Perbedaan Infak dan Sedekah Beserta Contohnya - Masjid Ismuhu Yahya

Perbedaan Infak dan Sedekah Beserta Contohnya

Masjid Ismuhu Yahya – Infak dan sedekah merupakan amalan yang mulia dalam islam, yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan dalam keadaan lapang maupun sempit. Meski kedua amalan ini nampak sama saja, kalau dikaji lebih dalam maka akan ditemukan perbedaan infak dan sedekah. Tak banyak dari umat islam belum bisa menjelaskan Perbedaan Infak dan Sedekah secara baik dan benar.

Serupa tapi tak sama, ungkapan yang pas untuk menggambarkan kedua amalan ini, secara konsep amalan ini mendorong setiap individu umat islam untuk saling berbagi satu dengan yang lainnya. Dan juga amalan ini menjadikan kesenjangan sosial dalam bermasyarakat akan menurun.

Lantas, Apa perbedaan antara infak dan sedekah ini? untuk lebih memahami hal-hal ini bisa ditinjau dari beberapa aspek seperti definisi, bentuk harta, tujuan dan penerima, kegunaan dan kemanfaatan, serta aspek nilai keikhlasan. Agar lebih memahami secara lengkap, Mari pahami perbedaan infak dan sedekah pada artikel ini di bawah ini.

Berikut ini 5 perbedaan infak dan sedekah ditinjau dari berbagai aspek :

  1. Aspek Definisi
    Secara definisi infaq bisa bermakna pada “Perbuatan mengeluarkan harta dari seseorang atau badan usaha selain zakat yang diperuntukkan pada kemaslahatan umum” sedangkan sedekah itu “mengeluarkan harta maupun non harta secara sukarela dari seseorang atau badan usaha diluar zakat untuk menharap ridho Allah SWT.
  2. Aspek Bentuk Harta
    Dalam pelaksanaanya harta yang diinfaqkan bersifat bebas dan tidak mengenal waktu-waktu tertentu, kapan saja bisa melaksanakan infaq dengan harta apa saja. Dan harta yang diinfaqkan dalam bentuk materi real yang bisa langsung di rasakan oleh penerimanya. Berbeda dengan sedekah, untuk sedekah bisa dalam bentuk materi maupun bukan materi. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “Setiap kebaikan merupakan sedekah”. Walaupun hanya sebatas senyum itu sudah menjadi sedekah bagi saudara muslim yang lainnya.
  3. Aspek Tujuan dan Penerima
    Untuk infak biasanya tujuan pemamfaatannya jelas untuk kemaslahatan umat islam itu sendiri, sehingga penerimanya pun masih berkaitan dengan hal-hal yang berbau agama. Misalnya : Infaq untuk pembangunan pondok pesantren atau masjid.
    Lain halnya dengan sedekah yang tujuan dikeluarkannya untuk mengapai ridho allah dan menyucikan diri. Maka dari itu, penerima sedekah merupakan orang-orang yang membutuhkan.
  4. Aspek Kegunaan dan Manfaat
    Dalam pemanfaatan sendiri infak dialokasikan pada hal-hal yang membantu perekonomian dan bidang sosial serta keagamaan. berbeda dengan sedekah yang hanya pemamfaatannya untuk pada meringankan beban maupun penderitaan orang lain, seperti memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar yang masih terjangkau.
  5. Aspek Keikhlasan
    Kedua amalan ini dilakukan dengan niat yang ikhlash mengharapkan ridho allah SWT, serta tanpa mengharapkan balasan dari amal yang di kerjakan.Namun, infak cenderung lebih menekankan pada konsep keikhlasan dalam beramal untuk memperoleh keberkahan dan ridha Allah SWT, sementara sedekah lebih menekankan pada konsep kepedulian dan empati terhadap sesama manusia.

Setelah membaca pemaparan diatas, jelas sekali perbedaan dari kedua amalan ini, meski sama-sama mengeluarkan harta dengan niat yang ikhlas, akan tetapi ada hal-hal prinsip yang menjadikan kedua amalan ini berbeda. Pada era yang serba digital ini, umat islam sungguh dimudahkan oleh teknologi dalam menyalurkan infak & sedekahnya. Masjid Ismuhu yahya dengan narasi SIDAQ (Surgakan Indonesia Dengan Al-Qur’an) memberikan peluang ikut serta dalam infak pembangunan masjid, pondok pesantren, guru ngaji dan lainnya.

Bagi Siapa saja yang ingin ikut serta dalam gerakan ini, silahkan kunjungi website kami di www.sidaq.id.

You might also like