7 Sunnah Sebelum Tidur yang Dianjurkan Rasulullah SAW - Masjid Ismuhu Yahya

7 Sunnah Sebelum Tidur yang Dianjurkan Rasulullah SAW

Masjid Ismuhu Yahya – Sunnah sebelum tidur adalah amalan-amalan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW untuk dilakukan sebelum kita terlelap di malam hari. Menerapkan sunnah ini akan membuat tidur kita lebih tenang, mendapatkan perlindungan Allah SWT sepanjang malam, sekaligus mendatangkan pahala. Beberapa contoh sunnah sebelum tidur antara lain berwudhu sebelum tidur, membaca doa dan dzikir, membaca Ayat Kursi, serta membaca surat-surat pendek Al-Qur’an. Semua amalan ini bersumber dari ajaran Rasulullah SAW dan diperkuat oleh dalil hadits yang sahih. Artikel ini akan mengulas sunnah sebelum tidur secara lengkap dan mudah dipahami, agar kita dapat mengamalkannya dalam keseharian.

7 Sunnah Sebelum Tidur yang Dianjurkan Rasulullah SAW

1. Berwudhu dan Tidur Menghadap Kanan

Rasulullah SAW menganjurkan agar kita berwudhu sebelum tidur, sebagaimana berwudhu sebelum shalat. Dalam hadits Al-Barra’ bin Azib, Nabi bersabda:

“Jika engkau hendak mendatangi tempat tidurmu, hendaklah engkau berwudhu seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu” (HR. Bukhari no. 247 & Muslim no. 2710)

Berwudhu membuat diri berada dalam keadaan suci sebelum tidur.

Selain itu, disunnahkan pula tidur dengan posisi miring ke sisi kanan. Posisi ini merupakan kebiasaan Rasulullah SAW ketika tidur dan bermanfaat untuk memudahkan kita bangun kembali (misalnya untuk shalat malam). Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah menyebutkan bahwa tidur pada sisi kanan lebih bermanfaat bagi kesehatan jantung dan memudahkan tubuh bangun, sedangkan tidur pada sisi kiri cenderung membuat orang lebih sulit bangun. Dengan mengikuti posisi tidur sunnah ini, kita meneladani Rasulullah sekaligus mendapatkan manfaat kesehatan.

Keutamaan berwudhu sebelum tidur juga sangat besar. Menurut beberapa riwayat, orang yang tidur dalam keadaan suci akan didoakan ampunan oleh malaikat sepanjang malam. Sebuah hadits menyebut:

“Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci.’” (HR. Ibn Hibban)

Bayangkan, malaikat memohonkan ampun untuk kita karena tidur berwudhu! Oleh karena itu, mari biasakan berwudhu sebelum tidur dan tidur dengan menghadap ke kanan sesuai sunnah Nabi.

2. Membersihkan Tempat Tidur (Mengibaskan Kasur)

Sunnah berikutnya adalah membersihkan atau mengibaskan tempat tidur sebelum kita berbaring. Rasulullah SAW mengajarkan untuk mengibas-ngibaskan kasur dengan sehelai kain atau sarung sebanyak tiga kali sebelum tidur. Tujuannya untuk memastikan tidak ada kotoran atau mungkin serangga yang menempel di tempat tidur. Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi bersabda:

“Jika salah seorang di antara kalian akan tidur, hendaklah mengambil potongan kain dan mengibaskan tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucapkan ‘Bismillah,’ karena ia tidak tahu apa yang terjadi (di kasur) sepeninggalnya tadi.” (HR. Bukhari no. 6320)

Amalan sederhana ini menunjukkan pentingnya menjaga kebersihan dan kehati-hatian sebelum tidur. Dengan mengibaskan kasur sambil menyebut nama Allah, kita memohon perlindungan sekaligus memastikan tempat kita tidur bersih. Sunnah ini relevan dilakukan hingga kini, misalnya dengan membersihkan sprei atau minimal menepuk-nepuk bantal dan kasur sebelum digunakan. Hal ini sejalan dengan anjuran Rasulullah SAW agar umatnya selalu menjaga kebersihan di berbagai aspek kehidupan, termasuk saat akan tidur.

3. Membaca Doa Sebelum Tidur

Sebelum terlelap, sangat dianjurkan membaca doa terlebih dahulu. Rasulullah SAW selalu membaca doa sebelum tidur, dan beliau juga membaca doa ketika bangun tidur. Salah satu doa tidur yang diajarkan Rasulullah adalah “Bismika Allahumma amuutu wa ahya”. Kalimat arab ini artinya: “Dengan nama-Mu ya Allah, aku mati (tidur) dan aku hidup (bangun).” Doa ringkas ini dicontohkan dalam hadits Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu:

“Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hendak tidur, beliau mengucapkan: ‘Bismika Allahumma amuutu wa ahya.’ Dan apabila bangun tidur, beliau mengucapkan: ‘Alhamdulillahilladzi ahyana ba’da ma amatana wa ilaihin nusyuur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali).’” (HR. Bukhari no. 6324)

Membaca doa sebelum tidur berarti kita menyerahkan urusan diri kita kepada Allah SWT di saat kita terlelap, sebuah keadaan di mana manusia lemah dan tidak berdaya. Nabi Muhammad SAW berpesan agar menjadikan doa sebagai ucapan terakhir kita sebelum tidur:

“Jadikanlah doa itu sebagai akhir dari semua perkataanmu (sebelum tidur)”

Dengan kata lain, hendaknya setelah membaca doa, kita tidak lagi mengobrol atau melakukan aktivitas lain, melainkan langsung tidur. Doa sebelum tidur mengandung sikap tawakal, memohon perlindungan Allah, dan mengingatkan diri bahwa hidup dan mati kita ada di tangan-Nya.

4. Membaca Ayat Kursi

Amalan sunnah berikutnya yang sangat dianjurkan adalah membaca Ayat Kursi sebelum tidur. Ayat Kursi merupakan ayat ke-255 dari Surat Al-Baqarah, yang memiliki keutamaan besar sebagai ayat perlindungan. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa membaca Ayat Kursi di malam hari akan menjaganya dari gangguan setan hingga pagi. Hal ini diriwayatkan dalam hadits Abu Hurairah, di mana beliau mendapatkan pelajaran tersebut dan Nabi membenarkannya. Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Jika kamu hendak berbaring di atas tempat tidurmu, bacalah ayat Al-Kursi karena dengannya kamu selalu dijaga oleh Allah Ta’ala dan syetan tidak akan dapat mendekatimu sampai pagi.” (HR. Bukhari)

Hadits tersebut menunjukkan bahwa siapa yang membaca Ayat Kursi sebelum tidur akan dijaga oleh Allah melalui malaikat penjaga, dan setan tidak akan mengganggunya sepanjang malam. Oleh sebab itu, sempatkanlah membaca Ayat Kursi setiap hendak tidur, meskipun hanya satu ayat. Dengan membaca Ayat Kursi, hati menjadi lebih tenang karena kita berserah diri kepada Allah yang Maha Melindungi. Amalan ini mudah dilakukan dan fadilahnya sangat besar, yaitu perlindungan dari gangguan yang tidak terlihat hingga terbit fajar.

5. Membaca Surat Pendek: Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas

Selain Ayat Kursi, Rasulullah SAW juga membiasakan membaca surat-surat pendek dari Al-Qur’an sebelum tidur, khususnya tiga surat terakhir yaitu Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas (dikenal juga sebagai Al-Mu’awwidzat atau surat-surat perlindungan). Dalam hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha diceritakan kebiasaan Nabi setiap malam menjelang tidur:

“Rasulullah SAW apabila hendak pergi ke tempat tidurnya setiap malam, beliau menyatukan kedua telapak tangannya lalu meniupkan ke keduanya dan membaca surat Qul huwallahu ahad (Al-Ikhlas), Qul a’udzu bi Rabbil falaq (Al-Falaq), dan Qul a’udzu bi Rabbin naas (An-Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangannya itu ke bagian tubuh yang mampu dijangkau, dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan hal itu sebanyak tiga kali.” (HR. Bukhari no. 5017)

Amalan membaca tiga surat perlindungan ini dilakukan Nabi sebanyak tiga kali setiap malam. Caranya, beliau meniup kedua telapak tangannya dengan bacaan ayat-ayat tadi, lalu menyapukan ke seluruh tubuh. Tujuannya adalah memohon perlindungan Allah dari berbagai kejahatan, penyakit, atau gangguan jin dan sihir. Surat Al-Ikhlas mengandung tauhid murni kepada Allah, sedangkan Al-Falaq dan An-Naas berisi doa perlindungan dari mara bahaya. Dengan rutin membaca dan mengamalkan cara Nabi ini, insyaAllah kita akan tidur dalam penjagaan Allah SWT. Ini juga lebih menenangkan hati dan pikiran daripada sekadar mendengarkan musik atau hal duniawi sebelum tidur.

Sebagai tambahan, beberapa riwayat menyebutkan sunnah membaca surat-surat lain pada malam hari. Misalnya, Rasulullah SAW tidak tidur sebelum membaca Surat Al-Kafirun. Meskipun tidak sepopuler tiga surat di atas, membaca Qul yaa ayyuhal kaafirun (Al-Kafirun) sebelum tidur pernah dianjurkan Nabi agar terhindar dari kemusyrikan. Juga, dua ayat terakhir Surat Al-Baqarah (ayat 285-286) disunnahkan dibaca pada malam hari dan “akan mencukupinya” sebagai perlindungan (HR. Bukhari & Muslim). Intinya, memperbanyak membaca ayat Al-Qur’an sebelum tidur akan membuat tidur kita berpahala dan penuh perlindungan.

6. Berdzikir dengan Tasbih, Tahmid, dan Takbir

Dzikir sebelum tidur merupakan kebiasaan lain yang dicontohkan Rasulullah SAW. Salah satu dzikir terkenal yang diajarkan Nabi kepada putrinya Fatimah dan suaminya Ali bin Abi Thalib adalah membaca tasbih, tahmid, dan takbir sebelum tidur. Maksudnya, mengucapkan “Subhanallah” 33 kali, “Alhamdulillah” 33 kali, dan “Allahu Akbar” 34 kali. Jumlah hitungan tersebut dikenal juga sebagai Dzikir Fatimiyyah, karena diajarkan kepada Fatimah Az-Zahra ketika beliau meminta pembantu kepada ayahnya. Nabi SAW bersabda,

“Apabila kalian berdua hendak tidur, maka bertakbirlah (ucap Allahu Akbar) 33 kali, bertasbihlah (ucap Subhanallah) 33 kali, dan bertahmidlah (ucap Alhamdulillah) 34 kali. Ini semua lebih baik bagi kalian berdua daripada seorang pelayan.” (HR. Bukhari no. 5843).

Dzikir dengan kalimat thayyibah tersebut tidak memakan waktu lama, namun pahalanya besar dan efeknya menenangkan jiwa. Rasulullah SAW senantiasa mengingat Allah di setiap waktu, termasuk menjelang tidur. Dengan berdzikir menyebut kebesaran Allah (takbir), kesucian-Nya (tasbih), dan mensyukuri nikmat-Nya (tahmid), kita menutup hari dengan mengagungkan Allah SWT. Dzikir ini juga diyakini dapat membuat tubuh lebih rileks dan mengurangi kelelahan, sebagaimana pengalaman Ali dan Fatimah yang merasa lebih ringan melakukan pekerjaan setelah rutin membaca dzikir ini. Maka dari itu, jangan lewatkan kesempatan memperoleh pahala dan ketenangan batin dengan memperbanyak dzikir sebelum tidur.

7. Tidur Lebih Awal Setelah Shalat Isya

Sunnah terakhir yang juga penting dalam adab tidur adalah menyegerakan tidur di malam hari setelah menunaikan shalat Isya, dan tidak begadang tanpa keperluan. Rasulullah SAW mencontohkan untuk tidak tidur sebelum melaksanakan shalat Isya, dan setelah Isya beliau tidak suka menghabiskan waktu untuk ngobrol atau aktivitas yang tidak penting hingga larut malam. Dalam hadits riwayat Abi Barzah disebutkan:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat Isya dan (membenci) berbincang-bincang (begadang) setelahnya.” (HR. Bukhari).

Anjuran ini maksudnya agar umat Islam tidak melewatkan shalat Isya (karena kalau tidur terlalu awal bisa terbangun setelah lewat waktu), dan juga supaya bisa bangun pagi (atau bangun malam untuk tahajud) dalam keadaan segar. Begadang hingga larut dapat membuat kita sulit bangun untuk shalat Subuh tepat waktu. Oleh sebab itu, waktu tidur yang disunnahkan adalah tidak terlalu malam. Idealnya, setelah urusan penting malam hari selesai, kita segera tidur dan tidak menghabiskan waktu dengan hal-hal yang kurang bermanfaat. Dengan tidur lebih awal, tubuh mendapatkan istirahat yang cukup dan kita bisa bangun di sepertiga malam terakhir atau setidaknya sebelum Subuh untuk beribadah. Jadi, aturlah pola tidur yang baik sesuai sunnah: tidurlah setelah Isya dan bangunlah lebih awal. Hal ini akan mendatangkan kesehatan dan juga keberkahan waktu.

Demikianlah tujuh amalan sunnah sebelum tidur yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Mengamalkan sunnah-sunnah tersebut akan membuat tidur kita bernilai ibadah dan berada dalam lindungan Allah SWT. Mulai dari berwudhu, membersihkan tempat tidur, membaca doa dan Ayat Kursi, hingga berdzikir dan tidur tepat waktu, semuanya adalah kebiasaan Nabi yang penuh hikmah. Kita sebagai umatnya sangat dianjurkan mencontoh sunnah sebelum tidur ini agar memperoleh kebaikan di dunia maupun di akhirat. Semoga penjelasan di atas memotivasi kita untuk rutin melakukan amalan-amalan tersebut. Dengan konsistensi, lama-kelamaan sunnah sebelum tidur ini akan menjadi rutinitas harian yang tidak terpisahkan, sehingga tidur kita selalu tenang, aman, dan diridhai oleh Allah Ta’ala. Selamat mengamalkan, semoga bermanfaat!

 

You might also like