Jumlah Nabi dan Rasul dalam Islam Menurut Al-Qur’an & Hadis

Jumlah Nabi dan Rasul dalam Islam Menurut Al-Qur’an & Hadis

Masjid Ismuhu Yahya – Mengetahui jumlah nabi dan rasul dalam islam sering membuat banyak orang penasaran: berapa sebenarnya jumlah nabi dan rasul, mengapa yang kita kenal hanya 25, dan apa bedanya nabi dengan rasul. hal ini menjadi penting karena merupakan salah satu bentuk rukun iman yaitu iman kepada para nabi dan rasul. Dengan memahami jumlah dan rasul dengan benar bisa menambah keimanan dan ketakwaan sehari-hari. Artikel kali ini akan membahas jumlah nabi dan rasul ditinjau dari sisi Al Qur’an dan Hadits nabi SAW, serta tugas-tugas mereka.

Landasan Jumlah Nabi dan Rasul

Jika kita menelisik Al Qur’an tidak menyebutkan dengan jelas angka jumlah nabi dan rasul, tetapi menegaskan bahwa yang disebutkan namanya hanya sebagian saja. Dalam salah satu ayat, Allah menyebut ada rasul‑rasul yang diceritakan kepada Nabi Muhammad dan ada pula yang tidak diceritakan.

Artinya, dari sisi akidah, kita wajib meyakini bahwa nabi dan rasul itu banyak, jauh lebih banyak dari nama yang kita kenal, meskipun kita tidak tahu angka pastinya secara tegas dari Al‑Qur’an. Penjelasan tentang angka jumlah nabi dan rasul lebih rinci dijelaskan dalam hadis‑hadis Nabi Muhammad ﷺ.

Beberapa riwayat hadis menyebut angka tertentu terkait jumlah nabi dan rasul. Di antara yang paling sering dikutip adalah hadis yang menyebut angka 124.000 nabi dan lebih dari 300 rasul.

  1. Dalam satu riwayat dari Abu Dzar, Rasulullah ﷺ menjawab pertanyaan tentang jumlah nabi:
    “Aku mendatangi Rasulullah SAW saat beliau sedang berada di dalam masjid, beliau bersabda: Aku bertanya lagi, ‘Siapa Nabi yang pertama?’ Beliau menjawab, ‘Adam.’ Aku bertanya lagi, ‘Nabi yang bagaimanakah ia wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Seorang Nabi yang diajak berbicara langsung oleh Allah.’ Aku bertanya lagi, ‘Berapa jumlah rasul yang diutus wahai Rasulullah SAW?’ Beliau menjawab, ‘Tiga ratus lima belas, suatu jumlah yang sangat banyak.'” (HR Ahmad)
  2. Dalam riwayat lain dari Abu Umamah yang diriwayatkan Imam Ahmad, disebutkan:
    Dari Abu Umamah, dia berkata: Rasulullah sholallohu ‘alaihi was sallam pernah duduk di dalam masjid…
    Dia (Abu Umamah) berkata: Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, berapa seluruh bilangan para Nabi?”
    Beliau menjawab: “Seratus dua puluh empat ribu (124.000). Para Rasul dari (jumlah) itu, tiga ratus lima belas (315) banyaknya”.

    (HR. Ahmad, no. 22288. Sanad hadits ini lemah, tetapi memiliki penguat-penguat, sehingga dimasukkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Silsilah Ash-Shohihah, no. 2668).

Sebagian ulama menyebut bahwa ada perbedaan riwayat mengenai angka rasul: ada yang menyebut 313, ada yang menyebut 314, dan ada yang menyebut 315. Namun, semua angka ini tetap menunjukkan satu hal yang sama: jumlah nabi dan rasul sangat banyak, tidak hanya puluhan atau ratusan, tetapi mencapai ribuan bahkan ratusan ribu.

Para ulama berbeda pendapat tentang status hadis angka 124.000 nabi dan lebih dari 300 rasul. Ada yang menilainya hasan atau dapat diterima sebagai penguat, ada yang menilainya lemah, namun banyak buku akidah dan kajian populer yang tetap menyebut angka ini sebagai gambaran besarnya jumlah nabi dan rasul.

Karena Al‑Qur’an tidak menyebut angka secara eksplisit, sebagian ulama mengatakan bahwa yang paling penting bagi kita adalah keyakinan bahwa jumlah nabi dan rasul itu sangat banyak, sementara detail angka tidak menjadi pokok akidah. Yang wajib diyakini secara pasti adalah:

  • Ada banyak nabi dan rasul yang diutus.
  • Sebagian disebutkan namanya dalam Al‑Qur’an, sebagian lainnya tidak.

Mengapa kita hanya mengenal 25 nabi dan rasul?

Dalam pelajaran agama di sekolah dan kajian di masjid, kita diajarkan bahwa ada 25 nabi dan rasul yang wajib diketahui namanya oleh setiap Muslim. Angka 25 ini diambil dari nama‑nama nabi dan rasul yang disebut secara jelas di dalam Al‑Qur’an.

Beberapa sumber menjelaskan bahwa nama‑nama tersebut tersebar di berbagai surah, misalnya dalam surah Al‑Baqarah, Ali Imran, Al‑An’am, Maryam, dan lain‑lain. Para ulama kemudian menyusun daftar 25 nabi dan rasul dari ayat‑ayat tersebut untuk memudahkan umat belajar dan menghafalnya.

Jadi, 25 nabi dan rasul bukan berarti hanya mereka yang diutus oleh Allah, tetapi mereka adalah nama‑nama yang secara tegas disebutkan dalam Al‑Qur’an dan karenanya wajib kita imani satu per satu.

Berikut 25 nabi dan rasul yang namanya disebut dalam Al Qur’an dan wajib kita imani:

  1. Nabi Adam AS
  2.  

    Nabi Idris AS

  3.  

    Nabi Nuh AS

  4.  

    Nabi Hud AS

  5.  

    Nabi Saleh AS

  6.  

    Nabi Ibrahim AS

  7.  

    Nabi Luth AS

  8.  

    Nabi Ismail AS

  9.  

    Nabi Ishaq AS

  10.  

    Nabi Ya’qub AS

  11.  

    Nabi Yusuf AS

  12.  

    Nabi Syu’aib AS

  13.  

    Nabi Ayyub AS

  14.  

    Nabi Dzulkifli AS

  15.  

    Nabi Musa AS

  16.  

    Nabi Harun AS

  17.  

    Nabi Dawud AS

  18.  

    Nabi Sulaiman AS

  19.  

    Nabi Ilyas AS

  20.  

    Nabi Ilyasa AS

  21.  

    Nabi Yunus AS

  22.  

    Nabi Zakaria AS

  23.  

    Nabi Yahya AS

  24.  

    Nabi Isa AS

  25.  

    Nabi Muhammad SAW

Nama‑nama ini banyak diajarkan kepada anak‑anak Muslim sejak kecil, sebab termasuk bagian dasar dari rukun iman kepada para rasul Allah. Menghafal dan mengenali kisah mereka akan membantu kita mengambil pelajaran moral, seperti kesabaran, kejujuran, keteguhan tauhid, dan keberanian dalam menyampaikan kebenaran.

Ketika kita mendengar bahwa jumlah nabi dan rasul mencapai ratusan ribu, kita bisa membayangkan betapa panjangnya sejarah bimbingan ilahi kepada manusia. Dari Nabi Adam AS sebagai manusia pertama hingga Nabi Muhammad SAW sebagai penutup para nabi, semua diutus untuk mengajak manusia menyembah Allah semata dan menjauhi kesesatan.

Memahami jumlah nabi dan rasul, mengenal 25 nama yang wajib diketahui, serta menyadari perbedaan tugas di antara mereka, seharusnya membuat kita semakin cinta kepada ajaran Islam dan semakin sungguh‑sungguh mengikuti teladan Rasulullah Muhammad SAW. Dengan demikian, ilmu tentang jumlah nabi dan rasul bukan sekadar pengetahuan, tetapi bagian dari upaya menguatkan tauhid dan menapaki jalan hidup yang diridhai Allah.

 

 

You might also like