Dua Kejelekan Orang Kikir: Bahaya Sifat Pelit dalam Islam - Masjid Ismuhu Yahya

Dua Kejelekan Orang Kikir: Bahaya Sifat Pelit dalam Islam

Masjid Ismuhu Yahya – Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melihat dua tipe manusia. Ada yang ringan tangan membantu, mudah berbagi, dan senang melihat orang lain bahagia. Namun ada pula yang berat mengeluarkan harta, selalu merasa kurang, dan takut hartanya berkurang.

Padahal, harta hanyalah titipan. Jabatan hanyalah amanah. Dan kenikmatan hanyalah ujian.

Lebih-lebih di bulan Ramadhan. Bulan ini adalah bulan berbagi. Bulan empati. Bulan kepedulian. Rasulullah ﷺ adalah teladan terbaik dalam hal ini. Beliau adalah manusia paling dermawan. Bahkan dalam riwayat sahih disebutkan bahwa kedermawanan beliau di bulan Ramadhan lebih deras daripada angin yang berhembus.

Maka pada kesempatan ini, kita akan membahas dua kejelekan orang kikir yang harus kita jauhi bersama.

A. Dermawan adalah Akhlak Rasulullah ﷺ

Jamaah yang dimuliakan Allah…

Salah satu akhlak agung Rasulullah ﷺ adalah dermawan. Beliau tidak pernah takut miskin karena memberi. Beliau yakin bahwa Allah adalah Ar-Razzaq, Maha Pemberi Rezeki.

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa harta tidak akan berkurang karena sedekah. Justru Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik.

Di bulan Ramadhan, kedermawanan menjadi lebih utama. Karena pahala dilipatgandakan. Empati kepada fakir miskin semakin terasa. Dan hati menjadi lebih lembut.

Sebaliknya, sifat kikir adalah penyakit hati yang berbahaya.

B. Kejelekan Pertama: Memerintahkan Kebakhilan

Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an:

ٱلَّذِينَ يَبْخَلُونَ وَيَأْمُرُونَ ٱلنَّاسَ بِٱلْبُخْلِ

Ayat lengkapnya:

ٱلَّذِينَ يَبْخَلُونَ وَيَأْمُرُونَ ٱلنَّاسَ بِٱلْبُخْلِ وَيَكْتُمُونَ مَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ ۗ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَـٰفِرِينَ عَذَابًا مُّهِينًا

Artinya:
“(Yaitu) orang-orang yang kikir dan menyuruh orang lain berbuat kikir, serta menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Dan Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir azab yang menghinakan.”

Perhatikan baik-baik.

Kejelekan pertama orang kikir bukan hanya pelit pada dirinya. Tetapi lebih parah, ia mengajak orang lain untuk pelit.

Ketika ada orang ingin bersedekah, ia berkata,
“Ngapain sedekah banyak-banyak?”
“Simpen aja buat diri sendiri.”
“Zaman sekarang susah.”

Ucapan seperti ini tampak biasa. Namun di sisi Allah, ini adalah dosa besar. Karena ia bukan hanya merusak dirinya, tetapi juga menghalangi orang lain dari kebaikan.

Jamaah sekalian…

Orang dermawan mengajak orang lain untuk berbagi.
Orang kikir justru mengajak orang lain untuk menahan.

Ini perbedaan mentalitas orang beriman dan orang yang sakit hatinya.

C. Kejelekan Kedua: Menyembunyikan Kenikmatan

Masih dalam ayat yang sama, Allah menyebutkan kejelekan berikutnya:

وَيَكْتُمُونَ مَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ

Artinya:
“Mereka menyembunyikan apa yang telah Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya.”

Sementara itu, Allah juga berfirman:

وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

(QS. Adh-Dhuha: 11)

Artinya:
“Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah engkau menyebut-nyebutnya.”

Apa maksudnya?

Bukan pamer. Bukan riya. Tetapi menampakkan nikmat dengan rasa syukur.

Orang kikir tidak suka orang tahu ia punya harta. Ia sembunyikan nikmatnya. Ia tidak mau orang lain berharap bantuannya. Bahkan terkadang ia tampak seperti orang kekurangan padahal ia berkelapangan.

Ini penyakit hati.

Nikmat yang Allah beri seharusnya melahirkan syukur. Syukur melahirkan berbagi. Dan berbagi melahirkan keberkahan.

Sebaliknya, menyembunyikan nikmat karena takut berbagi menunjukkan hati yang sempit.

Jamaah yang dimuliakan Allah…

Harta yang disimpan akan habis.
Harta yang dibelanjakan di jalan Allah akan kekal menjadi pahala.

Mari kita amalkan satu hal sederhana mulai hari ini:

Sisihkan minimal sebagian kecil harta kita setiap pekan untuk sedekah, meskipun sedikit.

Jangan tunggu kaya. Jangan tunggu lapang. Biasakan tangan memberi agar hati tidak mengeras.

Karena tangan di atas lebih mulia daripada tangan di bawah.

اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ الْبُخْلِ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْمُتَصَدِّقِينَ الْمُخْلِصِينَ، وَارْزُقْنَا قَلْبًا سَخِيًّا وَنَفْسًا مُطْمَئِنَّةً

Ya Allah, bersihkan hati kami dari sifat kikir. Jadikan kami hamba-hamba yang gemar bersedekah dengan ikhlas. Anugerahkan kepada kami hati yang lapang dan jiwa yang tenang.

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

You might also like