Sunnah Berbuka Puasa yang Dianjurkan Rasulullah

Sunnah Berbuka Puasa yang Dianjurkan Rasulullah

Masjid Ismuhu Yahya – Membahas tentang sunnah berbuka puasa merujuk kepada amalan-amalan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Menjalankan sunnah berbuka puasa bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk ketaatan yang bernilai pahala tersendiri. Banyak Muslim yang belum mengetahui mungkin juga anda bahwa sunnah berbuka puasa mencakup lebih dari sekadar membaca doa — ada urutan waktu, jenis makanan, hingga adab yang perlu diperhatikan. Dengan memahami dan mengamalkan sunnah berbuka puasa secara benar, kualitas ibadah puasa kita menjadi lebih sempurna di sisi Allah SWT.

Setiap muslim sudah memahami puasa bukan hanya pada menahan diri dari makan dan minum sejak pagi hari hingga maghrib datang. Ibadah ini memiliki perjalanan spritual yang memiliki rentetan adab dari awal hingga akhir. Waktu berbuka puasa menjadi momen istimewa yang Allah jadikan sebagai salah satu dari dua kebahagiaan bagi orang yang berpuasa — sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim.

Rasulullah SAW sendiri sangat memperhatikan bagaimana cara berbuka puasa. Beliau tidak asal makan begitu adzan Maghrib berkumandang. Ada tata cara yang beliau ajarkan kepada para sahabat, dan inilah yang kita kenal sebagai sunnah berbuka puasa. Mengikuti sunnah ini berarti kita menghidupkan jejak Nabi dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut ini beberapa sunnah berbuka puasa berdasarkan amalan yang dilakukan Rasulullah SAW:

 

1. Menyegerakan Berbuka Saat Adzan Maghrib

Sunnah pertama yang paling utama adalah menyegerakan berbuka begitu waktu Maghrib tiba. Rasulullah SAW bersabda:

“Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ini berarti, menunda berbuka tanpa alasan syar’i bukanlah bentuk kesalehan, justru bertentangan dengan sunnah. Sebagian orang mengira menunda makan setelah Maghrib akan menambah pahala — ini adalah anggapan yang keliru. Justru menyegerakan berbuka adalah bentuk mengikuti perintah dan kebiasaan Nabi SAW.

2. Membaca Doa Berbuka Puasa

Sebelum menyantap makanan dan minuman, dianjurkan membaca doa berbuka puasa. Doa yang paling populer dan sahih dari riwayat Abu Dawud adalah:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّه

“Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insyaa Allah.”

Artinya: “Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah tetap pahala, insyaAllah.”

Doa ini dibaca setelah berbuka, bukan sebelumnya. Sementara sebelum makan dan minum, cukup membaca Bismillah sebagaimana adab makan dalam Islam secara umum.

3. Berbuka dengan Kurma atau Air Putih

Rasulullah SAW memiliki kebiasaan khusus dalam memilih makanan pertama saat berbuka. Dari hadits Anas bin Malik RA, beliau bersabda:

“Rasulullah SAW biasa berbuka dengan ruthab (kurma basah) sebelum shalat. Jika tidak ada ruthab, maka dengan tamr (kurma kering). Jika tidak ada juga, maka beliau minum beberapa teguk air.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi — dinilai hasan)

Urutan sunnah berbuka puasa berdasarkan hadits ini adalah:

  • Kurma basah (ruthab) — paling diutamakan
  • Kurma kering (tamr) — jika kurma basah tidak tersedia
  • Air putih — jika keduanya tidak ada

Kurma bukan dipilih secara kebetulan. Secara ilmiah, kurma mengandung glukosa alami yang cepat diserap tubuh setelah berjam-jam berpuasa. Ini bukti bahwa sunnah Nabi selaras dengan kebijaksanaan ilmiah.

4. Berbuka Sebelum Shalat Maghrib

Sunnah ini berkaitan erat dengan poin pertama — menyegerakan berbuka. Rasulullah SAW biasa menyantap beberapa butir kurma atau minum air sebelum melaksanakan shalat Maghrib berjamaah. Setelah shalat, barulah beliau menyantap makanan yang lebih banyak jika ada.

Hikmahnya sangat masuk akal: tubuh yang telah berpuasa seharian membutuhkan sedikit asupan agar konsentrasi saat shalat tidak terganggu. Dengan berbuka secukupnya terlebih dahulu, kita bisa shalat Maghrib dengan lebih khusyuk dan fokus.

5. Tidak Berlebihan Saat Berbuka

Islam sangat menjaga keseimbangan, termasuk dalam hal makan. Salah satu sunnah yang sering terlupakan adalah tidak berlebihan saat berbuka puasa. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-A’raf: 31:

“…makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.”

Ironisnya, banyak orang yang berpuasa seharian justru makan berlebihan saat berbuka hingga perut terasa penuh sesak. Ini tidak hanya merugikan kesehatan, tetapi juga bertentangan dengan ruh puasa itu sendiri yang mengajarkan pengendalian diri.

Sunnah yang benar adalah berbuka dengan makanan ringan (seperti kurma dan air), kemudian shalat Maghrib, lalu barulah makan malam dengan porsi yang wajar dan tidak berlebihan.

6. Mendoakan Orang yang Memberi Makan Berbuka

Jika kamu berbuka di rumah orang lain atau menerima hidangan buka puasa dari seseorang, ada doa sunnah yang dianjurkan untuk dibaca sebagai bentuk terima kasih dan doa kebaikan:

أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُونَ، وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ الأَبْرَارُ، وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ الْمَلَائِكَةُ

Artinya: “Semoga orang-orang yang berpuasa berbuka di sisimu, orang-orang baik memakan makananmu, dan para malaikat mendoakanmu.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah)

Doa ini merupakan bentuk apresiasi yang Islami dan mengandung keberkahan bagi orang yang memberi makan.

7. Berbuka Bersama Keluarga atau Jamaah

Meski bukan kewajiban, berbuka bersama keluarga atau komunitas Muslim memiliki nilai sosial dan spiritual yang tinggi dalam Islam. Rasulullah SAW kerap berbuka bersama para sahabat. Suasana kebersamaan saat berbuka mempererat ukhuwah dan menambah kehangatan ibadah.

Di masjid-masjid, tradisi buka puasa bersama (ta’jil berjamaah) adalah wujud nyata dari semangat ini. Selain mendapat pahala berbagi, kita juga merasakan nikmatnya ibadah dalam kebersamaan.

Sunnah berbuka puasa merupakan warisan berharga dari Rasulullah SAW yang telah teruji selama lebih dari 14 abad. Di balik setiap anjurannya — dari memilih kurma, menyegerakan berbuka, hingga tidak berlebihan — tersimpan hikmah yang luar biasa, baik dari sisi spiritual maupun kesehatan.

Ramadan adalah kesempatan emas untuk menghidupkan kembali sunnah-sunnah Nabi dalam kehidupan kita. Mulailah dari hal yang paling sederhana: siapkan kurma, baca doa, dan berbuka dengan penuh kesadaran bahwa momen ini adalah anugerah dari Allah SWT.

Semoga kita semua termasuk dalam golongan yang mengamalkan sunnah Nabi dengan istiqomah dan mendapatkan keberkahan di setiap buka puasa kita. Aamiin.

 

 

 

You might also like