Memahami Shalat Dhuha: Keutamaan, Tata Cara, Doa, dan Manfaat Lengkap

Memahami Shalat Dhuha: Keutamaan, Tata Cara, Doa, dan Manfaat Lengkap

Masjid Ismuhu Yahya – Shalat dhuha merupakan salah satu dari sekian banyak shalat sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan dalam kehidupan sehari-hari. Shalat dhuha ini merupakan shalat yang dikerjakan seseorang bayangan setinggi tombak, sebagai contoh. Serta, batas shalat dhuha ini sebelum masuknya waktu shalat zhuhur. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Abdul Somad saat menjawab pertanyaan salah satu jamaahnya. Dalam artikel kali ini kita akan membahas secara ringkas Memahami Shalat Dhuha: Keutamaan, Tata Cara, Doa Shalat Dhuha, dan Manfaatnya.

Keutamaan Sholat Dhuha

Sholat dhuha merupakan shalat yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Berikut ini beberapa keutamaan dari Sholat dhuha ini :

  1. Sebagai sedekah sendi tubuh
    Hal ini sesuai dengan sabda nabi SAW yang berbunyi :

    “Setiap pagi, setiap sendi anggota tubuh kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah. Setiap tahmid adalah sedekah. Setiap tahlil adalah sedekah. Setiap takbir adalah sedekah. Amar ma’ruf adalah sedekah. Nahi munkar adalah sedekah. Semua itu bisa diwakili dengan 2 rakaat salat Duha.” (H.R. Ahmad, Muslim, dan Abu Daud)

    Berdasarkan pada hadits ini Imam Nawawi mengambil hukum bahwa shalat dhuha bisa dikerjakan minimal 2 rakaat.
    وفيه دليل على عظم فضل الضحى وكبير موقعها، وأنها تصح ركعتين
    Dalam hadits ini menjelaskan keutamaan shalat dhuha dan besar manfaatnya, dan dibolehkan melaksanakannya dengan 2 rakaat saja.

  2. Memberikan kecukupan dalam kehidupan
    Sholat dhuha yang dikerjakan diawal hari menjadi salah satu media yang permohonan rezeki kepada sang maha agung. Dan ini menjadi janji Allah dalam sebuah hadits Qudsi, Na’im bin Hammar berkata,

    “Aku mendengar Rasulullah berkata: Allah berfirman, ‘Wahai Anak adam, janganlah sekali-sekali engkau malas melakukan shalat empat rakaat pada pagi hari (shalat dhuha) karena akan kucukupi kebutuhanmu hingga sore hari’.” (HR Ahmad)

  3. Dijauhkan dari siksaan api neraka
    “barangsiapa melakukan shalat fajar, kemudian ia tetap duduk ditempat shalatnya sambal berdzikir hingga matahari terbit kemudia ia melaksanakan shalat dhuha sebanyak dua rakaat, niscaya allah swt akan mengharamkan api neraka untuk menyentuh atau membakar tubuhnya.” (HR Al-Baihaqi)

Tata Cara Pelaksanaan Sholat Dhuha

Dalam pelaksanaan Sholat Dhuha tidak ada berbeda dengan sholat fardhu pada umumnya, yang mana dimulai dengan takbiratul ihram dan akan diakhiri dengan salam. Berikut ini tata cara sholat dhuha yang kami rangkum dari berbagai sumber :

  1. Niat
    Membaca niat baiknya dibaca berbarengan dengan takbiratul ihram, dan adapun lafazh niat yang diucapkan sebagai berikut :
    أُصَلِّى سُنَّة الضحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْ~تَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
    Usholli sunnatadh dhuha rak’ataini mustaqbilal qiblati ada-an lillahi ta-‘ala
    Artinya :
    “Aku niat sholat sunah Dhuha 2 rakaat karena Allah”
  2. Membaca doa Iftitah
  3. Membaca surah Al Fatihah
  4. Membaca salah satu surah dari Al Qur’an, Lebih utama pada rakaat pertama untuk membaca surah Asy Syams dan rakaat kedua membaca surah Al Lail.
  5. Ruku’ dan membaca tasbih sebanyak 3 kali
  6. I’tidal dan membaca bacaannya
  7. Sujud pertama dan membaca tasbih sebanyak 3 kali
  8. Duduk diantara dua sujud dan membaca bacaannya
  9. Sujud kedua dan membaca tasbih tiga kali
  10. Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian Tasyahhud akhir setelah selesai maka membaca salam dua kali. Rakaat-rakaat selanjutnya dilakukan sama seperti contoh diatas.

Doa Sholat Dhuha

اللهمَّ إنّ الضحاء ضحاؤك، والبهاء بهاؤك، والجمال جمالك، والقوة قوّتك، والقدرة قدرتك

اللهمَّ إن كان رزقي في السماء فأنزله، وإن كان في الأرض فأخرجه، وإن كان بعيداً فقرّبه، وإن كان قريباً فيسّره، وإن كان حراماً فطهّره، وإن كان قليلاً فكثّره، وإن كان كثيراً فبارك لي فيه

اللهمَّ بحقّ ضحائك وبهائك وجمالك وقوّتك وقدرتك آتني ما آتيت به عبادك الصالحين يا رب العالمين

“Allaahumma innad dhuhaa a dhuhaauka, wal bahaa a bahaauka, wal-jamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka, wal-qudrota qudratuka, wal-’ishmata ‘ishmatuka. Allahumma In kaana rizqii fissamaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil-ardhi fa akhrijhu, wa in kaana mu’siran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa thahhirhu, wa in kaana ba’iidan fa qorribhu, bi haqqi dhuhaaika wa bahaaika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika wa ‘ismatika, Atinii maa aataita ‘ibaadakas shoolihiin”.

ِArtinya :

“Ya Allah, bahwasanya waktu Dhuha itu adalah waktu Dhuha-Mu, keindahan itu keindahan-Mu, kecantikan ialah kecantikan-Mu, kekuatan itu kekuatan-Mu, kekuasaan itu kekuasaan-Mu dan perlindungan itu perlindungan-Mu”. “Ya Allah, jika rezekiku masih di atas langit, turunkanlah dan jika ada di dalam bumi , keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu Dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang shaleh”.

Dalam hadits lain, Dari ‘Aisyah RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW selesai shalat Dhuha, beliau mengucapkan,

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمِ

“ALLOHUMMAGHFIR-LII WA TUB ‘ALAYYA, INNAKA ANTAT TAWWABUR ROHIIM

Artinya:

Ya Allah, ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang) sampai beliau membacanya seratus kali.” (HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad, no. 619)

 

 

You might also like