Qunut Witir Ramadhan: Bacaan Doa, Makna, dan Tata Cara

Qunut Witir Ramadhan: Bacaan Doa, Makna, dan Tata Cara

Masjid Ismuhu Yahya – Qunut Witir Ramadhan adalah bacaan doa khusus yang dibaca pada rakaat terakhir salat witir di bulan Ramadhan (umumnya sejak malam ke-16 atau separuh kedua Ramadhan). Bacaan ini termasuk sunnah Nabi Muhammad SAW yang disunnahkan dalam salat witir Tarawih pada akhir bulan Ramadhan. Menurut panduan Kementerian Agama (Kemenag), qunut witir dianjurkan ditambahkan pada rakaat kedua salat witir setelah memasuki pertengahan Ramadhan. Tradisi ini mengikuti amalan para sahabat seperti Sayidina Umar bin Khattab dan Ubay bin Ka’ab yang hanya membaca qunut witir pada malam-malam akhir Ramadhan.

Secara sederhana, makna doa qunut witir mencakup permohonan agar Allah SWT memberikan hidayah (petunjuk), ’afiyah (keselamatan dan kesehatan), keberkahan atas karunia-Nya, dan perlindungan dari keburukan. Misalnya, lafaz doa qunut witir yang diajarkan Rasulullah kepada Hasan bin ‘Ali berbunyi

“Allahummahdini fiiman hadait, wa ‘afini fiiman ‘afait… *(artinya: Ya Allah, berilah kami petunjuk sebagaimana Engkau beri petunjuk kepada orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk, berilah kami keselamatan seperti Engkau berikan keselamatan kepada orang-orang yang Engkau beri keselamatan,…) Engkau Maha Suci dan Maha Tinggi”.

Dengan kata lain, kita memohon keistimewaan hidayah seperti pada orang-orang pilihan, keselamatan lahir batin, keberkahan atas rezeki dan ketetapan-Nya, serta terhindar dari kejahatan yang telah ditetapkan Tuhan. Di akhir doa qunut, biasanya ditambahkan permohonan ampun (istighfar) dan taubat kepada Allah SWT.

Waktu dan Hukum Qunut Witir

Penentuan waktu qunut witir berbeda pendapat di kalangan ulama. Menurut madzhab Syafi’i, qunut witir sangat dianjurkan dibaca pada separuh terakhir bulan Ramadhan. Imam asy-Syafi’i pernah berkata, “jangan qunut witir kecuali pada separuh bulan Ramadhan” mengikuti amalan Ibnu Umar r.a.. Pendapat Syafi’iyyah inilah yang banyak dipegang oleh umat Islam Indonesia: mulai malam ke-16 Ramadhan qunut witir dibaca setiap kali salat witir. Sementara itu, madzhab Hanafi membolehkan qunut witir kapan saja bahkan sepanjang tahun (bahkan dalam semua salat sunnah). Madzhab Maliki lebih menganjurkan qunut dalam shalat witir tetapi tidak menekankannya hanya di Ramadan, sedangkan imam Hanbali cenderung berpadu pendapat. Jadi secara umum qunut witir saat Ramadhan dianggap sunah utama oleh sebagian besar ulama, terutama di akhir bulan, dan tidak dianggap wajib.

Berdasar Hukum Islam, qunut witir termasuk sunah muakkadah (sangat dianjurkan) bagi pengikut madzhab Syafi’i saat Ramadhan. Jika ditinggalkan tanpa uzur, biasanya dianjurkan sujud sahwi sebagai ganti menurut beberapa riwayat. Kemenag juga menyarankan “Khusus untuk witir kedua, jika sudah masuk setengah bulan Ramadhan ditambah qunut”. Dengan demikian, amalan membaca qunut witir di akhir Ramadhan merupakan kebiasaan baik yang disunnahkan, namun tidak sampai berstatus wajib (fardhu).

Tata Cara Qunut Witir

Tata cara qunut witir relatif sederhana dan mengikuti posisi doa di dalam shalat. Doa qunut witir dibaca pada rakaat terakhir salat witir setelah membaca surat, bangkit dari ruku’, dan sebelum sujud. Artinya, setelah berdiri dari ruku’ terakhir (setelah membaca doa i‘tidal), kita membaca doa qunut sebelum melanjutkan sujud. Sebagian riwayat menyebutkan juga bahwa Nabi ﷺ pernah qunut witir sebelum ruku’ maupun sesudah ruku’, sehingga jika dalam pelaksanaannya qunut dibaca sebelum ruku’ pun tidak masalah menurut para ulama.

Umumnya, urutan pelaksanaan salat witir dengan qunut Ramadhan adalah sebagai berikut:

  • Lakukan salat witir seperti biasa (biasanya 3 rakaat jika sendirian) hingga rakaat terakhir.
  • Pada rakaat terakhir, setelah membaca surat pendek dan bangkit dari ruku’, baca doa qunut witir.
  • Bacalah lafaz doa qunut secara khusyuk (bisa bersama imam jika berjamaah).
  • Setelah qunut selesai, lanjutkan dengan sujud, duduk tahiyyat akhir, dan salam.

Dengan kata lain, qunut witir dilakukan setelah i‘tidal (berdiri dari ruku’) dan sebelum sujud pada rakaat terakhir witir. Jika shalat sendiri, bacaan qunut ini dilafalkan sendiri; jika berjamaah, imam membaca qunut dan makmum mengikutinya. Setelah membaca qunut, salat witir ditutup seperti biasa dengan sujud, salam, dan do’a penutup lainnya.

Bacaan Qunut Witir Ramadhan

Bacaan Qunut Witir Ramadhan yang paling umum adalah lafaz yang diajarkan Rasulullah kepada Hasan bin ‘Ali (HR. Abu Dawud, Tirmidzi). Berikut lafaz qunut witir dalam tulisan Arab, latin, dan terjemahannya:

اَللّهُمَّ اهْدِنَا فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنَا فِيْمَنْ عَافَيْتَ

وَتَوَلَّنَا فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لَنَا فِيْمَا اَعْطَيْتَ

وَقِنَا شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ

وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ،

تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ

وَأَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

llahummahdinâ fî man hadait, wa ‘âfinâ fî man ‘âfait, wa tawallanâ fî man tawallait, wa bâriklanâ fî mâ a‘thait, wa qinâ syarra mâ qadhait. Fa innaka taqdhî wa lâ yuqdhâ ‘alaik, wa innahû lâ yazillu man wâlait, wa lâ ya‘izzu man ‘âdait. Tabârakta rabbânâ wa ta‘âlait, fa lakal hamdu a’lâ mâ qadhait, wa astaghfiruka wa atûbu ilâik, wa sallallâhu ‘alâ sayyidinâ Muhammadinnabiyyil ummiyyi….

Artinya:
“Ya Allah, berilah kami petunjuk sebagaimana Engkau beri petunjuk kepada orang-orang yang Engkau tunjukkan hidayah; dan berilah kami keselamatan seperti Engkau beri keselamatan kepada orang-orang yang telah Engkau beri keselamatan; peliharalah kami sebagaimana Engkau telah memelihara orang-orang yang telah Engkau beri perlindungan; berkahilah kami dalam apa yang telah Engkau berikan; dan lindungilah kami dari keburukan apa yang telah Engkau tetapkan. Sesungguhnya Engkaulah Dzat yang menentukan segala sesuatu, yang tiada suatu keputusan pun yang dapat mengalahkan ketetapan-Mu. Tidak akan hina orang yang Engkau lindungi dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau, ya Rabb kami, dan Maha Tinggi Engkau. Maka bagi-Mu segala puji atas ketetapan-Mu. Aku mohon ampun kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu, dan semoga Allah mencurahkan rahmat serta keselamatan atas Nabi Muhammad beserta keluarga dan sahabatnya.”.

Pembacaan di atas dapat diikuti lengkap. Perlu dicatat, beberapa ulama menambahkan lafaz istighfar “astaghfiruka wa atubu ilaik” dan do’a lain sebelum menutup doa dengan shalawat atas Nabi SAW. Dengan lafal di atas, qunut witir Ramadhan mencakup penghambaan total kepada Allah dan harapan akan kebaikan di dunia akhirat.

Sebagai kesimpulan, Qunut Witir Ramadhan adalah amalan sunnah yang sangat dianjurkan pada bulan suci sebagai pelengkap shalat witir. Dengan membaca doa qunut witir di akhir Ramadhan, seorang muslim memohon langsung kepada Allah SWT agar diberi petunjuk, keselamatan, dan keberkahan. Praktik ini mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW dan diajarkan oleh para ulama, sehingga dapat menambah kekhusyukan dan keutamaan ibadah tarawih serta witir di bulan Ramadhan. Referensi fiqh dan hadis di atas menunjukkan betapa pentingnya qunut witir sebagai bentuk doa syukur dan harapan kebaikan bagi umat Islam di bulan penuh berkah ini
.

You might also like