5 Keutamaan Doa Nabi Yunus AS, Doa Mustajab Saat Sulit - Masjid Ismuhu Yahya

5 Keutamaan Doa Nabi Yunus AS, Doa Mustajab Saat Sulit

Masjid Ismuhu Yahya – Doa nabi Yunus AS dikenal sebagai salah satu doa mustajab yang mempunyai banyak keutamaan bagi umat Islam, Dalam artikel ini akan dibahas 5 keutamaan doa nabi Yunus AS. Doa yang dipanjatkan Nabi Yunus ketika berada dalam perut ikan ini bahkan disebutkan di dalam Al-Qur’an dan diiringi janji Allah untuk mengabulkan doa orang-orang beriman. Masing-masing keutamaan akan dijelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami, disertai dalil dari Al-Qur’an, hadis shahih, dan penjelasan ulama tafsir terpercaya. Semoga pembahasan ini membangkitkan semangat kita untuk berdoa, berdzikir, dan bertawakal kepada Allah SWT.

Sekilas Kisah Nabi Yunus dan Doanya

Sebelum membahas keutamaannya, penting untuk memahami konteks doa Nabi Yunus AS. Nabi Yunus (atau Yunus AS) diutus berdakwah kepada penduduk Ninawa yang ingkar. Setelah mereka menolak dan Nabi Yunus meninggalkan kaumnya tanpa izin Allah, beliau menghadapi ujian berat. Dalam pelariannya di tengah laut, Nabi Yunus dilemparkan ke laut oleh penumpang kapal dan ditelan oleh seekor ikan besar (paus) atas ketetapan Allah. Dalam tiga kegelapan (gelapnya malam, lautan, dan perut ikan), Nabi Yunus menyadari kesalahannya dan berserah diri sepenuhnya kepada Allah. Ia lalu memanjatkan doa yang terkenal tersebut, memohon ampunan dan pertolongan Allah.

Doa Nabi Yunus itu diabadikan Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-Anbiya ayat 87. Lafaz lengkapnya sebagai berikut:

لَّا إِلَـٰهَ إِلَّا أَنتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
Laa ilaaha illaa Anta, subhaanaka, inni kuntu minaz-zhaalimiin.
Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim”

Itulah Doa Nabi Yunus AS (juga dikenal sebagai doa Dzun Nun). Doa singkat ini mengandung pengakuan tauhid (Laa ilaaha illaa Anta – tiada tuhan selain Allah), tasbih (Subhaanaka – Mahasuci Engkau), serta istighfar tersirat (pengakuan kesalahan inni kuntu minaz-zhaalimiin). Berkat doa inilah Allah menyelamatkan Nabi Yunus dari perut ikan dan menerima taubatnya. Bahkan Allah menyatakan dalam lanjutan ayat tersebut:

“Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.”

Artinya, pertolongan Allah kepada Nabi Yunus menjadi janji dan pelajaran bagi setiap mukmin: barangsiapa berdoa dengan iman dan kepasrahan seperti Nabi Yunus, Allah akan menolongnya keluar dari kesulitan.

5 Keutamaan Doa Nabi Yunus AS

Berikut ini adalah 5 keutamaan doa Nabi Yunus AS yang patut kita ketahui dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Dikabulkannya Segala Permintaan (Mustajabnya Doa)

    Keutamaan pertama dari doa Nabi Yunus AS adalah dikabulkannya doa atau hajat orang yang membacanya. Doa ini tergolong mustajab (ampuh) untuk memohon terkabulnya permintaan, selama yang diminta adalah kebaikan. Hal ini ditegaskan dalam hadis shahih. Rasulullah ﷺ bersabda:

    “Doanya Dzun Nun (Nabi Yunus) ketika berdoa di dalam perut ikan adalah ‘Laa ilaaha illaa Anta subhaanaka inni kuntu minaz-zhaalimiin.’ Tidaklah seorang Muslim berdoa dengan doa itu dalam suatu urusan apa pun, melainkan Allah akan mengabulkan untuknya.” (HR. Tirmidzi, dishahihkan dalam Shahih Al-Jami’ no. 3383)

    Hadis di atas menunjukkan bahwa doa Nabi Yunus merupakan salah satu kunci terkabulnya doa bagi kaum Muslimin. Siapa saja yang berada dalam kebutuhan atau hajat tertentu dianjurkan membaca doa ini dengan sungguh-sungguh. InsyaAllah, Allah akan mempermudah terkabulnya permintaan tersebut. Para ulama tafsir juga menggarisbawahi hal ini. Imam Al-Qurthubi menjelaskan bahwa pada ayat :

    “…demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman” (QS. Al-Anbiya: 88)

    Allah mensyaratkan keimanan dan doa seperti Nabi Yunus agar doa-doa kita dikabulkan. Dengan kata lain, apabila seorang mukmin berdoa dengan penuh pengagungan kepada Allah dan penyesalan atas dosa sebagaimana doa Nabi Yunus, maka dia memenuhi syarat untuk mendapatkan ijabah (pengabulan doa) dari Allah SWT.
    Sebagai contoh penerapan, banyak ulama dan orang saleh menganjurkan membaca doa Nabi Yunus ini berulang-ulang ketika kita memiliki keinginan besar atau hajat mendesak. Niatkan dalam hati hajat yang dimohon, lalu panjatkan doa “Laa ilaaha illaa Anta subhaanaka inni kuntu minaz-zhaalimiin” dengan khusyuk. Berdasarkan dalil di atas, Allah akan mengabulkan doa tersebut sesuai waktu dan cara yang terbaik menurut-Nya. Keyakinan akan janji Allah ini hendaknya menambah semangat dan optimisme kita dalam berdoa.

  2. Dimudahkan dalam Menghadapi Kesulitan

    Keutamaan kedua, doa Nabi Yunus memudahkan kita menghadapi masalah dan kesulitan hidup. Doa ini sangat dianjurkan dibaca saat seseorang tertimpa musibah, sedang berada dalam kondisi terjepit, atau merasakan kesulitan yang berat dalam hidup. Nabi Yunus AS sendiri membaca doa ini ketika berada dalam keadaan tersulit dalam hidupnya – terpenjara di perut ikan di kedalaman lautan, tanpa daya upaya selain memohon pertolongan Allah. Apa yang terjadi? Allah segera menyelamatkannya dari kegelapan dan kesulitan tersebut. Al-Qur’an mengabadikan peristiwa ini dalam Surah Al Anbiya ayat 88 yang berbunyi:

    “Kami selamatkan dia dari kedukaan (kesulitan); dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.”

    Ayat ini menjadi basyiir (kabar gembira) bagi setiap mukmin bahwa siapa pun yang berdoa seperti Nabi Yunus saat tertimpa kesusahan, Allah akan memberikan jalan keluar.
    Para ulama menamakan doa Nabi Yunus ini sebagai “du’a al-karb” (doa penolak kesusahan). Al-Tabari menyebutkan bahwa generasi salaf terdahulu biasa berdoa dengan doa ini dan menyebutnya doa saat dilanda kesulitan atau musibah. Bahkan dalam sebuah tafsir disebutkan, “Kesusahan dihilangkan dengan tasbih dan istighfar (zikir mengagungkan Allah dan memohon ampun)”. Doa Nabi Yunus mengandung kedua hal tersebut, sehingga sangat mujarab untuk meraih pertolongan Allah.
    Ketika kita menghadapi masalah berat, cobaan hidup, kesempitan rezeki, sakit, atau kesulitan apa pun, perbanyaklah membaca doa Nabi Yunus. Yakinkan hati bahwa Allah Maha Kuasa mengeluarkan kita dari “perut ikan” masalah kita, sebagaimana Dia telah menolong Nabi Yunus. Allah berjanji akan menyelamatkan orang-orang beriman yang memohon kepada-Nya dengan doa tulus ini. Tidak ada kesulitan yang abadi selama kita bersandar pada Allah. Dengan mengamalkan doa Nabi Yunus, insyaAllah kita dimudahkan menghadapi ujian, diberi ketabahan, dan akhirnya dikeluarkan dari masalah dengan cara yang tak disangka-sangka oleh pertolongan-Nya.

  3. Mengajarkan Sikap Berserah Diri dan Tawakal kepada Allah

    Keutamaan ketiga, doa Nabi Yunus AS mengajarkan sikap berserah diri (tawakal) yang sejati kepada Allah SWT. Di dalam doa tersebut, Nabi Yunus tidak secara eksplisit meminta diselamatkan atau diberikan sesuatu. Beliau hanya mengakui keesaan dan kesucian Allah (“Laa ilaaha illaa Anta, Subhaanaka”), lalu mengakui kesalahannya sendiri (“inni kuntu minaz-zhaalimiin”). Ini menunjukkan betapa totalnya Nabi Yunus menyerahkan urusannya kepada Allah. Ia pasrah bahwa hanya Allah-lah yang dapat menyelamatkannya, dan ia merendahkan diri sepenuhnya di hadapan Allah dengan mengakui dosa. Sikap ini adalah inti tawakal dan taubat.
    Dari Nabi Yunus, kita belajar bahwa berserah diri kepada Allah adalah kunci pertolongan. Selama masih di perut ikan, Nabi Yunus sadar bahwa tiada daya upaya selain berharap pada rahmat Allah. Ketika ia “menangis dalam kegelapan” dengan doa tersebut, sebenarnya ia telah menanggalkan seluruh keakuan dan menyerahkan penuh hidup-matinya pada Allah. Allah pun mencukupkan keperluannya: menyelamatkannya dan mengembalikannya ke daratan dengan selamat.
    Allah menjanjikan hal serupa bagi hamba-hamba-Nya yang tawakal.

    “Barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya.” (QS. At-Talaq: 3)

    Artinya, jika kita sungguh-sungguh bertawakal, Allah yang akan mengurus jalan keluar bagi kita. Doa Nabi Yunus melatih kita untuk memiliki tawakal semacam ini. Saat mengucapkan doa itu, resapkan dalam hati bahwa kita mengakui kebesaran Allah dan kelemahan diri sendiri, lalu biarkan Allah yang menentukan yang terbaik. Sikap pasrah yang aktif (tetap berusaha semampunya dan berdoa, lalu selebihnya menyerahkan hasil pada Allah) akan mendatangkan ketenangan batin. Hati menjadi ridha atas takdir Allah, seberat apapun, karena yakin Allah Maha Bijaksana. Inilah pelajaran tawakal dari doa Nabi Yunus.
    Dalam kehidupan sehari-hari, ketika kita dihadapkan pada situasi yang membuat putus asa, bacalah doa ini. Ingatlah bahwa hanya Allah yang menguasai segala urusan. Contohlah Nabi Yunus yang tidak berputus asa meski dalam “perut” masalah yang gelap. Dengan berserah diri sepenuhnya kepada Allah, kita justru mendapatkan kekuatan baru. Allah akan memberi kita kecukupan dan pertolongan dari arah yang tak disangka-sangka, karena “Barangsiapa bertakwa kepada Allah, Dia akan memberinya jalan keluar” (QS. At-Talaq: 2). Jadi, keutamaan doa Nabi Yunus ini adalah menumbuhkan jiwa tawakal dan optimisme bahwa pertolongan Allah pasti datang bagi hamba yang berserah diri kepada-Nya.

  4. Menghapus Dosa dan Mendapatkan Ampunan Allah

    Keutamaan keempat, doa Nabi Yunus AS menjadi wasilah diampuninya dosa-dosa. Doa ini adalah doa taubat yang penuh pengakuan dosa. Kalimat “inni kuntu minaz-zhaalimiin” (sesungguhnya aku termasuk orang zalim) merupakan ungkapan istighfar Nabi Yunus, mengakui kesalahan dan penyesalannya yang mendalam. Setiap Muslim yang merasa berbuat dosa dan ingin bertaubat dapat meneladani doa Nabi Yunus ini. Dengan sering melafalkannya disertai hati yang menyesal, kita berharap mendapatkan ampunan Allah sebagaimana Allah telah mengampuni Nabi Yunus.
    Kisah Nabi Yunus dalam Al-Qur’an dengan jelas menunjukkan bahwa Allah menerima taubat beliau dan menghapus kesalahannya. Disebutkan dalam Surah Al-Qalam:

    “Kalau sekiranya ia tidak segera mendapat nikmat (rahmat) dari Tuhannya, benar-benar ia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela. Lalu Tuhannya memilihnya dan menjadikannya termasuk orang yang saleh.”

    Ayat ini mengisyaratkan bahwa berkat rahmat Allah (yang datang karena doa dan tasbih Nabi Yunus), Nabi Yunus diselamatkan dari keadaan tercela dan malah dimuliakan kembali sebagai hamba yang saleh. Allah menerima tobatnya dan memulihkan derajatnya sebagai Nabi yang diutus kepada kaumnya lagi. Subhanallah, betapa besar ampunan Allah bagi hamba-Nya yang bertaubat.
    Bagi kita, doa Nabi Yunus bisa menjadi doa istighfar sehari-hari. Saat merasa bersalah atau teringat dosa, ucapkanlah doa ini. Misalnya selepas sholat atau di waktu-waktu mustajab, mohon ampun kepada Allah dengan kalimat ini. Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa mengakui dosa adalah bagian penting dari taubat. Beliau bersabda, “Penyesalan adalah taubat” (HR. Ibn Majah). Nabi Yunus telah menyesali perbuatannya meninggalkan kaum tanpa perintah Allah, dan penyesalan itu ia tuangkan dalam doa di perut ikan. Maka, barangsiapa meniru ketulusan Nabi Yunus dalam beristighfar, insyaAllah dosanya akan diampuni. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, Dia amat mencintai hamba yang mau mengakui kesalahannya dan memohon ampun.
    Sebagai tambahan, doa Nabi Yunus mengandung kalimat tauhid “Laa ilaaha illaa Anta” yang memiliki keutamaan menghapus dosa bila diucapkan dengan ikhlas. Kalimat tauhid merupakan zikir paling utama dalam Islam. Disertai tasbih dan istighfar, doa ini menjadi lengkap untuk memohon ampunan. Jadi, jangan ragu menjadikan doa Nabi Yunus sebagai bacaan dzikir dan doa taubat. Inilah salah satu keutamaannya: menghapus dosa-dosa dan mengundang rahmat Allah untuk datang menolong kita keluar dari gelapnya maksiat menuju cahaya hidayah.

  5. Merupakan Pujian dan Pengagungan kepada Allah SWT

    Keutamaan terakhir, doa Nabi Yunus merupakan bentuk pujian tinggi kepada Allah SWT. Di dalamnya terkandung tauhid dan tasbih sekaligus, yang berarti menyanjung keesaan dan kesucian Allah. Kalimat “Laa ilaaha illaa Anta” adalah deklarasi bahwa hanya Allah satu-satunya Tuhan yang layak disembah. Kalimat ini mengandung pujian karena meniadakan segala sekutu bagi Allah. Lalu “Subhaanaka” adalah ungkapan memahasucikan Allah dari segala kekurangan, memuji kesempurnaan-Nya. Dengan dua kalimat ini saja, Nabi Yunus AS telah mengajarkan kepada kita adab berdoa yang benar: memulai doa dengan memuji dan mengagungkan Allah terlebih dahulu sebelum menyampaikan hajat.
    Rasulullah ﷺ menekankan pentingnya memuji Allah di awal doa. Beliau bersabda:

    “Jika salah seorang di antara kalian berdoa, maka hendaklah pertama memulai dengan memuji dan menyanjung Tuhannya Yang Mahaagung dan Mahaperkasa, kedua bershalawat kepada Nabi ﷺ, kemudian berdoa memohon apa yang diinginkan.” (HR. Abu Dawud)

    Dalam doa Nabi Yunus, beliau telah mendahului doanya dengan memuji Allah (tauhid dan tasbih) sebelum “meminta” ampunan secara tersirat. Ini menunjukkan bahwa doa Nabi Yunus memenuhi adab doa yang diajarkan Nabi Muhammad ﷺ. Pujian pada Allah di awal doa akan membuat doa kita lebih khusyuk dan maqbul. Allah mencintai hamba yang memuliakan-Nya dalam doa.

    Selain itu, doa Nabi Yunus juga dapat dibaca sebagai dzikir pujian (tasbih) di luar konteks meminta hajat. Misalnya ketika kita mengingat nikmat Allah yang besar, kita bisa mengucapkan “Laa ilaaha illaa Anta, subhaanaka, inni kuntu minaz-zhaalimiin.” Kalimat ini mengandung kesadaran bahwa semua kebaikan datang dari Allah Yang Maha Esa dan kita sering lalai bersyukur (termasuk “orang zalim” dalam tidak memenuhi hak Allah). Dengan membacanya, kita sekaligus memuji Allah dan merendahkan diri kita agar tidak sombong. Sikap inilah yang mendatangkan ridha Allah.

    Keutamaan doa Nabi Yunus sebagai pujian juga berkaitan dengan syukur. Setelah Nabi Yunus diselamatkan, tentu beliau memuji dan bersyukur kepada Allah atas nikmat tersebut. Setiap kali kita memperoleh nikmat atau terhindar dari bahaya, sangat baik membaca doa ini sebagai bentuk syukur dan pujian pada Allah. Pujian yang tulus akan menambah nikmat dan mendekatkan hati kita kepada Sang Pemberi Nikmat. Doa Nabi Yunus mengingatkan kita untuk selalu mengagungkan Allah dalam keadaan apa pun. Di saat senang maupun susah, lidah dan hati kita seharusnya tidak lepas dari kalimat tauhid dan tasbih memuji Allah. Inilah kunci ketenangan dan keberkahan hidup.

Mengamalkan Doa Nabi Yunus dalam Kehidupan Sehari-hari

Setelah memahami 5 keutamaan doa Nabi Yunus AS di atas – yaitu terkabulnya doa, kemudahan dalam kesulitan, sikap tawakal, pengampunan dosa, dan pujian kepada Allah – kini saatnya kita mengamalkannya dalam hidup kita. Berikut beberapa tips pengamalan doa Nabi Yunus:

  • Dibaca saat berdoa hajat atau munajat pribadi: Misalnya di sujud terakhir shalat tahajud atau setelah shalat wajib, bacalah doa Nabi Yunus berkali-kali sebelum menyebutkan permohonan. Yakinlah Allah akan mengabulkan sesuai janji-Nya
  • Dibaca saat tertimpa musibah atau kesulitan: Jadikan doa ini dzikir andalan di kala susah. Ulangi terus dengan penuh harap, seperti Nabi Yunus memanjatkannya dalam gelap. InsyaAllah hati menjadi tenang dan Allah bukakan jalan keluar.
  • Dibaca setiap hari sebagai istighfar dan dzikir: Luangkan waktu berdzikir dengan doa Nabi Yunus, misalnya 100 kali sehari. Niatkan untuk memohon ampunan atas dosa-dosa kita. “Aku termasuk orang zalim” mengingatkan kita untuk selalu rendah hati dan mohon ampun.
  • Ajarkan pada keluarga dan anak-anak: Keutamaan doa Nabi Yunus sangat besar, maka ajarkanlah doa ini kepada keluarga. Biasakan anak menghafal dan memahami artinya, sehingga sejak dini mereka tahu kemuliaan doa ini dan menggunakannya saat perlu.
  • Renungi maknanya saat membaca: Jangan sekadar dilafalkan, tapi hayati bahwa kita sedang mengagungkan Allah dan mengakui kesalahan. Dengan penghayatan, doa ini akan menyentuh hati dan meningkatkan keimanan, menumbuhkan cinta pada Allah serta ketergantungan hanya kepada-Nya.

Dengan mengamalkan doa Nabi Yunus AS, kita berharap dapat meneladani Nabi Yunus dalam ketulusan taubat dan kuatnya tawakal. Doa singkat ini menyimpan kekuatan besar karena mengandung tauhid, tasbih, dan istighfar sekaligus. Allah SWT telah membuktikan kekuatan doa ini dengan menyelamatkan Nabi Yunus secara ajaib. Dia juga menjanjikan dalam Al-Qur’an akan menyelamatkan “orang-orang yang beriman” yang berdoa demikian. Maka, jadikanlah doa Nabi Yunus sebagai bagian dari wirid harian dan pelarian utama saat kesulitan melanda.

5 keutamaan doa Nabi Yunus meliputi terkabulnya permintaan, kemudahan dalam kesulitan, sikap tawakal kepada Allah, pengampunan dosa, dan pujian kepada Allah. Semua keutamaan itu sangat kita butuhkan dalam menjalani hidup sebagai hamba Allah. Dengan izin Allah, rutin membaca dan menghayati doa Nabi Yunus akan membersihkan hati kita, menguatkan iman, serta mendatangkan pertolongan Allah tepat pada waktunya. Semoga kita dapat mengamalkan doa ini dengan istiqamah dan merasakan sendiri hikmah serta keutamaannya.

Jangan pernah ragu untuk berdoa dan bertawakal, sebagaimana Nabi Yunus AS yang tidak putus asa berdoa dalam kegelapan. Mudah-mudahan Allah SWT senantiasa mengabulkan doa-doa kita, melapangkan segala urusan, mengampuni dosa, dan menjadikan kita hamba-Nya yang selalu bersyukur dan mengagungkan-Nya. Aamiin.

Wallahu a‘lam bish-shawab.

You might also like