Sepertiga Malam Itu Jam Berapa? Ini Waktu Terbaik untuk Sholat Tahajud - Masjid Ismuhu Yahya

Sepertiga Malam Itu Jam Berapa? Ini Waktu Terbaik untuk Sholat Tahajud

Masjid Ismuhu Yahya – Banyak umat Islam yang bertanya, “sepertiga malam itu jam berapa?”. Pertanyaan ini penting karena sepertiga malam (bagian akhir malam) memiliki keistimewaan besar dalam ajaran Islam. Sebagai catatan, malam dihitung mulai setelah matahari terbenam (waktu Isya atau Maghrib) hingga terbit fajar (Subuh). Islam membagi malam menjadi tiga fase, dan sepertiga malam akhir dianggap waktu paling utama untuk beribadah dan berdoa.

Dalam hadits shahih, Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah Ta’ala turun ke langit dunia setiap malam pada saat sepertiga terakhir malam, dan mengabulkan doa setiap hamba yang berdoa pada waktu tersebut. Dengan demikian, sepertiga malam akhir (menjelang subuh) adalah waktu yang mustajab untuk meraih pertolongan dan ampunan dari Allah SWT, sehingga dianjurkan bagi setiap Muslim bangun untuk sholat malam atau berdoa di waktu itu.

Bulan bersinar di langit malam saat umat Islam dianjurkan beribadah. Secara sederhana, sepertiga malam berarti satu bagian per tiga dari durasi malam antara waktu salat Isya dan Subuh. Jika durasi malam dibagi tiga sama besar, maka sepertiga malam pertama adalah pada awal malam, sepertiga malam kedua di tengah malam, dan sepertiga malam ketiga (terakhir) adalah menjelang fajar.

Dalam hadits dhoif maupun shahih disebutkan bahwa waktu sepertiga akhir malam inilah saat Allah SWT paling dekat dengan hamba-Nya. Rasulullah SAW bersabda,

“Allah Ta’ala turun ke langit dunia setiap malam ketika tersisa sepertiga malam terakhir… Siapa yang berdoa, Allah kabulkan doa itu…”

Artinya, pada waktu itu Allah mendengar doa dan permohonan hamba-Nya secara khusus. Syeikh Ali Jum’ah pun menjelaskan bahwa cara menghitung sepertiga malam terakhir adalah dengan membagi interval antara waktu maghrib hingga fajar menjadi tiga bagian. Misalnya, jika maghrib pukul 18.00 dan Subuh pukul 05.00 (jarak 11 jam), maka 11 jam dibagi 3 adalah sekitar 3,5 jam terakhir sebelum subuh, yaitu mulai sekitar pukul 01.00 hingga masuk waktu Subuh.

Cara Menghitung Sepertiga Malam

Untuk mengetahui sepertiga malam itu jam berapa, umat Islam bisa menggunakan cara perhitungan sederhana. Caranya adalah menghitung durasi waktu antara salat Isya (atau Maghrib) hingga Subuh, kemudian membaginya menjadi tiga bagian. Misalnya, jika salat Isya mulai pukul 19.30 dan salat Subuh pada pukul 04.30 (selisih waktu 9 jam), maka 9 jam dibagi 3 sama dengan 3 jam. Dengan demikian:

  1. Hitung selisih waktu antara Isya dan Subuh
  2. Bagi waktu tersebut dengan 3
  3. Contoh: Selisih 9 jam (Isya 19.30 – Subuh 04.30), maka sepertiga malam = 9/3 = 3 jam
    Hasilnya:
    Sepertiga malam pertama jatuh pukul 19.30–22.30,
    Sepertiga malam kedua pukul 22.30–01.30, dan
    Sepertiga malam ketiga (terakhir) pukul 01.30–04.30 (menjelang Subuh).

Dengan memahami cara perhitungan ini, setiap Muslim bisa menyesuaikan sesuai jadwal salat Isya dan Subuh di daerahnya masing-masing.

Keutamaan Bangun di Sepertiga Malam

Bagian terakhir malam memiliki keutamaan sangat tinggi menurut ajaran Islam. Berikut beberapa keutamaannya:

  • Doa Mustajab: Hadits shahih menyatakan bahwa Allah SWT turun ke langit dunia setiap malam pada sepertiga akhir malam dan mengatakan, “Siapa yang berdoa kepada-Ku, Aku kabulkan doanya; siapa yang meminta kepada-Ku, Aku berikan; siapa yang memohon ampun kepada-Ku, Aku ampuni”. Ini menunjukkan bahwa doa dan permohonan di waktu itu amat dimuliakan.
  • Waktu Terdekat dengan Allah: Rasulullah SAW mengabarkan, “Waktu yang paling dekat antara Rabb (Allah) dengan hamba-Nya adalah pada tengah malam yang terakhir… apabila kamu mampu menjadi golongan orang-orang yang berdzikir kepada Allah pada waktu itu, lakukanlah” (HR. Tirmidzi). Artinya, jika kita bangun di sepertiga malam terakhir untuk beribadah, Allah berada sangat dekat untuk mendengar permohonan kita.
  • Doa Paling Cepat Dikabulkan: Ada riwayat bahwa Rasulullah SAW ditanya, “Doa manakah yang paling cepat dikabulkan?” Beliau menjawab, “Doa di sepertiga malam terakhir dan setelah shalat fardhu”. Ini menegaskan keistimewaan waktu sepertiga malam sebagai waktu terbaik untuk memanjatkan doa dan memohon hajat.
  • Disanjung dalam Al-Qur’an: Allah SWT menjelaskan dalam QS. Adz-Dzariyat (51):15-18 bahwa orang-orang bertakwa sebelum masuk surga adalah mereka yang “sedikit sekali tidur di malam hari, dan pada akhir-akhir malam mereka senantiasa beristighfar”. Ayat ini memberi gambaran bahwa para kekasih Allah memanfaatkan sepertiga malam untuk shalat dan berdoa, sehingga memperoleh ganjaran surga.

Dengan semua dalil tersebut, jelas bahwa sepertiga malam adalah waktu mulia yang penuh rahmat. Bangun di saat itu untuk shalat malam, berdoa, dan beristighfar menjadi amalan besar yang sangat dianjurkan.

Secara ringkas, sepertiga malam terakhir (bagian akhir malam menjelang subuh) merupakan waktu istimewa dalam Islam. Dengan mengetahui sepertiga malam itu jam berapa melalui perhitungan di atas, seorang Muslim dapat mengoptimalkan waktu tersebut untuk ibadah. Pada sepertiga malam ini, Allah SWT sangat dekat dengan hamba-Nya dan menjanjikan pengabulan doa. Oleh karena itu, dianjurkan untuk memanfaatkan waktu sepertiga malam dengan melakukan salat tahajud, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan berdoa. Semoga kita semua dapat mengambil berkah sepertiga malam dengan memperbanyak amal shalih pada waktu yang mustajab tersebut.

You might also like