Kultum Ramadhan Hari ke 7: Menjaga Kehormatan Pribadi dengan Iman

Kultum Ramadhan Hari ke 7: Menjaga Kehormatan Pribadi dengan Iman

Masjid Ismuhu Yahya – Kultum Ramadhan hari ke 7 mengajak kita merenungkan satu hal penting dalam hidup seorang mukmin, yaitu menjaga kehormatan pribadi. Ramadhan bukan hanya bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga bulan melatih diri agar tetap mulia di hadapan Allah. Banyak orang terlihat sukses secara duniawi, namun jatuh harga dirinya karena salah dalam mengelola harta, jabatan, dan syahwat. Oleh karena itu, melalui kultum Ramadhan hari ke 7 ini, mari kita kuatkan komitmen untuk hidup bersih, amanah, dan terjaga dari segala hal yang merusak martabat seorang muslim.


Hadirin yang dimuliakan Allah,

Kita hidup di zaman yang serba cepat. Informasi menyebar dalam hitungan detik. Nama baik bisa hancur hanya karena satu kesalahan. Banyak orang jatuh kehormatan dan harga dirinya, bukan karena miskin, bukan karena tidak punya jabatan, tetapi karena salah langkah dalam menjaga diri.

Ada yang kaya, tetapi hartanya haram.
Ada yang punya jabatan, tetapi tidak amanah.
Ada yang terlihat terhormat, tetapi jatuh karena syahwat.

Padahal, Islam sangat menjunjung tinggi kehormatan pribadi. Seorang mukmin itu mulia. Harga dirinya mahal. Ia tidak menjual dirinya demi dunia yang fana.

Maka pada kesempatan ini, mari kita renungkan bersama bagaimana menjaga kehormatan pribadi dalam tiga hal besar: harta, jabatan, dan syahwat.

A. Menjaga Kehormatan dalam Mencari dan Menggunakan Harta

Hadirin yang dirahmati Allah,

Harta bukan sekadar alat tukar. Harta adalah ujian. Banyak orang kehilangan kehormatan karena harta. Ia rela menipu, menyuap, dan memakan hak orang lain.

Allah berfirman dalam QS Al-Baqarah ayat 188:

وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْإِثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Dan janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil dan jangan kamu menyuap dengan harta itu kepada hakim…”

Ayat ini tegas. Jangan ambil harta dengan cara batil. Jangan suap. Jangan manipulasi. Jangan tipu.

Kehormatan seorang mukmin terjaga ketika ia berkata:
“Lebih baik sedikit tapi halal, daripada banyak tapi haram.”

Harta haram mungkin membuat dompet tebal. Namun ia mengikis wibawa di hadapan Allah. Bahkan doa bisa tertolak karena makanan haram. Maka, jaga cara mendapatkannya. Jaga cara menggunakannya. Jangan boros. Jangan riya. Gunakan harta untuk kebaikan, bukan untuk maksiat.

B. Menjaga Kehormatan dalam Mendapatkan dan Menjalankan Jabatan

Hadirin sekalian,

Jabatan adalah amanah, bukan kebanggaan. Banyak orang mengejar kursi, tetapi lupa tanggung jawabnya. Ada yang menggunakan jabatan untuk memperkaya diri. Ada yang menyalahgunakan wewenang.

Allah berfirman dalam QS An-Nisa ayat 58:

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah kamu menetapkannya dengan adil.”

Ayat ini bukan hanya untuk pejabat negara saja. Namun ini juga berlaku untuk ketua RT, guru, bendahara masjid, bahkan kepala keluarga. Siapa pun yang diberi tanggung jawab harus menjaga kehormatannya dengan amanah dan adil.

Orang yang berjabatan tetapi tidak amanah mungkin dihormati manusia. Namun di sisi Allah, ia terhina. Sebaliknya, orang yang menjalankan amanah dengan jujur mungkin tidak populer. Akan tetapi namanya harum di langit.

C. Menjaga Kehormatan dalam Melampiaskan Hasrat Seksual

Hadirin yang dirahmati Allah,

Inilah ujian terbesar manusia: syahwat.

Banyak kehormatan runtuh karena zina. Banyak rumah tangga hancur karena perselingkuhan. Banyak karier berakhir karena skandal.

Allah memperingatkan dengan sangat keras dalam QS Al-Isra ayat 32:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah perbuatan keji dan jalan yang buruk.”

Perhatikan, Allah tidak hanya melarang zina. Allah melarang mendekatinya.

Artinya apa?
Jaga pandangan.
Jaga pergaulan.
Jaga media sosial.
Jaga percakapan pribadi.

Hari ini, zina tidak selalu dimulai dari pertemuan fisik. Ia sering dimulai dari chat, dari pesan pribadi, dari hubungan yang terlihat sepele.

Kehormatan seorang mukmin terjaga ketika ia berkata:
“Saya takut kepada Allah.”

Jika belum mampu menikah, maka berpuasa. Jika sudah menikah, maka jaga kesetiaan. Jangan gadaikan harga diri demi kesenangan sesaat.

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Mulai hari ini, lakukan satu hal sederhana:

Tanyakan pada diri sebelum bertindak: “Apakah ini menjaga atau merusak kehormatan saya di hadapan Allah?”

Sebelum menerima uang, tanyakan.
Sebelum menerima jabatan, tanyakan.
Sebelum membuka pesan yang menggoda, tanyakan.

Jika itu merusak kehormatan, tinggalkan.
Jika itu menjaga kemuliaan, lanjutkan.

Ingat, kehormatan bukan dinilai dari pakaian. Bukan dari kendaraan. Bukan dari jabatan.

Kehormatan sejati adalah ketika kita bersih di hadapan Allah.

Semoga Allah menjaga kehormatan kita. Semoga Allah melindungi harta kita dari yang haram. Semoga Allah menjadikan kita pemegang amanah yang adil. Semoga Allah menjaga diri kita dan keluarga kita dari perbuatan zina.

اللَّهُمَّ احْفَظْنَا مِنَ الْحَرَامِ، وَصُنْ أَعْرَاضَنَا، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْمُتَّقِينَ الصَّالِحِينَ
اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا، وَزَكِّ أَعْمَالَنَا، وَاخْتِمْ لَنَا بِالْحُسْنَى

Ya Allah, jagalah kami dari yang haram, peliharalah kehormatan kami, dan jadikan kami hamba-Mu yang bertakwa dan saleh. Bersihkan hati kami, perbaiki amal kami, dan wafatkan kami dalam husnul khatimah.

You might also like