Kisah Wafatnya Nabi Daud AS: Detik-Detik Ajal Sang Nabi dan Raja yang Menggetarkan Hati - Masjid Ismuhu Yahya

Kisah Wafatnya Nabi Daud AS: Detik-Detik Ajal Sang Nabi dan Raja yang Menggetarkan Hati

Masjid Ismuhu Yahya – Kisah wafatnya Nabi Daud AS adalah cerita penting dalam tradisi Islam yang sarat pelajaran. Kisah wafatnya Nabi Daud AS menggambarkan bahwa kematian seorang nabi dapat datang secara tiba-tiba dan penuh keajaiban. Dalam kisah ini, disebutkan bahwa Daud AS wafat dalam keadaan sehat, tanpa sakit menahun.

Kisah wafatnya Nabi Daud ini juga menunjukkan bahwa kematian datang tanpa mengenal waktu dan usia. Di samping itu, kisah ini memperlihatkan mukjizat lain seperti burung menaungi jenazahnya hingga bumi menjadi gelap. Artikel berikut membahas kisah wafatnya nabi Daud AS: detik-detik ajal sang Nabi dan Raja yang menggetarkan hati.

Kisah Wafatnya Nabi Daud AS

Kisah wafatnya Nabi Daud AS dalam Islam diwariskan melalui hadits-hadits Nabi Muhammad SAW. Diceritakan bahwa Nabi Daud AS wafat dengan cara yang mengagetkan dan penuh keajaiban. Dalam sebuah hadits riwayat Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda bahwa Daud AS memiliki sifat cemburu yang tinggi terhadap istrinya. Setiap kali beliau bepergian, beliau mengunci pintu rumahnya sehingga tidak ada orang lain yang bisa menemui keluarganya.

Pada suatu hari, ketika Daud AS pergi meninggalkan rumah dan mengunci semua pintu, istrinya memeriksa rumah dan terkejut melihat ada seorang lelaki berdiri di tengah-tengah rumah yang terkunci. Ketika Daud AS pulang, ia menemui lelaki itu. Daud AS bertanya, “Siapakah engkau?” Lelaki tersebut menjawab, “Aku adalah orang yang tidak pernah takut kepada para raja, dan tidak ada sesuatu pun yang bisa menghalangiku.” Mendengar jawaban itu, Nabi Daud AS mengenalinya sebagai Malaikat Maut. Beliau lalu berkata, “Demi Allah, Engkau adalah Malaikat Maut. Selamat datang pembawa perintah Allah”.

Setelah itu, Daud AS menaburkan debu di tempat di mana badannya akan dikebumikan (menurut riwayat beliau menaburkan pasir saat sujud terakhir), sebagai sikap penghormatan dan siap menerima takdir. Malaikat Maut pun mencabut ruh Daud AS hingga beliau wafat dalam keadaan sujud. Menurut hadits di atas, pada saat jenazah Nabi Daud AS selesai dimandikan dan dikafani, matahari pun baru saja terbit. Dengan izin Allah, Nabi Sulaiman AS lalu memerintahkan burung-burung untuk menaungi jenazah Daud AS. Para burung itu menutupinya dengan sayap-sayapnya, sehingga jenazahnya serta para pengiring jenazah terlindung dari sinar matahari sama sekali – bahkan bumi pun sampai tampak gelap karena naungan tersebut.

Riwayat lain menambahkan detail bahwa ketika jenazah Nabi Daud AS diusung, terlihat ribuan rahib (pertapa) menghadiri prosesi pemakamannya. Dikisahkan sekitar 40.000 rahib (dengan jubah panjang) ikut dalam pengiring jenazah Nabi Daud AS. Karena cuaca yang amat panas (matahari terik) pada saat itu, banyak orang yang merasa kepanasan. Maka Nabi Sulaiman AS sekali lagi memerintahkan burung-burung untuk menaungi orang-orang tersebut agar tidak kepanasan. Cara ini baru pertama kali diperlihatkan oleh Nabi Sulaiman kepada umatnya – tanda mukjizat penguasaan hewan yang beliau miliki.

Menurut catatan sejarah kenabian, Nabi Daud AS meninggal pada usia sekitar 100 tahun. Terdapat riwayat bahwa usia beliau sebenarnya adalah 60 tahun, namun Nabi Adam AS meminta tambahan 40 tahun dan Allah mengabulkannya sehingga beliau hidup total 100 tahun. Semua riwayat sepakat bahwa kematian beliau bersifat mendadak, tanpa sakit sebelumnya. Beberapa ulama menyebutkan beliau wafat pada hari Sabtu atau Rabu secara. Setelah wafatnya, pemerintahan beralih kepada anaknya, Sulaiman AS, yang melanjutkan memimpin Bani Israil.

Kisah wafatnya Nabi Daud AS mengajarkan umat Muslim tentang kesederhanaan menerima takdir dan kekuasaan Allah atas segala makhluk. Meskipun beliau adalah nabi dan raja besar, beliau tetap wafat dengan cara yang ditentukan Allah, tanpa ada keistimewaan khusus pada saat ajal tiba selain ajaran dan mukjizat yang mengiringinya. Semoga kita dapat mengambil pelajaran untuk selalu beriman bahwa kematian adalah ketetapan Allah yang terbaik bagi setiap hamba-Nya.

 

 

You might also like