Doa Setelah Adzan: Bacaan, Hadits, Keutamaan & Panduan Lengkap

Doa Setelah Adzan: Bacaan, Hadits, Keutamaan & Panduan Lengkap

Masjid Ismuhu Yahya – Doa setelah adzan adalah doa khusus yang dibaca umat Islam setiap kali selesai mendengarkan panggilan salat (adzan). Doa setelah adzan ini dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai amalan sunnah yang membawa banyak keutamaan. Setiap Muslim disunnahkan untuk menghafal dan rutin mengamalkan doa setelah adzan agar mendapatkan syafaat Nabi di hari kiamat. Artikel ini akan menjelaskan secara lengkap tentang doa setelah adzan, mulai dari penjelasan maknanya, dalil hadits shahih yang mendasarinya, lafaz doa dalam bahasa Arab beserta terjemahannya, keutamaan membaca doa ini, tata cara serta waktu yang tepat untuk membacanya, hingga jawaban atas pertanyaan-pertanyaan umum seputar amalan sunnah setelah adzan.

Dalil dan Hadits Tentang Materi ini

Anjuran membaca doa setelah adzan didasarkan pada dalil dari hadits-hadits Nabi Muhammad SAW yang shahih. Salah satu hadits utama yang menjadi dasar amalan ini diriwayatkan oleh Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu. Dalam hadits tersebut Nabi bersabda:

“Barangsiapa yang setelah selesai mendengar adzan kemudian berdoa dengan (lafaz): Allahumma rabba haadzihid-da’watit-taammati, was-salaatil qaa’imati, aati Muhammadanil wasii lata wal fadiilah, wab’ats-hu maqaman mahmuudanilladzi wa’adtah, maka ia berhak mendapatkan syafaatku kelak di hari kiamat.” (Hadits Riwayat Bukhari No. 579)

Hadits di atas adalah dalil shahih bahwa Rasulullah SAW sendiri yang mengajarkan bacaan doa setelah adzan kepada umatnya. Artinya, doa ini bukan karangan ulama belakangan, tapi langsung berasal dari tuntunan Nabi berdasarkan wahyu. Dalam hadits lain yang diriwayatkan Imam Muslim, Nabi Muhammad SAW menjelaskan tata cara setelah mendengar adzan: kita disunnahkan mengulangi lafaz adzan seperti yang diucapkan muazin, lalu bershalawat untuk Nabi, kemudian memohon kepada Allah derajat al-Wasilah untuk Nabi Muhammad. Barangsiapa yang meminta Wasilah untuk Nabi, dia akan berhak mendapatkan syafaat beliau. Hal ini menunjukkan bahwa setelah menjawab adzan dan bershalawat, kita dianjurkan memanjatkan doa memohon wasilah bagi Nabi – inilah yang dimaksud dengan doa setelah adzan tersebut.

Para ulama hadis juga menyebutkan bahwa waktu antara selesainya adzan hingga iqamah merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa. Bahkan disebutkan “Sesungguhnya doa yang dipanjatkan di antara adzan dan iqamah tidak akan ditolak oleh Allah” (HR. Ahmad). Ini semakin memperkuat dalil bahwa setelah adzan disunnahkan berdoa, termasuk dengan doa khusus yang diajarkan Nabi tadi.

Singkatnya, landasan doa setelah adzan sangat kuat dalam syariat. Terdapat hadits shahih riwayat Bukhari dan Muslim yang menganjurkan amalan ini beserta lafaz doanya. Oleh karena itu, kaum Muslimin hendaknya tidak ragu mengamalkannya karena tuntunannya jelas berasal dari Rasulullah SAW sendiri.

Teks Doa Setelah Adzan (Arab dan Terjemahannya)

Berikut ini adalah lafaz doa setelah adzan sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah SAW dalam hadits shahih, beserta terjemahan artinya dalam bahasa Indonesia:

Lafaz Arab Doa Setelah Adzan:

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ

Artinya: “Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini (adzan) dan shalat yang ditegakkan, berikanlah kepada Nabi Muhammad al-Wasilah (kedudukan tertinggi di surga) dan juga al-Fadhilah (keutamaan dan kemuliaan), dan bangkitkanlah beliau pada maqam mahmud (tempat terpuji) yang telah Engkau janjikan.” (HR. Bukhari)

Di sebagian sumber, setelah kalimat “maqaman mahmudan alladzi wa’adtahu” ada tambahan kalimat “innaka laa tukhliful mii’aad” yang berarti “Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji”. Kalimat ini tidak tercantum dalam hadits riwayat Bukhari yang shahih. Namun, tambahan tersebut muncul dalam riwayat lain (misalnya hadits riwayat Al-Baihaqi) dengan sanad yang diperselisihkan ulama. Beberapa ulama seperti Syaikh Bin Baz menilai riwayat yang memuat tambahan “innaka laa tukhliful mii’aad” derajatnya hasan (layak diamalkan), sedangkan ulama lain menganggapnya lemah sehingga tidak termasuk doa yang dianjurkan. Jadi, pembacaan kalimat tambahan tersebut hukumnya opsional – boleh dibaca ataupun tidak, tanpa mempengaruhi keutamaan utama dari doa setelah adzan.

Keutamaan Membaca Doa ini

Membaca doa setelah adzan merupakan amalan ringan yang menyimpan keutamaan besar. Berikut adalah beberapa keutamaan doa setelah adzan yang dijelaskan dalam hadits-hadits dan penjelasan ulama:

  • Mendapatkan Syafaat Nabi di Hari Kiamat: Inilah keutamaan terbesar membaca doa setelah adzan. Rasulullah SAW menjanjikan “halat lahus syafa’ati yaumal-qiyaamah” – ia akan mendapatkan syafaat Nabi pada hari kiamat – bagi siapa saja yang membaca doa ini setelah mendengar adzan. Syafaat Nabi adalah pertolongan atau pembelaan Nabi Muhammad SAW agar dosa-dosa kita diampuni dan kita diselamatkan pada hari Akhir. Tentu ini karunia yang sangat agung bagi setiap Muslim.
  • Doanya Dikabulkan (Waktu Mustajab): Waktu antara adzan dan iqamah dikenal sebagai salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Nabi bersabda “Doa di antara adzan dan iqamah tidak akan ditolak”. Artinya, apabila kita berdoa – termasuk membaca doa setelah adzan – pada waktu tersebut, insyaAllah doa kita memiliki peluang besar untuk dikabulkan. Ini termasuk kesempatan emas untuk memohon apa pun kebaikan kepada Allah setelah kita membaca doa rutin yang dianjurkan. Jadi selain doa khusus tadi, kita pun bisa menambahkan doa-doa lain sesuai hajat masing-masing di sela waktu menunggu iqamah.
  • Menghapus Dosa (Jika Disertai Dzikir Tertentu): Ada riwayat lain yang menyebutkan bahwa setelah mendengar adzan, disunnahkan pula mengucapkan “Asyhadu an laa ilaaha illallaah… radhiitu billaahi rabba, wa bil Islaami diina, wa bi Muhammadin nabiyya” (yang artinya: “Aku ridha Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad sebagai nabiku”). Barangsiapa mengucapkan dzikir tersebut, “maka dosanya akan diampuni”. Dzikir ini dapat diucapkan bersamaan saat menjawab bagian syahadat dalam adzan. Meskipun bukan bagian dari doa setelah adzan yang utama, mengamalkannya akan menambah nilai keutamaan dan menghapus dosa-dosa kecil kita dengan izin Allah SWT.
  •  

    Meningkatkan Kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW: Dengan rutin mendoakan Nabi melalui doa setelah adzan, secara tidak langsung kita memperbanyak shalawat dan doa untuk beliau. Ini merupakan bentuk kecintaan dan penghormatan kita kepada Rasulullah. Dalam doa tersebut kita memohon agar Nabi ditempatkan pada derajat tertinggi yang dijanjikan Allah. Tindakan menghormati dan mendoakan Nabi ini akan menguatkan hubungan spiritual kita dengan beliau dan menunjukkan rasa syukur atas jasa beliau membawa risalah Islam.

  •  

    Menghadirkan Kekhusyukan Menjelang Salat: Membaca doa setelah adzan membantu jiwa kita beralih dari urusan duniawi menuju suasana ibadah. Ketika adzan selesai dikumandangkan, lantunan doa ini membuat hati dan pikiran kita tetap tersambung dengan Allah. Hal ini memupuk kekhusyukan sebelum salat dimulai. Daripada waktu jeda sebelum iqamah diisi dengan hal-hal sia-sia, memanjatkan doa tentu lebih bermanfaat. Dengan demikian, kita lebih siap secara mental untuk menunaikan salat dengan khusyuk.

Semua keutamaan di atas menunjukkan bahwa doa setelah adzan memiliki nilai spiritual yang tinggi. Kita mendapatkan janji syafaat Nabi, doa kita didengar Allah, dosa diampuni, sekaligus menambah kecintaan kepada Rasulullah SAW. Maka sangat disayangkan jika kesempatan berharga ini dilewatkan. Hendaknya setiap kali mendengar adzan, kita tidak sibuk berbicara atau melanjutkan aktivitas, tetapi menjawab adzan lalu fokus berdoa sebagaimana tuntunan sunnah.

You might also like