10 Amalan 1 Muharram Sesuai Sunnah Yang Dianjurkan

10 Amalan 1 Muharram Sesuai Sunnah Yang Dianjurkan

Masjid Ismuhu Yahya – Tanpa terasa sebentar lagi umat islam akan memasuki tahun baru islam 1448H. Dalam rangka menyambut tahun yang baru ada beberapa amalan 1 muharram. Amalah yang dimaksud meliputi puasa sunnah, shalat malam, membaca doa akhir dan awal tahun, dzikir, sedekah, silaturahim, serta muhasabah (introspeksi diri). Dalam artikel ini akan dibahas secara lengkap amalan bulan muharram.

Dalam literatur islam bulan ini merupakan salah satu bulan mulia. Dalam banyak redaksi Al Qur’an menegaskan bahwa empat bulan haram (termasuk Muharram) harus dihormati, hal ini juag diperkuat dengan sabda nabi Nabi Muhammad SAW menyebut Muharram sebagai Syahrullah (bulan Allah). Dalam hadis sahih disebutkan:

“Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu bulan Muharram.” (HR. Muslim)

Karena itu, Muharram menjadi momentum istimewa untuk meningkatkan ibadah dan kebaikan. Keutamaan lainnya terlihat pada hari Asyura (10 Muharram) yang dirayakan dengan puasa sebagai bentuk syukur atas kemenangan Allah bagi umat Nabi Musa AS.

Amalan 1 Muharram Sesuai Sunnah

Pada tanggal 1 Muharram dan sepanjang bulan Muharram, umat Islam dianjurkan melakukan amalan sunnah berikut:

  1. Puasa Sunnah Muharram
    Puasa merupakan amalan utama yang sangat dianjurkan di bulan Muharram. Rasulullah SAW bersabda bahwa

    “puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram” (HR. Muslim; status: sahih)

    Hadis ini dipahami bahwa setiap hari di bulan Muharram memiliki keutamaan khusus sebagai puasa sunnah. Dengan demikian, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunnah sepanjang bulan Muharram sesuai kemampuan.

  2. Puasa Tasu’a (9 Muharram) dan ‘Asyura (10 Muharram)
    Puasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram (Tasu’a dan ‘Asyura) sangat dianjurkan. Dari Ibnu Abbas r.a., Nabi SAW berkata:

    “Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW bersungguh-sungguh berpuasa pada suatu hari melebihi hari Asyura” (HR. Bukhari; sahih). Untuk membedakan dari tradisi Yahudi, Nabi juga berkeinginan menambahkan puasa sehari sebelum ‘Asyura. Hadis Nabi SAW: “Jika aku hidup sampai tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada hari kesembilan.” (HR. Muslim; sahih)

    Dengan demikian, anjuran puasa 9–10 Muharram berdasar hadits shahih (Bukhari-Muslim). Keutamaannya pun disebutkan dalam hadits lain bahwa puasa Asyura menghapus dosa setahun yang lalu (HR. Muslim; sahih).

  3. Shalat Malam (Tahajud/Qiyamullail)
    Selain puasa, Nabi SAW juga menekankan pentingnya shalat malam. Dalam satu hadits disebut bahwa

    “shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam” (HR. Muslim)

    Dengan demikian, menghidupkan malam dengan tahajud atau shalat sunnah (seperti Shalat Dhuha pada pagi harinya) adalah amalan dianjurkan di Muharram. Hadits ini shahih sehingga shalat malam pada malam-malam awal tahun (misalnya malam 1 Muharram) layak dilakukan sebagai bentuk memperbanyak ibadah.

  4. Membaca Doa Akhir dan Awal Tahun
    Salah satu tradisi di masyarakat adalah membaca doa khusus di akhir Dzulhijjah dan di awal Muharram. Misalnya, membaca Doa Akhir Tahun sebelum Maghrib terakhir Dzulhijjah, dan Doa Awal Tahun pada 1 Muharram malam setelah Maghrib, masing-masing diulang tiga kali. Kendati demikian, para ahli hadis menyatakan tidak ada dalil khusus (QS atau Hadis) yang mewajibkan doa ini. Syaikh Bakr Abu Zaid menegaskan “tidak ada sedikitpun doa atau dzikir untuk awal tahun” dalam syariat (status dalil: tidak ada dalil/hanya tradisi). Doa-doa di atas lebih bersifat dorongan spiritual melalui dzikir dan istighfar, bukan kewajiban agama.
  5. Dzikir, Istighfar, dan Shalawat
    Muharram sebaiknya diisi dengan banyak berdzikir, istighfar, dan shalawat kepada Nabi SAW. Praktik ini tidak terkait khusus dengan Muharram saja, tetapi dianjurkan setiap saat. Kakanwil Kemenag Aceh mengimbau umat memperbanyak doa dan dzikir di bulan Muharram serta berbuat kebaikan. Dengan berdzikir (misalnya tasbih, tahmid, tahlil) dan membaca shalawat, hati menjadi tenteram dan lebih khusyuk mengawali tahun baru hijriyah. Dalilnya bersifat umum (umum kepada semua waktu); statusnya umum/unspecified karena tidak ada hadits khusus Muharram.
  6. Membaca Al-Qur’an dan Tilawah
    Momentum Muharram, terutama malam-malam pergantian tahun, bisa dimanfaatkan untuk khatam Al-Qur’an atau memperbanyak tilawah. Misalnya membaca surat Yasin tiga kali sebagai persiapan berdoa akhir tahun. Kegiatan tilawah ini memiliki dalil umum baik (QS. Al-Qiyamah: 17-18 memuji orang yang membaca Qur’an). Tidak ada dalil khusus Muharram, namun membaca Al-Qur’an setiap hari sangat dianjurkan. Status dalil: unspecified (umum).
  7. Sedekah dan Kebaikan Sosial
    Memulai tahun baru dengan berbagi kebajikan merupakan amalan mulia. Sedekah kepada fakir, anak yatim, atau masyarakat kurang mampu dianjurkan di bulan Muharram. Fatayat NU Pekalongan menegaskan bahwa “amalan sedekah di bulan Muharram sangat dianjurkan”. Tidak ada dalil spesifik Muharram, namun sedekah mendapat ganjaran besar dalam Islam (QS. Al-Baqarah 2:271; HR. Bukhari-Muslim umum). Dalil sedekah umum ada (HR. Bukhari: shahih), namun kaitan khusus Muharram bersifat unspecified (umum).
  8. Silaturahim dan Ibadah Sosial
    Mempererat silaturahim dan meningkatkan kepedulian sosial dianjurkan sepanjang waktu, termasuk di Muharram. Saat tahun baru, umat Islam disarankan untuk saling memaafkan, menyambung hubungan keluarga, serta bergotong-royong membantu sesama. MUI Sumut mencantumkan “mempererat ukhuwah, saling memaafkan, dan meningkatkan sedekah” sebagai bagian dari sambutan Tahun Baru Hijriyah. Dalilnya bersifat umum (misalnya HR. Muslim, shahih tentang silaturahim). Maka silaturahim di Muharram masuk kategori unspecified (umum).
  9. Muhasabah dan Niat Baik (Resolusi Ibadah)
    1 Muharram adalah momentum introspeksi. Sebelum masuk tahun baru, dianjurkan melakukan muhasabah (evaluasi diri), istighfar, dan menentukan resolusi ibadah yang lebih baik. MUI menyarankan evaluasi amal setahun lalu, serta menetapkan target ibadah (tilawah, sedekah, dst) di tahun mendatang. Ini bukan ibadah khusus Muharram, tetapi prinsip Islam untuk konsisten dalam kebaikan (HR. Bukhari: “amal yang dicintai Allah adalah yang terus menerus walau sedikit”). Status: unspecified (general exhortation).
  10. Tradisi Minum Susu di Awal Muharram
    Beberapa kelompok muslim memiliki tradisi meminum susu di awal Muharram, dengan harapan mendapat keberkahan sepanjang tahun. Kepala MTsN 8 HST Kalsel menyebut kebiasaan alim ulama meminum susu di awal Muharram agar “Allah menjadikan sepanjang tahun putih, bersih, dan penuh kebaikan”. Namun, tradisi ini tidak berdasar hadits atau kitab klasik mana pun; termasuk praktik bid’ah yang tidak ada dalil syar’i. Jika dilakukan, status dalilnya adalah unspecified (tradisi). Umat boleh meminum susu secara umum karena bernilai sunnah untuk kesehatan, tapi bukan ibadah khusus Muharram.

Setiap amalan di atas disarankan dengan dalil maupun pertimbangan syariat seperti tertera. Puasa Muharram dan ‘Asyura berlandaskan hadis shahih, sedangkan ibadah umum seperti dzikir, sedekah, dan silaturahim mendapat ganjaran berlipat di bulan haram. Di sisi lain, tidak ada dalil sahih untuk ritual khusus 1 Muharram (mis. doa khusus atau puasa pergantian tahun), sehingga aktivitas tersebut bersifat pilihan tanpa jaminan pahala khusus.

Sehingga 1 Muharram seyogyanya dipandang sebagai momentum hijrah spiritual, bukan perayaan kultural tanpa pijakan agama. Amalan utama yang dianjurkan adalah perbanyak amal saleh: puasa sunnah (terutama Tasua-Asyura), shalat malam, tilawah Al-Qur’an, dzikir, doa, sedekah, silaturahim, dan introspeksi diri. Semua ini dimaksudkan agar tahun baru Islam dimulai dengan hati bersih dan semangat ibadah. Amalan-amalan tersebut di atas bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis shahih, serta bimbingan ulama (NU, Muhammadiyah, Kemenag) yang menekankan peningkatan ibadah di bulan ini. Dengan melaksanakan amalan-amalan ini dan menghindari bid’ah, umat Muslim dapat menyambut Tahun Baru Hijriyah dengan keberkahan dan ketaqwaan yang meningkat.

You might also like