Contoh Bacaan Idgham Bighunnah dalam Al-Quran Serta Cara Membacanya

Contoh Bacaan Idgham Bighunnah dalam Al-Quran Serta Cara Membacanya

Masjid Ismuhu Yahya – Dalam membaca Al Qur’an seorang muslim bukan hanya sekedar melafalkan huruf demi huruf, terdapat aturan yang perlu dipahami dalam membacanya. Salah satu aturan yang sering ditemukan Idgham Bighunnah, sebuah aturan penting yang mempengaruhi cara kita melafalkan nun mati atau tanwin saat bertemu huruf tertentu. Artikel ini akan mengupas tuntas apa itu Idgham Bighunnah, huruf-hurufnya, bagaimana cara membacanya dengan benar, contoh-contoh konkret dari Al-Qur’an, hingga pengecualiannya agar Anda bisa membaca Al-Qur’an secara tartil, atau dengan benar dan indah.

Pengantar Hukum Idgham Bighunnah

Mari kita bedah lebih dalam makna dari aturan ini. Mengutip dari buku Pelajaran Tajwid Qa’idah Bagaimana Mestinya Membaca Al Qur’an Untuk Pelajaran Permulaan karya K.H. Imam Zarkasyi mendefinisikan secara bahasa kata Id-gham artinya memasukkan atau mentasydidkan. Sementara itu “Bi-ghunnah” artinya dengan mendengung. Jadi, Idgham Bilaghunnah dapat diartikan sebagai hukum bacaan di mana nun mati (نْ) atau tanwin (fathah, kasrah, atau dhammah) dileburkan ke dalam huruf berikutnya, disertai dengan dengungan yang jelas.

Hukum ini juga dikenal dengan nama Idgham Ma’al Ghunnah, yang memiliki arti serupa, yaitu memasukkan bacaan disertai dengung. Menurut Dr. Marzuki, M.Ag., dan Sun Choirol Ummah, S.Ag., M.S.I., dalam buku Dasar-dasar Ilmu Tajwid, “Idgham bighunnah adalah membunyikan nun mati atau tanwin dengan memasukkannya pada huruf setelahnya dan dibaca dengan mendengung.” Definisi ini menegaskan inti dari hukum Idgham Bighunnah, yakni penggabungan bunyi yang diiringi oleh dengungan khas.

Huruf-huruf Idgham Bighunnah

Tidak semua huruf hijaiyah dapat menjadi pasangan Idgham Bighunnah. Hanya ada empat huruf yang termasuk dalam kategori ini. Keempat huruf tersebut adalah:

1. Ya (ي)
2. Nun (ن)
3. Mim (م)
4. Wau (و)

Untuk memudahkan kita mengingat keempat huruf ini, para ulama tajwid sering menyusunnya menjadi sebuah singkatan yang mudah dihafal, yaitu “YANMU” (يَنْمُو). Cukup ingat YANMU, maka Anda sudah mengantongi semua huruf Idgham Bighunnah.

Cara Membaca Idgham Bighunnah yang Benar

Setelah memahami definisi dan huruf-hurufnya, kini saatnya mempelajari cara membaca Idgham Bighunnah yang benar dan sesuai kaidah tajwid. Proses pembacaannya melibatkan dua langkah utama:

  1. Peleburan Bunyi: Bunyi nun mati atau tanwin tidak lagi dibaca secara jelas, melainkan dileburkan atau dimasukkan sepenuhnya ke dalam bunyi huruf Idgham Bighunnah yang mengikutinya. Seolah-olah bunyi nun mati atau tanwin menghilang, dan huruf berikutnya menjadi bertasydid hukum.
  2. Dengungan (Ghunnah): Proses peleburan ini harus disertai dengan dengungan yang jelas dan tertahan. Dengungan ini keluar dari pangkal hidung.

Durasi dengungan (ghunnah) ini sangat penting untuk diperhatikan. Umumnya, dengungan ditahan selama dua hingga tiga harakat (ketukan) atau setara dengan satu hingga satu setengah alif. Latihan konsisten diperlukan untuk merasakan durasi yang pas agar ghunnah terdengar indah dan tidak berlebihan. Ketika membaca, pastikan fokus pada penggabungan suara dan dengungan yang dihasilkan.

Contoh Bacaan Idgham Bighunnah dalam Al-Qur’an

Untuk memudahkan pemahaman, berikut adalah beberapa contoh bacaan Idgham Bighunnah yang sering kita temukan dalam Al-Qur’an, lengkap dengan tulisan Arab, transliterasi Latin, dan cara membacanya:

1. Nun Sukun (نْ) Bertemu Ya (ي)
• Ayat: مَن يَقُولُ
• Transliterasi Latin: man yaqūlu
• Cara Membaca: may yaqūlu (bunyi ‘n’ dilebur ke ‘y’ dengan dengung)
• Contoh Lain: مِن يَوْمِ (min yaumi) dibaca miy yaumi

2. Tanwin Bertemu Ya (ي)
• Ayat: قَوْمٍ يَبْصِرُونَ
• Transliterasi Latin: qaumin yabṣirūna
• Cara Membaca: qaumiy yabṣirūna (bunyi tanwin dilebur ke ‘y’ dengan dengung)
• Contoh Lain: أَجْرٌ يَقْطَعُ (ajrun yaqṭa’u) dibaca ajruy yaqṭa’u

3. Nun Sukun (نْ) Bertemu Nun (ن)
• Ayat: مِن نُّطْفَةٍ
• Transliterasi Latin: min nuṭfatin
• Cara Membaca: min nuṭfatin (bunyi ‘n’ pertama dilebur ke ‘n’ kedua dengan dengung, sehingga ‘n’ kedua menjadi tasydid)
• Contoh Lain: إِن نَّحْنُ (in naḥnu) dibaca in naḥnu

4. Tanwin Bertemu Nun (ن)
• Ayat: يَوْمَئِذٍ نَاعِمَةٌ
• Transliterasi Latin: yauma’iżin nā’imah
• Cara Membaca: yauma’iżin nā’imah (bunyi tanwin dilebur ke ‘n’ dengan dengung, sehingga ‘n’ menjadi tasydid)
• Contoh Lain: رِزْقًا نَضِيئًا (rizqan naḍī’an) dibaca rizqan naḍī’an

5. Nun Sukun (نْ) Bertemu Mim (م)
• Ayat: مِن مَّالٍ
• Transliterasi Latin: min mālin
• Cara Membaca: mim mālin (bunyi ‘n’ dilebur ke ‘m’ dengan dengung)
• Contoh Lain: أَن مَّا (an mā) dibaca am mā

6. Tanwin Bertemu Mim (م)
• Ayat: سَمِيعٌ مِّجِيبٌ
• Transliterasi Latin: samī’um mujīb
• Cara Membaca: samī’um mujīb (bunyi tanwin dilebur ke ‘m’ dengan dengung)
• Contoh Lain: كِتَابٌ مُبِينٌ (kitābun mubīn) dibaca kitābum mubīn

7. Nun Sukun (نْ) Bertemu Wau (و)
• Ayat: مِن وَالٍ
• Transliterasi Latin: min wālin
• Cara Membaca: miw wālin (bunyi ‘n’ dilebur ke ‘w’ dengan dengung)
• Contoh Lain: لَن وَلَدٌ (lan waladun) dibaca law waladun

8. Tanwin Bertemu Wau (و)
• Ayat: أَجْرٌ وَاحِدٌ
• Transliterasi Latin: ajrun wāḥid
• Cara Membaca: ajruw wāḥid (bunyi tanwin dilebur ke ‘w’ dengan dengung)
• Contoh Lain: غَفُورٌ وَدُودٌ (ġafūrun wadūdun) dibaca ġafūruw wadūdun

Contoh-contoh di atas menunjukkan bagaimana nun mati atau tanwin melebur sempurna ke huruf Idgham Bighunnah yang mengikutinya, disertai dengan dengungan yang khas. Latihan berulang-ulang dengan mendengarkan bacaan dari qari yang fasih akan sangat membantu Anda menguasai hukum ini.

Mempelajari dan menguasai hukum bacaan Idgham Bighunnah adalah langkah fundamental dalam perjalanan Anda memahami ilmu tajwid. Seperti yang ditegaskan oleh Ustadz O. Surasman dalam buku Tajwid Praktis Metode Al-Bayan, “Kesalahan dalam penerapan hukum idgham bighunnah meskipun terdengar ringan, bisa berdampak besar pada perubahan makna. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam terhadap hukum bacaan ini sangat diperlukan oleh setiap Muslim yang belajar tajwid.”

Kemampuan membaca Al-Qur’an dengan tartil, yaitu membaca dengan pelan, benar, dan indah, tidak hanya mendatangkan pahala yang besar, tetapi juga membuka pintu pemahaman yang lebih dalam terhadap kalamullah. Dengan mengaplikasikan Idgham Bighunnah secara tepat, Anda tidak hanya memperbaiki kualitas bacaan, tetapi juga turut serta melestarikan kemurnian dan keindahan bahasa Al-Qur’an. Teruslah berlatih, mendengarkan, dan belajar dari para ahli tajwid untuk mencapai kesempurnaan dalam membaca kitab suci.

You might also like