Sholat Dhuha 4 Rakaat Berapa Salam? Panduan lengkapnya

Sholat Dhuha 4 Rakaat Berapa Salam? Panduan lengkapnya

Masjid Ismuhu Yahya – Sholat dhuha 4 rakaat berapa salam?, merupakan pertanyaan yang sering muncul dalam benak anda. Dilakukan sekali salam kah layaknya shalat zhuhur atau dilakukan 2 kali salam dengan 2 rakaat sekali salam. Sebagaimana diketahui bersama bahwa shalat dhuha merupakan salah satu dari sekian banyak shalat yang dianjurkan untuk dirutinkan setiap hari. Dalam artikel ini akan kita bahas secara lengkap bagaimana caranya serta pandangan fikih dalam menyikapi masalah ini.

Sebelum melangkah lebih jauh ke dalam pembahasannya perlu kita memahami bahwasanya ulama sepakat bahwa shalat dhuha dikerjakan setelah matahari terbit hingga menjelang waktu zuhur. Sholat ini disebut juga shalat awwabin (orang-orang yang kembali kepada Allah). Tujuan utamanya adalah mendekatkan diri kepada Allah dan sedekah atas anggota tubuh setiap pagi. Rasulullah SAW bersabda bahwa dua rakaat salat Dhuha mencukupi seluruh amal sedekah anggota badan kita. Dengan kata lain, selain menjadi ibadah pribadi, Dhuha merupakan sarana memohon ampunan dan rahmat Allah, serta membuka pintu rezeki karena dekat kepada-Nya.

Menurut Majelis Tarjih Muhammadiyah, sholat Dhuha minimal dua rakaat sebagai penegasan sunnahnya. Sholat ini bukan hanya untuk memohon rezeki secara khusus, tetapi sebagai ibadah hamba yang mendekatkan diri kepada Allah. Terkait doa, Dhuha mengandung doa-doa yang mengingatkan kekuasaan Allah, tetapi pada hakikatnya sholat adalah bentuk permohonan (doa) yang mendasar.

Rasulullah SAW bersabda bahwa

“Shalat kaum awwâbîn (sholat Dhuha) adalah ketika anak-anak unta mulai merasakan panasnya matahari”

Meskipun begitu, pelaksanaannya masih sah sepanjang matahari sudah meninggi dan belum tergelincir ke barat (masuk waktu zhuhur).

Tata Cara Sholat Dhuha 4 Rakaat

Secara umum, cara sholat Dhuha sama dengan sholat sunnah lainnya. Berikut panduan langkah demi langkah untuk 4 rakaat Dhuha, baik dengan dua salam maupun satu salam:

  • Niat: Tegakkan niat dalam hati misalnya:
    “Ushallî sunnata ad-Dhuhaa arba’a raka’aatin mustaqbilal qiblat adaa’an lillahi ta’alaa.”
    (“Aku niat sholat sunnah Dhuha empat rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”).
  • Rakaat 1 & 2 (Satu salam):
    1. Takbiratul ihram (angkat tangan sambil niat).
    2. Baca Al-Fatihah. Baca surah pendek – disunnahkan: surah asy-Syamsu pada rakaat pertama dan ad-Dhuhaa pada rakaat kedua (alternatif lain: Al-Kafirun & Al-Ikhlas dipasangkan).
    3. Ruku’ + doa ruku’.
    4. I’tidal (angkat kepala) + doa i’tidal.
    5. Sujud + doa sujud.
    6. Duduk di antara dua sujud + doa istiraja’.
    7. Sujud kedua + doa sujud.
    8. Tahiyat akhir (duduk tahiyat) + shalawat + doa.
    9. Salam untuk mengakhiri serentak keempat rakaat.
  • Rakaat 1–4 (Dua salam):
  • Ulangi langkah 2–7 untuk rakaat ketiga dan keempat, namun lakukan salam setelah rakaat kedua dan satu lagi setelah rakaat keempat. Jadi urutannya: 2 rakaat + salam, 2 rakaat + salam. Contoh:
    • Rakaat 1–2: niat dhuha 2 R, lakukan gerakan sholat, diakhiri tahiyat akhir dan salam.
    • Rakaat 3–4: sebut niat kembali (jika diinginkan), lakukan gerakan, tahiyat akhir, dan salam kedua.

Pandangan Fiqih Mengenai Jumlah dan Salam Dhuha

Ulama sepakat minimal dua rakaat, tapi berbeda pendapat soal salam jika lebih dari dua rakaat. Secara umum di Indonesia (NU, Muhammadiyah, dsb.) dianjurkan menyelesaikan setiap dua rakaat dengan salam. Sebagaimana dijelaskan Majelis Tarjih Muhammadiyah:

“Jika shalat dhuha lebih dari 2 rakaat, hendaklah diakhiri salam setiap 2 rakaat”

Dengan kata lain, sholat Dhuha 4 rakaat dituntaskan dengan dua salam. Hal ini sesuai dengan hadits Nabi SAW:

“Shalat di malam dan siang hari dua rakaat-dua rakaat.” (HR. Abu Daud)

Namun ada juga pendapat yang membolehkan satu kali salam setelah selesai empat rakaat sekaligus. Sebagaimana dikemukakan oleh kaum Salaf dan sebagian ulama berpendapat bahwa Nabi SAW seringkali sholat Dhuha empat rakaat tanpa memisahkannya. Misalnya, Siti ‘Aisyah RA pernah menyatakan Nabi SAW shalat Dhuha empat rakaat utuh, dan tidak jarang menambah sesuai kehendak Allah. Karena itu, pelaksanaan empat rakaat dengan satu salam di akhir juga dianggap sah menurut sebagian madzhab (Maliki, sebagian Hanafi dan Hanbali).

Dengan demikian, baik salam dua kali maupun sekali sama-sama mendapat ruang dalam praktek amaliyah. Yang utama adalah niat dan khusyuknya pelaksanaan sunnah Dhuha. Sebagai sumber hukum, riwayat HR. Abu Daud (dari Ummu Hani’) tentang delapan rakaat Dhuha dengan salam setiap dua digunakan sebagai dasar mengerjakan salam tiap dua rakaat, sementara hadits Nabi shalat dua-dua meneguhkan pelaksanaan Dhuha secara berpasang-pasangan.

You might also like