Kultum Ramadhan Hari ke 9: Bahaya Berita Bohong dan Dampaknya

Kultum Ramadhan Hari ke 9: Bahaya Berita Bohong dan Dampaknya

Masjid Ismuhu Yahya – Kultum Ramadhan hari ke 9 mengingatkan kita tentang bahaya berita bohong yang dapat merusak iman dan persaudaraan. Pada bulan suci ini, setiap muslim dituntut menjaga lisan dan sikap, termasuk dalam menyikapi informasi. Ramadhan bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya. Di era digital, satu pesan dapat tersebar luas dalam hitungan detik. Oleh karena itu, melalui kultum Ramadhan hari ke 9 ini, mari kita renungkan bagaimana Islam memandang fitnah dan kebohongan, serta bagaimana Al-Qur’an membimbing kita agar lebih berhati-hati dalam menerima dan menyampaikan berita.


Jamaah yang dirahmati Allah,

Hari ini kita hidup di zaman informasi. Setiap detik, berita datang melalui gawai di tangan kita. Pesan berantai masuk tanpa henti. Video tersebar tanpa klarifikasi. Banyak orang langsung membagikan sebelum memeriksa.

Padahal, tidak semua yang viral itu benar.

Ironisnya, fenomena berita bohong bukan hal baru. Pada masa Nabi ﷺ pun, berita bohong pernah mengguncang Madinah. Bahkan, istri Nabi ﷺ sendiri difitnah dengan tuduhan keji.

Peristiwa itu dikenal sebagai Haditsul Ifk, fitnah besar terhadap Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. Peristiwa ini Allah abadikan dalam Al-Qur’an, agar menjadi pelajaran sepanjang zaman.

Allah berfirman dalam:

إِنَّ ٱلَّذِينَ جَآءُو بِٱلْإِفْكِ عُصْبَةٌ مِّنكُمْ ۚ لَا تَحْسَبُوهُ شَرًّا لَّكُم ۖ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۚ لِكُلِّ ٱمْرِئٍۢ مِّنْهُم مَّا ٱكْتَسَبَ مِنَ ٱلْإِثْمِ ۚ وَٱلَّذِى تَوَلَّىٰ كِبْرَهُۥ مِنْهُمْ لَهُۥ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Artinya:
“Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu mengira berita bohong itu buruk bagi kamu, bahkan itu baik bagi kamu. Setiap orang dari mereka akan mendapat balasan dosa sesuai dengan apa yang dikerjakannya. Dan barang siapa di antara mereka yang mengambil bagian terbesar dalam penyiaran berita bohong itu, baginya azab yang besar.”

Ayat ini menunjukkan bahwa fitnah bisa muncul dari lingkungan sendiri. Bukan dari orang jauh. Bukan dari musuh luar. Tetapi dari orang yang mengaku bagian dari kita.

Lalu, apa saja akibat dari berita bohong?

1. Hilangnya Nilai Berita

Ketika kebohongan bercampur dengan kebenaran, masyarakat kehilangan standar. Orang tidak lagi tahu mana fakta dan mana dusta. Akibatnya, informasi menjadi murah. Kepercayaan terhadap media runtuh. Bahkan berita yang benar pun diragukan. Ini bahaya pertama. Berita kehilangan kehormatannya.

2. Hilangnya Rasa Saling Percaya

Kepercayaan adalah fondasi kehidupan sosial. Rumah tangga berdiri karena percaya. Persahabatan kokoh karena percaya. Jamaah bersatu karena percaya. Namun satu hoaks bisa menghancurkan semuanya. Ketika fitnah terhadap ‘Aisyah tersebar, sebagian kaum muslimin terguncang. Hubungan antar sahabat menjadi tegang. Hati menjadi penuh prasangka. Berita bohong merusak hati sebelum merusak keadaan.

3. Terbentuk Opini Keburukan

Berita yang diulang-ulang akan membentuk opini. Walau belum tentu benar. Hari ini seseorang difitnah. Besok orang mulai ragu. Lusa orang mulai menjauh. Padahal belum ada bukti. Inilah kekuatan propaganda kebohongan. Ia membangun citra buruk tanpa fakta. Allah mengingatkan agar kaum beriman tidak mudah menerima berita tanpa tabayyun. Karena opini negatif bisa membunuh karakter seseorang.

4. Rusaknya Hubungan Sosial

Fitnah memecah keluarga.
Hoaks memecah masyarakat.
Ghibah memecah persaudaraan.

Berita bohong adalah racun sosial. Ia membuat orang saling curiga. Ia memicu konflik. Ia menyalakan permusuhan. Jika dibiarkan, satu pesan singkat bisa memicu pertengkaran panjang. Satu kalimat dusta bisa menghancurkan silaturahmi bertahun-tahun. Pelajaran dari Peristiwa Ifk.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Dalam peristiwa fitnah terhadap ‘Aisyah, Nabi ﷺ tidak tergesa-gesa mengambil keputusan. Beliau menunggu wahyu. Beliau berhati-hati. Beliau tidak mengikuti arus opini.

Sikap ini mengajarkan kepada kita:

Jangan cepat percaya. Jangan cepat menyebarkan. Jangan cepat menuduh. Allah membela kehormatan hamba-Nya. Dan Allah mengancam penyebar fitnah dengan azab yang besar. Ini bukan perkara ringan. Ini bukan sekadar salah kirim pesan. Ini dosa besar.

Mulai hari ini, jadikan satu prinsip hidup:

“Saring sebelum sharing.”

Jika menerima berita:

Tahan jari kita.

Periksa sumbernya.

Pastikan kebenarannya.

Jika ragu, lebih baik diam.

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa “siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata baik atau diam”

Diam dari kebohongan adalah bentuk ketakwaan.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Mari kita jaga lisan dan jari kita. Mari kita jaga kehormatan saudara kita. Jangan sampai kita termasuk golongan penyebar dusta.

Semoga Allah membersihkan hati kita dari prasangka. Semoga Allah menjaga lisan kita dari fitnah. Semoga Allah menjadikan kita hamba yang jujur dan amanah.

اَللّٰهُمَّ ٱغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا، وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّـَٔاتِنَا، وَٱجْعَلْنَا مِنَ ٱلصَّادِقِينَ
اَللّٰهُمَّ ٱحْفَظْ أَلْسِنَتَنَا مِنَ ٱلْكَذِبِ وَٱلْفِتْنَةِ، وَٱجْعَلْنَا مِفْتَاحًا لِلْخَيْرِ مِغْلَاقًا لِلشَّرِّ

You might also like