Doa Belajar dan Artinya: Arab, Latin, Makna, dan Dalil

Doa Belajar dan Artinya: Arab, Latin, Makna, dan Dalil

Masjid Ismuhu Yahya – Belajar merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam islam, sebagai seorang muslim selayaknya mengetahui doa belajar dan artinya. Dengan doa agar ilmu yang dipelajari menjadi mudah dipahami, bermanfaat dan penuh keberkahan. Maka, seharusnya seorang guru mengajak murid-muridnya untuk berdoa sebelum belajar dimulai.

Di dalam Islam, ilmu mendapat kedudukan tinggi, bahkan Al Qur’an menyebutkan bahwa Allah mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan diberi ilmu, serta menegaskan bahwa orang yang mengetahui tidak sama dengan yang tidak mengetahui. Hal ini tertuang dalam QS Al Mujadalah ayat 11.

Namun, doa dalam belajar tidak boleh dipahami sebagai pengganti usaha (belajar terseut). Pada masa awal pendidikan Islam justru menempatkan doa berdampingan dengan niat, adab, dan kesungguhan. Sebagaimana yang dituliskan Imam Az Zarnuji dalam kitabnya Ta’lim al-Muta’allim  menekankan bahwa niat belajar seharusnya diarahkan untuk mencari ridha Allah, menghilangkan kebodohan dari diri sendiri dan orang lain, menghidupkan agama, serta mensyukuri nikmat akal dan kesehatan. Merujuk dari NU Banten menegaskan doa yang khusuk termasuk pada salah satu hal yang perlu di persiapkan sebelum belajar.

6 Doa Belajar dan Artinya yang Sering dibaca

Berikut ini ada 6 doa sebelum belajar dan artinya yang umum dibaca saat mulai belajar. Doa-doa ini bersumber dari Al Qur’an serta hadits nabi Muhammad SAW yang shahih.

Doa Memohon Tambahan Ilmu

رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا

Latin: Rabbi zidni ‘ilma
Arti ringkas: Ya Tuhanku, tambahkan aku pengetahuan. 

Doa yang paling ringkas dan mudah untuk dihafalkan, doa ini berasal dari QS Thaha ayat 114.

Doa Nabi Musa untuk kelapangan dada, kemudahan urusan, dan kelancaran bicara

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

Latin: Rabbi ishrah li sadri, wa yassir li amri, wahlul ‘uqdatan min lisani, yafqahu qawli
Arti ringkas: Ya Tuhanku, lapangkan dadaku, mudahkan urusanku, lepaskan kekakuan lidahku agar orang memahami ucapanku.

Doa ini juga masih dari surah yang sama dengan sebelumnya, yaitu surah Thaha ayat 25 – 28, doa ini keinginan seseorang bukan hanya diberikan hafal saja, akan tetapi bisa paham dan menyampaikan kembali. Doa ini sangat bagus digunakan saat ingin melakukan persentasi di depan kelas, ujian lisan, mengajar, sidang, atau saat menjelaskan pelajaran kepada orang lain supaya tidak ada kegugupan dan lancar saat menyampaikan materinya.

Doa memohon ilmu yang bermanfaat

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

Latin: Allahumma inni as’aluka ‘ilman nafi‘an, wa rizqan tayyiban, wa ‘amalan mutaqabbalan
Arti ringkas: Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang Engkau terima.

Doa ini bersumber dari riwayat Ummu Salamah dalam Sunan Ibn Majah nomor hadits 925 menyebutkan bahwa Nabi SAW selalu membaca doa ini setelah selesai shalat subuh. Nilai utama dalam doa ini itu terletak pada susunannya: ilmu, rezeki dan amal. Yang memiliki makna bahwa setiap ilmu yang pelajari seseorang akan berdampak pada kehidupannya serta amal yang dikerjakan.

Doa berlindung dari ilmu yang tidak bermanfaat

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ وَقَلْبٍ لَا يَخْشَعُ وَدُعَاءٍ لَا يُسْمَعُ وَنَفْسٍ لَا تَشْبَعُ

Latin: Allahumma inni a‘udzu bika min ‘ilmin la yanfa‘u, wa qalbin la yakhsha‘u, wa du‘a’in la yusma‘u, wa nafsin la tashba‘u

Arti: Ya Allah, lindungilah aku dari ilmu yang tidak berguna, hati yang tidak tunduk, doa yang tidak didengar, dan jiwa yang tidak pernah merasa cukup. 

Doa ini bisa ditemukan dalam kitab Sunan An Nasa’i nomor hadits 5470, mengutip dari NU Jatim bahwa konteks doa ini agar menuntut/mencari ilmu agar bermanfaat. Hal ini sangat penting, karena tidak semua pengetahuan itu membawa pada kebaikan.

Doa saat pelajaran terasa sulit

للَّهُمَّ لَا سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلًا

Latin: Allahumma la sahla illa ma ja‘altahu sahlan, wa anta taj‘alul hazna idza syi’ta sahlan
Arti ringkas: Ya Allah, tidak ada yang mudah kecuali yang Engkau mudahkan; Engkau dapat menjadikan yang sulit terasa mudah bila Engkau kehendaki.

Untuk doa satu ini tidak membicarakan belajar secara spesifik, namun doa ini sangat bagus untuk dibaca saar belajar. Secara tersirat doa ini berisi memohon kemudahan saat mengalami sesuatu yang sangat berat. Dalam kitab Hisnul Muslim doa ini disansarkan pada Ibn Hibban dan Ibn As Sunni.

Doa penutup majelis untuk mengakhiri sesi belajar

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Latin: Subhanakallahumma wa bihamdika, asyhadu an la ilaha illa anta, astaghfiruka wa atubu ilaik
Arti ringkas: Mahasuci Engkau, ya Allah, segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi tiada Tuhan selain Engkau. Aku memohon ampun dan bertobat kepada-Mu.

Doa ini merupakan doa saat menutup majelis, pengajian, kelas, maupun belajar kelompok. Doa ini terdapat kitab Jami’ At Tirmidzi nomor hadits 3433 dengan sanadnya yang shahih. Mengutib dari website NU online bahwa siapa saja yang membaca doa ini sebelum berdiri dari majelis, maka kesalahan-kesalahan dalam majelis itu terampuni.

Kalau melihat polanya, semua doa-doa ini sebaiknya dibaca dengan panduan sebegai berikut ini; dua doa pertama bagusnya dibaca saat membuka pelajaran, doa ketiga paling kuat dijadikan rutinitas pagi, doa keempat dan kelima membantu saat menghadapi masalah, dan doa terakhir ideal untuk menutup setiap sesi belajar.

Jika ingin memulai mengamalkan doa-doa diatas, mulai terlebih dahulu dari doa yang pendek-pendek, lalu mulai memakai doa-doa lainnya saat keadaan atau situasi yang pas, dan jangan lupa pula menutup dengan doa penutup majelis. Yang tidak kalah penting, jaga niat belajar sebagaimana ditekankan dalam Ta’lim al-Muta’allim: belajar untuk mencari ridha Allah, menghilangkan kebodohan, dan mengamalkan ilmu. Dengan pola kecil seperti ini, doa tidak terasa berat, tetapi justru menjadi kebiasaan harian yang masuk akal untuk siswa, santri, mahasiswa, guru, dan orang tua.

You might also like