3 Tanda Dajjal Akan Keluar Menurut Hadis Nabi

3 Tanda Dajjal Akan Keluar Menurut Hadis Nabi

Masjid Ismuhu Yahya – Pada akhir zaman, 3 tanda Dajjal akan keluar telah dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW melalui berbagai hadis shahih. Dajjal sendiri adalah sosok pembohong besar yang kemunculannya merupakan salah satu tanda terbesar menjelang Hari Kiamat. Para ulama klasik dalam kitab tafsir dan syarah hadis juga telah menguraikan ciri-ciri zaman ketika Dajjal hampir muncul, agar umat Islam dapat waspada. Artikel ini akan membahas tiga tanda utama menjelang munculnya Dajjal berdasarkan hadis-hadis Rasulullah SAW. Penjelasan disajikan dengan bahasa yang mudah dipahami, sehingga pembaca awam dapat mengerti tanpa perlu latar belakang akademis mendalam. Berikut tiga tanda tersebut beserta referensi dari hadits dan penjelasan ulama:

1. Terjadinya Paceklik dan Kemarau Panjang Tiga Tahun

Salah satu tanda menjelang kemunculan Dajjal adalah terjadinya paceklik atau kemarau panjang selama tiga tahun berturut-turut. Dalam hadits yang diriwayatkan dari sahabat Abu Umamah al-Bahili RA, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa tiga tahun sebelum Dajjal muncul, dunia akan dilanda kelaparan berat. Pada tahun-tahun itu hujan berkurang dan hasil bumi menurun secara drastis:

  • Tahun pertama: Allah menahan sepertiga dari turunnya hujan dan sepertiga hasil bumi.
  • Tahun kedua: Allah menahan dua pertiga hujan dan dua pertiga hasil bumi.
  • Tahun ketiga: Allah menahan seluruh hujan sehingga tidak turun setetes pun, dan bumi pun menahan seluruh tumbuh-tumbuhannya sehingga tidak ada tanaman hijau yang tumbuh.

Akibat kemarau panjang ini, hampir seluruh hewan ternak yang berkuku belah akan mati karena kekurangan pakan, kecuali sebagian kecil yang Allah kehendaki tetap hidup. Situasi ini tentu menyebabkan umat manusia menghadapi masa yang sangat sulit. Para sahabat sampai bertanya, “Jika demikian, lalu dengan apa manusia dapat bertahan hidup pada masa itu?”. Rasulullah SAW menjawab bahwa dzikir kepada Allah akan mencukupi kebutuhan mereka layaknya makanan. Beliau bersabda: “Dengan membaca tahlil, takbir, dan tahmid, itu semua mencukupi mereka sebagaimana makanan.”.

Hadits di atas menunjukkan betapa dahsyatnya ujian paceklik menjelang kemunculan Dajjal. Tiga tahun kekeringan ini merupakan tanda dari Allah agar orang-orang beriman bersiap menghadapi fitnah Dajjal. Ulama menjelaskan bahwa dengan memperbanyak dzikrullah (seperti ucapan “La ilaha illallah” dan “Alhamdulillah”) iman kaum mukminin akan dikuatkan selama masa sulit tersebut. Fenomena kemarau panjang ini termasuk tanda besar yang secara khusus disebutkan Nabi SAW sebagai isyarat semakin dekatnya Dajjal muncul di tengah manusia.

2. Munculnya Fitnah Dahsyat yang Membelah Umat Manusia

Tanda berikutnya adalah munculnya suatu fitnah (ujian) besar yang mengguncang dunia dan memecah manusia menjadi dua golongan menjelang keluarnya Dajjal. Fitnah dahsyat ini dalam hadis disebut sebagai “Fitnah Duhaima’” (fitnah yang gelap gulita) karena begitu berat dan kelam situasinya. Rasulullah SAW bersabda bahwa fitnah Duhaima’ akan melanda seluruh umat dan “tidak seorang pun dari umat ini yang luput dari hantamannya”. Ujian berat ini berlangsung cukup lama dan setiap kali orang-orang menyangka fitnah itu telah usai, ia justru berkepanjangan.

Dampak fitnah besar ini adalah hilangnya iman sebagian orang secara drastis. Nabi SAW menggambarkan bahwa pada masa tersebut “seseorang pada pagi hari beriman, namun di sore hari menjadi kafir” karena cepatnya perubahan keadaan iman manusia. Akhirnya, umat manusia terbelah menjadi dua kelompok yang benar-benar berlawanan: satu kelompok berisi kaum mukmin sejati tanpa sedikit pun kemunafikan, dan kelompok lain berisi kaum munafik/kafir tanpa mengandung keimanan. Tidak akan ada lagi posisi di tengah; setiap orang pada saat itu akan terang-terangan berada di kubu iman atau kubu kufur.

Rasulullah SAW menegaskan dalam haditsnya, “Jika hal itu sudah terjadi, maka tunggulah kedatangan Dajjal pada hari itu atau esok harinya.”. Artinya, fitnah Duhaima’ ini adalah tanda segera munculnya Dajjal, bahkan Dajjal akan keluar segera setelah fitnah tersebut mencapai puncaknya (ketika manusia telah terpolarisasi dalam dua kubu iman dan kufur).

Para ulama hadis, seperti Imam Ahmad dan Abu Dawud, meriwayatkan detil hadits ini dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash RA. Fitnah al-Ahlas (fitnah awal berupa kekacauan dan perang), fitnah as-Sarra’ (fitnah kesenangan/pembohongan), dan kemudian fitnah Duhaima’ yang paling dahsyat, disebutkan berurutan dalam riwayat tersebut. Nabi SAW bersabda bahwa pada akhirnya, setelah rangkaian ujian itu, manusia terbagi dua kemah (kubu) iman dan kemunafikan. Itulah saatnya Dajjal akan muncul. Ulama seperti Ibnu Katsir menilai hadis ini hasan (kuat) dan menjelaskan bahwa fenomena fitnah Duhaima’ merupakan klimaks dari kerusakan akhir zaman sebelum Dajjal keluar. Bagi orang beriman, pesan pentingnya adalah memperteguh iman dan menjauhi kemunafikan sejak dini, agar selamat saat fitnah besar itu datang.

3. Terjadinya Perang Besar dan Penaklukan Konstantinopel

Tanda ketiga yang menandai kemunculan Dajjal adalah serangkaian peristiwa besar di dunia berupa perang dahsyat (al-malhamah al-kubra) dan kemenangan kaum Muslimin dalam menaklukkan kota Konstantinopel (Istanbul). Dalam sebuah hadis sahih yang diriwayatkan dari sahabat Mu’adz bin Jabal RA, Nabi Muhammad SAW menggambarkan rantai kejadian besar menjelang munculnya Dajjal sebagai berikut:

  • Kota Yerusalem (Baitul Maqdis) akan makmur dan menjadi pusat kejayaan.
  • Madinah akan mulai ditinggalkan (populasinya berkurang) sebagai konsekuensi makmurnya Yerusalem.
  • Setelah itu akan terjadi al-Malhamah al-Kubra, yakni perang besar antara kaum Muslimin melawan bangsa Rum (yang diartikan sebagai kekuatan Barat atau Eropa).
  • Kaum Muslimin memenangkan perang besar tersebut, lalu bergerak menaklukkan kembali kota Konstantinopel (untuk kedua kalinya) dengan izin Allah.
  • Segera setelah Konstantinopel jatuh ke tangan Muslim, Dajjal akan muncul di akhir kemenangan itu.

Nabi SAW bersabda dalam hadis tersebut: “Kemakmuran Baitul Maqdis akan menjadi tanda kehancuran Yatsrib (Madinah). Hancurnya Madinah menjadi tanda dimulainya al-Malhamah (perang besar). Mulainya al-Malhamah adalah pertanda akan penaklukan Konstantinopel. Dan penaklukan Konstantinopel menjadi tanda akan keluarnya Dajjal.”. Hadits ini dinilai hasan oleh para ulama, di antaranya Imam Ibn Kathir dan Al-Hakim, serta dikutip dalam kitab-kitab hadis dan tafsir klasik.

Para ulama menjelaskan bahwa peristiwa penaklukan Konstantinopel di akhir zaman ini kemungkinan akan dipimpin oleh Imam Mahdi, pemimpin akhir zaman dari keturunan Nabi yang ditunggu-tunggu kaum Muslimin. Setelah kemenangan gemilang tersebut, kaum Muslim merasa lega, namun saat itulah Dajjal muncul sebagai ujian terbesar. Dalam riwayat lain disebutkan Dajjal muncul diikuti 70.000 orang Yahudi dari Persia. Kemunculannya tepat setelah perang besar menandakan bahwa umat manusia akan menghadapi musuh bersama yang lebih dahsyat daripada perang manapun sebelumnya.

Peristiwa besar ini juga dikaitkan dengan sabda Nabi SAW bahwa umat Islam akan berjaya melawan Romawi (Barat) dan Persia sebelum menghadapi. Sahabat yang meriwayatkan hadits tersebut bahkan mengatakan, “Kami tadinya menyangka Dajjal tidak akan muncul sebelum Romawi (Rum) ditaklukkan.”. Hal ini menguatkan bahwa kemenangan atas Romawi dan penaklukan Konstantinopel adalah penanda timeline menjelang Dajjal.

Pentingnya Memahami Tanda-Tanda Ini

Ketiga tanda di atas – kemarau tiga tahun, fitnah Duhaima’, dan perang besar-Konstantinopel – semuanya bersumber dari hadits-hadits Nabi Muhammad SAW yang shahih atau hasan derajatnya. Tujuan disampaikannya tanda-tanda ini adalah agar kaum Muslimin waspada dan mempersiapkan iman mereka. Dajjal akan membawa fitnah (ujian) iman yang sangat berat, sehingga Nabi SAW memerintahkan kita berlindung kepada Allah dari fitnah Dajjal setiap selesai tasyahud akhir dalam shalat.

Sebagai penutup, kita harus menyadari bahwa pengetahuan tentang tanda-tanda keluarnya Dajjal hendaknya menguatkan keyakinan dan ibadah kita, bukan untuk menimbulkan ketakutan semata. Jika melihat tanda-tanda zaman mulai menyerupai yang disebutkan dalam hadits, umat Islam diingatkan untuk semakin teguh memegang agama, meningkatkan dzikir dan doa, serta menjauhi perpecahan dan kemunafikan. Walaupun waktu tepat munculnya Dajjal hanya Allah yang tahu, Nabi SAW telah memberi rambu-rambu agar kita tidak terjebak dalam fitnahnya. Semoga Allah SWT melindungi kita semua dari dahsyatnya fitnah Al-Masih Dajjal. Wallahu a‘lam.

 

You might also like