Ukasyah Sahabat Nabi: Biografi, Hadis, dan Teladan

Ukasyah Sahabat Nabi: Biografi, Hadis, dan Teladan

Masjid Ismuhu Yahya – Jika meneliti kitab arab klasik, ukasyah sahabat nabi Bernama lengkap Ukāsyah bin Miḥṣan bin Ḥirtsān al-Asadī. Dia memiliki kunyah (nama panggilan) Abu Mihsan, berasal dari bani asad bin khuzaymah. Di Makkah dikenal sebagai sekutu bagi bani ‘Abd Syams. Beliau merupakan salah satu dari sahabat-sahabat awal. Imam Adz Dzahabi menyebutnya termasuk al-sābiqūn al-awwalūn dan sekaligus sahabat Badar. Demikian juga Ibn Sa’d memasukkannya sebagai salah satu sahabat yang mengikuti perang badar. Sehingga Ukasyah bukan orang sembarang atau orang yang baru muncul belakangan, melainkan termasuk generasi pembentukan komunitas Islam di Makkah dan Madinah.

Keluarga dan Umur Ukasyah Sahabat Nabi

Berbicara tentang keluarga Ukasyah tentunya harus membuka referensi yang terpercaya. Setelah dicek maka ditemukan dalam kitab shahih muslim bahwa salah satu yang menjadi saudari dari ukasyah yaitu Ummu Qais binti Mihshan, dan termasuk salah satu perempuan muhajir yang masuk islam. Data ini juga didukung oleh sunan Abu Dawud, Ummu Qais juga tampil sebagai periwayat hadis tentang pengobatan dengan al-‘ud al-hindi atau qust. Maka keluarga ukasyah tidak bisa dipisahkan dari perkembangan islam di masa awal.

Jika berbicara tentang tanggal kelahiran, tidak ada sumber rujukan yang bisa dipercaya kapan tepatnya shabat ini dilahirkan. Dalam beberapa kitab yang telah ditelusuri hanya terdapat saat nabi wafat, umur Ukasyah sudah 44 tahun. Maka ini bisa menjadi patokan untuk menentukan tahun lahir beliau yang beberapa dekade sebelum hijrah, namun untuk tanggal dan bulan pastinya tidak ada dokumentasi secara jelas.

Dalam perjalanannya membersamai Rasulullah SAW, Ibn Sa’d menulis bahwa Ukasyah ini turut serta ikut perang badar, khandaq, dan seluruh peperangan bersama nabi. Ia tidak hanya hadir dalam satu momen terkenal saja, namun juga turut serta dalam setiap kejadian-kejadian penting dalam pengembangan islam di masa awal-awal kenabian. Imam Adz Dzahabi menambahkan bahwa beliau ini sahabat yang mati syahid dan bahagia. Dalam sejarah perkembangan islam, dia hidup dalam dua fase perkembangan, ikut serta pada masa Rasulullah SAW dan juga setelah wafatnya.

Peristiwa Penting dan Kontribusi

  1. Perang Badar
    perang ini menjadi sorotan utama dalam kisah perjalanan hidup Ukasyah. Ibn Ishaq menyampaikan sebagaimana yang dikutip oleh Ibn Hisham dan juga dijelaskan dalam Al Rawd Al Unuf  menceritakan bahwasanya Ukasyah berjuang hingga pedang yang ada ditangannya patah. Hingga ia datang kepada Rasulullah SAW, dan Nabi memberikannya sebatang kayu, yang mana ketika ia mengayunkannya, kayu itu berubah menjadi sebuah pedang yang diberi nama “Al ‘Awn”. Dalam riwayat yang lain juga disebutkan pedang ini terus digunakannya dalam berbagai perang berikutnya hingga ia gugur di perang Riddah. Kisah ini menunjukkan keberanian seorang Ukasyah dalam menegakkan agama yang Allah ridha.
  2. Sariyah ke Al Ghamr
    Pada kejadian ini peran belaiu hanya sebatas pejuang biasa. Dalam kitabnya Ibn Sa’d menceritakan bahwa Nabi memerintahkan Ukasyah ke Al Ghamr bersama 40 orang lainnya dan rombongan ini kembali tanpa terjadi pertempuran besar. Sebagian riwayat mengatakan daerah itu adalah Ghamr Maqzuq, sebuat daerah yang bersebelahan dengan bani Asad. Sikap Nabi yang memberikan mandat kepada Ukasyah merupakan bentuk kepercayaan nabi, kemampuan lapangan, dan cukup mapan secara reputasi di masa itu.
  3. Gugur Dalam Perang Riddah
    Setelah Wafatnya Rasulullah SAW, Ukasyah masih berjuang membantu para pejuang islam pada masa itu. Diceritakan dalam riwayat Ath Thabari saat Khalid bin Walid mendekati pasukan Tulayhah Al Asadi di Buzakhah, Ukasyah dan Tsabit bin Aqram diutus sebagai pengintai di depan pasukan. Mereka akhirnya bertemu musuh dan Ukasyah akhirnya terbunuh dalam peristiwa itu. Ath Thabari menggambarkan kesedihan kaum muslimin saat jasad mereka berdua ditemukan sambil berkata dua pemuka dan dua penunggang kuda utama kaum Muslimin telah gugur. Riwayat Ibn Sa‘d juga menyebut peristiwa inti yang sama, yaitu kematiannya di Buzakhah pada masa Abu Bakar.

Itu beberapa peristiwa yang sangat penting dalam perjalanan hidup seorang Ukasyah Sahabat Nabi, masih banyak kejadian-kejadian lain yang mungkin tidak seheboh dengan peristiwa ini. Dalam satu Musnad Ahmad disebutkan bahwasanya Ukasyah termasuk orang yang didoakan Rasullah SAW sebagai Ahli Badar, isi riwayat ini juga tampil sangat jelas: Ukasyah berdiri dan berkata, “Apakah aku termasuk di antara mereka?” lalu Nabi menjawab, “Engkau termasuk di antara mereka,” atau dalam jalur lain, Nabi berdoa, “Ya Allah, jadikanlah dia termasuk mereka.”

 

 

You might also like