5 Keutamaan Menjaga Lisan Dalam Islam - Masjid Ismuhu Yahya

5 Keutamaan Menjaga Lisan Dalam Islam

Masjid Ismuhu Yahya – Pentingnya menjaga lisan dalam islam merupakan pilar utama dalam membangun akhlak mulia dan menjaga keharmonisan antar sesama manusia. Di era digital yang penuh fitnah ini, setiap kata yang kita ucapkan atau tuliskan memiliki konsekuensi besar, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Menjaga lisan bukan sekadar diam, melainkan tentang bagaimana kita memilih ucapan yang bermanfaat, jujur, dan menyejukkan hati pendengarnya. Artikel ini akan mengupas tuntas adab berbicara sesuai tuntunan syariat agar lisan kita senantiasa menjadi sumber keberkahan.

Dalam bersosialisasi antar manusia tak jarang lisan berucap kalimat yang tak seharusnya, sehingga dalam islam menjaga lisan merupakan hal yang sangat perlu diperhatikan. Dengan lisan seseorang bisa saja menjadi celaka dan bisa menjadi bahagia. Hal ini diperkuat dengan sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadits yang berbunyi :

سَلاَمَةُ الْإِنْسَانِ فِيْ حِفْظِ اللِّسَانِ

“Keselamtan manusia tergantung pada kemampuan menjaga lisan (HR Bukhari)

Dan Allah SWT memperkuat dalam firmanya di surah Al Ahzab Ayat 70

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.”

Selayaknya sebagai seorang muslim yang taat pada ajaran agamanya untuk mengucapkan yang baik dan benar-benar adanya tanpa ragu-ragu sama sekali. Informasi apapun yang didengar dan belum pasti sumbernya sebaiknya jangan ikut menyebarkannya. Karena hal ini akan berpotensi pada fitnah kepada orang lain.

Maka selayaknya untuk mengungkapkan sesuatu tanyakan pada diri masing-masing apakah hal ini bermanfaat untuk disampaikan atau tidak. karena dalam pepatah arab mengatakan: “Setiap perkataan itu ada tempatnya, dan setiap tempat itu ada perkataan yang pas”.

Dalam menyampaikan informasi Aagym memberikan rumus BMT, yaitu :

  • Benar informasi yang akan disampaikan,
  • Manfaat bagi diri sendiri dan orang yang mendengarkan, serta
  • Tak menyakiti orang lain.

Keutamaan Menjaga Lisan Dalam Islam

  1. Berikut ini beberapa keutamaan bagi seorang muslim untuk menjaga lisannya berdasarkan Al Qur’an dan Hadits.
    1. Memiliki Derajat Tinggi Diantara Muslim Lainnya
    Keutamaan yang pertama ini Rasulullah SAW jelaskan dengan gambling dalam sebuah hadits yang sangat mahsyur.
    Suatu Ketika Rasulullah SAW ditanya: Siapakah orang muslim yang paling Utama?, Beliau menjawab, “Orang yang kaum muslimin lainnya merasa aman dari gangguan lisannya dan tangannya” (HR Tirmidzi, No. 2428)
  2. Jaminan Surga
    Bagi mereka yang sanggup menjaga ucapan saat berbicara dari kebohongan dan menyakiti orang lain tentu akan mendapatkan balasan dari Allah SWT. Dari Sahabat Ali KWJ, Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya di surga itu ada kamar-kamar yang dapat dilihat luarnya dari dalamnya, dan dalamnya dari luarnya.” Maka seorang badui berkata, “Untuk siapa itu, wahai Rasulullah?” Beliau berkata, “Untuk orang yang baik perkataannya, memberi makan bagi orang lain, terus-menerus berpuasa (puasa Dawud) dan shalat di malam hari sedangkan manusia sedang tidur nyenyak.” (HR Tirmidzi: 1984)
  3. Tidak Akan Binasa di Akhirat
    Bagi hamba yang bisa menjaga lisannya dari perkataan yang sia-sia maupun bohong akan bergembira saat di akhirat nanti. Karena mereka yang suka berbohong dan bergosip akan mendapatkan balasan dari apa yang dilakukannya saat di dunia.
    Lihatlah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ketika berbicara dengan Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, : “Maukah kuberitahukan kepadamu tentang kunci semua perkara itu?” Jawabku: “Iya, wahai Rasulullah.” Maka beliau memegang lidahnya dan bersabda, “Jagalah ini”. Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kami dituntut (disiksa) karena apa yang kami katakan?” Maka beliau bersabda, “Celaka engkau. Adakah yang menjadikan orang menyungkurkan mukanya (atau ada yang meriwayatkan batang hidungnya) di dalam neraka selain ucapan lisan mereka?” (HR. Tirmidzi no. 2616. Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan shohih)
  4. Tanda Keimanan
    Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam. (HR Bukhari & Muslim)
  5. Diampuninya Dosa-dosa
    Firman Allah SWT Dalam Al Qur’an Surah Al Ahzab Ayat 70-71
    “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar. Niscaya Dia (Allah) akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Siapa yang menaati Allah dan Rasul-Nya, sungguh, dia menang dengan kemenangan yang besar.”

Demikianlah keutamaan menjaga lisan dalam islam yang perlu dipahami bagi setiap muslim, semoga artikel ini memberikan pelajaran penting bagi kita untuk terus menjadi hamba yang menjaga lisan dari perkataan sia-sia, kebohongan dan fitnah.

You might also like