Shalawat Nariyah dan Artinya: Pengertian, Sejarah, Keutamaan & Teks - Masjid Ismuhu Yahya

Shalawat Nariyah dan Artinya: Pengertian, Sejarah, Keutamaan & Teks

Masjid Ismuhu Yahya – Shalawat Nariyah dan artinya sering menjadi topik pembahasan di kalangan umat Islam Indonesia. Shalawat Nariyah adalah salah satu doa shalawat (permohonan kesejahteraan kepada Nabi Muhammad SAW) yang terkenal mujarab dan kerap diamalkan, terutama saat menghadapi kesulitan hidup.

Banyak yang mencari shalawat nariyah dan artinya karena diyakini dengan memahami maknanya, amalan ini bisa dilakukan dengan lebih khusyuk. Shalawat Nariyah sendiri berisi pujian kepada Allah dan Nabi Muhammad SAW, serta permohonan agar melalui kemuliaan Nabi, segala masalah dapat terpecahkan dan hajat dikabulkan. Secara umum, membaca shalawat Nabi memiliki keutamaan besar – Rasulullah SAW bersabda:

“Siapa membaca shalawat untukku sekali, Allah akan membalasnya dengan 10 kebaikan, mengampuni 10 dosanya, dan mengangkatnya 10 derajat”

Tidak heran bila Shalawat Nariyah sangat populer dan dicintai, karena diyakini sebagai salah satu wasilah untuk mendapat pertolongan Allah melalui syafaat Nabi Muhammad SAW.

Sejarah dan Latar Belakang Shalawat Nariyah

Asal-usul Shalawat Nariyah menarik untuk disimak. Meskipun shalawat ini sangat masyhur, dahulu sempat muncul pertanyaan karena pengarangnya tidak tertulis dalam teks. Namun para ulama telah meneliti sanad (rantai transmisi) doa ini. Shalawat Nariyah disusun oleh seorang ulama sufi besar asal kota Taza, Maroko, bernama Syekh Ibrahim bin Muhammad at-Tazi al-Maghribi (beberapa sumber menyebutnya Syekh Abdul Wahhab at-Tazi). Artinya, shalawat ini bukanlah doa buatan sembarang orang tanpa dasar, melainkan berasal dari wali Allah yang terkenal alim.

Bahkan Mufti Mesir modern, Syekh Ali Jum’ah, mendapatkan ijazah dan sanad sempurna shalawat ini melalui gurunya Syekh Abdullah al-Ghumari, yang tersambung lisan ke lisan hingga Syekh Ibrahim/Abdul Wahhab at-Tazi sang penyusun Shalawat Nariyah. Dengan adanya sanad semacam ini, bisa dipahami bahwa amalan Shalawat Nariyah tersebar melalui jalur para ulama dan diterima secara turun-temurun.

Di Maroko, shalawat ini awalnya dikenal dengan nama Shalawat Tafrijiyah Qurthubiyah atau Shalawat Taziyah. Istilah Tafrijiyah berarti “shalawat untuk memperoleh faraj (kelapangan atau solusi)” – sesuai dengan fungsi doa ini untuk memohon dihilangkannya kesusahan. Sedangkan nama Taziyah merujuk pada nama daerah Taza tempat ulama penyusunnya bermukim. Adapun sebutan Shalawat Nariyah mulai populer di luar Maroko (termasuk Indonesia).

Selain teori tashif (salah baca) tadi, ada pula penafsiran ulama bahwa shalawat ini dinamai Nariyah karena efeknya diibaratkan “panas membara seperti api (naar)” yang membakar habis halangan. Misalnya, ketika banyak orang membaca Shalawat Nariyah 4.444 kali untuk suatu hajat, hajat itu terkabul dengan cepat seperti kayu kering yang lekas dilalap api. Terlepas dari penamaannya, esensi dari shalawat ini adalah memohon kepada Allah melalui pujian kepada Nabi.

Di Indonesia, Shalawat Nariyah sudah diamalkan sejak lama, dibawa oleh para ulama dan wali dalam tradisi tarekat dan majelis shalawat. Kalangan Nahdlatul Ulama menjadikannya wirid rutin, bahkan pernah pada peringatan Hari Santri 2016 digagas pembacaan “1 Milyar Shalawat Nariyah” serentak oleh warga NU se-Indonesia. Tujuannya saat itu untuk mendoakan keselamatan bangsa dan memperingati jasa para santri. Hal ini menunjukkan betapa tingginya apresiasi terhadap shalawat ini dalam khazanah Islam Nusantara.

Meski demikian, ada segelintir pihak yang mengkritik Shalawat Nariyah dengan tudingan bid’ah atau bahkan syirik. Mereka keliru memahami istilah “Nariyah” sebagai terkait naar (neraka), dan menolak karena tidak berasal dari hadits langsung. Menanggapi itu, ulama Aswaja menegaskan bahwa shalawat Nariyah tidak bertentangan dengan syariat. KH Ma’ruf Khozin dari Lembaga Bahtsul Masail NU Jatim menjelaskan bahwa

“semua syubhat terkait shalawat Nariyah sudah diketahui dalilnya sehingga boleh diamalkan”

Beliau menambahkan, jika ada yang tetap menolak karena kebencian, maka seribu dalil pun tak akan cukup. Artinya, dari sudut pandang ulama ahli, tidak ada masalah dalam mengamalkan doa ini selama diyakini bahwa yang memberi manfaat hanyalah Allah SWT.

Keutamaan dan Manfaat Shalawat Nariyah Menurut Ulama

Banyak ulama mengakui keutamaan (fadhilah) Shalawat Nariyah. Secara umum, membaca shalawat apa pun kepada Nabi Muhammad SAW adalah ibadah yang membawa rahmat. Keistimewaan Shalawat Nariyah terletak pada isi dan khasiat yang dikaitkan dengannya oleh para ulama terdahulu. Syekh Yusuf bin Ismail an-Nabhani, seorang ulama besar, memasukkan shalawat ini dalam kitabnya Afdhalush Shalawat dengan nama Shalawat at-Tafrijiyah, menandakan bahwa beliau mengakui keutamaan doa ini.

Syekh Muhammad Haqqi an-Nazili dalam kitab Khazinatul Asrar bahkan menggolongkan Shalawat Nariyah sebagai salah satu shalawat mujarrobat, yaitu shalawat “teruji” yang banyak diamalkan orang dan terbukti membawa manfaat. Beberapa manfaat atau khasiat Shalawat Nariyah yang sering disebut oleh para ulama antara lain:

  • Memperoleh kelapangan dan terkabulnya hajat: Shalawat Nariyah juga dikenal sebagai Shalawat Tafrijiyah (shalawat pelepas kesulitan). Ulama Maroko berpesan, “Barangsiapa memiliki keinginan besar atau masalah berat, bacalah Shalawat Nariyah 4.444 kali dalam sekali majelis, insyaAllah hajatnya akan dikabulkan dan kesulitannya diangkat dengan cepat (bi idznillah)”. Jumlah 4.444 kali ini dianggap memiliki rahasia tersendiri dan sering diamalkan secara gotong royong dalam majelis dzikir. Bahkan Imam Al-Qurthubi dan Syekh Ibnu Hajar al-Asqalani disebut turut meriwayatkan fadilah membaca 4.444 kali tersebut untuk hajat besar.
  • Kelancaran rezeki dan kemuliaan derajat: Banyak yang mengamalkan Shalawat Nariyah sebagai wirid harian. Syekh Ad-Dainuri berkomentar, “Siapa membaca shalawat ini 11 kali setiap selesai shalat fardhu secara rutin, maka rezekinya tidak akan putus dan Allah akan memberinya kedudukan yang mulia di tengah masyarakat”. Senada, Syekh Muhammad at-Tunisi juga mengatakan “barangsiapa membaca shalawat ini tiap hari 11 kali, Allah akan menurunkan rezeki dari langit dan membukakan pintu rezeki dari segala penjuru”. Khasiat ini menjadikan Shalawat Nariyah populer sebagai doa pelancar rezeki dan keberkahan hidup.
  • Dijauhkan dari bala dan bencana: Shalawat Nariyah diyakini sebagai sarana memohon perlindungan Allah. Dengan bershalawat, seorang Muslim bertawassul agar dijauhkan dari malapetaka. KH Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah) menyebut bahwa shalawat Nariyah merupakan salah satu amalan untuk meraih syafaat Rasulullah dan memohon dijauhkan dari bala. Banyak testimoni menyebutkan keajaiban perlindungan Allah setelah mengamalkan shalawat ini (beberapa contohnya dibahas di akhir artikel).
  • Manfaat spiritual: ketenangan batin dan cinta Nabi: Tentu selain hajat duniawi, keutamaan terbesar bershalawat adalah mendapat syafaat Nabi Muhammad SAW di akhirat. Shalawat Nariyah, dengan kandungannya yang memuji kebesaran Nabi, dapat menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah. Hati yang ikhlas bershalawat akan merasakan ketenangan dan optimisme karena mengingat janji Allah dan Rasul-Nya. Dalam hadits lain disebutkan bahwa “perbanyaklah shalawat kepadaku, karena shalawat itu dapat memecahkan masalah dan menghilangkan kesedihan”. Secara tidak langsung, rutin melantunkan doa ini bisa menjadi terapi spiritual yang menenteramkan jiwa dan menguatkan tawakkal (penyerahan diri kepada Allah).

Perlu ditekankan bahwa semua keutamaan di atas terwujud semata-mata atas izin Allah SWT. Umat Islam meyakini shalawat hanyalah wasilah (perantara doa). Dengan membaca Shalawat Nariyah, kita memohon kemurahan Allah berkat cinta kita kepada Nabi-Nya. Selama niat kita lurus dan tidak menganggap shalawat ini memiliki kekuatan magis tersendiri, insyaAllah tidak ada unsur syirik. Justru, mengamalkan shalawat menunjukkan ketaatan pada perintah Allah dan kecintaan pada Rasulullah yang diharapkan membawa keberkahan hidup.

Teks Shalawat Nariyah Lengkap dan Artinya

Agar dapat mengamalkan dengan benar, berikut teks lengkap Shalawat Nariyah dalam tulisan Arab, latin (transliterasi), dan artinya dalam bahasa Indonesia:

اللّٰهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِيْ تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِي كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُومٍ لَكَ

Allâhumma shalli shalâtan kâmilatan wa sallim salâman tâmman ‘alâ sayyidinâ Muḥammadinilladzî tanḥallu bihîl-‘uqadu wa tanfariju bihîl-kurabu wa tuqḍâ bihîl-ḥawâ’ij wa tunâlu bihîr-raghâ’ib wa ḥusnul-khawâtimi wa yustasqal-ghamâm biwajhihil-karîm wa ‘alâ âlihî wa ṣaḥbihî fî kulli lamḥatin wa nafasin bi ‘adadi kulli ma‘lûm lak.

“Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang paripurna kepada junjungan kami Nabi Muhammad – yang dengan (wasilah) beliau semua kesulitan dapat terurai, semua kesusahan dapat dihilangkan, semua hajat terpenuhi, semua yang dicita-citakan tercapai, dan akhir hayat yang baik dapat diraih; (Nabi Muhammad) yang karenanya pula awan menurunkan hujan berkat wajahnya yang mulia. Dan limpahkan pula (shalawat dan salam) kepada keluarga serta sahabat beliau, pada setiap detik dan hembusan nafas sejumlah semua yang Engkau ketahui.”.

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa mengamalkan Shalawat Nariyah beserta memahami artinya dapat memperteguh iman, menanamkan ketenangan batin, dan menjadi wasilah turunnya rahmat Allah dalam kehidupan kita sehari-hari. Semoga dengan sering bershalawat, kita termasuk umat Nabi Muhammad yang mendapat syafaat kelak di yaumil akhir. Aamiin.

You might also like