Nabi yang Sandalnya Tertinggal di Surga: Kisah dan Hikmahnya - Masjid Ismuhu Yahya

Nabi yang Sandalnya Tertinggal di Surga: Kisah dan Hikmahnya

Masjid Ismuhu Yahya – Ada sebuah kisah populer tentang nabi yang sandalnya tertinggal di surga. Kisah ini mengisahkan pengalaman seorang nabi yang begitu merasakan nikmatnya surga hingga ia meninggalkan sandalnya di sana. Nabi tersebut adalah Nabi Idris AS, salah satu nabi dalam Islam yang dikenal saleh dan taat. Mengapa sandalnya bisa tertinggal di surga, dan pelajaran apa yang bisa diambil? Artikel ini akan mengulas asal-usul cerita tersebut, makna dan pesan spiritual di baliknya, sosok Nabi Idris AS dalam tradisi Islam, serta relevansi kisah ini bagi kehidupan Muslim masa kini.

Kisah Nabi yang Sandalnya Tertinggal di Surga

Kisah Nabi Idris AS meninggalkan sandalnya di surga berasal dari khazanah cerita Islami yang dituturkan secara turun-temurun. Diceritakan bahwa pada suatu waktu Malaikat Izrail (malaikat maut) mengagumi ketakwaan dan kecerdasan Nabi Idris AS. Sang malaikat pun memohon izin kepada Allah SWT untuk turun ke bumi menemui Idris. Ia lalu menyamar sebagai seorang lelaki tampan dan bertamu ke rumah Nabi Idris AS. Nabi Idris menyambut tamu tersebut dengan baik. Selama menjadi tamu, malaikat yang menyamar itu tidak mau makan ataupun tidur di malam hari, melainkan terus beribadah.

Melihat keanehan ini, Nabi Idris AS pun bertanya siapa sebenarnya tamu tersebut. Barulah malaikat itu mengungkapkan jati dirinya bahwa ia adalah Malaikat Izrail, sang malaikat pencabut nyawa. Nabi Idris sempat terkejut, mengira mungkin ajalnya telah tiba. Namun, Izrail menjelaskan bahwa kedatangannya bukan untuk mencabut nyawa Idris, melainkan karena ia ingin berkenalan dan menguji kesalehan Nabi Idris.

Mendengar hal itu, Nabi Idris justru membuat sebuah permintaan yang tidak biasa: beliau ingin merasakan seperti apa dicabut nyawanya. Idris memohon agar Malaikat Izrail memperkenankannya merasakan sakaratul maut secara langsung. Atas izin Allah SWT, Malaikat Izrail pun mencabut nyawa Nabi Idris AS dengan sangat lembut. Setelah merasakan sekarat dan mengalami kematian sesaat, Nabi Idris AS dihidupkan kembali oleh Allah. Selanjutnya, Nabi Idris juga meminta izin untuk melihat keadaan surga dan neraka, agar keimanannya semakin kuat.

Allah SWT mengabulkan permohonan ini. Maka Malaikat Izrail membawa Nabi Idris AS berjalan menembus langit untuk menyaksikan alam akhirat. Mula-mula Nabi Idris diperlihatkan neraka. Beliau sangat terkejut dan ngeri melihat dahsyatnya azab di neraka yang begitu menakutkan. Setelah itu, Nabi Idris diajak melihat surga. Di sana ia menyaksikan pemandangan indah penuh kenikmatan: sungai-sungai jernih mengalir, pepohonan rindang nan teduh, buah-buahan lezat, istana megah, dan aneka kenikmatan lain yang belum pernah dilihat mata manusia.

Terpesona oleh keindahan surga, Nabi Idris AS berkali-kali mengucap tasbih “Subhanallah” dan tahmid “Alhamdulillah” sebagai ungkapan syukur dan takjub atas nikmat yang Allah siapkan bagi orang beriman.

Ketika waktunya Nabi Idris AS harus keluar meninggalkan surga, beliau tersadar bahwa sandalnya tertinggal di dalam surga. Konon, sandal Nabi Idris tadi dilepas dan diletakkan di bawah sebuah pohon yang rindang di taman surga. Nabi Idris AS lalu memohon kepada malaikat penjaga agar diperkenankan masuk kembali ke dalam surga untuk mengambil sandalnya itu. Malaikat mengizinkan Idris masuk lagi sebentar. Nabi Idris pun masuk kembali, mengambil sandalnya, namun setelah itu beliau tidak mau keluar lagi dari surga tersebut.

Melihat Idris tak kunjung keluar, Malaikat Izrail memanggilnya, “Wahai Idris, keluarlah!” Namun Nabi Idris AS tetap bergeming dan enggan meninggalkan surga. Ia kemudian menjelaskan alasannya: bahwa dirinya telah merasakan sakitnya mati dan melihat ngerinya neraka, sehingga ia sangat takut untuk kembali ke dunia. Kini setelah ia berada di surga dan merasakan kenikmatannya, Nabi Idris AS ingin tetap tinggal di dalamnya dan tidak mau kembali. Mendengar hal ini, Malaikat Izrail pun memahami betapa kuat keinginan Idris untuk menetap di surga.

Akhirnya, atas izin dan perkenan Allah SWT, Nabi Idris AS diperbolehkan untuk tinggal di surga dan tidak kembali lagi ke bumi. Allah mengabulkan permintaan Nabi Idris tersebut, karena Idris memang termasuk hamba yang saleh dan termasuk calon penghuni surga. Allah pun mengangkat ruh Nabi Idris di surga sejak saat itu tanpa harus menunggu hari kiamat. Menurut sejumlah riwayat, Nabi Idris AS wafat saat berada di langit keempat (tingkatan surga keempat) tersebut, sehingga ruhnya tetap di sana hingga kelak hari akhir. Demikianlah asal-usul kisah unik Nabi Idris AS yang sandalnya tertinggal di surga ini. (Wallahu a’lam bisshawab – hanya Allah Yang Maha Tahu akan kebenaran rincian kisah ini.)

You might also like