Doa Rasulullah Ketika Sakit – Kumpulan Doa & Dalil Sahih - Masjid Ismuhu Yahya

Doa Rasulullah Ketika Sakit – Kumpulan Doa & Dalil Sahih

Masjid Ismuhu Yahya – Setiap manusia pasti pernah merasakan sakit. Dalam Islam, sakit dipandang sebagai ujian sekaligus penghapus dosa bagi orang beriman yang bersabar. Rasulullah SAW memberikan teladan bagaimana menghadapi sakit dengan kesabaran dan doa. Doa Rasulullah ketika sakit menjadi petunjuk bagi umat Muslim dalam memohon kesembuhan kepada Allah. Nabi Muhammad SAW sendiri, ketika beliau atau keluarganya sakit, senantiasa berdoa memohon penyembuhan kepada Allah dan mengajarkan doa-doa khusus untuk kesembuhan. Dengan bahasa yang mudah dan tulus, beliau mengajarkan kita untuk menyerahkan urusan sakit dan sehat kepada Allah Yang Maha Penyembuh.

Di bawah ini disajikan beberapa doa dari Rasulullah SAW ketika sakit, lengkap dengan lafaz Arab, terjemahannya dalam Bahasa Indonesia, serta konteks atau situasi di mana doa tersebut dibaca. Setiap doa bersumber dari hadits sahih, sehingga dapat dijadikan amalan dengan yakin. Semoga kumpulan doa ini bermanfaat dan mudah dipahami oleh pembaca Muslim umum.

Doa Rasulullah untuk Kesembuhan Keluarga (Hadits Aisyah)

Ketika ada anggota keluarga Nabi yang sakit, Rasulullah SAW biasa mendoakan mereka dengan menyentuh orang yang sakit dengan tangan kanannya sambil mengucapkan doa berikut:

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِهُ وأَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

Artinya: “Hilangkanlah kesukaran atau penyakit itu, wahai Tuhan seluruh manusia. Sembuhkanlah (dia), Engkaulah Yang Maha Penyembuh. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, yaitu kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lagi.” (Hadis riwayat Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan Ibnu Majah).

Doa di atas diajarkan oleh Rasulullah SAW terutama saat menjenguk keluarga yang sakit. Dalam riwayat Aisyah RA disebutkan bahwa Nabi menyentuh tubuh orang yang sakit (dari keluarganya) dengan tangan kanan seraya membaca doa tersebut.Kata “اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ” berarti memohon kepada Allah sebagai Rabb (Tuhan) seluruh manusia, mengakui hanya Dia-lah yang menguasai penyakit dan kesembuhan. Doa ini mengandung tawakkal penuh kepada Allah agar penyakit diangkat sepenuhnya tanpa meninggalkan bekas. Kita dapat mengamalkan doa ini ketika diri sendiri atau keluarga kita sakit, dengan keyakinan bahwa hanya Allah yang Maha Menyembuhkan.

Doa Saat Menjenguk Orang Sakit (Dibaca 7x)

Ketika Rasulullah SAW menjenguk orang sakit (bukan dalam keadaan sakaratul maut), beliau menganjurkan sebuah doa singkat yang diulang sebanyak tujuh kali. Ibn Abbas RA meriwayatkan bahwa Nabi bersabda: “Barangsiapa menjenguk orang sakit yang belum ajalnya tiba, lalu ia berdoa tujuh kali:…” yaitu membaca doa berikut:

أَسْأَلُ اللهَ العَظِيمَ رَبَّ العَرْشِ العَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ

Artinya: “Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Tuhan pemilik Arsy yang agung, semoga Dia menyembuhkanmu.” (Hadis riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi, hadits hasan).

Nabi SAW menjanjikan bahwa barangsiapa membacakan doa di atas tujuh kali saat menjenguk orang sakit, maka Allah akan menyembuhkan orang tersebut dari penyakitnya, jika memang belum tiba ajalnya. Doa ini menegaskan keagungan Allah (al-‘Azim) dan kebesaran Arsy-Nya, sekaligus memohon kesembuhan bagi si sakit. Kita dapat mengamalkan doa ini ketika mengunjungi kerabat atau teman yang sakit. Ucapkan kalimat di atas sebanyak tujuh kali dengan penuh keyakinan. InsyaAllah, jika Allah menghendaki, penyakit orang yang didoakan tersebut akan diangkat. Doa ini menunjukkan kepedulian kita sekaligus tawakkal bahwa kesembuhan hanya datang dari Allah.

Ucapan Rasulullah untuk Menguatkan Orang Sakit (Kalimat Thahuur, Penghapus Dosa)

Selain doa memohon kesembuhan, Rasulullah SAW juga mengajarkan ucapan untuk menguatkan dan menghibur orang yang sedang sakit. Beliau pernah bersabda kepada seorang yang sakit dengan kalimat berikut:

لَا بَأْسَ طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللهُ

Artinya: “Tidak apa-apa (sakit ini), semoga menjadi pensuci (dosa) insyaAllah.” (Hadis riwayat Bukhari, dari Ibnu Abbas RA).

Kalimat di atas “lā ba’sa, ṭahūr in syā’allāh” merupakan ungkapan Rasulullah SAW untuk menenangkan hati orang yang sakit. La ba’sa berarti “tidak mengapa, tidak usah khawatir,” sedangkan thahuur berarti “penyuci” atau penebus dosa. Maksudnya, sakit yang dialami semoga menjadi sarana pembersih dosa dengan kehendak Allah. Ucapan ini bukan langsung memohon sembuh, tetapi lebih sebagai penghiburan bahwa sakit bisa membawa kebaikan rohani. Dalam sebuah hadits shahih disebutkan bahwa setiap musibah sakit orang beriman akan menggugurkan dosa-dosanya, bahkan sekadar tertusuk duri sekalipun. Oleh karena itu, mengucapkan “la ba’sa, thahurun in syaAllah” dapat memberi semangat dan perspektif positif kepada yang sakit bahwa insyaAllah sakitnya membawa hikmah kebaikan. Ucapan ini bisa kita sampaikan saat menjenguk teman atau keluarga yang sedang sakit, tentunya dengan niat mendoakan dan menguatkan mereka.

Doa Nabi untuk Sahabat yang Sakit (Menyebut Nama Orang Sakit)

Rasulullah SAW juga pernah mendoakan secara khusus untuk kesembuhan seorang sahabat dengan menyebut namanya. Diriwayatkan bahwa ketika Sa’ad bin Abi Waqqas RA sakit, Nabi menjenguknya dan berdoa untuknya. Doa beliau diulang tiga kali:

اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا

Artinya: “Ya Allah, sembuhkanlah Sa’ad. Ya Allah, sembuhkanlah Sa’ad. Ya Allah, sembuhkanlah Sa’ad.” (Hadis riwayat Muslim).

Dalam riwayat Muslim dijelaskan bahwa Rasulullah SAW mengulangi doa tersebut tiga kali saat menjenguk Sa’ad bin Abi Waqqas RA yang tengah sakit berat. Berkat doa Nabi, Sa’ad pun sembuh dan hidup cukup lama setelah peristiwa itu. Doa ini menunjukkan sunnahnya mendoakan orang sakit dengan menyebut namanya, sebagai bentuk empati dan permohonan spesifik. Kita pun boleh meniru amalan ini ketika mendoakan kerabat; misalnya mengganti nama Sa’ad dengan nama orang yang sakit. Misal: “Allâhumma ishfi fulânan (Ya Allah sembuhkan si Fulan).” Mengulangi doa sebanyak tiga kali juga dianjurkan, sebagaimana dicontohkan Nabi. Hal ini menunjukkan kesungguhan kita dalam berdoa. Tentu, penyebutan nama bukan keharusan, namun ini menandakan fokus doa untuk orang tersebut. Yang terpenting adalah hati tulus memohon kesembuhan bagi si sakit, dan Allah Maha Mendengar doa hamba-Nya.

Doa Ruqyah: Memohon Kesembuhan dengan Menyentuh Bagian Sakit

Nabi Muhammad SAW mengajarkan beberapa doa ruqyah untuk mengobati penyakit, salah satunya dengan cara mengusap atau menyentuh bagian tubuh yang sakit sambil berdoa. Dalam sebuah riwayat, Aisyah RA menceritakan bahwa Rasulullah biasa meruqyah (membacakan doa) atas orang sakit dengan doa berikut:

امْسَحِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ بِيَدِكَ الشِّفَاءُ لَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا أَنْتَ

Artinya: “Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah penyakit ini dengan kesembuhan dari tangan-Mu. Tidak ada yang dapat menghilangkan penyakit itu selain Engkau.”

Doa di atas merupakan salah satu lafaz ruqyah yang diajarkan dalam Sunnah Nabi. Lafaz “amsaḥil-ba’sa” berarti “hapuskanlah atau usaplah penyakit”, diiringi pengakuan bahwa di tangan Allah-lah letak kesembuhan. Kalimat “bi yadikash-shifā’” berarti “di tangan-Mu (Ya Allah) ada kesembuhan”, menegaskan bahwa hanya Allah yang bisa menyembuhkan segala sakit. Hadits Aisyah menyebutkan bahwa Nabi membacakan doa ini saat meruqyah seseorang yang terkena penyakit atau ‘ain (pandangan hasad). Bahkan terdapat riwayat bahwa Aisyah RA pun pernah menggunakan doa ini ketika meruqyah Nabi SAW saat beliau sakit, dengan meletakkan tangan Nabi dan mengusapkannya ke tubuh beliau demi keberkahannya. Dari doa ini, kita belajar bahwa ikhtiar ruqyah disyariatkan – kita boleh mengusap bagian tubuh yang sakit seraya memohon langsung kepada Allah agar penyakit diangkat. Doa “imsaḥil-ba’sa…” di atas dapat dibaca oleh siapa saja yang merasakan sakit atau ketika meruqyah keluarga yang sakit, sebagai alternatif lafaz dari doa ruqyah sebelumnya. Intinya sama, memohon kesembuhan kepada Allah yang Maha Menyembuhkan, satu-satunya yang bisa menghilangkan penyakit.

Doa Menghilangkan Rasa Sakit (Ajarkan Nabi kepada Utsman bin Abi Al-‘Ash)

Untuk sakit yang dirasakan pada anggota tubuh tertentu (misalnya nyeri atau luka), Rasulullah SAW mengajarkan tata cara khusus berdoa kepada Allah memohon agar rasa sakit hilang. Sahabat Utsman bin Abi Al-‘Ash RA pernah mengadu kepada Nabi tentang rasa sakit di badan yang ia derita sejak masuk Islam. Mendengar hal itu, Rasulullah SAW bersabda: “Letakkan tanganmu di atas tempat yang terasa sakit dari tubuhmu, lalu bacalah Bismillah tiga kali, kemudian bacalah doa ini tujuh kali…”. Doa yang dimaksud Rasulullah adalah:

أَعُوذُ بِاللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaan-Nya dari keburukan apa yang aku rasakan dan aku khawatirkan (daripada penyakit ini).” (Hadis riwayat Muslim, no. 2202).

Sesuai petunjuk Nabi SAW, langkah-langkahnya adalah: letakkan tangan (tangan kanan) di bagian tubuh yang sakit, ucapkan “Bismillâh” tiga kali, lalu bacakan doa “A’ūdzu billāhi wa qudratihi min sharri mā ajidu wa uhādziru” sebanyak tujuh kali. Utsman bin Abi Al-‘Ash RA pun mengikuti petunjuk tersebut, dan atas izin Allah rasa sakitnya hilang. Doa ini adalah bagian dari ruqyah pribadi yang diajarkan Nabi – menggabungkan antara dzikrullah (Bismillah) dan doa perlindungan. Lafaznya mengandung permohonan perlindungan kepada Allah dan kekuasaan-Nya dari kejahatan penyakit yang dirasakan dan dikhawatirkan akan terjadi. Kita dapat mempraktikkan sunnah ini saat mengalami nyeri atau keluhan fisik tertentu: letakkan tangan di area sakit, baca Bismillah (dengan penuh penghayatan akan barakah nama Allah), lalu baca doa di atas tujuh kali. InsyaAllah, dengan izin Allah, keluhan sakit tersebut dapat mereda. Yang terpenting, iringi doa dengan keyakinan akan pertolongan Allah dan kesadaran bahwa usaha batin (doa) harus disertai juga dengan ikhtiar lahir (obat atau konsultasi medis) jika diperlukan.

You might also like