Dzikir Setelah Sholat Tahajud: Makna, Bacaan, dan Keutamaannya - Masjid Ismuhu Yahya

Dzikir Setelah Sholat Tahajud: Makna, Bacaan, dan Keutamaannya

Masjid Ismuhu Yahya – Dzikir setelah sholat tahajud merupakan amalan yang memiliki banyak keutamaan dan patut dibiasakan oleh setiap Muslim. Ibadah ini dilakukan di waktu sepertiga malam terakhir setelah menunaikan sholat tahajud. Dalam suasana sunyi dan khusyuk, seorang hamba dapat mengingat Allah dengan dzikir dan memanjatkan doa-doa penuh harap. Melalui dzikir setelah sholat tahajud, ibadah malam yang telah dilaksanakan akan semakin sempurna dan mendatangkan ketenangan jiwa serta keberkahan hidup.

Mengapa Dzikir Setelah Sholat Tahajud Dianjurkan?

Setelah menunaikan sholat tahajud, umat Islam dianjurkan untuk melanjutkan ibadah dengan berdzikir dan berdoa. Ada beberapa alasan mengapa dzikir setelah sholat tahajud sangat dianjurkan:

  1. Menyempurnakan Ibadah Malam: Dengan berdzikir usai tahajud, ibadah malam yang dilakukan menjadi lebih lengkap dan sempurna. Sholat tahajud sudah menghadirkan kedekatan dengan Allah, dan dzikir sesudahnya semakin memperkuat ikatan spiritual tersebut. Rasulullah ﷺ mengajarkan kita bahwa setelah menyelesaikan sholat (baik fardu maupun sunnah), alangkah baiknya mengisi waktu dengan tasbih, tahmid, takbir, dan doa. Begitu pula setelah tahajud, melanjutkannya dengan dzikir berarti kita memanfaatkan momen ibadah itu seoptimal mungkin untuk mengingat Allah.
  2. Waktu Mustajab di Sepertiga Malam: Sepertiga malam terakhir adalah waktu mustajab untuk bermunajat. Dalam sebuah hadits qudsi yang masyhur, Nabi ﷺ bersabda:

    “Allah Subhanahu wa Ta’ala turun ke langit dunia setiap malam, ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Kemudian Allah berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku akan Aku kabulkan doanya, siapa yang meminta kepada-Ku akan Aku beri, dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku akan Aku ampuni.”

    Hadits riwayat Bukhari dan Muslim ini menegaskan bahwa Allah sangat dekat dengan hamba-Nya di akhir malam, siap mengabulkan doa dan mengampuni dosa. Oleh sebab itu, berdzikir dan berdoa setelah tahajud berarti kita tengah memanfaatkan waktu emas tersebut untuk meraih rahmat Allah.

  3. Perintah Al-Qur’an untuk Berdzikir di Waktu Malam: Al-Qur’an sendiri menganjurkan kaum mukmin untuk bertasbih dan mengingat Allah di waktu malam hingga menjelang fajar. Sebagaimana firman-Nya:

    “Dan pada sebagian malam bertasbihlah kepada-Nya, dan (juga) di waktu terbenamnya bintang-bintang (waktu fajar).” (QS. At-Tur: 49)

    Ayat ini menjadi dalil bahwa berdzikir di waktu malam, termasuk setelah menunaikan tahajud, adalah amalan yang dicintai Allah. Dengan kata lain, dzikir setelah sholat tahajud selaras dengan perintah Al-Qur’an untuk senantiasa mengagungkan Allah di penghujung malam.

  4. Menambah Kekhusyukan dan Ketenangan: Dzikir merupakan cara untuk menenangkan hati dan mendekatkannya pada Allah. Setelah bermunajat dalam tahajud, melanjutkan dengan dzikir membantu mempertahankan suasana khusyuk. Hati yang telah luluh dalam sujud malam akan semakin tenteram saat lisan dan pikiran terus menyebut Nama-Nya. Dalam sebuah ayat disebutkan:

    “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

    Jadi, dzikir seusai tahajud berfungsi mengukuhkan ketenangan batin yang telah diraih melalui sholat malam tersebut.

Bacaan Dzikir Setelah Sholat Tahajud yang Dapat Diamalkan

Setelah sholat tahajud, ada beragam bacaan dzikir yang bisa diamalkan. Bacaan-bacaan ini bertujuan untuk memuji kebesaran Allah, mengagungkan-Nya, memohon ampun, serta memanjatkan doa sesuai tuntunan Nabi ﷺ. Berikut ini beberapa jenis dzikir setelah sholat tahajud yang umum diamalkan beserta maknanya:

  1. Tasbih – Membaca “Subhanallah” yang berarti “Maha Suci Allah”. Ucapan tasbih ini merupakan pujian atas kesucian dan kesempurnaan Allah dari segala kekurangan. Sebagian ulama menganjurkan tasbih diulang sebanyak 100 kali usai tahajud. atau setidaknya dibaca berulang-ulang dengan penuh penghayatan.
  2. Tahmid – Membaca “Alhamdulillah” yang berarti “Segala puji bagi Allah”. Lafal tahmid ini mengungkapkan rasa syukur dan pujian kita kepada Allah atas segala nikmat. Ini pun dianjurkan dibaca 100 kali atau sebanyak-banyaknya sebagai ungkapan syukur setelah melaksanakan ibadah malam
  3. Takbir – Membaca “Allahu Akbar” yang berarti “Allah Maha Besar”. Dengan takbir, kita mengagungkan Allah di atas segala kebesaran lain. Bacaan takbir dapat diucapkan 100 kali dengan penuh penghayatan, menyadari bahwa tiada kekuatan selain atas kebesaran-Nya.
  4. Tahlil – Membaca “Laa ilaha illallah” yang berarti “Tiada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah”. Kalimat tahlil ini adalah deklarasi tauhid dan inti ajaran Islam. Mengulang-ulang kalimat tahlil setelah tahajud akan memperteguh keimanan bahwa hanya Allah-lah tempat kita menyembah dan memohon pertolongan. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa siapa yang bangun malam lalu mengucapkan kalimat tahlil dan dzikir lainnya, kemudian berdoa, niscaya doanya dikabulkan
  5. Istighfar Pendek – Membaca “Astaghfirullah” yang berarti “Aku memohon ampun kepada Allah”. Ucapan istighfar ini hendaknya dilantunkan berulang kali dengan tulus, memohon ampun atas dosa-dosa kita. Sangat baik jika bisa mencapai 100 kali istighfar, sebagaimana banyak dicontohkan oleh para ulama. Dengan istighfar, kita mengakui kelemahan diri dan mengharap rahmat Allah Yang Maha Pengampun.
  6. Istighfar Panjang (Doa Sayyidul Istighfar) – Selain istighfar pendek, ada doa istighfar yang lebih lengkap yang diajarkan Rasulullah ﷺ, dikenal sebagai sayyidul istighfar. Lafaznya antara lain:
    “Allahumma anta Robbi la ilaha illa Anta, Khalaqtanii wa ana ‘abduka…” hingga akhir.
    Artinya, “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tiada tuhan selain Engkau. Engkau ciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu… maka ampunilah aku, karena tak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau.”
    Doa sayyidul istighfar ini sangat dianjurkan dibaca karena mengandung pengakuan tauhid, pengakuan dosa, dan permohonan ampun secara lengkap. Cukup dibaca 1 kali dengan penuh penghayatan, atau boleh diulang beberapa kali.
  7. Shalawat Nabi – Membaca shalawat atas Nabi Muhammad ﷺ, misalnya dengan lafal “Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad”. Mengucapkan shalawat merupakan bentuk dzikir yang istimewa, karena Allah dan malaikat pun bershalawat untuk Nabi (QS. Al-Ahzab: 56). Setelah tahajud, membaca shalawat akan menambah keberkahan, mengundang syafaat Nabi ﷺ, dan menjadi tanda kecintaan kita kepada beliau. Dianjurkan membaca shalawat berulang-ulang (bahkan hingga 100 kali) sebagai bagian dari dzikir malam.
  8. Doa-doa Nabi SAW Setelah Tahajud – Selain kalimat dzikir di atas, sangat baik membaca doa khusus yang diajarkan Rasulullah ﷺ seusai sholat tahajud. Salah satu contohnya adalah doa yang diriwayatkan dalam hadits sahih Bukhari dan Muslim, yang berisi pujian kepada Allah dan permohonan ampunan dengan kalimat yang cukup panjang. Doa tersebut dimulai dengan memuji Allah:
    “Allahumma Rabbana lakal hamdu, Anta qayyimus samawaati wal ardhi wa man fiihinna…” hingga menyebut semua kepercayaan tentang kebenaran hari akhir, lalu diakhiri dengan permohonan ampunan: “…faghfir li ma qaddamtu wa ma akhkhartu… Laa ilaaha illa Anta, wa laa hawla wa laa quwwata illa billah.”
    (Artinya secara ringkas: “Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagi-Mu. Engkaulah penegak langit dan bumi… Engkaulah Maha Benar, janji-Mu benar, surga dan neraka itu benar, Nabi Muhammad ﷺ itu benar… Ya Allah, kepada-Mu aku berserah diri, beriman, bertawakal, dan bertaubat. Ampunilah dosaku yang telah lalu maupun yang akan datang, yang tersembunyi maupun yang terang-terangan… Tiada Tuhan selain Engkau, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah.”).
    Membaca doa seperti ini setelah tahajud akan memuji Allah secara lengkap sekaligus mengakui kelemahan diri di hadapan-Nya. Setelah itu, kita juga dianjurkan memanjatkan doa apa pun hajat kita, misalnya memohon kebaikan dunia akhirat dengan doa sapu jagat: “Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzaban nar”

Bacaan-bacaan dzikir di atas dapat diamalkan sesuai kemampuan dan keikhlasan masing-masing. Tidak harus semuanya dibaca sekaligus; kita bisa memilih beberapa di antaranya. Yang terpenting adalah kualitas kekhusyukan dan ketulusan hati saat berdzikir, bukan semata-mata kuantitasnya. Dengan rutin berdzikir setelah sholat tahajud, insyaAllah lambat laun kita akan hafal bacaan-bacaannya dan merasakan manfaat spiritualnya.

Marilah kita membiasakan diri untuk berdzikir setelah tahajud meskipun dengan bacaan yang singkat namun rutin. Sedikit demi sedikit, tambahkan jumlah dzikir dan kekhusyukan kita seiring waktu. InsyaAllah, Allah SWT akan memudahkan kita merasakan manisnya iman melalui dzikir dan doa di penghujung malam. Semoga amalan ini menjadikan kita hamba-hamba yang dicintai Allah, diberikan ketenangan hati dalam hidup, serta diangkat derajatnya di dunia dan akhirat. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

You might also like