Apa Itu Tawakal, serta Aplikasinya dalam Kehidupan Sehari-hari - Masjid Ismuhu Yahya

Apa Itu Tawakal, serta Aplikasinya dalam Kehidupan Sehari-hari

Masjid Ismuhu Yahya – Dalam islam, Tawakal atau biasa diartikan dengan berserah diri kepada Allah sangat penting. Ini merupakan sikap menyerahkan keputusan akhir dari urusan yang sedang dialami. Namun, Tahukah kita apa arti tawakal itu serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Memahami arti tawakal akan membantu hidup seorang muslim lebih tenang dan penuh dengan kepasrahan. Kita punya keyakinan bahwa pilihan Allah SWT telah merencanakan yang terbaik untuk hambanya.

Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:

“Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Dia akan mencukupinya.”
(QS. At-Talaq: 3)

Pengertian Tawakal dalam Perspektif Islam

Dalam Islam, pengertian tawakal adalah menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT. Setelah kita mencoba dan berusaha sekuat tenaga.  Secara etimologis, makna kata tawakal berasal dari bahasa Arab “توكل” yang berarti bersandar dan bergantung. Dalam konteks Islam, tawakal berarti kita menyerahkan semua urusan kepada Allah SWT. Kita melakukan upaya dan berdoa dengan sebaik mungkin.

Dalam kitabnya Lathaif al-Isyarat dan Risalah al-Qusyairiyyah, Syekh Abu Qasim Al Qusyairi mendefinisikan tawakal adalah memasrahkan perkara kepada Allah. Dalam kacamata beliau bahwa pasrah yang beliau maksudnya memberikan hak kepada allah sebagai penentu hasil dari setiap masalah yang dihadapi hambanya. Hal ini didasarkan pada pendapat Sahal bin Abdullah, “Awal dari derajat tawakal adalah ketika seorang hamba merasakan kepasrahan kepada Allah bagaikan seonggok jenazah di depan orang yang memandikannya yang dapat dibolak-balik dengan mudah sesuai keinginan orang yang memandikannya”.

Secara harfiah, tawakal bisa juga bermakna wakalah yang artinya mempercayakan, mewakilkan, menyerahkan urusan kepada orang lain. Tawakal ini merupakan salah satu ibadah hati yang sangat paling Utama.

Tawakal Menurut Para Ulama

  • Imam Al-Ghazali mengatakan tawakal adalah “menyerahkan semua urusan kepada Allah SWT tanpa khawatir”.
  • Ibnu Taimiyyah menjelaskan tawakal sebagai “membebaskan diri dari ketergantungan pada selain Allah SWT”.
  • Syaikh Abdul Qadir al-Jilani mengatakan tawakal adalah “mencurahkan semua perhatian dan harapan hanya kepada Allah SWT”.
  • Ibnu ‘Athollah mengatakan Tawakal adalah keyakinan yang paling dipegang teguh, yaitu taat kepada perintah Allah secara dan berserah diri pada ketentuan Allah secara batin.

Perbedaan Tawakal dan Pasrah

Tawakal dan pasrah sering dianggap sama, tapi sebenarnya berbeda. Tawakal adalah menyerahkan diri kepada Allah SWT setelah kita mencoba sekuat tenaga. Pasrah adalah menyerahkan diri tanpa usaha atau ikhtiar yang serius.

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Allahlah mereka bertawakal.” (Q.S. Al-Anfal: 2)

Tawakal dalam kehidupan sehari-hari

  1. Tawakal dalam urusan Dunia
    Seorang Muslim yang bertawakal menyerahkan urusan duniawi seperti pekerjaan dan keuangan kepada Allah SWT. Ia berusaha sekuat tenaga, tapi tidak terlalu fokus pada hasil.
  2. Tawakal dalam menghadapi musibah
    Ketika menghadapi kesulitan, seorang Muslim yang bertawakal tetap tenang dan berserah diri kepada Allah SWT. Ia yakin bahwa setiap ujian memiliki hikmah.
  3. Tawakal dalam menjaga iman
    Tawakal juga menunjukkan upaya menjaga dan meningkatkan iman. Seorang Muslim akan memohon bantuan dan bimbingan Allah SWT dalam ketaatan dan menjauhi kemaksiatan.

Dengan memahami dan menerapkan tawakal dalam berbagai aspek kehidupan, seorang Muslim bisa merasakan kedamaian dan kebahagiaan sejati.

Keutamaan Tawakal

  1. Dicintai oleh Allah
    Orang yang bertawakal kepada Allah akan mendapatkan cinta dan kasih sayang dari-Nya. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an:

    “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.”(QS. Ali Imran: 159)

  2. Menghilangkan Kecemasan dan Rasa Takut
    Tawakal dapat memberikan ketenangan batin karena seseorang yang bertawakal percaya bahwa segala sesuatu yang terjadi telah diatur oleh Allah. Dengan demikian, ia tidak mudah cemas atau takut terhadap masa depan.
  3. Mendapatkan Pertolongan dari Allah
    Orang yang bertawakal akan selalu mendapatkan pertolongan dari Allah dalam berbagai situasi. Ini sesuai dengan firman Allah:

    “Dan cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.”
    (QS. Ali Imran: 173)

  4. Kebahagiaan dan Ketenangan Hati
    Orang yang senantiasa bertawakal akan merasakan kebahagiaan dan ketenangan karena hatinya yakin bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah yang terbaik menurut kehendak Allah.
  5. Menjadi Tanda Keimanan yang Kuat
    awakal adalah salah satu tanda dari keimanan yang kuat. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Rasulullah SAW bersabda:

    “Jika kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki, yang berangkat pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang.”

Melalui pemahaman yang benar tentang tawakal, kita dapat menjalani kehidupan ini dengan lebih tenang, optimis, dan penuh keyakinan bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah bagian dari rencana terbaik Allah.

Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menjadi panduan bagi kita semua dalam mengamalkan sikap tawakal dalam kehidupan sehari-hari. Jangan lupa untuk selalu berusaha dan bertawakal, karena keduanya adalah bagian tak terpisahkan dalam menjalani hidup sebagai seorang Muslim.

Wallahu a’lam bishawab.

You might also like