membaca Al Qur’an Beserta Dalilnya

Masjid Ismuhu Yahya – Ada 10 Keutamaan Membaca Al Qur’an yang harus diketahui setiap muslim. Al-Qur’an merupakan firman Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk hidup bagi umat manusia. Setiap Muslim dianjurkan untuk rutin membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah, mendirikan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka, secara sembunyi maupun terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan rugi” (QS. Fāṭir [35]: 29).

Ayat ini menunjukkan bahwa membaca Al-Qur’an ibarat investasi akhirat yang tidak akan merugi, karena Allah menjanjikan pahala dan ganjaran yang besar bagi para pembacanya. Berikut ini sepuluh keutamaan membaca Al-Qur’an beserta dalil dari Al-Qur’an dan hadits Nabi SAW yang mendukung setiap keutamaan tersebut:

10 Keutamaan Membaca Al Qur’an

  1. Al-Qur’an Menjadi Syafaat di Hari Kiamat

    Salah satu keutamaan terbesar membaca Al-Qur’an adalah Al-Qur’an akan menjadi syafaat (penolong) di hari Kiamat bagi orang-orang yang rajin membacanya. Syafaat berarti pertolongan atau pembelaan di hadapan Allah SWT kelak di Padang Mahsyar.
    Rasulullah SAW bersabda:
    “Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari Kiamat memberi syafaat kepada pembacanya.” (HR. Muslim)
    Hadits shahih ini mengingatkan kita bahwa rutin membaca Al-Qur’an akan mendatangkan manfaat yang sangat kita butuhkan di akhirat kelak. Bayangkan, di saat semua manusia cemas menanti hisab, amalan membaca Al-Qur’an yang kita lakukan di dunia akan hadir membela dan memohonkan ampunan untuk kita. Tentu ini menjadi motivasi agar kita semakin rajin tilawah (membaca) Al-Qur’an setiap hari, karena setiap huruf dan ayat yang kita baca dapat menjadi penolong di hari akhir nanti.

  2. Setiap Huruf Membawa Sepuluh Kebaikan (Pahala Dilipatgandakan)

    Membaca Al-Qur’an mendatangkan pahala berlipat ganda. Allah SWT Maha Pemurah dalam memberikan ganjaran bagi hamba-Nya yang membaca firman-Nya. Terdapat hadits shahih yang menegaskan bahwa setiap huruf dalam Al-Qur’an bernilai pahala sepuluh kali lipat. Rasulullah SAW bersabda:
    “Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitab Allah (Al-Qur’an), maka ia akan mendapatkan satu kebaikan, dan satu kebaikan tersebut dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan semisalnya. Aku tidak mengatakan ‘Alif Lām Mīm’ itu satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lām satu huruf, dan Mīm satu huruf.” (HR. Tirmidzi, hadits hasan shahih)
    Dari hadits ini, kita bisa menghitung betapa besar pahala membaca Al-Qur’an: membaca “Alif Lām Mīm” saja sudah mendapat tiga puluh kebaikan. Semakin banyak ayat dan surat yang kita baca, tentu semakin berlipat pahala yang Allah karuniakan. Inilah motivasi agar kita tidak malas membaca Al-Qur’an, karena setiap hurufnya merupakan tabungan pahala yang akan memberatkan timbangan amal kebaikan kita di akhirat kelak.

  3. Pembaca Al-Qur’an yang Terbata-Bata Tetap Mendapat Dua Pahala

    Sebagian Muslim mungkin merasa malu atau enggan membaca Al-Qur’an karena belum lancar atau masih terbata-bata dalam membacanya. Padahal, orang yang membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata (belum fasih) justru mendapat keutamaan berupa dua pahala. Rasulullah SAW memberikan kabar gembira ini dalam sabdanya:
    “Orang yang membaca Al-Qur’an sementara ia terbata-bata dan merasa berat (sulit) dalam membacanya, maka ia mendapatkan dua pahala.” (HR. Bukhari & Muslim).
    Dua pahala di sini bisa diartikan sebagai pahala atas usahanya membaca serta pahala atas kesabarannya dalam belajar. Allah SWT menghargai setiap usaha hamba-Nya dalam mendekatkan diri kepada-Nya, termasuk usaha belajar membaca Al-Qur’an. Jadi, janganlah berkecil hati jika kemampuan membaca kita belum sempurna. Teruslah berusaha dan jangan tinggalkan Al-Qur’an, karena meskipun terbata-bata, Allah tetap memberikan ganjaran berlipat atas ketulusan niat kita. Lambat laun, dengan latihan dan taufik Allah, kelancaran akan dicapai, dan pahala pun terus mengalir sejak masa belajar hingga sudah mahir nanti.

  4. Menjadi Sebaik-Baiknya Manusia

    Orang yang tekun membaca dan mempelajari Al-Qur’an akan menjadi manusia terbaik di sisi Allah SWT. Keutamaan ini didasarkan pada hadits Nabi SAW yang sangat terkenal. Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
    “Sebaik-baik kalian (umat Islam) adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari).
    Hadits ini menunjukkan bahwa derajat kemuliaan seseorang di sisi Allah tidak diukur dari harta, jabatan, atau keturunan, melainkan dari sejauh mana ia berinteraksi dengan Al-Qur’an. Orang yang mempelajari Al-Qur’an berarti berusaha memahami isi dan hukum-hukumnya, sedangkan mengajarkannya berarti menyebarkan kebaikan Al-Qur’an kepada orang lain. Keduanya adalah amalan yang mulia. Dengan rajin membaca Al-Qur’an, menghafal, lalu berbagi ilmu atau mengajarkannya, seorang Muslim dinilai sebagai khairunnas (manusia terbaik) di hadapan Allah SWT. Keutamaan ini seharusnya memotivasi kita untuk tidak hanya membaca, tapi juga berusaha memahami dan mengajarkan Al-Qur’an dalam lingkungan kita, sehingga keberkahan Al-Qur’an tersebar luas.

  5. Pembaca Al-Qur’an yang Mahir Akan Bersama Para Malaikat

    Mereka yang pandai atau mahir dalam membaca Al-Qur’an mendapat kedudukan istimewa, yakni akan bersama para malaikat yang mulia. Hal ini dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. Beliau menceritakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
    “Orang yang membaca Al-Qur’an dan ia mahir membacanya, maka kelak (di akhirat) ia akan bersama para malaikat yang mulia lagi taat (kepada Allah).” (HR. Bukhari & Muslim).
    Para malaikat adalah makhluk suci yang selalu taat beribadah kepada Allah SWT. Jika seorang hamba dapat mencapai derajat mahir dalam membaca Al-Qur’an — artinya tartil, fasih dalam tajwid dan makhraj huruf — maka balasannya adalah digolongkan bersama para malaikat yang terhormat. Ini merupakan penghargaan luar biasa bagi ahli Qur’an (orang yang mencintai dan menguasai bacaan Al-Qur’an). Tentu untuk menjadi mahir diperlukan latihan dan kesungguhan, namun ganjaran yang menanti setimpal dengan usaha tersebut. Sebaliknya, seperti disebutkan dalam poin sebelumnya, bagi yang masih belajar pun jangan berkecil hati, karena hadits ini justru memotivasi kita semua untuk terus meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an hingga mencapai derajat mahir demi mendapatkan keutamaan yang agung ini.

  6. Allah Meninggikan Derajat Orang yang Membaca Al-Qur’an

    Membaca Al-Qur’an akan meningkatkan derajat dan kemuliaan seseorang di mata Allah SWT. Allah tidak hanya memuliakan individu, bahkan suatu kaum atau bangsa yang membudayakan Al-Qur’an akan diangkat derajatnya. Dalam sebuah hadits shahih dari Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:
    “Sesungguhnya Allah SWT akan mengangkat derajat beberapa kaum dengan kitab ini (Al-Qur’an), dan akan merendahkan (derajat) kaum yang lainnya dengannya.” (HR. Muslim).
    Maksudnya, siapa saja yang mengimani, membaca, dan menjunjung tinggi Al-Qur’an dalam kehidupannya, Allah akan tinggikan kedudukannya, baik di dunia dengan kemuliaan akhlak dan ilmu, maupun di akhirat dengan pahala dan posisi mulia di sisi-Nya. Sebaliknya, jika ada kaum yang meninggalkan atau meremehkan Al-Qur’an, mereka akan terhina dan direndahkan derajatnya. Sejarah peradaban Islam membuktikan bahwa generasi yang berpegang teguh pada Al-Qur’an selalu jaya dan mulia. Selain itu, Allah juga berfirman:
    “Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu (ilmu yang bermanfaat) beberapa derajat” (QS. Al-Mujādilah [58]: 11).
    Ilmu yang paling utama bagi seorang Muslim tentu adalah ilmu Al-Qur’an. Ayat dan hadits di atas menguatkan bahwa membaca dan mengamalkan Al-Qur’an merupakan jalan untuk meraih derajat tinggi di sisi Allah SWT.

  7. Mendapat Ketenangan (Sakīnah) dan Rahmat, Dikelilingi Malaikat

    Membaca Al-Qur’an mendatangkan ketenangan jiwa dan curahan rahmat dari Allah SWT. Hati yang gelisah bisa menjadi tenteram ketika mendengar atau membaca kalam Ilahi. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:
    “Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (misalnya di masjid), lalu mereka membaca Kitab Allah (Al-Qur’an) dan saling mempelajarinya bersama-sama, melainkan ketenangan (sakīnah) akan turun kepada mereka, rahmat Allah meliputi mereka, para malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan para (malaikat) yang berada di sisi-Nya.” (HR. Muslim).
    Hadits ini menggambarkan betapa kegiatan tilawah Al-Qur’an, apalagi bersama-sama, akan mengundang hadirnya sakīnah (ketenangan hati) dan rahmat dari Allah. Walaupun yang disebut adalah orang-orang yang berkumpul membaca di masjid, tentu secara umum setiap orang yang membaca Al-Qur’an dengan khusyuk akan merasakan ketenangan dalam hatinya. Allah SWT berfirman:
    “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d [13]: 28).
    Membaca Al-Qur’an termasuk dzikir mengingat Allah yang paling utama, sehingga efeknya menenangkan hati dan menjernihkan pikiran. Di samping itu, para malaikat turut hadir mengelilingi dan menaungi para pembaca Al-Qur’an. Keberkahan majelis Al-Qur’an ini sungguh besar: hati tenang, penuh rahmat, dan bahkan didoakan serta dilindungi malaikat. Oleh karena itu, biasakanlah diri kita membaca Al-Qur’an ketika gelisah atau setelah menjalani kesibukan dunia; insyaAllah hati akan damai, masalah terasa ringan, dan kita berada dalam lindungan Allah SWT.

  8. Dijanjikan Masuk Surga dan Dapat Memberi Syafaat bagi Keluarga

    Keutamaan membaca Al-Qur’an tidak hanya dirasakan di dunia, tetapi juga ganjaran di akhirat berupa surga. Bahkan, ada keutamaan khusus bagi ahli Qur’an (penghafal dan pembaca Al-Qur’an) untuk memberi syafaat kepada keluarganya. Dalam hadits riwayat Imam Ibnu Majah, Rasulullah SAW bersabda:
    “Barangsiapa membaca Al-Qur’an dan istazhdarahu (menampakkannya dengan menghafal atau sering membacanya) dan ia mengamalkannya, maka Allah akan memasukannya ke dalam surga serta memperkenankannya memberi syafaat kepada sepuluh orang dari keluarganya yang semestinya masuk neraka.” (HR. Ibnu Majah).
    Hadits ini menunjukkan betapa besarnya kedudukan orang yang akrab dengan Al-Qur’an: ia tidak hanya menyelamatkan dirinya sendiri, tetapi juga bisa menjadi perantara keselamatan bagi keluarga terdekatnya. Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud di sini utamanya adalah ḥāfiẓul Qur’ān (penghafal Qur’an) yang mengamalkan isinya. Namun, tentu proses menghafal dimulai dari rajin membaca dan mencintai Al-Qur’an. Maka, siapa saja yang konsisten membaca Al-Qur’an setiap hari, berusaha menghafal, memahami, dan mengamalkannya, Allah SWT siapkan pahala surga baginya. Lebih dari itu, ia diberi kehormatan untuk memohonkan syafaat bagi 10 orang kerabatnya yang mungkin banyak dosa. Betapa mulianya balasan ini! Tentu, kita semua berharap termasuk golongan yang mendapat jaminan surga dan bisa menolong keluarga kita kelak. Mulailah dari diri sendiri untuk mencintai Al-Qur’an dengan cara rajin membacanya setiap hari.

  9. Ibadah yang Paling Utama di Antara Ibadah Lain

    Membaca Al-Qur’an adalah sebaik-baiknya ibadah bagi umat Nabi Muhammad SAW. Selain kewajiban yang telah ditetapkan (seperti shalat, puasa, dll.), amalan sunnah yang paling dicintai Allah adalah membaca Al-Qur’an. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhu, disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
    “Sebaik-baiknya ibadah umatku adalah membaca Al-Qur’an.” (HR. Al-Baihaqi).
    Pernyataan ini menegaskan posisi tilawah Al-Qur’an sebagai ibadah spiritual tertinggi yang dapat dilakukan seorang Muslim. Mengapa demikian? Karena ketika kita membaca Al-Qur’an, sesungguhnya kita sedang berkomunikasi dengan Allah SWT, membaca kalam-Nya yang suci. Membaca Al-Qur’an mengandung pahala dzikir, berpahala ilmu ketika kita tadabbur (merenungi maknanya), dan bisa menjadi sumber petunjuk bagi setiap langkah hidup kita. Ibadah membaca Al-Qur’an juga bisa dilakukan kapan saja, di mana saja, tanpa syarat yang memberatkan. Inilah ibadah yang sangat fleksibel namun pahalanya begitu besar. Bandingkan dengan ibadah sunnah lain: misalnya shalat sunnah terbatas pada waktu-waktu tertentu, sedekah butuh harta, puasa sunnah butuh kekuatan fisik. Adapun membaca Al-Qur’an dapat dilakukan setiap waktu, bahkan beberapa menit tiap hari pun sudah sangat berharga. Oleh sebab itu, mari menjadikan tilawah Al-Qur’an sebagai rutinitas harian. Meskipun sedikit, yang penting berkelanjutan, karena itulah ibadah terbaik dan paling utama sebagai sumber pahala dan keberkahan dalam hidup.

  10. Pahalanya Diibaratkan Seperti Sedekah (Terbuka maupun Tersembunyi)

    Keutamaan terakhir yang juga disebutkan dalam hadits Nabi SAW adalah bahwa membaca Al-Qur’an itu diibaratkan seperti bersedekah. Maksudnya, baik membaca dengan suara lantang (terdengar orang lain) maupun membaca pelan (tidak terdengar orang), keduanya memiliki nilai kebaikan layaknya sedekah. Rasulullah SAW bersabda:
    “Orang yang membaca Al-Qur’an dengan suara keras adalah seperti orang yang bersedekah secara terang-terangan. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dengan suara perlahan (pelan) adalah seperti orang yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud).
    Hadits ini mengajarkan bahwa tidak ada cara membaca Al-Qur’an yang sia-sia. Jika situasinya memungkinkan, membaca Al-Qur’an dengan suara terdengar dapat menginspirasi orang lain dan memperdengarkan kalam Allah – itu diumpamakan seperti sedekah terbuka yang menunjukkan syiar. Namun jika kita membaca pelan sendiri, itu diibaratkan seperti sedekah sembunyi-sembunyi yang ikhlas hanya mengharap ridha Allah. Keduanya sama-sama berpahala dan baik. Dalam sedekah, baik dilakukan secara terbuka maupun diam-diam, masing-masing ada keutamaan tersendiri; demikian pula halnya dengan membaca Al-Qur’an. Jadi, kita tidak perlu ragu apakah sebaiknya membaca keras atau pelan, sesuaikan saja dengan kondisi dan keikhlasan hati. Yang terpenting, Al-Qur’an-nya dibaca. Baik terdengar oleh orang lain maupun hanya diri sendiri yang mendengar, malaikat tetap mencatat amalan tersebut sebagai kebaikan yang besar, sebagaimana sedekah yang bernilai ibadah.

Demikianlah sepuluh keutamaan membaca Al-Qur’an yang telah Allah SWT dan Rasul-Nya janjikan kepada kita. Sungguh, membaca Al-Qur’an bukanlah sekadar rutinitas ibadah, melainkan sebuah aktivitas mulia yang membawa banyak manfaat: dari limpahan pahala berlipat ganda, ketenangan batin, hingga pertolongan di akhirat dan derajat yang tinggi di sisi Allah. Dengan mengetahui betapa banyak keistimewaan membaca Al-Qur’an, semoga hati kita semakin terdorong untuk mencintai Al-Qur’an. Mari mulai meluangkan waktu setiap hari, walau sejenak, untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an. Awali dengan niat ikhlas karena Allah, bacalah dengan tartil sembari menghayati maknanya, dan amalkan kandungannya sedikit demi sedikit dalam kehidupan. Mudah-mudahan kita termasuk golongan ahlul Qur’an yang mendapat kemuliaan dunia akhirat, dijadikan Allah sebagai hamba yang istimewa, dan kelak Al-Qur’an yang kita baca akan menjadi cahaya serta syafaat bagi kita dan keluarga. Wallahu a’lam bish-shawab – hanya Allah Yang Maha Mengetahui kebenarannya, kita memohon bimbingan-Nya untuk selalu istiqamah membaca dan mengamalkan Al-Qur’an. Semoga tulisan ini bermanfaat dan menginspirasi kita semua untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an. Aamiin.

 

You might also like