Surat yang Dibaca Hari Jumat: 7 Surah Utama dan Keutamaannya - Masjid Ismuhu Yahya

Surat yang Dibaca Hari Jumat: 7 Surah Utama dan Keutamaannya

Masjid Ismuhu Yahya – Hari Jumat merupakan hari istimewa dalam Islam yang disebut sayyidul-ayyam (penghulu segala hari). Umat Muslim dianjurkan memperbanyak amalan ibadah pada hari ini, termasuk membaca surat yang dibaca hari Jumat dari Al-Qur’an. Membaca ayat-ayat suci di hari penuh berkah ini diyakini membawa banyak keutamaan. Beberapa riwayat hadits menyebutkan keistimewaan membaca surah tertentu pada hari Jumat, mulai dari mendapat cahaya penerang di hari Kiamat hingga ampunan dosa di antara dua Jumat. Berikut ini ulasan 7 surah utama yang dianjurkan dibaca di hari Jumat, lengkap beserta dalil dan manfaatnya.

Surat yang Dibaca Hari Jumat

1. Surah Al-Kahfi (سورة الكهف)

Surah Al-Kahfi adalah surah ke-18 Al-Qur’an yang memiliki banyak keutamaan apabila dibaca pada hari Jumat. Hukum membaca Al-Kahfi di hari Jumat adalah sunnah, berdasarkan berbagai hadits shahih. Salah satunya, Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa membaca surah Al-Kahfi pada hari Jumat, maka akan dipancarkan cahaya untuknya dari bawah kakinya hingga ke langit, yang akan meneranginya pada hari Kiamat, dan diampuni dosanya antara dua Jumat.”

Hadits ini menunjukkan bahwa membaca Al-Kahfi dapat menjadi cahaya penerang di akhirat sekaligus sarana penghapusan dosa antara Jumat pekan ini dan Jumat berikutnya. Selain itu, membaca Al-Kahfi juga akan melindungi pembacanya dari fitnah Dajjal. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa siapa yang menghafal 10 ayat pertama (atau terakhir) surah Al-Kahfi akan terjaga dari fitnah Dajjal di akhir zaman. Oleh sebab itu, sangat dianjurkan mengamalkan surah Al-Kahfi setiap Jumat sebagai bekal perlindungan iman sekaligus mendapat cahaya petunjuk dan ampunan Allah SWT.

2. Surah Yasin (سورة يس)

Surah Yasin merupakan surah ke-36 yang populer dibaca pada malam atau hari Jumat, meskipun tidak ada hadits shahih yang secara khusus memerintahkan membaca Yasin di hari Jumat. Tradisi membaca Yasin di Indonesia berkembang karena nilai spiritualnya yang memberi ketenangan batin bagi pembaca. Ada hadits menyebut

“Segala sesuatu memiliki jantung, dan jantungnya Al-Qur’an adalah Yasin” (HR. Tirmidzi)

namun para ulama memperdebatkan kesahihan hadits ini. Rasulullah SAW juga pernah bersabda:

“Siapa yang membaca surat Yasin dan As-Saffat di hari Jumat lalu memohon kepada Allah, niscaya permohonannya dikabulkan.”

Hadits riwayat Abu Dawud ini masyhur di tengah masyarakat, tetapi sanadnya terputus (lemah) menurut Al-Manawi. Kendati dianggap hadits dhaif, banyak ulama membolehkan mengamalkannya dalam rangka fadhailul a’mal (amal keutamaan). Artinya, membaca Yasin pada hari atau malam Jumat tetap dibolehkan untuk memperoleh pahala dan keberkahan, meskipun dalilnya tidak sekuat surah Al-Kahfi. Membaca Yasin dapat menjadi bagian dari memperbanyak ibadah di hari Jumat, dengan harapan mendapat ketenangan, kemudahan hajat, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Sebagai tambahan, Surah Yasin kerap dibaca untuk mendoakan orang yang sakit keras atau menjelang wafat, sesuai anjuran dalam hadits Abu Dawud agar Yasin dibacakan kepada orang yang sedang sakaratul maut. Intinya, meski hadits khusus Yasin di hari Jumat berderajat lemah, membaca Yasin tetap menjadi amalan yang dianjurkan banyak ulama sebagai bagian dari menghidupkan malam Jumat dengan tilawah Al-Qur’an.

3. Surah As-Sajdah (سورة السجدة) dan Surah Al-Insan (سورة الإنسان)

Dua surah ini (As-Sajdah, surah ke-32, dan Al-Insan, surah ke-76) dianjurkan dibaca pada waktu Subuh di hari Jumat. Terdapat hadits shahih dari Abu Hurairah RA yang menuturkan bahwa Rasulullah SAW ketika Shalat Subuh hari Jumat membaca Surah As-Sajdah pada rakaat pertama (setelah Al-Fatihah) dan Surah Al-Insan pada rakaat kedua.

Hadits ini tercantum dalam Shahih Bukhari dan Muslim, menegaskan sunnahnya membaca kedua surah tersebut saat shalat Subuh Jumat. Hikmah pemilihan Surah As-Sajdah dan Al-Insan dijelaskan oleh para ulama: Imam As-Suyuthi menyebut bahwa di dalam kedua surah itu terdapat pengingat tentang penciptaan Nabi Adam serta gambaran hari Kiamat, yang semuanya dikaitkan dengan hari Jumat. Membaca As-Sajdah (yang di dalamnya juga terdapat ayat sajdah) dan Al-Insan saat Subuh Jumat mengingatkan jamaah akan kebesaran Allah dalam menciptakan manusia pertama dan peristiwa besar hari Akhir.

Ada pula pendapat bahwa disunnahkannya kedua surah ini karena As-Sajdah mengandung ayat sajdah tilawah, sehingga pelaksanaan sujud tilawah di shalat Subuh Jumat menambah kekhusyukan ibadah. Dengan demikian, membaca Surah As-Sajdah dan Al-Insan pada Jumat Subuh merupakan sunnah Nabi yang penuh makna, dan hendaknya diikuti oleh imam shalat maupun Muslim yang shalat sendirian pada waktu tersebut.

4. Surah Al-Jumu’ah (سورة الجمعة) dan Surah Al-Munafiqun (سورة المنافقون)

Surah Al-Jumu’ah (surah ke-62) dan Al-Munafiqun (surah ke-63) sangat dianjurkan dibaca ketika Shalat Jumat. Dalam hadits riwayat Ibnu ‘Abbas RA disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW rutin membaca Surah Al-Jumu’ah pada rakaat pertama dan Al-Munafiqun pada rakaat kedua Shalat Jumat. Hadits ini tercantum dalam Shahih Muslim dan telah menjadi pedoman umum para imam shalat Jumat.

Membaca Al-Jumu’ah sesuai dengan konteks hari Jumat itu sendiri, sedangkan Al-Munafiqun mengandung peringatan bagi kaum munafik agar tidak lalai dari mengingat Allah. Dalil lain juga menyebut:

“Disunnahkan bagi orang yang hadir shalat Jumat untuk membaca surat Al-Jumu’ah dan Al-Munafiqun”

Bahkan Imam Zainuddin Al-Malibari dalam kitab Fathul Mu’in menegaskan sunnahnya membaca dua surah ini ketika shalat Jumat, dan juga membolehkannya dibaca saat shalat Isya’ di malam Jumat. Artinya, jika shalat Jumat dilaksanakan, imam sunnah membaca Al-Jumu’ah (yang berisi perintah shalat Jumat dalam ayat 9) diikuti Al-Munafiqun. Kemudian pada shalat Isya malam Jumat, boleh membaca lagi dua surah tersebut sebagai amalan sunnah tambahan. Membaca Surah Al-Jumu’ah mengingatkan jamaah akan perintah Allah:

“Wahai orang beriman, apabila diseru untuk shalat pada hari Jumat, maka segeralah mengingat Allah…”

Sementara Surah Al-Munafiqun mengingatkan agar kita ikhlas beragama dan menjauhi sifat munafik. Dengan mengikuti sunnah Nabi membaca dua surah ini, shalat Jumat kita diharapkan lebih khusyuk dan membawa keberkahan.

5. Surah Al-A’la (سورة الأعلى) dan Surah Al-Ghasyiyah (سورة الغاشية)

Selain kombinasi di atas, Surah Al-A’la (surah ke-87) dan Surah Al-Ghasyiyah (surah ke-88) juga dianjurkan dibaca pada Shalat Jumat, sebagai alternatif bacaan rakaat pertama dan kedua. Terdapat hadits shahih dari Nu’man bin Basyir RA yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW kadang membaca Surah Sabbihisma Rabbikal A’la (Al-A’la) dan Hal Ataka Hadithul Ghasyiyah (Al-Ghasyiyah) dalam shalat dua hari raya dan shalat Jumat.

Hadits riwayat Muslim ini menunjukkan Nabi pernah menggantikan bacaan Jumu’ah-Munafiqun dengan A’la-Ghasyiyah pada Shalat Jumat tertentu. Imam an-Nawawi juga menegaskan bahwa dua surah tersebut biasa dibaca Rasulullah saat shalat Jumat. Dalam praktek fikih, sebagian imam masjid kadang memilih membaca Surah Al-A’la dan Al-Ghasyiyah sebagai bacaan shalat Jumat, terutama jika sebelumnya (misal pada pekan lalu) sudah membaca Al-Jumu’ah dan Al-Munafiqun, guna menghidupkan sunnah variasi bacaan.

Kedua surah ini berisi pesan tauhid dan hari Akhir: Al-A’la mengajak untuk menyucikan nama Allah dan mengingatkan manusia akan qadar Ilahi, sedangkan Al-Ghasyiyah menggambarkan keadaan Hari Pembalasan. Membaca Surah Al-A’la dan Al-Ghasyiyah saat Shalat Jumat memberikan pengajaran tentang kebesaran Allah dan dahsyatnya kiamat kepada para jamaah.

Ini selaras dengan tujuan khutbah dan shalat Jumat sebagai pengingat mingguan. Jadi, baik kombinasi Al-Jumu’ah & Al-Munafiqun maupun Al-A’la & Al-Ghasyiyah, keduanya merupakan bacaan shalat Jumat yang dianjurkan sesuai contoh Rasulullah SAW.

6. Surah Al-Mulk (سورة الملك)

Surah Al-Mulk (surah ke-67) dikenal memiliki keutamaan besar apabila rutin dibaca, terutama pada malam hari. Tidak ada dalil khusus yang menyebut Al-Mulk dibaca hanya hari Jumat, namun banyak ulama memasukkannya sebagai amalan malam Jumat karena anjuran membaca Al-Qur’an di hari mulia ini. Surah Al-Mulk berisi hanya 30 ayat, tetapi fadhilahnya luar biasa: Rasulullah SAW bersabda,

“Barangsiapa membaca Tabaarakalladzi biyadihil mulk (Surah Al-Mulk) setiap malam, niscaya Allah mencegahnya dari azab kubur.”

Hadits dari Ibnu Mas’ud RA ini menyebut Surah Al-Mulk sebagai al-Maani’ah (pencegah azab). Membaca Al-Mulk sebelum tidur di malam Jumat (atau di malam-malam lainnya) akan menjadi cahaya penerang di alam kubur dan melindungi pembacanya dari siksa kubur. Imam Hasan Al-Banna dalam kitab Al-Ma’tsurat juga memasukkan Surah Al-Mulk sebagai wirid harian yang ditekankan pembacaannya khususnya pada hari Jumat.

Ini menunjukkan tradisi ulama menjadikan Al-Mulk bagian dari amalan Jumat karena keutamaannya dalam memberi syafaat di akhirat. Bagi kaum Muslimin, sangat dianjurkan membaca Surah Al-Mulk pada malam Jumat selepas Maghrib atau sebelum tidur. Dengan 30 ayat yang tidak terlalu panjang, kita dapat merenungkan kandungannya: kekuasaan Allah atas alam semesta dan peringatan bagi yang mengingkari. Keistiqamahan membaca Al-Mulk setiap malam (terutama malam Jumat) semoga menjadikan kita termasuk yang mendapat syafaat Al-Qur’an kelak, terhindar dari azab kubur berkat izin Allah.

7. Surah Ad-Dukhan (سورة الدخان)

Surah Ad-Dukhan (surah ke-44) juga termasuk surat yang dibaca hari Jumat berdasarkan beberapa riwayat. Surah ini dinamai “Kabut” dan dianjurkan dibaca pada malam Jumat. Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa membaca Haa Miim (Surah Ad-Dukhan) pada malam hari, maka di pagi harinya 70 ribu malaikat memohonkan ampun untuknya.”

Hadits yang diriwayatkan Tirmidzi dan Al-Asbahani ini menunjukkan keutamaan khusus membaca Surah Ad-Dukhan pada malam Jumat, yaitu didoakan ampunan oleh puluhan ribu malaikat keesokan harinya. Meskipun status hadits ini diperselisihkan derajatnya oleh para ulama (sebagian menyatakan hadits hasan lighairih), banyak umat yang tetap menghidupkan amalan ini sebagai bagian dari mengisi malam Jumat dengan tilawah. Imam Al-Ghazali dalam Bidayatul Hidayah bahkan menyebut Surah Ad-Dukhan termasuk rangkaian surah yang sebaiknya dibaca pada malam Jumat jika mampu.

Faedah membaca Ad-Dukhan antara lain: mendapatkan istighfar (permohonan ampun) dari malaikat dan diharapkan dijauhkan dari fitnah atau musibah yang diibaratkan seperti kabut/kegelapan. Oleh sebab itu, membaca Surah Ad-Dukhan pada malam Jumat adalah amalan baik untuk meraih keberkahan malam Jumat. Surah ini bisa dibaca setelah shalat Maghrib atau Isya pada malam Jumat (malam menjelang Jumat), bersamaan dengan Surah Yasin atau Al-Mulk. Dengan membaca Ad-Dukhan, kita memohon agar Allah mengampuni dosa-dosa kita dan menyelamatkan kita dari azab, sebagaimana janji-Nya kepada orang beriman dalam ayat-ayat surah tersebut.

Marilah kita mengamalkan membaca surah-surah Al-Qur’an di hari Jumat sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Terutama, jangan sampai melewatkan Surah Al-Kahfi setiap Jumat karena dalilnya paling kuat dan keutamaannya yang besar (cahaya dan ampunan). Selain itu, hidupkan malam Jumat dengan membaca Yasin atau surah lain, perbanyak dzikir dan shalawat. Semoga dengan rutin membaca surat yang dibaca hari Jumat, kita mendapat syafaat Al-Qur’an, diampuni dosa-dosa, dilimpahi cahaya petunjuk, serta dijauhkan dari segala fitnah dunia maupun akhirat. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

You might also like