Tanda Tanda Orang Meninggal Menurut Islam yang Perlu Diketahui

Tanda Tanda Orang Meninggal Menurut Islam yang Perlu Diketahui

Masjid Ismuhu Yahya – Setiap yang hidup pasti akan menghadapi kematian. Namun, tanda tanda orang meninggal menurut Islam tidak selalu diketahui secara pasti oleh manusia, karena hanya Allah SWT yang mengetahui kapan dan di mana seseorang akan wafat. Meski begitu, dalam ajaran Islam dijelaskan beberapa tanda menjelang ajal, baik secara fisik maupun spiritual, sebagai bentuk rahmat Allah agar manusia dapat bersiap dan mengingat kematian. Keterangan dari Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW memberikan pemahaman mengenai tanda-tanda fisik dan spiritual saat sakaratul maut (detik-detik menjelang kematian) yang mudah dipahami oleh umat Islam. Artikel ini akan mengulas tanda-tanda tersebut beserta dalil-dalil yang relevan dari Al-Qur’an dan hadis, dengan gaya bahasa religius dan edukatif, agar pembaca umum dapat mengambil pelajaran dan mempersiapkan diri menuju akhir hayat dengan husnul khatimah (akhir yang baik).

Tanda Tanda Orang Meninggal Menurut Islam

Secara fisik, orang yang mendekati ajal biasanya menunjukkan perubahan atau gejala tertentu. Beberapa ulama dan sumber klasik Islam, seperti Imam Al-Ghazali dalam kitab Ats-Tsabat ‘Inda al-Mamat, menyebutkan tanda-tanda fisik yang muncul bertahap menjelang kematian. Tanda-tanda ini dimulai sejak beberapa waktu sebelum ajal tiba hingga saat-saat terakhir hidup seseorang. Berikut adalah tanda-tanda fisik mendekati kematian beserta penjelasannya:

  1. Tubuh Merasa Menggigil (100 Hari Sebelum Ajal)
    Sekitar seratus hari menjelang kematian, konon tubuh mulai merasakan getaran halus dari ujung rambut hingga ujung kaki, seolah-olah menggigil tanpa sebab yang jelas. Getaran atau rasa dingin yang merambat ini diyakini sebagai nikmat dari Allah SWT berupa peringatan awal bahwa waktu hidup di dunia akan segera berakhir. Tidak semua orang menyadari tanda ini, namun bagi yang peka hal itu bisa menjadi motivasi untuk mendekatkan diri kepada Allah.
  2.  

    Denyut di Bagian Pusar (40 Hari Sebelum Ajal)
    Sekitar empat puluh hari sebelum wafat, diyakini muncul tanda berupa terasa denyutan di pusat (pusar) terutama selepas waktu Ashar. Menurut beberapa riwayat, pada waktu ini “daun” di Lauh Mahfuz yang tertulis nama orang tersebut akan gugur dari pohon yang berada di Arsy Allah, sebagai isyarat malaikat Izrail mulai mengikuti orang itu untuk bersiap mencabut nyawanya ketika tiba saatnya. Tanda denyutan di pusar ini juga mengingatkan manusia agar memperbanyak istighfar dan amal saleh di sisa waktunya.

  3.  

    Nafsu Makan Meningkat Kembali (7 Hari Sebelum Ajal)
    Tujuh hari menjelang kematian, ada kalanya orang yang sakit keras justru tampak membaik dan nafsu makannya kembali meningkat. Secara medis, fenomena “nafas terakhir” ini dikenal, namun dalam perspektif Islam hal tersebut merupakan rahmat Allah agar orang tersebut dan keluarganya tidak putus asa. Pada masa ini, orang yang sekarat mungkin akan makan dengan lahap padahal sebelumnya lemah. Keluarga sebaiknya memanfaatkan waktu ini untuk lebih memperhatikan kebutuhan spiritualnya, seperti memperbanyak doa dan membimbingnya mengingat Allah.

  4.  

    Denyut di Dahi (3 Hari Sebelum Ajal)
    Tiga hari menjelang wafat, tanda berikutnya yang disebutkan adalah munculnya rasa berdenyut di dahi bagian tengah. Pada fase ini, konon cahaya di mata mulai memudar. Pandangan mata bisa tampak kosong atau redup, seakan kehilangan sinarnya. Orang tersebut mungkin merasakan beban berat dan sering terlintas bahwa akhir hidup sudah dekat. Keluarga dianjurkan terus mentalkinkan (membimbing mengucap kalimat tauhid) dan menguatkan keimanannya.

  5.  

    Denyut di Ubun-Ubun (1 Hari Sebelum Ajal)
    Satu hari sebelum ajal menjemput, terasa denyutan di bagian ubun-ubun kepala. Ini diyakini sebagai penanda paling akhir bahwa malaikat maut segera menjalankan tugasnya. Pada saat ini, biasanya orang yang sedang sekarat sudah sangat lemah. Tidak semua orang dapat merasakan atau mengomunikasikan tanda ini, namun bagi orang beriman, ini saat yang tepat untuk sepenuhnya pasrah dan fokus mengingat Allah SWT.

  6.  

    Keringat di Kening Menjelang Ajal
    Salah satu tanda fisik yang dianggap baik menurut Islam adalah keluarnya keringat di dahi menjelang atau saat kematian. Rasulullah SAW bersabda: “Seorang mukmin itu wafat dalam keadaan berkeringat di keningnya” (HR. Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah). Tanda ini sering diartikan sebagai pertanda husnul khatimah (akhir yang baik) bagi orang beriman. Abdullah bin Buraidah RA meriwayatkan bahwa ketika ayahnya meninggal dengan kening berkeringat, ia berkata “Allahu Akbar! Ini sesuai sabda Nabi bahwa orang beriman meninggal dengan keringat di dahinya”. Keringat di kening diyakini sebagai pencucian dosa-dosa dan penghapus kesalahan orang mukmin menjelang wafat.

  7.  

    Rambut Beruban (Tanda Umur Menua)
    Perubahan fisik seperti rambut memutih atau beruban juga disebut sebagai salah satu ciri mendekatnya kematian. Kisah Nabi Ya’qub AS sering dikutip, di mana beliau bertanya kepada Malaikat Maut tentang tanda ajal telah dekat. Malaikat Maut menjawab bahwa salah satu tandanya adalah rambut yang memutih sebagai peringatan umur manusia yang kian tua. Tentu, rambut beruban adalah proses alami penuaan, namun secara spiritual hal itu mengingatkan bahwa jatah hidup di dunia semakin berkurang. Nabi Ya’qub pun semakin giat beribadah setelah menyadari tanda tersebut. Bagi kita, setiap uban bisa menjadi pengingat untuk lebih mempersiapkan bekal akhirat.

Demikianlah beberapa tanda-tanda orang meninggal menurut Islam yang disarikan dari Al-Qur’an, hadis Nabi Muhammad SAW, serta penjelasan para ulama. Tanda-tanda tersebut mengajarkan kita bahwa kematian itu nyata dan bisa datang kapan saja, disertai kondisi yang berbeda-beda bagi setiap orang sesuai amal perbuatannya. Umat Islam dianjurkan untuk selalu mempersiapkan diri menghadapi maut dengan iman dan taubat, karena siapa yang hidup dalam ketaatan akan dimatikan dalam ketaatan, insyaAllah.

You might also like