Bacaan Sujud Tilawah (Sajadah): Panduan Lengkap Bacaan, Hukum, & Tata Caranya

Bacaan Sujud Tilawah (Sajadah): Panduan Lengkap Bacaan, Hukum, & Tata Caranya

Masjid Ismuhu Yahya – Dalam membaca atau mendengar ayat demi ayat dalam Al Qur’an dan mendapati tanda khusus yang maknanya menyuruh untuk bersujud, Ibadah ini dalam islam disebut dengan sujud Sajadah. Perbuatan sujud ketika mendengarkan atau membaca ayat ini merupakan bentuk kerendahan hati dan ketaatan lalu dilanjutkan dengan membaca bacaan sujud tilawah

Bagi banyak umat Islam, memahami bacaan sujud sajadah beserta tata cara dan hukumnya menjadi penting. Artikel ini akan menjadi panduan komprehensif Anda, mengupas tuntas seluk-beluk sujud tilawah agar Anda dapat melaksanakannya dengan benar dan penuh penghayatan, baik saat sendirian di rumah maupun ketika shalat berjamaah.

Pengertian Sujud Tilawah (Sujud Sajadah)

Sujud tilawah, atau yang sering disebut sujud sajadah, merupakan sujud yang dilakukan seorang muslim ketika membaca atau mendengar ayat-ayat tertentu dalam Al-Qur’an yang dikenal sebagai “Ayat Sajadah”. Sujud ini merupakan respons spontan terhadap seruan Allah SWT dalam ayat-ayat tersebut untuk bersujud dan menyembah-Nya.

Secara bahasa, “tilawah” berarti bacaan, sedangkan “sajadah” merujuk pada tempat sujud atau perbuatan sujud itu sendiri. Jadi, sujud tilawah adalah sujud yang dilakukan karena sebab bacaan Al-Qur’an. Ini adalah bentuk pengagungan terhadap kalamullah dan ekspresi ketundukan hamba kepada Penciptanya.

Mayoritas ulama dari madzhab Syafi’i, Maliki, dan Hanbali berpendapat bahwa hukum melaksanakan sujud tilawah adalah sunnah mu’akkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Artinya, sangat dianjurkan untuk melakukannya, namun tidak berdosa jika meninggalkannya. Sementara itu, madzhab Hanafi berpendapat bahwa hukumnya adalah wajib.

Dasar hukum disyariatkannya sujud tilawah bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis Nabi Muhammad SAW. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-A’raf (7): 206:

“Sesungguhnya orang-orang yang ada di sisi Tuhanmu tidak enggan menyembah Allah, dan mereka menyucikan-Nya, dan hanya kepada-Nya mereka bersujud.”

Adapun dalil dari hadis yang paling masyhur adalah sabda Rasulullah SAW dari Abu Hurairah RA:

“Apabila anak Adam membaca ayat Sajadah, lalu ia sujud; maka syaitan jatuh sambil menangis. Katanya, “Celaka aku! Anak Adam disuruh sujud, maka dia sujud, lalu mendapat syurga. Aku disuruh sujud, tetapi aku menolak, maka untukku neraka.” (HR Bukhari dan Muslim).

Hadis ini secara jelas menunjukkan anjuran kuat untuk melaksanakan sujud tilawah karena ada kerugian besar bagi setan yang enggan sujud, dan keutamaan bagi manusia yang melaksanakannya.

Keutamaan Melaksanakan Sujud Tilawah

Melaksanakan sujud tilawah bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan mengandung keutamaan dan hikmah yang luar biasa bagi seorang muslim:

  1. Menjauhi Setan: Sebagaimana disebutkan dalam hadis Abu Hurairah di atas, sujud tilawah membuat setan merasa celaka dan menjauh. Ini adalah bentuk kemenangan bagi seorang hamba yang patuh kepada Allah, sementara setan merugi karena kesombongannya.
  2. Mendekatkan Diri kepada Allah: Sujud adalah puncak kerendahan diri seorang hamba di hadapan Rabb-nya. Dengan sujud tilawah, kita mengakui keagungan Allah dan ketidakberdayaan diri, sehingga semakin mendekatkan hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.
  3. Meraih Surga: Hadis tentang tangisan setan juga mengisyaratkan bahwa dengan sujud tilawah, seorang hamba berhak mendapatkan surga, sebuah ganjaran besar atas ketaatan dan kepatuhan.
  4. Menunjukkan Ketundukan dan Ketaatan: Sujud tilawah adalah respons langsung terhadap perintah Allah dalam Al-Qur’an. Ini melatih kita untuk senantiasa tunduk dan taat pada setiap perintah-Nya.

Bacaan Doa Sujud Tilawah (Arab, Latin, dan Terjemahan)

Ada beberapa bacaan doa sujud tilawah yang diajarkan Rasulullah SAW. Anda bisa memilih salah satunya.

1. Bacaan Utama (HR Ahmad, Abu Dawud, Hakim, Tirmidzi & Nasa’i)

Bacaan ini adalah yang paling sering diajarkan dan diamalkan:

سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِي خَلَقَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

Sajada wajhiya lilladzi khalaqahu washawwarahu wasyaqqa sam’ahu wabasharahu bihaulihi waquwwatihi. Tabarakallahu ahsanul khaliqin.

Arti:
“Wajahku bersujud kepada Dzat yang menciptakannya, yang membentuk rupanya, dan yang membuka pendengaran serta penglihatannya dengan daya dan kekuatan-Nya. Maha Suci Allah, sebaik-baik Pencipta.”

2. Bacaan Lain (HR Bukhari dan Muslim dari Aisyah RA)

Ini adalah bacaan yang mirip dengan doa rukuk dan sujud biasa, namun juga digunakan untuk sujud tilawah:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي

Subhaanakallahumma robbanaa wa bi hamdika, allahummagh firliy.

Arti:
“Maha Suci Engkau ya Allah, Tuhan kami, dan dengan memuji-Mu. Ya Allah, ampunilah aku.”

3. Bacaan Tambahan (HR Muslim dari Ali bin Abi Thalib RA)

Kadang juga dibaca doa ini bersamaan atau sebagai tambahan:

اللَّهُمَّ اكْتُبْ لِي بِهَا عِنْدَكَ أَجْرًا، وَضَعْ عَنِّي بِهَا وِزْرًا، وَاجْعَلْهَا لِي عِنْدَكَ ذُخْرًا، وَتَقَبَّلْهَا مِنِّي كَمَا تَقَبَّلْتَهَا مِنْ عَبْدِكَ دَاوُدَ

Allaahummaktub lii bihaa ‘indaka ajran, wadh’a ‘annii bihaa wizran, waj’alhaa lii ‘indaka dzukhran, wa taqabbalhaa minnii kamaa taqabbaltahaa min ‘abdika daawuda.

Arti:
“Ya Allah, tulislah untukku pahala di sisi-Mu dengannya, hapuskanlah dariku dosa dengannya, jadikanlah ia sebagai simpanan di sisi-Mu, dan terimalah ia dariku sebagaimana Engkau menerimanya dari hamba-Mu Daud.”

4. Zikir Umum Saat Sujud

Seperti sujud dalam shalat, Anda juga bisa membaca zikir umum:

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى

Subhana Rabbiyal A’la.

Arti:
“Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi.”

Anda bisa membaca zikir ini tiga kali atau lebih, kemudian diikuti dengan salah satu doa sujud tilawah di atas.

Sujud tilawah, atau sujud sajadah, menjadi anugerah dari Allah SWT yang memungkinkan kita untuk semakin mendekatkan diri kepada-Nya. Ia bukan sekadar ritual, melainkan ekspresi ketaatan, kerendahan hati, dan pengagungan terhadap firman-Nya yang mulia. Dengan memahami hukum, syarat, tata cara, dan bacaannya, kita dapat melaksanakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan ini dengan penuh keyakinan dan kekhusyukan.

Semoga panduan ini membantu Anda dalam mengamalkan sujud tilawah, sehingga setiap kali ayat sajadah dibaca atau didengar, kita mampu meresponsnya dengan sujud yang penuh makna, meraih pahala, dan semakin dicintai Allah SWT. Ingatlah, bahwa dalam setiap sujud, ada janji surga dan kerugian bagi setan yang enggan tunduk.

You might also like