Panduan Lengkap Adzan Sholat Jumat: Sejarah, Cara & Hikmah

Panduan Lengkap Adzan Sholat Jumat: Sejarah, Cara & Hikmah

Masjid Ismuhu Yahya –  Pada masa kini adzan sholat jumat berbeda dengan adzan sholat pada umumnya. Adzan digunakan sebagai panggilan untuk umat islam melaksanakan ibadah sholat. pada umumnya adzan dalam shalat ini dikumandangkan sebanyak dua kali sebelum pelaksanaan khutbah. Adzan jumat berbeda dengan adzan shalat fardhu biasa karena adanya tambahan seruan untuk mendorong jamaah hadir tepat waktu.

Adzan Jumat biasanya dikumandangkan dua kali – pertama sebelum khatib naik mimbar, dan kedua setelah khatib naik mimbar hingga khutbah dimulai. Praktik Adzan dua kali pada shalat ini dimulai pada masa Khalifah Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu, karena jumlah kaum muslim yang bertambah banyak dan tersebar jauh dari masjid.

Pada masa Rasulullah SAW hingga Abu Bakar dan Umar radhiyallahu ‘anhuma, adzan Jumat hanya dilakukan sekali setelah imam berada di mimbar. Namun di zaman Utsman, satu kali adzan lagi (dikenal sebagai azān qabliyah) ditambahkan, sehingga adzan Jumat menjadi dua kali untuk memudahkan penyegerahan shalat Jumat bagi umat.

Mayoritas ulama berpendapat bahwa adzan Jumat dua kali adalah sunnah karena mengikuti ijtihad Khalifah Utsman dan ijma sahabat. Misalnya, kitab Fath al-Mu’in menyebutkan disunnahkannya dua azan pada hari Jumat: satu sebelum khatib naik mimbar dan satu lagi saat khatib berada di mimbar.

وَيُسَنُّ أَذَانَانِ لِصُبْحٍ وَاحِدٍ قَبْلَ الفَجْرِ وَآخرِ بَعْدَهُ فَإِن اقَتَصَرَ فَالأَوْلَى بَعْدَهُ, وَأَذَانَانِ لِلْجُمْعَةِ أَحَدُهُمَا بَعْدَ صُعُوْدِ الخَطِيْبِ المِنْبَرَ وَالأَخَرُ الَّذِيْ قَبْلَهُ

“Disunnahkan adzan dua kali untuk shalat ٍٍٍShubuh, yakni sebelum fajar dan setelahnya. Jika hanya mengumandangkan satu kali, maka yang utama dilakukan setelah fajar. Dan sunnah dua adzan untuk shalat Jumat. Salah satunya setelah khatib naik ke mimbar dan yang lain sebelumnya”. (Fath al-Mu’in: 15)

Meski demikian, jika kondisi memungkinkan dengan pengeras suara masjid, beberapa ulama kontemporer mengatakan satu kali adzan sudah mencukupi penyegerahan Jamaah (misalnya di masjid besar). Yang terpenting, kedua adzan tersebut dimaksudkan agar jamaah bisa bersiap dan tidak sampai tertinggal mendengar khutbah.

Hikmah dan Manfaat Adzan Sholat Jumat

Dua kali adzan Jumat memiliki banyak hikmah praktis.

  • Adzan pertama berfungsi sebagai alarm supaya umat menyelesaikan tugas dunia dan bergegas menuju masjid. Tanpa adzan pertama, banyak orang bisa terlambat dan khawatir terlewat khatib di mimbar. Dengan adanya dua panggilan, jamaah diharap lebih tertib dan tidak melewatkan sebagian khutbah.
  • Adzan Jumat juga menumbuhkan semangat komunitas; saat adzan Jumat berkumandang, warga sekitar saling mengingatkan untuk segera ke masjid, membangun kebiasaan saling peduli.
  • Menjawab adzan dengan doa dan salawat juga menjadi pahala tambahan serta cara mendekatkan diri kepada Allah dan Rasulullah ﷺ.

Misalnya, di sebuah kota besar adzan Jumat pertama dapat dikumandangkan sekitar 10–15 menit sebelum khutbah. Saat adzan pertama terdengar, sebagian jamaah yang sedang beraktivitas (bekerja atau persiapan lainnya) segera menutup kegiatan dan bergegas ke masjid. Mereka memanfaatkan waktu luang untuk wudhu atau salat sunnah, lalu menunggu adzan kedua. Sekitar beberapa menit sebelum khatib naik mimbar, muadzin mengumandangkan adzan kedua di dalam masjid. Dengan demikian, ketika imam memulai khutbah, jamaah sudah lengkap dan siap mendengarkan tanpa terburu-buru. Penerapan langkah praktis ini membantu menjamin kelancaran ibadah Jumat secara berjamaah dan menghormati waktu bersama.

Secara keseluruhan, adzan sholat Jumat menjadi ciri khas ibadah Jumat dengan kumandang dua kali. Yang pertama sebagai peringatan awal sebelum khatib naik mimbar, dan yang kedua saat khutbah akan dimulai. Kebiasaan ini bermula dari Khalifah Utsman radhiyallahu ‘anhu karena kebutuhan umat pada masa itu. Adzan Jumat mendatangkan banyak hikmah, seperti menyegerakan jamaah dan membangun kedisiplinan ibadah.

Umat Islam disunnahkan menjawab adzan dengan dzikir dan salawat serta meninggalkan urusan duniawi setelahnya. Semoga penjelasan ini membantu pembaca memahami adzan Jumat lebih baik dan semakin khusyuk dalam menjalankan shalat Jumat.

 

You might also like