Doa Setelah Membaca Surah Al Mulk: Teks, Makna & Keabsahan

Doa Setelah Membaca Surah Al Mulk: Teks, Makna & Keabsahan

Masjid Ismuhu Yahya – Membaca Surah Al-Mulk adalah salah satu amalan ringan dengan keutamaan luar biasa dalam Islam. Banyak umat Muslim yang rutin membacanya setiap malam, berharap mendapatkan perlindungan dan syafaat di akhirat kelak. Namun, sering muncul pertanyaan: adakah doa spesifik yang dianjurkan setelah membaca Surah Al-Mulk?

Artikel ini akan mengupas tuntas tentang doa yang sering diamalkan setelah Surah Al-Mulk, menyajikan teks lengkapnya dalam bahasa Arab, Latin, dan terjemahan, serta menelusuri asal-usul dan keabsahannya menurut pandangan ulama. Kita juga akan mendalami makna doa tersebut dan bagaimana mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, agar ibadah kita semakin bermakna dan diterima di sisi Allah SWT.

Pengantar: Keutamaan Umum Membaca Surah Al-Mulk

Surah Al-Mulk, yang berarti “Kerajaan”, adalah surah ke-67 dalam Al-Qur’an. Terdiri dari 30 ayat dan tergolong surah Makkiyah, artinya diturunkan di Makkah sebelum hijrahnya Nabi Muhammad SAW ke Madinah. Surah ini sering juga disebut dengan nama lain seperti “Tabaarak” (Maha Suci) atau “Al-Mani’ah” (yang melindungi), karena keutamaannya yang agung.

Kandungan utama Surah Al-Mulk berpusat pada kekuasaan Allah SWT atas seluruh alam semesta, keagungan penciptaan-Nya, serta peringatan bagi manusia akan hari kebangkitan dan balasan amal. Ayat-ayatnya mengajak kita merenungi tanda-tanda kebesaran Allah, mulai dari penciptaan langit, bumi, hingga manusia itu sendiri.

Banyak hadis Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan keutamaan membaca Surah Al-Mulk, terutama sebelum tidur. Salah satu keutamaan yang paling masyhur adalah kemampuannya sebagai penyelamat dari azab kubur dan pemberi syafaat di hari kiamat.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Ada sebuah surah dalam Al-Qur’an yang berisi 30 ayat yang memberi syafaat bagi seseorang sampai dosanya diampuni. Surah ini adalah ‘Berbahagialah Dia yang memiliki kekuasaan di tangannya’.” (HR Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad. Imam Tirmidzi menilai hadis ini hasan).

Dalam riwayat lain, dari Jabir, disebutkan bahwa Rasulullah SAW tidak tidur hingga ia membaca Surah As-Sajdah dan Al-Mulk. (HR Tirmidzi). Ini menunjukkan betapa pentingnya kedua surah ini dalam rutinitas malam Nabi SAW.

Abdullah bin Mas’ud juga meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa membaca: Tabaarakallaahi bi yadihil mulk (yaitu Surah Al-Mulk) setiap malam, Allah akan melindunginya dari siksa kubur. Pada zaman Rasulullah SAW, kami biasa menyebutnya Al-Maani’ah (yang melindungi). Dalam Kitab Allah itu adalah surah yang, siapa pun yang membacanya setiap malam telah berbuat sangat baik.” (HR An-Nasa’i, 6/179; dinilai hasan oleh Al-Albani dalam Sahih al-Targhib wa’l-Tarheeb, 1475).

Keutamaan-keutamaan ini menjadi motivasi utama bagi umat Muslim untuk merutinkan bacaan Surah Al-Mulk setiap malam, sebagai bekal untuk kehidupan di dunia dan akhirat.

Teks Doa Setelah Membaca Surah Al-Mulk (Arab, Latin, dan Artinya)

Setelah memahami betapa besarnya keutamaan Surah Al-Mulk, mari kita fokus pada doa yang sering dianjurkan untuk dibaca setelahnya. Doa ini banyak ditemukan dalam berbagai sumber keislaman, termasuk media daring terkemuka di Indonesia, dan menjadi amalan yang cukup populer.

Berikut adalah teks doa setelah membaca Surah Al-Mulk:

للَّهُمَّ اعْصِمْنِيْ بِالْإِسْلَامِ قَاعِدًا وَرَاقِدًا وَلَا تَشْمُتْ فِيَّ عَدُوًّا وَلَا حَاسِدًا اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ دَابَّةٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا وَأَسْأَلُكَ الْخَيْرَ الَّذِيْ بِيَدِكَ

Allahumma’shimnii bil Islaami qoo’idan wa rooqidan walaa tusymit fiinaa ‘aduwwan walaa haasidan. Allahumma innaa na’uudzu bika min syarri kulli daabbatin anta aakhidzun binaashiyatihaa wa nas-alukal khoirol ladzi biyadika.

“Ya Allah, peliharalah diriku dengan Islam, baik ketika duduk maupun tidur. Janganlah Engkau membuat musuh dan orang yang dengki bergembira karena kesusahanku. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan setiap makhluk yang Engkau pegang ubun-ubunnya. Dan aku memohon kepada-Mu kebaikan yang ada di tangan-Mu.”

Doa ini merupakan permohonan perlindungan dan kebaikan yang komprehensif, mencakup perlindungan dari kejahatan manusia, jin, hingga hewan, serta permohonan agar selalu berada dalam keislaman.

Asal Usul dan Keabsahan Doa Ini: Penjelasan Ulama

Setelah mengetahui teks doa dan keutamaannya, pertanyaan penting selanjutnya adalah: dari mana asal usul doa ini? Apakah ia termasuk doa ma’tsur (yang diajarkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW dengan sanad yang kuat) ataukah doa yang disusun oleh para ulama berdasarkan pemahaman mereka?

Doa “Allahumma’shimnii bil Islaami…” ini memang tidak ditemukan dalam kitab-kitab hadis primer yang masyhur seperti Shahih Bukhari, Shahih Muslim, atau Sunan Empat (Tirmidzi, Abu Dawud, Nasa’i, Ibnu Majah) sebagai doa spesifik yang dibaca setelah Surah Al-Mulk dengan sanad yang kuat dari Nabi SAW.

Namun, doa ini disebutkan dalam beberapa kitab ulama yang diakui, di antaranya:

1. Kitab Wasiatul Mustofa karya Imam Asy Syarani

Kitab ini berisi kumpulan wasiat Rasulullah SAW kepada Ali bin Abi Thalib. Di dalamnya, disebutkan: “Wahai Ali, barangsiapa membaca surat Al Mulk dan setelahnya membaca doa:

اَللَّهُمَّ اعْصِمْنِيْ بِالْإِسْلَامِ قَاعِدًا وَرَاقِدًا وَلَا تَشْمُتْ فِيَّ عَدُوًّا وَلَا حَاسِدًا اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ دَابَّةٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا وَأَسْأَلُكَ الْخَيْرَ الَّذِيْ بِيَدِكَ

maka Allah hindarkan darinya sesuatu yang menyusahkannya, baik dari jin, manusia dan hewan buas.”

2. Kitab Al-Minahus Saniyah ‘ala Al-Washiyah Al-Matbuliyah

Karya lain yang juga memuat doa ini dengan redaksi serupa, merujuk pada keutamaan yang sama.

Analisis Status Doa

Melihat sumber-sumber tersebut, doa ini lebih tepat dikategorikan sebagai doa yang diriwayatkan atau disusun oleh ulama besar (seperti Imam Asy Syarani) berdasarkan pemahaman mereka, atau sebagai wasiat yang sanadnya tidak sekuat hadis-hadis dalam kitab primer. Ini berbeda dengan hadis-hadis tentang keutamaan Surah Al-Mulk yang memiliki sanad hasan atau sahih dan tercatat dalam kitab hadis yang kredibel.

Apakah ini berarti doa tersebut tidak boleh dibaca? Tentu saja tidak.

Dalam Islam, berdoa setelah melakukan amal saleh adalah perbuatan yang sangat dianjurkan. Allah SWT berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

“Dan Rabbmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu’.” (QS. Ghafir: 60).

Ayat ini menunjukkan bahwa berdoa adalah perintah Allah dan Dia akan mengabulkan doa hamba-Nya. Tidak ada larangan untuk berdoa dengan lafaz yang baik dan mengandung permohonan kebaikan serta perlindungan, meskipun lafaz tersebut tidak ma’tsur secara langsung dari Nabi SAW.

Para ulama berpendapat bahwa selama doa tersebut tidak bertentangan dengan syariat, tidak mengandung kesyirikan, dan maknanya baik, maka boleh diamalkan. Doa yang disusun oleh ulama saleh seperti Imam Asy Syarani sering kali mengandung hikmah dan makna yang mendalam, serta selaras dengan ajaran Islam.

Pentingnya di sini adalah membedakan antara sunah ma’tsur yang datang langsung dari Nabi SAW dengan sanad yang kuat, dengan anjuran atau amalan yang berasal dari ulama yang saleh. Keduanya memiliki tempat dalam praktik keagamaan, namun tingkat keutamaannya mungkin berbeda. Mengamalkan doa ini dengan keyakinan bahwa ia adalah permohonan kepada Allah yang baik, bukan karena menganggapnya sebagai hadis shahih secara mutlak, adalah sikap yang bijak.

Cara Mengamalkan Surah Al-Mulk dan Doanya

Setelah memahami keutamaan Surah Al-Mulk dan makna doa setelahnya, kini saatnya membahas cara mengamalkan keduanya agar manfaatnya dapat kita rasakan secara optimal.

1. Waktu Terbaik Membaca Surah Al-Mulk:
Berdasarkan hadis-hadis Nabi Muhammad SAW, waktu terbaik dan paling dianjurkan untuk membaca Surah Al-Mulk adalah setiap malam sebelum tidur. Rasulullah SAW sendiri tidak tidur hingga membaca Surah As-Sajdah dan Al-Mulk. Mengamalkannya di waktu ini memiliki beberapa hikmah:
• Membaca Al-Qur’an sebelum tidur dapat menenangkan hati dan pikiran, mempersiapkan diri untuk beristirahat dengan damai.
• Keutamaan perlindungan dari azab kubur yang disebutkan dalam hadis akan lebih relevan jika dibaca sebelum tidur, karena tidur sering disebut sebagai “mati kecil”.
• Ini juga menjadi bagian dari dzikir dan amalan sunah malam yang dapat mendatangkan pahala berlipat ganda.

2. Kapan Doa Setelahnya Dibaca?
Doa “Allahumma’shimnii bil Islaami…” ini dianjurkan untuk dibaca segera setelah selesai membaca Surah Al-Mulk. Karena doa ini ditemukan dalam kitab ulama sebagai “doa setelah membaca Al-Mulk”, maka waktu pengamalannya pun mengikuti waktu pembacaan surah tersebut, yakni di malam hari sebelum tidur.

3. Pentingnya Istiqamah (Konsisten):
Kunci untuk mendapatkan manfaat maksimal dari amalan ini adalah istiqamah, atau konsisten dalam melaksanakannya. Jadikan membaca Surah Al-Mulk dan doanya sebagai bagian tak terpisahkan dari rutinitas malam Anda. Meskipun terkadang terasa berat atau lelah, usahakan untuk tetap membacanya. Keistiqamahan dalam amal saleh lebih dicintai Allah daripada amal yang banyak namun putus-putus.

4. Memahami Makna dan Tadabbur:
Jangan hanya sekadar melafalkan tanpa memahami. Luangkan waktu sejenak untuk merenungi makna ayat-ayat Surah Al-Mulk dan setiap frasa dalam doanya.
• Saat membaca Surah Al-Mulk, pikirkan tentang kebesaran Allah, penciptaan-Nya, dan peringatan-Nya.
• Saat membaca doa, hadirkan hati Anda saat memohon perlindungan dari kejahatan dan meminta kebaikan dari Allah.
Tadabbur* (merenungkan makna) akan meningkatkan kekhusyukan, memperkuat keimanan, dan menjadikan ibadah lebih hidup.

5. Fleksibilitas Berdoa dengan Bahasa Sendiri:
Jika Anda belum hafal doa “Allahumma’shimnii bil Islaami…” atau merasa kesulitan, jangan berkecil hati. Keutamaan membaca Surah Al-Mulk tetap akan Anda dapatkan. Setelah membaca surah, Anda bisa berdoa dengan bahasa Anda sendiri, memohon perlindungan kepada Allah dari segala keburukan, memohon kebaikan, dan memohon agar senantiasa istiqamah dalam Islam, sebagaimana makna yang terkandung dalam doa tersebut. Berdoa dengan tulus dari hati adalah inti dari ibadah doa.

Mengamalkan Surah Al-Mulk dan doanya secara rutin bukan hanya tentang mengejar pahala, tetapi juga tentang membangun hubungan yang lebih kuat dengan Allah SWT, mencari ketenangan hati, dan memohon perlindungan dari-Nya dalam setiap aspek kehidupan kita. Semoga Allah menerima setiap amalan baik kita.

You might also like