Mengenal Keutamaan Hari Jumat dan Manfaatnya - Masjid Ismuhu Yahya

Mengenal Keutamaan Hari Jumat dan Manfaatnya

Masjid Ismuhu Yahya – Hari Jumat dikenal sebagai hari yang penuh keberkahan bagi umat Islam. Banyak sekali keutamaan Hari Jumat yang menjadikannya hari istimewa dibandingkan hari-hari lain. Dalam tradisi Islam, hari Jumat bahkan disebut sebagai sayyidul ayyam atau “penghulu segala hari”. Umat Muslim di seluruh dunia memuliakan Jumat melalui berbagai ibadah dan tradisi, mulai dari shalat Jumat berjamaah hingga amalan sunnah khusus. Artikel ini akan membahas keutamaan Hari Jumat dari perspektif ajaran Islam berdasarkan Al-Qur’an dan hadis-hadis shahih, serta nilai sosial dan budaya yang hidup di tengah masyarakat Muslim.

Keutamaan Hari Jumat Menurut Al-Qur’an dan Hadis

Islam mengajarkan bahwa Jumat merupakan hari yang paling istimewa dalam sepekan. Beberapa dalil Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad ﷺ menegaskan keutamaan-keutamaan hari Jumat sebagai berikut:

  1. Penghulu Segala Hari dan Hari Terbaik dalam Seminggu
    Hari Jumat disebut sebagai hari paling mulia dan terbaik di antara hari-hari lainnya. Rasulullah ﷺ bersabda:

    “Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jumat”

    Hadis riwayat Muslim tersebut menjelaskan bahwa Jumat adalah hari terbaik, bahkan lebih agung daripada hari-hari raya besar sekalipun. Umat Islam meyakini kemuliaan ini menjadikan Jumat semacam hari raya mingguan di mana mereka berkumpul untuk beribadah dan bersyukur.

  2. Hari Terjadinya Peristiwa Penting (Penciptaan Adam hingga Kiamat)
    Banyak peristiwa agung dalam sejarah spiritual terjadi pada hari Jumat. Dalam lanjutan hadis di atas, Nabi Muhammad ﷺ menyebutkan bahwa Nabi Adam ‘alaihissalam diciptakan pada hari Jumat, di hari itu pula beliau dimasukkan ke dalam surga, dan dikeluarkan dari surga kembali ke bumi. Bahkan disebutkan pula “tidaklah Kiamat akan terjadi kecuali pada hari Jumat”. Artinya, Hari Kiamat kelak jatuh pada hari Jumat, menjadikan hari ini sangat istimewa dalam garis waktu penciptaan hingga akhir zaman. Karena itu pula, terdapat riwayat yang menyatakan bahwa setiap makhluk, termasuk malaikat dan alam semesta, merasa was-was setiap hari Jumat karena khawatir Kiamat tiba pada hari tersebut. Hal ini menunjukkan betapa agungnya hari Jumat hingga makhluk tak bernyawa pun seakan “takut” menyambut datangnya hari ini.
  3. Hari Jumat Sebagai Anugerah Khusus bagi Umat Islam
    Dalam perspektif sejarah agama, hari Jumat merupakan hidayah khusus yang Allah berikan kepada umat Nabi Muhammad ﷺ. Rasulullah menjelaskan bahwa umat-umat sebelum Islam disyariatkan hari ibadah yang berbeda – kaum Yahudi dengan Sabtu dan Nasrani dengan Ahad – namun Allah menunjuki umat Islam dengan hari Jumat sebagai hari ibadah utama. Sabda Nabi:

    “Inilah hari (Jumat) yang mereka perselisihkan, maka Allah menunjuki kita kepadanya; hari Jumat untuk kita, hari Sabtu untuk Yahudi, dan hari Ahad untuk Nasrani”

    Keistimewaan ini menunjukkan kemuliaan umat Islam yang diberikan hari khusus yang lebih mulia dari hari-hari ibadah umat sebelumnya.
    Selain itu, Jumat juga dipandang sebagai hari raya pekanan bagi Muslim. Umat Islam dianjurkan mengenakan pakaian terbaik dan bersih, serta merayakan Jumat dengan ibadah sebagaimana mereka merayakan Idulfitri atau Iduladha dalam lingkup mingguan. Salah satu hadis bahkan menyebut “Rajanya hari di sisi Allah adalah hari Jumat, ia lebih agung daripada hari raya kurban (Iduladha) dan hari raya fitri”. Hal ini menegaskan posisi Jumat sebagai hari paling istimewa yang mengungguli hari-hari besar lainnya.

  4. Terdapat Waktu Mustajab untuk Doa
    Salah satu keutamaan hari Jumat yang banyak dikenal adalah adanya “waktu mustajab” atau waktu terkabulnya doa pada hari tersebut. Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

    “Sesungguhnya pada hari Jumat ada satu waktu yang jika seorang Muslim berdiri shalat dan memohon sesuatu kepada Allah, niscaya akan diberikan”

    Beliau mengisyaratkan dengan tangannya bahwa waktu itu singkat. Dalam riwayat lain dijelaskan bahwa waktu mustajab itu berada di penghujung hari Jumat setelah shalat Ashar. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, dzikir, dan memohon hajat kepada Allah khususnya pada jelang Maghrib di hari Jumat, dengan harapan bertepatan dengan saat mustajab tersebut.

  5. Penghapusan Dosa dan Pelipatgandaan Amal Kebaikan
    Hari Jumat juga membawa keutamaan berupa pengampunan dosa dan pelipatgandaan pahala amal saleh. Rasulullah ﷺ menyampaikan bahwa shalat lima waktu dan dari Jumat ke Jumat berikutnya dapat menjadi kaffarah (penghapus) dosa-dosa kecil di antara waktu tersebut, selama tidak melakukan dosa besar di antaranya. Secara khusus, keikutsertaan dalam shalat Jumat dengan adab yang benar (berwudu dengan sempurna, datang lebih awal, duduk dekat khatib, mendengar khutbah dengan saksama, dan tidak berbuat laghw/hal sia-sia) menjadi sebab diampuninya dosa-dosa kecil sejak Jumat sebelumnya. Bahkan ada riwayat lain yang menyebutkan setiap langkah kaki orang yang pergi shalat Jumat lebih awal akan dicatat pahala setara puasa dan shalat selama satu tahun.
    Selain itu, beberapa ulama mengutip dalil bahwa pahala amal kebaikan pada hari Jumat dilipatgandakan dibanding hari lain. Contohnya, Imam Asy-Syafi’i dalam kitab Al-Umm meriwayatkan hadis: “Dan di hari Jumat pahala bersedekah dilipatgandakan”. Meskipun derajat hadis ini bukan dari Shahih Bukhari/Muslim, pesan ini sejalan dengan semangat bahwa beramal pada waktu mulia akan mendapat ganjaran lebih besar. Oleh sebab itu, banyak Muslim gemar melakukan sedekah Jumat atau “Jumat Berkah” sebagai bentuk amal sosial di hari istimewa ini.
  6. Meninggal di Hari Jumat sebagai Keutamaan
    Di antara keistimewaan lain yang dikaitkan dengan hari Jumat adalah keberuntungan bagi orang yang wafat pada hari Jumat atau malam Jumat. Terdapat hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad dan Tirmidzi: “Tidaklah seorang Muslim meninggal dunia pada hari Jumat atau malam Jumat, kecuali Allah akan melindunginya dari fitnah (siksa) kubur”. Hadis ini dinilai hasan oleh sejumlah ulama, yang dipahami bahwa orang beriman yang wafat pada hari mulia ini akan mendapat kemudahan dan dijauhkan dari adzab kubur yang berat. Para ulama berbeda pendapat tentang detailnya, namun secara umum mereka memandang hal itu sebagai karamah (kemuliaan) tersendiri yang Allah berikan pada hari Jumat. Tentu saja, kematian yang baik tetap ditentukan oleh amal dan keimanan seseorang, namun waktu wafat di hari Jumat dianggap menambah kehormatan bagi orang beriman.

Hari Jumat adalah anugerah luar biasa bagi umat Islam, mengandung keutamaan spiritual yang tinggi sekaligus nilai sosial yang mendalam. Dari dalil-dalil Al-Qur’an dan hadis shahih, kita mengetahui bahwa Jumat adalah hari terbaik yang diberkahi Allah dengan berbagai keistimewaan: hari penciptaan manusia pertama dan kemungkinan terjadinya Kiamat, hari terkabulnya doa-doa, serta hari raya pekanan umat Muhammad ﷺ. Ibadah shalat Jumat dan amalan sunnah lainnya di hari itu menjadi sarana meraih pahala besar dan pengampunan dosa.

Sebagai Muslim, kita selayaknya memanfaatkan keutamaan hari Jumat dengan sebaik-baiknya. Menghidupkan sunnah-sunnah di hari Jumat, seperti mandi Jumat, berpakaian rapi, membaca Al-Qur’an (termasuk Surah Al-Kahfi), memperbanyak shalawat dan doa, serta menghadiri shalat Jumat tepat waktu, merupakan bentuk pengagungan kita terhadap hari istimewa ini. Tak kalah penting, nilai-nilai sosial seperti mempererat ukhuwah, berbagi rezeki, dan peduli lingkungan sekitar juga perlu terus digalakkan setiap Jumat. Semoga dengan memahami dan mengamalkan keutamaan-keutamaan hari Jumat, kita mendapatkan keberkahan hidup, diampuni dosa, dan didekatkan pada rahmat Allah SWT setiap pekannya. Wallahu a’lam bish-shawab.

You might also like