Kultum Ramadhan Hari ke 11: Dua Tujuan Syariat dalam Islam

Kultum Ramadhan Hari ke 11: Dua Tujuan Syariat dalam Islam

Masjid Ismuhu Yahya – Kultum Ramadhan Hari ke 11 ini kita akan membahas dua tujuan syariat yang menjadi pedoman hidup bagi setiap Muslim. Sebagai umat Islam, kita dianjurkan untuk hidup sesuai dengan aturan Allah yang mengandung kebaikan dan menjauhkan kita dari kerusakan. Dalam kehidupan ini, kita memang membutuhkan aturan yang dapat mengarahkan kita pada kemaslahatan dan mencegah mafsadat. Allah, sebagai Pencipta, lebih mengetahui aturan mana yang paling baik untuk kita. Pada kesempatan ini, kita akan merenungkan bagaimana syariat-Nya memberikan perintah dan larangan yang mengandung hikmah untuk kesejahteraan kita.


### Naskah Kultum: Dua Tujuan Syariat

Saudaraku yang terhormat, kita semua pasti sepakat bahwa dalam kehidupan sehari-hari, kita membutuhkan aturan. Tanpa aturan, kehidupan ini akan kacau dan tidak terarah. Bahkan, dalam aktivitas yang paling sederhana sekalipun, seperti berinteraksi dengan orang lain, kita memerlukan aturan agar semuanya berjalan dengan baik.

Namun, siapa yang lebih tahu aturan yang tepat dan terbaik untuk kita? Tentu saja Allah Subhanahu wa Ta’ala , Sang Pencipta langit dan bumi, lebih mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-Nya. Maka, syariat yang diturunkan-Nya adalah aturan yang paling sempurna dan penuh hikmah, untuk membawa kita pada kemaslahatan dan menjauhkan kita dari kerusakan .

Dalam hidup ini, setiap aturan yang ada pada syariat Islam memiliki dua tujuan utama yang tidak bisa dipisahkan, yaitu:

1. Mewujudkan Kemaslahatan (Kebaikan) – Ada Perintah

Syariat Allah memberikan kita banyak perintah yang ditujukan untuk mewujudkan kemaslahatan, yaitu kebaikan yang membawa keberkahan bagi hidup kita di dunia dan akhirat. Setiap perintah-Nya mengandung kebaikan yang sangat jelas bagi kita. Misalnya, perintah untuk mendirikan shalat, membayar zakat, berbuat baik kepada orang tua, atau menjaga kebersihan.

Ketika Allah memerintahkan sesuatu, itu semua adalah bentuk kasih sayang-Nya. Allah ingin kita hidup dalam keadaan yang penuh berkah, terhindar dari segala macam bahaya yang bisa merusak diri kita, baik dalam urusan dunia maupun akhirat.

2. Mencegah Mafsadat (Kerusakan) – Ada Larangan

Selain perintah, Allah juga menurunkan larangan-larangan yang tujuannya adalah untuk menghindarkan kita dari segala bentuk kerusakan. Kerusakan ini bisa berupa kerusakan akidah, kerusakan moral, kerusakan sosial, dan kerusakan lainnya yang berpotensi merusak kehidupan kita.

Contoh larangan Allah adalah melarang kita untuk berzina, minum khamar, mencuri, atau berdusta. Larangan ini ada karena Allah tahu bahwa perbuatan tersebut hanya akan membawa kerusakan, baik bagi individu maupun masyarakat secara keseluruhan.

Dalil yang menguatkan dua tujuan syariat ini dapat kita temukan dalam firman Allah dalam Surah Al-Jathiyah (45:18):

فَفْتَحْنَا فِي هَذَا الدَّينِ لِتَمْشِي فِي الْمُسْتَقِيمِ

“Dan Kami jadikan untukmu jalan yang lurus dalam syariat ini.”

Allah memberikan kita petunjuk yang jelas dan lurus untuk mengikuti jalan yang benar, yang penuh dengan kemaslahatan dan terhindar dari mafsadat.

Hadirin yang berbahagia, sebagai hamba yang beriman, mari kita ambil satu pelajaran praktis dari kajian kita kali ini. Mulailah untuk mematuhi syariat Allah dengan penuh kesadaran, baik dalam perintah maupun larangan-Nya. Ketika kita mematuhi perintah-Nya, kita akan merasakan kebaikan yang datang dalam hidup kita. Ketika kita menjauhi larangan-Nya, kita akan terhindar dari segala bentuk kerusakan yang dapat merusak hidup kita.

Mari kita contoh Rasulullah ﷺ yang selalu mengikuti petunjuk Allah, dan berusaha menjaga diri agar tetap berada di jalan yang lurus.

Ya Allah, Kami memohon kepada-Mu agar Engkau selalu memberi kami petunjuk untuk mengikuti syariat-Mu dengan ikhlas, menjauhi segala larangan-Mu, dan menjadikan hidup kami penuh dengan keberkahan.

You might also like