Bacaan Doa Saat Hujan Turun: Amalan Mustajab Pembawa Berkah

Bacaan Doa Saat Hujan Turun: Amalan Mustajab Pembawa Berkah

Masjid Ismuhu Yahya – Hujan turun bukan sekedar fenomena alam yang rutin terjadi, melainkan anegurah dari Allah SWT yang membawa kehidupan dan keberkahan. Dalam ajaran islam saat hujan turun merupakan momen untuk berdoa. Rasulullah SAW sebagai suri tauladan mengajarkan berbagai doa saat hujan turun. Waktu hujan turun merupakan salah satu waktu mustajab dalam berdoa, pada saat itu pintu-pintu langi terbuka lebar dan doa seorang hamba lebih mudah dikabulkan. Lantas, doa apa saja yang dianjutkan dibaca saat hujan turun dan mengapa hujan begitu istimewa? mari selami bacaan doa serta amalan pendukung yang bida dikerjakan pada waktu mulia ini.

Hujan sebagai Rahmat dan Waktu Mustajab Berdoa

Hujan turun menjadi tanda rahmat dan kasih sayang yang Allah berikan kepada seluruh mahluk di muka bumi ini. Dengan air hujan yang turun memberikan kehidupan pada bumi yang kering, menjadi sumber kehidupan serta menjadi penopang ekosistem. Dengan jelas Allah SWT menegaskan dalam firmannya dalam Surah Al Furqan Ayat 48:

“Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa khabar gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih.”

Ayat ini menegaskan bahwa hujan adalah rahmat yang patut disyukuri.

Lebih dari itu, waktu hujan turun juga menjadi salah satu waktu paling mustajab untuk berdoa. Banyak hadits sahih yang menunjukkan keutamaan ini. Salah satunya adalah sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Sahl bin Sa’d,

“Dua doa yang tidak akan ditolak: doa ketika azan dan doa ketika turunnya hujan.” (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi)

Ini menunjukkan betapa besar peluang doa dikabulkan pada saat-saat tersebut. Imam Ibnu Qudamah dalam kitab Al Mughni juga menyebutkan,

“Carilah waktu mustajab untuk berdoa pada tiga keadaan: saat dua pasukan bertemu, saat iqamah dikumandangkan, dan saat hujan turun.”

Sebuah kesempatan emas yang tak boleh kita lewatkan.

Doa Utama Saat Hujan Turun (Hujan Ringan/Normal)

Ketika rintik hujan mulai membasahi bumi, doa pertama yang paling utama dan sering diajarkan Rasulullah SAW adalah memohon agar hujan tersebut membawa manfaat. Doa ini sangat sederhana namun penuh makna, mencerminkan harapan akan berkah dan kebaikan dari setiap tetes air yang jatuh.

Bacaan doanya adalah:

اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً

“Allahumma shoyyiban nafi’an.”
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah hujan ini hujan yang bermanfaat.”

Doa ini bersumber dari riwayat Aisyah RA, yang mengatakan,

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, ‘Allahumma shoyyiban nafi’an’ [Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat].” (HR. Bukhari no. 1032)

Makna “bermanfaat” di sini sangat luas, bisa berarti menyuburkan tanah, mengisi sumber air, atau membersihkan udara, tanpa menimbulkan mudarat atau bencana.

Doa Saat Hujan Lebat atau Dikhawatirkan Banjir

Terkadang, hujan yang turun sangat lebat hingga menimbulkan kekhawatiran akan banjir atau kerusakan. Dalam kondisi seperti ini, Rasulullah SAW mengajarkan doa khusus agar hujan dialihkan ke tempat yang lebih membutuhkan atau tidak menimbulkan bahaya bagi permukiman.

Bacaan doanya adalah:

اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا , اللَّهُمّ عَلَى الآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالآجَامِ وَالظِّرَابِ وَالأوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

“Allahumma hawaalaina wa laa ‘alainaa. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitis syajari.”
Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan di atas kami. Ya Allah, curahkanlah hujan ke atas bukit-bukit, gunung-gunung, dataran tinggi, lembah-lembah, dan tempat-tempat tumbuhnya pepohonan.”

Doa ini berasal dari riwayat Anas bin Malik RA, ketika Nabi SAW berdoa agar hujan yang terlalu deras dialihkan. Doa ini menunjukkan kebijaksanaan Islam dalam menghadapi fenomena alam, memohon perlindungan dari potensi bahaya sambil tetap mengharapkan keberkahan hujan di tempat lain.

Doa Ketika Hujan Disertai Angin Kencang dan Petir

Ketika hujan datang dengan “paket lengkap” berupa angin kencang dan gemuruh petir, suasana bisa menjadi mencekam. Dalam situasi ini, Islam mengajarkan kita untuk berlindung dan memohon kebaikan kepada Allah SWT.

Saat terjadi angin kencang, Rasulullah SAW menganjurkan untuk berdoa:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ

“Allahumma inni as’aluka khairaha wa khaira ma fiha, wa khaira ma ursilat bihi. Wa a’udzubika min syarriha, wa syarri ma fiha wa syarri ma ursilat bihi.”
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang ada padanya, dan kebaikan apa yang dibawanya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan angin ini, keburukan yang ada padanya, dan keburukan apa yang dibawanya.”

Sementara itu, ketika mendengar petir menyambar, doa yang dianjurkan adalah:

سُبْحَانَ الَّذِي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ

“Subhaanal ladzii yusabbihur ra’du bihamdihi wal malaa-ikatu min khiifatih.”
Artinya: “Maha Suci Allah yang petir bertasbih dengan memuji-Nya, demikian pula para malaikat karena takut kepada-Nya.” (HR. Malik)

Doa ini mengingatkan kita akan kebesaran dan kekuasaan Allah yang tak terhingga.

Doa Setelah Hujan Reda

Setelah rintik hujan berhenti dan langit kembali cerah, adalah waktu yang tepat untuk mengungkapkan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan. Hujan yang telah usai meninggalkan kesegaran dan keberkahan, sehingga kita dianjurkan untuk melafalkan doa sebagai bentuk terima kasih.

Bacaan doanya adalah:

مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

“Muthirnaa bifadhlillaahi wa rahmatihi.”
Artinya: “Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Doa ini bukan hanya sekadar ucapan, tetapi juga pengakuan bahwa segala kebaikan, termasuk hujan yang menyirami bumi, semata-mata berasal dari karunia dan rahmat Allah SWT. Ini adalah pengingat penting untuk senantiasa bersyukur dalam setiap keadaan.

Doa Meminta Hujan (Saat Kekeringan/Sholat Istisqa)

Dalam kondisi kekeringan yang berkepanjangan, di mana hujan tak kunjung turun dan bumi merana, Islam juga mengajarkan umatnya untuk memohon hujan kepada Allah SWT. Salah satu caranya adalah melalui Sholat Istisqa, yaitu sholat sunnah dua rakaat yang khusus didirikan untuk meminta hujan.

Salah satu doa yang bisa dipanjatkan saat meminta hujan adalah:

اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا مَرِيئًا مَرِيعًا نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ عَاجِلًا غَيْرَ آجِلٍ

“Allahummasqinaa ghaitsan mughiitsan marii-an marii’an naafi’an ghaira dhaarrin ‘aajilan ghaira aajilin.”
Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami, hujan yang menolong, menyuburkan, membawa manfaat, tidak membahayakan, segera dan tidak ditunda-tunda.”

Doa ini mencerminkan kebutuhan mendesak akan hujan dan keyakinan penuh bahwa hanya Allah-lah yang mampu menurunkan hujan sesuai kehendak-Nya. Sholat Istisqa sendiri merupakan bentuk ketundukan dan permohonan tulus hamba kepada Pencipta alam semesta.

Amalan Lain yang Dianjurkan Saat Hujan

Selain memanjatkan doa, ada beberapa amalan lain yang dianjurkan selama hujan turun untuk memaksimalkan keberkahan di waktu mustajab ini:

  1. Memperbanyak Syukur: Setiap tetes hujan adalah nikmat. Mengucapkan Alhamdulillah dan merenungkan kebesaran Allah adalah amalan yang sangat dianjurkan.
  2. Memperbanyak Zikir: Memanfaatkan waktu hujan untuk berzikir, membaca Al-Qur’an, atau istighfar dapat membersihkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah.
  3. Bersedekah dan Peduli Sesama: Jika hujan menyebabkan musibah atau kesulitan bagi orang lain, bersedekah atau membantu mereka adalah bentuk kepedulian yang sangat dianjurkan dalam Islam.
  4. Tidak Mencela Hujan: Hujan adalah ciptaan Allah. Mencela hujan sama dengan mencela ketentuan-Nya. Sebaliknya, kita diajarkan untuk bersyukur dan memohon kebaikannya.
  5. Memanjatkan Hajat Dunia dan Akhirat: Karena waktu hujan adalah mustajab, manfaatkan untuk memohon segala hajat, baik urusan dunia maupun akhirat, dengan penuh keyakinan dan keikhlasan.

Hujan merupakan salah satu tanda kebesaran Allah SWT yang penuh rahmat dan berkah. Sebagai umat Muslim, kita diajarkan untuk tidak hanya menikmati keindahan dan manfaatnya, tetapi juga memanfaatkan momen turunnya hujan sebagai waktu mustajab untuk berdoa dan memperbanyak amalan baik. Dengan melafalkan doa saat hujan turun yang diajarkan Rasulullah SAW, baik saat hujan ringan, lebat, disertai angin kencang, hingga setelah reda, kita tidak hanya memohon kebaikan tetapi juga meneguhkan keimanan kepada Allah.

Mari jadikan setiap rintik hujan sebagai pengingat akan kebesaran Sang Pencipta dan peluang untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Semoga setiap doa yang kita panjatkan di waktu hujan dikabulkan, membawa kebaikan, dan menjadi ladang pahala bagi kita semua.

You might also like