Keutamaan Membaca Istighfar 100 Kali Sehari: Manfaat & Dalil

Keutamaan Membaca Istighfar 100 Kali Sehari: Manfaat & Dalil

Masjid Ismuhu Yahya -Keutamaan membaca istighfar 100 kali sehari sangat besar bagi seorang Muslim. Istighfar, yaitu memohon ampunan kepada Allah, adalah amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Rasulullah SAW bahkan membiasakan diri membaca istighfar hingga seratus kali setiap hari. Dalam Al-Qur’an dan hadits disebutkan berbagai manfaat istighfar, baik untuk membersihkan dosa maupun membawa berkah dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini membahas dalil-dalil istighfar serta hikmah dan pengaruh positif yang ditimbulkannya.

Istighfar berarti permohonan ampun kepada Allah atas kesalahan yang dilakukan. Biasanya kita mengucapkan kalimat seperti “Astaghfirullah” (artinya: Aku memohon ampun kepada Allah) atau doa-doa istighfar lainnya. Dengan mengucapkan istighfar, seorang hamba menyadari dosa-dosanya dan memohon kebaikan dan ampunan dari Allah. Istighfar bukan hanya sekadar rutinitas lisan, tetapi juga cermin kesadaran diri untuk selalu kembali kepada Allah dengan tulus.

Dalil Keutamaan Membaca Istighfar 100 Kali Sehari dalam Al-Qur’an dan Hadits

Al-Qur’an secara tegas memerintahkan umat Islam untuk beristighfar. Sebagai contoh, Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nisa’ ayat 106:

“وَٱسْتَغْفِرِ ٱللَّهَ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيمًا.”

“Mohonlah ampunan kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Ayat ini menyiratkan bahwa memohon ampunan (istighfar) adalah perintah dari Allah SWT bagi hamba-Nya. Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang, sehingga pintu maaf-Nya selalu terbuka bagi yang bersungguh-sungguh meminta. Demikian pula dalam kisah Nabi Nuh AS, Allah menegaskan:

“فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهٗ كَانَ غَفَّارًاۙ”

“Lalu aku berkata (kepada kaumnya), ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun.’”

Dalam hadits juga sering disebutkan pentingnya istighfar. Rasulullah SAW bersabda:

“Wahai sekalian manusia! Bertobatlah (beristighfar) kepada Allah. Sebab, aku selalu bertobat kepada-Nya dalam sehari sebanyak 100 kali.” (HR. Muslim).

Hadits ini mengajarkan bahwa Nabi Muhammad sendiri memohon ampun kepada Allah sebanyak seratus kali setiap hari. Artinya, beliau sangat menekankan pentingnya beristighfar secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Hadits lainnya menyebutkan keutamaan istighfar bagi hamba yang sering terjatuh dalam dosa:

“Seorang hamba yang telah melakukan dosa kemudian berkata, ‘Ya Rabb, aku telah melakukan dosa, ampunilah aku.’ Maka Allah mengampuni orang itu. Selang waktu berlalu dia berkata lagi, ‘Rabb, aku telah melakukan dosa, ampunilah aku.’ Maka Allah menjawab, ‘Orang ini telah melakukan dosa lagi dan dia tahu kalau dia mempunyai Tuhan yang akan mengampuni. Sungguh, Aku telah mengampuni hamba-Ku ini,’ dan seterusnya hingga empat kali. Sampai Allah berfirman, ‘Kerjakanlah apa yang kamu kehendaki!’” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits di atas menjelaskan bahwa setiap kali seorang hamba memohon ampun dengan sungguh-sungguh, Allah pasti mengampuninya. Bahkan Allah memuji dan menegaskan keampunan-Nya untuk orang tersebut. Ini menunjukkan betapa Allah SWT Maha Pengampun bagi hamba yang senantiasa beristighfar.

Selain itu, hadits dari Ibnu Umar ra. mencatat bahwa dalam satu majelis Rasulullah SAW pernah membaca doa:

“Rabbighfir lī wa tubba ‘alayya innaka anta at-Tawwābu al-Ghafūr.”
(Artinya: “Ya Rabb, ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Penerima tobat lagi Maha Pengampun.”) – sebanyak 100 kali sebelum beliau berdiri dari duduknya”

Ini adalah satu lagi contoh langsung dari sunnah Rasulullah yang menunjukkan pembacaan istighfar 100 kali sebagai praktik ibadah.

Dengan dalil-dalil tersebut, jelaslah bahwa Islam sangat menekankan istighfar. Al-Qur’an dan hadits menunjukan bahwa mengucapkan istighfar akan meraih ampunan Allah, bahkan membawa kemudahan dan rahmat-Nya dalam hidup.

Sunnah Membaca Istighfar 100 Kali Sehari

Membaca istighfar sebanyak 100 kali setiap hari merupakan sunnah Rasulullah SAW yang patut diteladani. Selain hadits di atas dari HR Muslim tentang 100 kali sehari, terdapat juga keterangan:

  • Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah aku berada pada pagi hari (antara terbit fajar hingga matahari terbit), kecuali aku beristighfar kepada Allah sebanyak 100 kali.” (HR. an-Nasa’i).
  •  

    Dari Ibnu ‘Umar ra.: “Wahai sekalian manusia, bertaubatlah kalian kepada Allah! Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya dalam sehari seratus kali.” (HR. Muslim, no. 2702)

Hadits-hadits ini menegaskan bahwa Nabi SAW rutin beristighfar dengan jumlah yang konsisten, terutama di waktu pagi. Menjadikan 100 kali bacaan istighfar sebagai target harian adalah cara mengikuti jejak beliau. Praktik ini termasuk bagian dzikir pagi (adzkar al-sabah) yang membawa keberkahan.

Bacaan istighfar itu sendiri biasanya berupa lafaz ringkas seperti ”Astaghfirullah” (أَسْتَغْفِرُ اللهَ) yang artinya “Aku memohon ampun kepada Allah,” atau lafaz istighfar lainnya yang diajarkan Nabi. Salah satu yang paling utama (sayyidul-istighfar) diriwayatkan dalam Shahih Bukhari:

“Allahumma anta Rabbi, la ilaha illa anta, khalaqtani wa ana ‘abduka… faghfirli fa innahu laa yaghfiru adh-dhunooba illa anta.”

(Lafal aslinya dilengkapi doanya). Bacaan ini mengandung pengakuan dosa dan permohonan ampun kepada Allah Yang Maha Pengampun. Dalil dalam Al-Qur’an pun mencontohkan Nabi Muhammad SAW berkata: “قُلْ رَبِّ اغْفِرْ لِي” – “Katakanlah: ‘Ya Rabb, ampunilah aku.’” (QS. Asy-Syu’ara’ [26]: 82) yang menunjukkan beliau sendiri selalu memohon ampun dalam doanya.

Dengan memahami sunnah ini, seorang Muslim dianjurkan membiasakan bacaan istighfar setiap hari, terutama setelah shalat, di pagi hari, atau kapanpun ada waktu senggang. Dalam menjalankan ibadah 100 kali istighfar tersebut, yang terpenting adalah melakukannya dengan penuh keyakinan dan kesungguhan, sehingga maknanya benar-benar masuk ke dalam hati.

Manfaat, Hikmah dan keutamaan membaca Istighfar 100 Kali

Membaca istighfar secara rutin (termasuk sampai 100 kali sehari) memiliki banyak hikmah dan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari seorang Muslim. Berikut beberapa manfaat penting yang dapat diraih:

  • Menghapus Dosa dan Mendapat Ampunan Allah: Ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits telah menyebut bahwa istighfar merupakan cara ampuh menghapus kesalahan masa lalu. Allah memerintahkan hamba-Nya memohon ampun (QS. An-Nisa’ [4]: 106). Dengan membaca istighfar, seorang Muslim mengakui dosa-dosanya dan berharap ampunan-Nya. Sebagaimana hadits Abu Hurairah ra. menjelaskan, jika seorang hamba sungguh-sungguh meminta ampun, Allah pasti mengampuninya. Ini artinya dosa-dosa akan dihapus dan lahir kembali dalam keadaan bersih karena ampunan Allah.
  • Membuka Pintu Rezeki: Salah satu keutamaan besar istighfar adalah dibukanya pintu rezeki (rezeki) yang tak terduga. Dalam sebuah hadits Nabi SAW bersabda:“Barang siapa rutin membaca istighfar, Allah akan memberikan solusi pada setiap kesulitannya, dan penyelesaian bagi setiap permasalahannya. Dan, Dia akan memberinya rezeki dari jalan yang tidak terduga.” (HR. Abu Dawud, an-Nasa’i, Ibnu Majah, Hakim, dan Baihaqi).
    Artinya, dengan istiqomah memohon ampun, Allah menjanjikan kemudahan urusan serta rezeki datang dari arah yang tidak kita sangka. Praktik istighfar membantu mengubah rezeki sempit menjadi lapang, karena Allah-lah sumber rezeki sejati bagi hamba-Nya.
  • Melapangkan Kesulitan dan Mendapat Jalan Keluar: Istighfar juga terbukti sebagai obat dari kesulitan hidup. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa banyak beristighfar, Allah akan membebaskannya dari berbagai kedukaan, melapangkan kesulitannya, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak terduga.” (HR. Ahmad).Dengan kata lain, banyaknya istighfar akan memberikan kelapangan dalam kesusahan. Saat seorang Muslim membiasakan beristighfar, ia akan merasakan hati yang lebih tenang dalam menghadapi masalah dan selalu ada jalan keluar dari setiap kesempitan. Ini juga ditunjang oleh hikmah psikologis: istighfar membuat hati lebih ringan dan menghilangkan rasa bersalah karena dosa, sehingga kita dapat berpikir lebih jernih menyelesaikan masalah.
  • Menjemput Kenikmatan Dunia dan Rahmat Akhirat: Dalam Al-Qur’an disebutkan efek positif istighfar bagi kehidupan dunia dan akhirat. Allah berfirman:“Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu kemudian bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi kesenangan yang baik kepadamu (di dunia) sampai waktu yang telah ditentukan (kematian) dan memberikan pahala kepada setiap orang yang beramal saleh.” (QS. Hud [11]: 3).Ayat ini menyatakan bahwa orang yang beristighfar (berserah dengan taubat) akan diberi kenikmatan dan rahmat di dunia, serta pahala di akhirat. Artinya, istighfar mendatangkan kebahagiaan duniawi (raihan dan kelapangan hidup) serta janji pahala besar di hari pembalasan. Ini menunjukkan keberkahan istighfar tidak hanya urusan spiritual semata, tetapi juga kesejahteraan materiil.
  • Terhindar dari Azab dan Fitnah: Istighfar mampu melindungi hamba dari azab Allah dan berbagai cobaan (fitnah). Allah berfirman: “Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka selama engkau (Nabi) berada di antara mereka dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka selama mereka memohon ampunan.” (QS. Al-Anfal [8]: 33). Ayat ini menjelaskan bahwa selama ummatnya senantiasa memohon ampun (di masa Nabi SAW), Allah menunda siksa. Bagi kita, artinya Allah menjanjikan perlindungan-Nya jika kita beristighfar, sehingga potensi azab dunia maupun akhirat menjadi tertunda atau dihindari. Dari sisi batin, membaca istighfar juga menjaga agar kita tidak terus-menerus tenggelam dalam dosa; ini membantu kita menjauhi fitnah (ujian berat atau godaan jahat), karena hati yang bersih cenderung dijauhkan dari kesalahan besar.
  • Menyejukkan Hati dan Kesehatan Mental: Amalan istighfar secara rutin membawa ketenangan jiwa. Saat seorang Muslim beristighfar, ia melepaskan beban dosa dan perasaan bersalah. Proses ini secara psikologis membuat hati lebih lapang dan damai. Seperti dijelaskan dalam praktik spiritual, menyadari kekurangan diri dan meminta ampun mengurangi stres dan kecemasan karena kesalahan masa lalu. Dengan istighfar, seseorang dapat menghadapi hidup dengan hati ringan, siap berbuat kebaikan tanpa dibayangi rasa takut akan dosa yang lalu.
  • Kesempurnaan Akhlak dan Hubungan Sosial: Hasil istighfar juga tercermin dalam akhlak sehari-hari. Seseorang yang rajin memohon ampun cenderung lebih rendah hati, sadar akan kesalahan, dan bermotivasi memperbaiki diri. Ini meningkatkan kepekaan sosial dan toleransi. Istighfar mendorong kita untuk meminta maaf kepada sesama, memaafkan kesalahan orang lain, serta hidup dalam suasana saling menolong dan kebaikan. Dengan demikian, lingkungan sosial menjadi lebih harmonis karena setiap individu berusaha membersihkan hati dan memperbaiki akhlaknya.
  • Mengikuti Sunnah Nabi SAW: Selain manfaat-manfaat tersebut, membaca istighfar 100 kali sehari juga berarti meneladani praktik Nabi Muhammad SAW. Menurut hadits, beliau sendiri melakukannya. Mengamalkan sunnah ini menunjukkan kecintaan dan ketaatan kita kepada Nabi. Dengan mengikuti sunah beristighfar, kita mendapatkan syafaat beliau dan cinta Allah, sebagaimana Allah mencintai hamba yang taat beristighfar (QS. Maryam [19]: 18-19).

Dari berbagai dalil dan manfaat di atas, jelas bahwa istighfar memiliki peranan penting dalam kehidupan seorang Muslim. Selain keutamaannya di akhirat, istighfar juga membawa dampak positif dalam keseharian – mulai dari pembersihan hati hingga kelancaran rezeki dan kedamaian batin.

Keutamaan membaca istighfar 100 kali sehari sangat besar, didukung oleh ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits shahih yang menunjukkan betapa Allah SWT senantiasa mengampuni hamba-Nya yang tulus bertobat. Dengan istiqomah beristighfar, seorang Muslim bukan hanya menghapus dosa, tetapi juga meraih hikmah dan keberkahan Allah: rezeki melimpah, kemudahan hidup, ketenangan jiwa, serta perlindungan dari siksaan. Istighfar juga membuat kita semakin rendah hati dan dekat dengan Allah SWT. Oleh karena itu, mari jadikan kebiasaan membaca istighfar 100 kali sehari sebagai bagian dari rutinitas ibadah kita. Semoga dengan istiqomah beristighfar, kita termasuk hamba yang selalu mendapatkan rahmat dan ampunan-Nya

You might also like