Puasa Muharram Berapa Hari? Panduan Lengkap & Dalil Sunnah

Puasa Muharram Berapa Hari? Panduan Lengkap & Dalil Sunnah

Masjid Ismuhu Yahya – Pertanyaan puasa Muharram berapa hari? menjadi tren yang banyak ditanyakan umat islam menjelang pergantian tahun Hijriyah. Setelah melalui bulan Ramadhan maupun idhul adha kemaren kini umat islam bersiap menyongsong tahun baru. Banyak yang sudah tahu tentang puasa Asyura yang jatuh pada tanggal 10 Muharram, tapi masih bingung: seharusnyaa puasa Muharram itu satu hari, dua hari, atau tiga hari sekaligus? Dalam artikel ini, kita akan membahas secara tuntas tentang puasa Muharram berapa hari menurut penjelasan ulama, tingkatan yang paling utama, dalil hadis yang menjadi landasan, serta contoh praktik yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Jika mendengar puasa Muharram berapa hari, dalam benak biasanya tertuju pada tanggal 10 Muharram atau yang dikenal sebagai hari Asyura. Hari ini memiliki kedudukan khusus dalam Islam karena Rasulullah ﷺ sangat menganjurkan umatnya untuk berpuasa.

Hal ini didukung dengan hadis riwayat Muslim yang menyebutkan bahwa puasa Asyura diharapkan dapat menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah lalu. Keutamaan inilah yang membuat para ulama menempatkan puasa Asyura sebagai amalan utama di bulan Muharram.

Namun, dari beberapa literatur yang kami telusuri setidaknya ada beberapa bentuk praktik puasa sunnah di bulan Muharram yang dibahas para ulama:

  • 3 hari: tanggal 9, 10, dan 11 Muharram (paling utama menurut banyak ulama, karena mencakup Tasu’a, Asyura, dan satu hari setelahnya).
  •  

    2 hari: tanggal 9 dan 10 Muharram (Tasua dan Asyura), ini bentuk yang paling populer dan banyak diulas dalam buku-buku fiqih.

  •  

    1 hari: minimal 10 Muharram (Asyura) bagi yang tidak sanggup menambah hari lain.

Di luar tanggal-tanggal tersebut, kita juga dianjurkan memperbanyak puasa lain di bulan Muharram, seperti puasa awal Muharram, puasa 10 hari pertama, Senin–Kamis, dan Ayyamul Bidh dan lain sebagainya.

Dalam mengamalkan ibadah ini para ulama berlandaskan pada hadis sahih riwayat Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram.”

Hadis ini menjadi dalil bahwa secara garis besar, semua puasa sunnah yang dilakukan pada bulan Muharram memiliki keutamaan khusus dibanding pada bulan lainnya (di luar Ramadhan). Karena itu, para ulama menyarankan agar seorang muslim memperbanyak puasa di bulan ini, dengan fokus utama pada tanggal-tanggal yang telah disebutkan sebelumnya.

Jadi, Puasa Muharram Berapa Hari yang Sebaiknya Dilakukan?

Jawaban terbaik tentunya kembali kepada diri masing-masing setiap muslim, Jika ingin mengambil paling minimal, maka cukup berpuasa pada tanggal 10 Muharram saja. Jika ingin mengikuti praktik yang paling banyak dianjurkan ulama, maka pilih tanggal 9 dan 10 Muharram. Adapun bagi yang ingin menyempurnakan amalan, puasa pada tanggal 9, 10, dan 11 Muharram menjadi pilihan yang paling utama.

Di luar hari-hari tersebut, seorang muslim juga dapat memperbanyak puasa sunnah lain selama bulan Muharram. Misalnya puasa Senin-Kamis, puasa Ayyamul Bidh pada tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah, atau puasa sunnah lain yang biasa dilakukan sepanjang tahun.

Pada akhirnya, esensi utama dari puasa Muharram bukanlah mengejar jumlah hari sebanyak-banyaknya. Yang lebih penting adalah memanfaatkan salah satu bulan paling mulia dalam kalender Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memperbanyak amal saleh.

Jika diringkas, jawaban dari pertanyaan “puasa Muharram berapa hari?” adalah satu hari pada tanggal 10 Muharram sebagai batas minimal, dua hari pada tanggal 9 dan 10 Muharram sebagai pilihan yang paling populer, serta tiga hari pada tanggal 9, 10, dan 11 Muharram sebagai bentuk yang paling sempurna menurut banyak ulama.

 

You might also like