Kumpulan Hadits Tentang Qurban: Panduan Lengkap & Mudah Dipahami - Masjid Ismuhu Yahya

Kumpulan Hadits Tentang Qurban: Panduan Lengkap & Mudah Dipahami

Masjid Ismuhu Yahya – Ibadah Qurban sebagai manifestasi pengorbanan Nabi Ibrahim AS dalam membuktikan keimanannya pada mimpi yang didapatkan selama kurang lebih 3 hari berturut-turut. Ibadah yang dilaksanakan bertepatan dengan pelaksanaan Hari Raya Idul Adha dan hari-hari Tasyrik. Banyak sekali yang mencari tahu lebih dalam mengenai hadits tentang qurban, untuk memahami dengan jelas dasar-dasar ibadah ini.

Qurban, selain sebagai bentuk pengorbanan, juga memiliki banyak nilai yang terkandung dalam hadits yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai hadits tentang qurban, maknanya, serta panduan pelaksanaan qurban yang benar sesuai ajaran Islam.

Hadits Tentang Qurban

Ada banyak hadits tentang qurban yang menjelaskan tentang keutamaan, tata cara, dan hikmah di balik pelaksanaan ibadah ini. Berikut adalah beberapa hadits yang perlu kita ketahui:

  1. Hadits yang diriwayatkan Ummi Salamah RAH bahwasanya Nabi Muhammad SAW bersabda :
    إذا دَخَلَتِ الْعَشْرُ، وأراد أحدكم أن يضحي، فلا يمس من شعره وبشره شيأ
    “Jika hari kesepuluh telah tiba, dan salah satu di antara kalian ingin menyembelih Kurban, maka jangan menyentuh (memotong) apa pun dari rambut pada kulit kalian. (HR Muslim, nomor 1977)
  2. Hadits Riwayat Anas RA beliau mengatakan bahwa Rasulullah SAW
    ضَحَّى النَّبِيُّ ﷺ بِكَبۡشَيۡنِ أَمۡلَحَيۡنِ، فَرَأَيۡتُهُ وَاضِعًا قَدَمَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا، يُسَمِّي وَيُكَبِّرُ، فَذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ
    “Nabi SAW berkurban dengan dua kambing kibas yang amlah (berwarna putih ada sedikit hitam). Aku melihat beliau meletakkan telapak kaki beliau di atas sisi tubuh kambing itu. Beliau membaca bismillah dan bertakbir lalu menyembelih kedua kambing itu dengan tangan beliau sendiri.” (HR Bukhari 5558 & HR Muslim 1966)
  3. Hadits Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda
    مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا
    “Barangsiapa yang memiliki kelapangan (rezeki) dan dia tidak berkurban, maka jangan dekati tempat shalat kami.” (HR. Ibnu Majah No. 3123, Al Hakim No. 7565, Ahmad No. 8273, Ad Daruquthni No. 53)
  4. Hadits dari Aisyah RA, Nabi SAW bersabda:
    مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ، إِنَّهُ لَيَأْتِي يَوْمَ القِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلاَفِهَا، وَأَنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ مِنَ الأَرْضِ، فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا
    Tidak ada suatu amalan yang dikerjakan anak Adam pada hari Nahr (Idul Adha) yang lebih dicintai oleh Allah dari mengalirkan darah (hewan qurban). Sesungguhnya hewan qurban itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kukunya. Dan sesungguhnya darah hewan qurban telah terletak di suatu tempat di sisi Allah sebelum jatuh ke tanah. Karenanya, lapangkanlah jiwa kalian untuk melakukannya.” (HR. Tirmidzi no. 1493, Ibnu Majah no. 3126)
  5. Dari Al-Barra’ bin ‘Azib RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda:
    إِنَّ أَوَّلَ مَا نَبْدَأُ بِهِ فِي يَوْمِنَا هَذَا أَنْ نُصَلِّيَ، ثُمَّ نَرْجِعَ فَنَنْحَرَ، فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَقَدْ أَصَابَ سُنَّتَنَا، وَمَنْ ذَبَحَ قَبْلُ فَإِنَّمَا هُوَ لَحْمٌ قَدَّمَهُ لأَهْلِهِ لَيْسَ مِنَ النُّسُكِ فِي شَيْءٍ
    Artinya: “Sesungguhnya yang pertama kali kita lakukan pada hari ini (Idul Adha) adalah kita shalat, kemudian kita kembali lalu menyembelih (hewan qurban). Barangsiapa melakukan hal itu, maka ia telah مطابق dengan sunnah kami. Dan barangsiapa menyembelih sebelum (shalat Id), maka itu hanyalah daging yang ia persembahkan untuk keluarganya, bukan termasuk ibadah qurban sedikit pun.” (HR. Bukhari no. 5545 dan Muslim no. 1961).
  6. Dari Jubair bin Muth’im RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda:
    كُلُّ أَيَّامِ التَّشْرِيقِ ذَبْحٌ
    Artinya: “Seluruh hari-hari Tasyrik adalah waktu untuk menyembelih (qurban).” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, dan Al-Baihaqi. Sanadnya dinilai shahih atau hasan oleh sebagian ulama).
  7. Dari Jabir bin Abdillah RA, Rasulullah SAW bersabda:
    لاَ تَذْبَحُوا إِلاَّ مُسِنَّةً إِلاَّ أَنْ يَعْسُرَ عَلَيْكُمْ فَتَذْبَحُوا جَذَعَةً مِنَ الضَّأْنِ
    Artinya: “Janganlah kalian menyembelih kecuali musinnah (hewan yang telah cukup umur). Kecuali jika sulit bagi kalian (mendapatkannya), maka sembelihlah jadza’ah (domba muda) dari jenis domba.” (HR. Muslim no. 1963).
  8. Dari Al-Barra’ bin ‘Azib RA, ia berkata, Rasulullah SAW berdiri di tengah-tengah kami lalu bersabda:
    أَرْبَعٌ لاَ تَجُوزُ فِي الضَّحَايَا: الْعَوْرَاءُ الْبَيِّنُ عَوَرُهَا، وَالْمَرِيضَةُ الْبَيِّنُ مَرَضُهَا، وَالْعَرْجَاءُ الْبَيِّنُ ظَلْعُهَا، وَالْكَسِيرَةُ الَّتِي لاَ تُنْقِي
    Artinya: “Ada empat macam hewan yang tidak boleh dijadikan qurban: (1) yang buta sebelah matanya dan jelas kebutaannya, (2) yang sakit dan jelas sakitnya, (3) yang pincang dan jelas kepincangannya, (4) dan yang kurus kering hingga tidak bersumsum tulangnya.” (HR. Tirmidzi no. 1497, Abu Dawud no. 2802, An-Nasa’i no. 4370, Ibnu Majah no. 3144. Hadits ini shahih).
  9. Dari Salamah bin Al-Akwa’ RA, Nabi SAW bersabda:
    كُلُوا وَأَطْعِمُوا وَادَّخِرُوا
    Artinya: “Makanlah, berilah makan (kepada fakir miskin), dan simpanlah.” (HR. Bukhari no. 5569).
  10. Dari Ali bin Abi Thalib RA, ia berkata:
    أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَقُومَ عَلَى بُدْنِهِ وَأَنْ أَتَصَدَّقَ بِلَحْمِهَا وَجُلُودِهَا وَأَجِلَّتِهَا وَأَنْ لاَ أُعْطِيَ الْجَازِرَ مِنْهَا شَيْئًا. قَالَ: نَحْنُ نُعْطِيهِ مِنْ عِنْدِنَا
    Artinya: “Rasulullah SAW memerintahkanku untuk mengurusi unta-unta qurbannya, menyedekahkan dagingnya, kulitnya, dan pakaian penutup punggungnya (jika ada), dan aku tidak boleh memberikan sedikit pun dari (hewan qurban) itu kepada tukang jagal (sebagai upah). Beliau bersabda: ‘Kami akan memberinya (upah) dari harta kami sendiri.'” (HR. Bukhari no. 1717 dan Muslim no. 1317).

Hikmah dan Manfaat Ibadah Qurban

Selain pahala yang besar, ibadah qurban mengandung banyak hikmah dan manfaat, baik secara spiritual maupun sosial, yang selaras dengan pesan-pesan dalam hadits tentang qurban:

  1. Meningkatkan Ketakwaan: Qurban adalah wujud ketaatan dan ketundukan kepada perintah Allah SWT, yang merupakan inti dari takwa.
  2. Meneladani Nabi Ibrahim AS: Mengingat dan meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan kesabaran Nabi Ismail AS.
  3. Ungkapan Rasa Syukur: Sebagai bentuk syukur atas nikmat rezeki yang telah Allah berikan.
  4. Solidaritas Sosial: Mempererat tali persaudaraan dan kasih sayang antar sesama Muslim, terutama dengan berbagi daging qurban kepada fakir miskin dan mereka yang membutuhkan.
  5. Membersihkan Harta dan Jiwa: Qurban dapat menjadi sarana untuk membersihkan harta dari hak-hak orang lain yang mungkin tercampur dan membersihkan jiwa dari sifat kikir.
  6. Syiar Islam: Menampakkan syiar Islam dan keagungan ajaran-Nya.

 

You might also like