Khutbah Idul Adha 2025: Kambing Sudah Disembelih, Kapan Dosa Kita? - Masjid Ismuhu Yahya

Khutbah Idul Adha 2025: Kambing Sudah Disembelih, Kapan Dosa Kita?

Khutbah Idul Adha 2025 menjadi salah satu rangkaian dalam hari raya Idul Adha. Khatib yang bertugas akan menyampaikan nasehat keimanan setelah melaksanakan shalat Idul Adha.

Pada momen seperti ini banyak yang mengangkat tema tentang kurban, yang hanya dilaksanakan pada bulan ini saja di setiap tahunnya. Berikut ini khutbah Idul Adha yang disusun oleh pimpinan Masjid Ismuhu Yahya, Ustadz H. Kiki Supardi dengan tema “Kambing Sudah Disembelih, Kapan Dosa Kita?”.

Khutbah Idul Adha 2025

Khutbah Pertama

الله ُأَكْبَرُ * الله ُأَكْبَرُ * الله ُأَكْبَر 

الله ُأَكْبَرُ كَبِيْرًا, وَالحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْراً، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاَ،

لاَإِلهَ إِلاَّالله ُوَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ،

لَاإِلهَ إِلاَّالله ُوَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيّاَهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ المُشْرِكُوْنَ وَلَوْكَرِهَ الكاَفِرُوْنَ وَلَوْكَرِهَ المُناَفِقُوْنَ.

إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ، وَنَسْتَعِينُهُ، وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه. أَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

 اللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدِ

Hadirin Jama’ah Idul Adha yang dimuliakan Allah,

Di pagi hari yang penuh barokah ini, kita berkumpul untuk melaksanakan shalat ‘Idul Adha. Baru saja kita laksanakan ruku’ dan sujud sebagai manifestasi perasaan taqwa kita kepada Allah SWT. Kita agungkan nama-Nya, kita gemakan takbir dan tahmid sebagai pernyataan dan pengakuan atas keagungan Allah. Takbir yang kita ucapkan bukanlah sekedar gerak bibir tanpa arti. Tetapi merupakan pengakuan dalam hati, menyentuh dan menggetarkan relung-relung jiwa orang yang beriman. Allah Maha Besar, Allah Maha Agung, Tiada yang patut di sembah kecuali Allah. Karena itu, melalui mimbar ini saya mengajak kepada diri saya sendiri dan juga kepada hadirin sekalian, Marilah tundukkan kepala dan jiwa kita di hadapan Allah Yang Maha Besar. Campakkan jauh-jauh sifat keangkuhan dan kecongkaan yang dapat menjauhkan kita dari rahmat Allah SWT. Sebab apapun kebesaran yang kita sandang, kita kecil di hadapan Allah. Betapapun perkasanya kita, masih lemah dihadapan Allah Yang Maha Kuat. Betapapun hebatnya kekuasaan dan pengaruh kita, kita tidak berdaya dalam genggaman Allah Yang Maha Kuasa atas segala-galanya.

 

Hadirin Jama’ah Idul Adha yang dimuliakan Allah

Hari ini adalah hari terakhir dari 10 hari pertama bulan zulhijjah, terkumpul padanya banyak keutamaan, dari segi keutamaan bulan zulhijjah itu sendiri sebagai bulan suci, dari sisi keutamaan hari-hari terbaik dalam setahun, dan di antara Ulama memandang inilah hari terbaik sepanjang tahun lebih utama dari hari arafah.

إِنَّ أَعْظَمَ الْأَيَّامِ عِنْدَ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَوْمُ النَّحْرِ ثُمَّ يَوْمُ الْقَرِّ

Dari Abdullah bin Qurth dari Nabi ﷺ beliau bersabda, “Sesungguhnya hari yang teragung di sisi Allah Tabaraka wa Ta’ala adalah hari Nahr (Hari Raya Kurban), kemudian hari qarr (setelah hari Nahr).” (H.R. Abu Dawud 1765)

Selain itu, hari ini bertepatan dengan hari Jumat, hari yang penuh berkah, hari terbaik dalam sepekan yang memiliki keutamaan luar biasa dibandingkan hari-hari lainnya.

Hadirin Jama’ah Idul Adha yang dimuliakan Allah

Hari ini kita hidup di tengah zaman yang sangat aneh, umat Islam semakin banyak, tapi semakin tertinggal. Semakin sibuk, tapi semakin kosong. Masjid dibangun megah, tapi Qur’an tetap ditinggalkan.

Coba kita lihat sekitar… Beberapa waktu lalu viral di media social. Seorang pemuda tertangkap mencuri bukan karena lapar, tapi karena ingin beli skin game online. Ada juga kasus seorang ayah membunuh anaknya karena masalah sepele, lalu saat ditanya, “Apa Anda tahu isi Al-Qur’an?”. Beliau menjawab: “Belum sempat baca.”

Saudaraku…
Bukan ekonomi yang menghancurkan kita. Tapi ketika Qur’an tak lagi jadi pedoman, maka hidup tak punya arah. Hati kosong, rumah gaduh, masyarakat gaduh, dunia pun rusak. Dan yang lebih menyedihkan… Sebagian dari kita bahkan merasa biasa-biasa saja hidup jauh dari Qur’an.

Hadirin Jama’ah Idul Adha yang dimuliakan Allah

Di tengah zaman kegelapan seperti ini, Allah memperlihatkan pada kita contoh luar biasa:
Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.  Bayangkan…

Seorang ayah yang baru mendapat anak di usia tua, tiba-tiba mendapat perintah: “Sembelih anakmu.” Tanpa debat, tanpa tanya-tanya, beliau siap melaksanakan. Ismail pun tidak lari. Tidak marah. Tidak protes. Tapi malah berkata:

“Wahai ayah, laksanakan apa yang diperintahkan. InsyaaAllah engkau akan mendapatiku sebagai orang yang sabar.”(QS. Ash-Shaffat: 102)

 Subhanallah…
Beginilah bentuk keluarga yang dibangun dengan Qur’an dan Wahyu. Ayahnya tunduk pada perintah Allah. Anaknya pun tumbuh menjadi anak yang taat، bukan manja dan keras kepala. Inilah yang hilang dari banyak keluarga kita hari ini.
Dan Qurban bukan cuma kisah Sejarah, tapi solusi zaman.

Qurban mengajarkan:

  • Menundukkan logika demi iman.
  • Menyembelih cinta dunia demi cinta Allah.
  • Melatih diri untuk berkata: “Ya Allah, jika ini perintah-Mu, aku siap.”

Hadirin Jama’ah Idul Adha yang dimuliakan Allah

Saudaraku…
Mungkin di antara kita ada yang merasa:

“Saya belum sebaik itu. Qur’an jarang saya baca. Sholat pun masih bolong-bolong.”
“Saya malu untuk Kembali, saya takut dihina، saya merasa kotor.”

Maka ketahuilah…

Allah tidak peduli seberapa gelap masa lalumu, selama kamu ingin kembali hari ini, selama kamu ingin tobat hari ini.

“Katakanlah: Wahai hamba-Ku yang telah melampaui batas atas dirinya, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sungguh Allah mengampuni dosa semuanya.” (QS. Az-Zumar: 53)

Bagi yang sudah taat, teruslah jaga istiqomah. Karena syetan tak pernah libur.
Karena dunia selalu mengintai. Karena iman bisa habis jika tidak dipupuk. Dan bagi yang belum taat, hari ini bukan akhir dari segalanya — ini bisa jadi titik baliknya. Mulailah dari satu ayat Qur’an. Mulailah dari satu sholat tepat waktu. Mulailah dari satu langkah meninggalkan dosa. Allah tidak menuntut kita jadi sempurna hari ini. Tapi Allah mencintai siapa pun yang mau melangkah menuju-Nya.

 Hadirin Jama’ah Idul Adha yang dimuliakan Allah

Mari kita akhiri khutbah ini dengan doa penuh harap:

Ya Allah…

Di hari yang mulia ini, kami datang kepada-Mu membawa banyak dosa…
Kami datang dengan hati yang penuh luka…
Dengan hidup yang sering lalai dari-Mu…
Dengan Qur’an yang lebih sering kami diamkan…
Dengan keluarga yang lebih sibuk urusan dunia…

Tapi Ya Allah…
Engkau Maha Pengampun،
Engkau Maha Penyayang،
Maka tolong jangan biarkan kami pulang dari masjid ini dalam keadaan Engkau tak ridho kepada kami.

Sembelihlah sifat buruk kami Ya Allah.
Sembelihlah kemalasan kami.
Sembelihlah keangkuhan، kebodohan، dan cinta dunia yang membutakan hati kami.

Teguhkan hati kami untuk kembali mencintai Al-Qur’an,
Menjadikannya cahaya dalam rumah kami,
Dan hidup sebagai umat yang Engkau banggakan.

 Ya Allah…
Jadikan kami generasi yang bangkit bersama Qur’an,
Jadikan anak-anak kami generasi yang lebih baik dari kami,
Dan wafatkan kami dalam keadaan husnul khatimah…

Khutbah Kedua

 الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر الله اكبر

 الله اكبيرا والحمد لله كثيرا  وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً . لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ اْلإِيْمَانِ وَاْلإِسْلاَمِ

وَنُصَلِّيْ وَنُسَلِّمُ عَلَى خَيْرِ اْلأَنَامِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدوَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

  أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُ

أَللهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.

إِنَّ اللَّهَ وَ مَلَائكتَهُ يُصلُّونَ عَلى النَّبىِّ‏ يَأَيهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صلُّوا عَلَيْهِ وَ سلِّمُوا تَسلِيما

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ وَبَارِكْ وَكَرِمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِينَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَقَرَابَتِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّاتِهِ أَجْمَعِينَ. وَارْضَى اللَّهُمَّ عَلَى أَرْبَعَةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ سَيِّدِنَا أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلَى وَعَلَى بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِينَ وَالتَّابِعِينَ وَتَابِعِي التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ وَعَلَيْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآء مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّا مِنَ الْخَاسِرِينَ

 رَبَّنَا هَبْلَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

 رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَاصِغَارًا

 

Ya Allah ya Ghofur, dipagi hari yang berbahagia ini, kami yang hadir disini, kami mohon

ya Allah….ampunilah segala dosa dan kesalahan kesalahan kami, dosa kedua orang tua kami,

Ya Allah kami yang hina dina ini, duduk bersimpuh dihadapan mu ya Allah, dengan segala kelemahan dan kerendahan hati ya Allah…

Berilah kami kemauan dan kemampuan agar bisa berqurban setiap tahun ya Allah…

Kami yang lemah, yang merasa kurang yang merasa tidak mampu untuk berqurban ditahun ini, dan tahun tahun sebelumnya, berilah kecukupan ya Allah, agar kami bisa mengikuti jejak nabimu Ibrahim AS,

ya Allah… berilah kami kemampuan dan kemauan untuk bisa berqurban setiap tahun ya Allah….

yaa Allah, berilah kami kesempatan untuk bisa berziarah ke Baitullah ya Allah, untuk bisa menyambut panggilan mu ya Allah….

Yaa Allah kami rindu Baitullah, berilah kami kendaraan untuk dapat mengunjunginya sebelum ajal menjemput kami,

yaa Allah, Wahai zat yang tidak disilafkan dengan puji pujian yang elok…. Yang tidak disibukkan dengan Perminta’an perminta’an yang banyak .. Dan tidak direpotkan dengan permohonan permohonan yang bertubi tubi,… Bolehlah kami mencicipi rahmatmu dan manisnya ampunanmu Sesungguhnya engkau maha pengampun lagi maha penyayang.

 رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً  وَقِنَا عَذَابَ النَّار ِ وَقِنَا عَذَابَ النَّار ِ وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

 تقبل الله منا ومنكم صالح الأعمال.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته.

You might also like