Keutamaan Membaca Surah Ar Rahman: Manfaat Dunia & Akhirat

Keutamaan Membaca Surah Ar Rahman: Manfaat Dunia & Akhirat

Masjid Ismuhu Yahya – Keutamaan membaca Surah Ar Rahman sudah lama dikenal di kalangan umat Islam. Surah ke-55 dalam Al-Qur’an yang bernama Ar-Rahman (Yang Maha Pemurah) ini bahkan dijuluki sebagai “Arūs Al-Qur’ān” atau pengantin Al-Qur’an, menunjukkan keistimewaannya. Isi kandungan Surah Ar-Rahman menekankan betapa banyak nikmat yang Allah SWT berikan kepada hamba-hamba-Nya, baik di dunia maupun di akhirat. Umat Islam meyakini bahwa rutin membaca Surah Ar-Rahman dapat mendatangkan berbagai manfaat spiritual dan kebaikan, mulai dari menumbuhkan rasa syukur hingga mendapat syafaat di hari kiamat. Beragam hadis Nabi Muhammad SAW pun menyebutkan keutamaan membaca surah ini. Artikel ini akan mengulas keutamaan-keutamaan tersebut dengan bahasa yang mudah dipahami.

Keutamaan Membaca Surah Ar Rahman

Berikut ini beberapa keutamaan membaca Surah Ar-Rahman yang disebutkan dalam berbagai hadis dan sumber Islam:

1. Menumbuhkan Rasa Syukur

Membaca Surah Ar-Rahman dapat menumbuhkan rasa syukur dalam hati pembacanya. Setiap kali membaca ayat “Fabi ayyi ālā’i Rabbikumā tukażżibān” yang artinya “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”, kita diingatkan bahwa begitu banyak nikmat Allah yang telah diberikan kepada kita. Ayat yang berulang kali disebut dalam surah ini berfungsi sebagai pertanyaan retoris agar kita menyadari betapa luas karunia Allah SWT dan tidak ada satu pun nikmat-Nya yang patut kita ingkari. Dengan merenungkan arti ayat tersebut, hati akan terpenuhi oleh syukur atas segala rahmat Allah. Hal ini sejalan dengan hadis yang menyebutkan bahwa

“Barangsiapa membaca Surah Ar-Rahman niscaya Allah merahmati kelemahannya dan ia telah menjalankan rasa syukur atas nikmat Allah padanya”

Artinya, membaca surah ini membantu kita menyadari keterbatasan diri, mensyukuri nikmat sekecil apa pun, dan menjauhkan diri dari sifat kufur nikmat. Semakin sering Surah Ar-Rahman dibaca dengan penuh penghayatan, semakin tertancap rasa syukur dalam hati sehingga kita selalu ingat untuk berterima kasih kepada Allah atas setiap karunia yang kita terima.

2. Meninggal dalam Keadaan Syahid

Salah satu keutamaan luar biasa dari membaca Surah Ar-Rahman adalah kemungkinan wafat dalam keadaan syahid (mati syahid) apabila setelah membacanya seseorang kemudian meninggal dunia. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadis Rasulullah SAW:

“Barang siapa membaca Ar-Rahman, dan ketika membaca kalimat fabiayyi aala’i rabbikuma tukadzibaan ia mengucapkan: ‘Tidak ada satupun nikmat-Mu, ya Tuhanku, yang aku dustakan’, maka jika ia membacanya di malam hari lalu meninggal, matinya seperti mati syahid; dan jika ia membacanya di siang hari lalu meninggal, matinya seperti mati syahid.”

Hadis yang diriwayatkan Imam Ja’far tersebut menunjukkan betapa besar fadhilah Surah Ar-Rahman – hingga orang yang rutin membacanya dengan penuh penghayatan dan pengakuan atas nikmat Allah akan diberikan pahala syahid jika ajal menjemputnya tak lama setelah itu. Tentu, mati syahid di sini adalah karunia dari Allah SWT bagi hamba-Nya yang selalu bersyukur dan mengingat-Nya. Keutamaan ini mendorong kita untuk membiasakan membaca Surah Ar-Rahman, terutama pada waktu malam sebelum tidur ataupun di siang hari, seraya menghayati maknanya. Dengan demikian, kita berharap memperoleh akhir hidup yang mulia di sisi Allah SWT seperti para syuhada.

3. Mendapat Rahmat dan Ridha Allah SWT

Keutamaan berikutnya adalah memperoleh rahmat dan ridha Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda,

“Barangsiapa membaca Surah Ar-Rahman, Allah akan menyayangi kelemahannya dan meridhai nikmat yang dikaruniakan padanya.”

Ini berarti orang yang rutin membaca Surah Ar-Rahman akan disayang oleh Allah meskipun ia memiliki banyak kelemahan atau kekurangan sebagai manusia, dan Allah akan meridhai (merestui) nikmat-nikmat yang telah diberikan kepadanya. Ridha Allah adalah tanda bahwa Allah berkenan dan menerima amal perbuatan hamba-Nya. Dengan membaca Surah Ar-Rahman, seorang hamba berusaha mengingat dan mensyukuri nikmat Allah, sehingga Allah pun memberikan rahmat (kasih sayang) dan ridha-Nya sebagai balasan.

Keutamaan ini tentu sangat didambakan oleh setiap Muslim, karena rahmat dan ridha Allah merupakan kunci kebahagiaan dunia dan akhirat. Ketika Allah telah sayang dan ridha kepada hamba-Nya, maka hidupnya akan dipenuhi keberkahan, dijaga dari keburukan, dan di akhirat kelak insyaAllah mendapat tempat yang mulia. Oleh sebab itu, membaca Surah Ar-Rahman dengan ikhlas dapat menjadi sarana untuk mendekatkan diri pada rahmat Allah dan menggapai ridha-Nya.

4. Dijanjikan Masuk Surga Firdaus

Membaca Surah Ar-Rahman juga dikaitkan dengan dijanjikannya masuk ke Surga Firdaus, surga tertinggi di akhirat. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Al-Baihaqi dari Aisyah ra., Rasulullah SAW bersabda:

“Pembaca surat Al-Hadid, surat Al-Waqi’ah, dan surat Ar-Rahman akan diseru di alam malaikat langit dan bumi dengan sebutan: ‘Penghuni Surga Firdaus’.”

Hadis tersebut menggambarkan bahwa orang-orang yang membiasakan membaca Surah Ar-Rahman (disertai pula dengan surah Al-Hadid dan Al-Waqi’ah) akan dikenal di langit sebagai calon penghuni surga tertinggi. Tentu saja, hal ini merupakan motivasi yang sangat besar bagi kita untuk mengamalkan surah ini secara rutin. Gelar “penghuni Surga Firdaus” menunjukkan keutamaan yang luar biasa, karena Surga Firdaus adalah tingkatan surga yang tertinggi yang dijanjikan Allah bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan beramal saleh.

Meski setiap amal kebaikan pada dasarnya dapat mengantarkan ke surga atas izin Allah, namun membaca dan mengamalkan surah-surah tertentu seperti Ar-Rahman bisa menjadi amal unggulan yang diharapkan mendatangkan kemuliaan khusus di akhirat. Dengan mengetahui janji ini, kita semakin termotivasi untuk tidak melewatkan membaca Surah Ar-Rahman, baik di waktu pagi, petang, maupun di sela-sela kesibukan kita, sebagai bentuk investasi akhirat yang bernilai tinggi.

5. Mendapat Syafaat pada Hari Kiamat

Salah satu keutamaan paling istimewa dari Surah Ar-Rahman adalah bahwa surah ini akan memberikan syafaat (pertolongan) kepada pembacanya pada hari kiamat kelak. Terdapat riwayat yang menjelaskan bahwa di yaumul qiyamah (hari kebangkitan), Surah Ar-Rahman akan datang menemui orang yang rajin membacanya, dalam rupa sebaik-baik manusia dengan aroma yang paling harum. Rasulullah SAW bersabda:

“Jangan tinggalkan membaca Surah Ar-Rahman, bangunlah malam dengannya. … Kamu akan menjumpai Tuhan bersama surah itu pada hari kiamat, wujudnya seperti manusia paling indah dan beraroma paling harum… Pada saat itu Allah berfirman: Siapakah di dunia yang sering bangun malam dan tekun membaca (Surah Ar-Rahman)? Surah itu menjawab: Ya Rabb, Fulan bin Fulan. Lalu wajah orang-orang itu menjadi putih berseri. Kemudian dikatakan kepada mereka: Berilah syafaat kepada orang-orang yang kalian cintai. Maka mereka pun memberi syafaat… lalu dikatakan kepada mereka: Masuklah kalian ke surga, dan tinggallah di dalamnya sesuka kalian.”

Riwayat yang panjang ini menggambarkan betapa Surah Ar-Rahman akan menjadi pembela bagi pembacanya di akhirat nanti. Surah ini seolah-olah memohonkan ampun dan pertolongan untuk orang yang selalu membaca dan mengamalkannya, sehingga Allah SWT mengizinkan orang tersebut memberi syafaat (pertolongan) kepada orang-orang yang dicintainya, dan akhirnya memasukkannya ke dalam surga. Keutamaan luar biasa ini mengajarkan bahwa membaca Al-Qur’an di waktu malam (terutama Surah Ar-Rahman) dengan tekun dapat menjadi penyelamat kita di akhirat. Oleh karena itu, Rasulullah SAW menganjurkan agar kita tidak meninggalkan membaca Surah Ar-Rahman, khususnya bangun di sepertiga malam untuk membacanya. Surah ini tidak disukai oleh orang-orang munafik, tetapi bagi orang beriman, ia menjadi penyejuk hati dan kelak menjadi teman yang setia memberi syafaat. Dengan memahami keutamaan ini, marilah kita berusaha menjadikan Surah Ar-Rahman sebagai amalan rutin, sehingga di hari kiamat nanti kita termasuk golongan yang mendapatkan syafaat dan kemuliaan berkat surah yang agung ini.

6. Bisa Dijadikan Mahar Pernikahan

Keutamaan lain dari Surah Ar-Rahman yang tak kalah unik adalah bahwa menghafal surah ini dapat dijadikan mahar (mas kawin) pernikahan. Pada masa Rasulullah SAW, pernah ada seorang sahabat yang hendak menikah namun tidak memiliki harta untuk dijadikan mahar. Rasulullah SAW kemudian membolehkan hafalan Al-Qur’annya sebagai mahar pernikahan tersebut. Menurut riwayat, salah satu surah yang dapat dijadikan mahar adalah Surah Ar-Rahman. Hal ini menunjukkan betapa mulianya nilai Surah Ar-Rahman, sehingga mengajarkannya atau menghafalkannya bernilai setara dengan mahar. Tentu, ini bukan berarti mengabaikan kewajiban mahar materi yang umumnya diberikan, melainkan sebagai solusi ketika seseorang benar-benar tidak mampu secara finansial.

Di dalam hadis Shahih Bukhari disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah menikahkan seorang sahabat dengan mahar berupa mengajarkan beberapa ayat Al-Qur’an kepada calon istrinya. Praktik ini menjadi dalil bahwa ilmu agama (termasuk hafalan surah) sangat berharga dalam Islam, bahkan dapat menggantikan harta dalam keadaan tertentu. Dengan demikian, Surah Ar-Rahman yang dihafal dan diamalkan bisa menjadi harta spiritual yang bernilai tinggi. Bagi para pemuda yang tengah mempersiapkan diri untuk menikah, menghafal Surah Ar-Rahman dapat menjadi salah satu bentuk bekal – selain tentunya sebagai amalan untuk mendekatkan diri kepada Allah, juga bisa menjadi mahar yang penuh keberkahan apabila dibutuhkan.

7. Meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan

Secara umum, rutin membaca Al-Qur’an akan meningkatkan keimanan dan ketakwaan seseorang. Demikian pula dengan membaca Surah Ar-Rahman secara konsisten, apalagi disertai pemahaman maknanya, akan membuat iman kita bertambah kuat. Surah Ar-Rahman mengingatkan kita akan ke-Maha Pemurahan Allah, mengajarkan sifat kasih sayang, serta mengukuhkan keyakinan bahwa segala nikmat berasal dari Allah. Ketika iman meningkat, otomatis kita akan semakin berhati-hati dalam bertindak dan menjauhi maksiat. Seorang ulama mengatakan bahwa semakin tinggi keimanan seseorang, maka ia akan semakin takut berbuat dosa karena merasa selalu diawasi Allah. Dengan seringnya membaca Surah Ar-Rahman, hati menjadi lembut dan jiwa kita terdorong untuk lebih taat. Ayat-ayat dalam surah ini mengandung peringatan tentang kekuasaan Allah dan nikmat-nikmat-Nya, sehingga pembacanya terdorong untuk bersyukur dan patuh. Bahkan, di sebagian tradisi, Surah Ar-Rahman kerap dibacakan untuk mengusir kegelisahan dan menenangkan jiwa, karena ayat-ayatnya menghadirkan ketenangan bagi orang beriman. Pada akhirnya, keutamaan ini berujung pada peningkatan ketakwaan: pembaca Surah Ar-Rahman yang merenungi isinya akan lebih teguh dalam keimanan, lebih rajin beribadah, dan menjauhi perbuatan yang dimurkai Allah SWT. Inilah buah dari berinteraksi dengan Al-Qur’an – hati menjadi tenang, iman bertambah, dan hidup pun lurus di jalan yang diridhai-Nya.

Demikianlah berbagai keutamaan membaca Surah Ar Rahman yang dapat diambil hikmahnya. Surah Ar-Rahman mengajarkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat Allah, menawarkan harapan mendapat rahmat, ridha, hingga syafaat di akhirat, bahkan menjadi sebab pahala syahid dan kemuliaan lainnya. Dengan mengetahui keistimewaannya, kita terdorong untuk lebih sering membaca dan mengamalkan surah ini dalam kehidupan sehari-hari. Tentu, semua keutamaan tersebut terjadi atas izin Allah SWT; tugas kita sebagai hamba adalah berusaha mendekatkan diri kepada-Nya melalui ayat-ayat suci Al-Qur’an. Semoga kita termasuk golongan yang senantiasa mencintai Al-Qur’an, rajin membaca surah-surahnya, serta memetik manfaat dan hidayah dari setiap ayat yang kita baca.

 

 

You might also like