Khutbah Jum’at : Amalan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah - Masjid Ismuhu Yahya

Khutbah Jum’at : Amalan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Setiap tahun, umat Islam menyambut datangnya bulan Dzulhijjah dengan penuh rasa syukur dan semangat. Salah satu waktu yang sangat dimuliakan dalam bulan ini adalah sepuluh hari pertama. “Amalan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah” menjadi momen yang sangat istimewa bagi umat Muslim, di mana setiap amalan yang dikerjakan memiliki nilai pahala yang berlipat ganda. Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah ini memiliki banyak keutamaan, sebagaimana yang disebutkan dalam berbagai hadis Nabi Muhammad SAW. Mari kita bahas lebih lanjut mengenai amalan yang bisa dilakukan selama sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah serta keutamaan-keutamaannya.

Naskah khutbah Jumat : Amalan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah.

Khutbah I

إِنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ  وَمَنْ يُـضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ  أَشْهَدُ أَنْ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ  وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ  وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

فَياَ عِبَادَ الله  أُوْصِيْكُمْ  وَنَفْسِي بِتَقْوَى الله فَقَدْ فَازَ الْـمُتَّقُوْنَ

وَ قَالَ الله تَعَالَى فِى القُرْآنِ الكَرِيْمِ: اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم  بِسْمِ للهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ  وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ  اِتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَة ٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا  وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً  وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِيْ تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبً

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوْا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillah, Segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT yang pada kesempatan hari Jumat ini. Allah lembutkan hati kita, Allah ringankan langkah kita serta Allah berikan kesempatan kepada kita untuk menunaikan shalat Jumat berjama’ah, mudah-mudahan setiap langkah kita menuju ke masjid ini menjadi langkah yang menghapuskan dosa-dosa kita, mudah-mudahan setiap duduknya kita dalam salat Jumat kali ini menjadi duduk yang mengangkat derajat hidup kita dan tentunya kita berharap kepada Allah. Semoga kehidupan kita setelah menunaikan salat Jumat ini ada perubahan yang nampak untuk semakin meningkatkan iman dan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Amin ya robbal alamin.

Hadirin jamaah salat Jumat yang dirahmati Allah

Sepuluh hari pertama bulan dzulhijjah, saat ini kita berada di dalamnya merupakan hari-hari terbaik, Hari palin agung disisi Allah SWT. Hal ini ditegaskan oleh sabda Nabi kita Muhammad SAW yang diriwayatkan dari Jabir RA, Belaiu SAW bersabda :

أفضلُ أيامِ الدنيا أيامُ العشْرِ- يعني عشر ذي الحجة

“Sebaik-baik hari-hari terbaik didunia ini adalah sepuluh hari itu (yaitu sepuluh hari pertama dari bulan Dzulhijjah) ”

Kemudian para sahabat bertanya:

ولا مثلهن في سبيل الله؟

Apakah tidak ada yang bisa menandingi keutamaannya meski seorang berjuang dijalan Allah

قال: “ولا مثلهن في سبيل الله، إلا رجل عفر وجهه بالتراب

Rasulullah SAW menjawab : tidak ada yang bisa menandingi keutamaan  hari-hari tersebut, kecuali seseorang yang keluar berjihad lalu ia tidak kembali lagi karena mati syahid”

hal yang sama juga diriwayatkan dari hadits yang lainnya, diriwayatkan oleh Imam Bukhari :

ما العَمَلُ في أيَّامٍ أفْضَلَ منها في هذه، قالوا: ولا الجِهادُ؟ قالَ: ولا الجِهادُ، إلَّا رَجُلٌ خَرَجَ يُخاطِرُ بنَفْسِه ومالِه، فلَمْ يَرْجِعْ بشَيءٍ

“tidak ada hari-hari dimana amal sholeh lebih utama untuk dilakukan dibanding hari-hari ini yaitu 10 hari pertama bulan dzulhijjah”, para sahabat bertanya “termasuk juga jihad”, Beliau SAW menjawab termasuk juga jihad, kecuali seseorang yang pergi dengan mengorbankan jiwa dan hartanya lalu ia tidak Kembali apapun alias gugur di medan perang”

Ma’asyiral muslimin rahimani warahimakumullah.

Hadis tadi menunjukkan pada saat ini kita memasuki hari yang terbaik di dunia ini. Hari yang utama untuk beramal saleh. Di antara amal saleh yang bisa kita lakukan yang pertama puasa pada awal Zulhijah. Dari Hafsah radhiallahu anha beliau berkata,

أَرْبَعُ لَمْ يَكُنْ يدعهن رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم صيام يوم عاشوراء، والعشر، وثلاثة أيام من كل شهر، والركعتين قبل الغداة

“Ada empat amalan yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW yakni berpuasa pada hari asyuro, puasa 10 hari pertama bulan dzulhijjah, puasa pada tiga hari di setiap bulan hijriah, dan shalat sunnah 2 rakaat sebelum shubuh.

Kemudian ada pernyataan dari Aisyah radhiallahu anha tentang puasa awal Zulhijah tadi. Aisyah mengatakan,

ما رأيت رسول الله ﷺ صائمًا في العشر قط

“Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW puasa pada 10 hari tersebut.”

Para ulama katakan itu dalam pandangan Aisyah. Pernyataan Aisyah ini adalah beliau tidak melihat karena mungkin saat itu Nabi SAW sedang berhalangan, sedang sakit atau dalam keadaan melakukan safar atau perjalanan atau memang puasa beliau tidak tampak karena bersifat pribadi. Kesimpulannya bagi yang ingin melaksanakan amalan pada awal Zulhijah di antaranya puasa dari tanggal 1 sampai tanggal 9 Zulhijah semuanya dibolehkan atau milih dari hari-hari yang ada.

Tapi di sini tidak boleh berpuasa pada hari Idul Adha 10 Zulhijah. Dan yang paling utama puasa dari awal Zulhijah tadi adalah puasa Arafah pada tanggal 9 Zulhijah. Nantinya kita akan berhari raya nantinya pada tanggal 6 Juni. Maka tanggal 5 Juni pada hari Kamis nanti dianjurkan pada para jemah untuk melakukan puasa Arafah tersebut. Dan tetap juga masih boleh melakukan puasa hari Tarwiyah pada tanggal 8 Zulhijah. Jadi, Rabu dan Kamis di awal Juni bisa melakukan puasa tersebut.

Kemudian amalan yang berikutnya, takbir pada awal Zulhijah. Allah berfirman,

وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ فِيْٓ اَيَّامٍ مَّعْلُوْمٰتٍ

Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan.

اَيَّامٍ مَّعْلُوْمٰتٍ menurut mayoritas ulama menyatakan 10 hari pertama dari bulan Zulhijah. Ini menjadi pendapat Ibnu Umar, Ibnu Abbas, Hasan Bashri dan ulama-ulama yang lainnya.

Ada riwayat dalam riwayat Imam Bukhari. Imam Bukhari menyatakan satu riwayat Ibnu Abbas mengatakan tentang ayat tadi. Wayazkurimallah fi ayyami maklumat. Berzikirlah kepada Allah pada hari-hari yang ditentukan, yaitu 10 hari pertama bulan Zulhijah, ayyamul asr. Kemudian beliau mengatakan, “Wal ayyamul ma’dudat.” Ditambahkan lagi pada hari-hari yang terhitung yaitu ayyamut tasyrik. Yaitu hari-hari tasyrik. Lalu Imam

Bukhari menyebutkan riwayat Ibnu Umar juga Abu Hurairah : yakhrujani illas suuk. Mereka berdua keluar ke pasar, fi ayyamil asr yukabbiran. Pada 10 awal Zulhijah mereka bertakbir ketika itu. Wuyukabbirunas bitakbirihima. Karena Ibnu Umar dan Abu Hurairah bertakbir ketika itu. Orang-orang ikut bertakbir pada awal Zulhijah tadi. Wakabbaro Muhammad bin Ali khalfan Nafilah. Dan Muhammad bin Ali juga bertakbir setelah melaksanakan salat sunah.

Para ulama menyatakan bahwasanya takbir itu ada dua macam. Ada namanya takbir mutlak atau mursal dan takbir muqayyad. Takbir mutlak artinya bebas ya. Sama istilahnya dengan takbir mursal. Kemudian takbir muqayyad yaitu takbir pada waktu tertentu.

Takbir mutlak kata para ulama itu adalah takbir yang tidak terkait dengan tempat dan waktu. Bisa di rumah, bisa di masjid, bisa di jalan pada malam dan siang hari.

Takbir muqayyad berarti dikaitkan dengan waktu tertentu, yaitu dilakukan setelah salat. Ulama Syafi’iyah mengatakan bisa setelah salat fardu, bisa setelah salat sunnah, bisa setelah salat adaan. Salat yang ditunaikan pada waktunya, bisa pada salat qada, bisa pada salat jenazah.

Takbir mutlak yang tadi tidak terkait dengan waktu ini terkait dengan Idul Fitri dan Idul Adha. Sedangkan takbir muqayyad dengan Idul Adha saja. Waktunya, untuk takbir mutlak dari tenggelam matahari pada malam Id hingga takbiratul ihram salat Id. itu kalau pada Idul Fitri.

Sedangkan nantinya untuk Idul Adha, untuk Idul Adha mulai masuk saat awal Zulhijah. Pada rabu malam itu sudah masuk awal Zulhijah sejak magrib sudah mulai bertakbir nantinya sampai kita masuk nanti pada 10 Zulhijah nantinya tanggal 9 Zulhijah berlaku di situ takbir muqayyad yaitu setiap bakda salat mulai dari salat subuh pada tanggal 9 hari Arafah sampai tanggal 13 Zulhijah pada hari tasyrik yang terakhir.

Pada hari tasyrik yang terakhir di waktu asarnya, setiap bakda salat disunahkan untuk bertakbir. Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar lailahaillallah wallahu akbar Allahu akbar walillahilhamd. Takbir mutlak tadi diakhirkan setelah zikir bakda salat. Sedangkan takbir muqayyat yang terkait dengan salat, setelah kita itu ucapkan salam, maka langsung bertakbir. Zikir bakda salat ditunda setelah bertakbir tadi.

Masyiral muslimin rahimani warahimakumullah.

Kemudian amalan satu lagi, amalan yang ketiga yang jangan dilupakan adalah bagi yang punya kelapangan rezeki. Semoga Allah mudahkan untuk berkorban besok pada Idul Adha atau pada hari-hari tasyrik.

Ada hadis yang menyebutkan hadis riwayat Ahmad dan Ibnu Majah.

Barang siapa yang memiliki kelapangan rezeki lalu tidak berkorban, maka jangan sekali-kali mereka mendekati tempat salat kami.

Kemudian juga ada hadis Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda,

“Ya ayyuhannas, wahai sekalian manusia, inna ala kulli ahli baitin. Sesungguhnya setiap keluarga hendaklah berkurban fi kulli ‘amin setiap tahunnya udhatan wa atiratan.” yaitu melakukan kurban dan atirah. Atirah itu sembilan pada bulan Rajab. Ya, itu dilakukan setiap tahun. Walaupun hadis ini para ulama nyatakan hadis ini diif atau hadis ini lemah.

Juga ada riwayat Nabi sallallahu alaihi wasallam itu mengatakan salasun kutibat alayya wahunna lakum tathowwu’ ada tiga hal yang diwajibkan kepadaku. Namun bagi kalian dihukumi sunah. Alwit salat witir wannaharu melakukan korban warak’atal fajri dan melakukan salat sunah qobliah subuh.

Kemudian Rasulullah sallallahu alaihi wasallam juga di hadis lainnya bersabda,

“Man aryudahya.” Siapa yang ingin berkorban, fadakholal asru lantas sudah masuk awal Zulhijah, sudah masuk 10 hari pertama bulan Zulhijah. Fala yakhuz sejak 1 Zulhijah tadi fala yakhuz min sya’rihi wala min basyarihi syaiun maka hendaklah dia tidak memotong rambut dan juga tidak memotong kulitnya atau memotong kukunya dan di sinilah yang dijadikan dalil oleh Imam Syafi’i karena dikatakan dalam hadis man arada siapa yang ingin berarti yang tidak ingin berkorban tidak terkena dosa. Sehingga Imam Syafi’i dan ulama yang semisalnya itu menyatakan bahwasanya hukum kurban itu sunah dan tidak wajib.

Imam Baihaqi telah meriwayatkan juga dari Abu Suaihah. Ia berkata, “Adroktu Aba Bakrin wa Umar.” Saya pernah mendapati Abu Bakar dan Umar. Wakana li jaroini wakana la yudhiyani. Dan keduanya adalah tetangga saya. Dan beliau Abu Bakar dan Umar tidak berkurban saat itu. Dan ini jadi dalil juga bahwasanya berkorban tidak sampai derajat wajib, namun dihukumi sunah.

Namun Abu Mas’ud al-Anshari diriwayatkan oleh Imam Albaihaqi mengatakan,

“Sungguh saya meninggalkan berkurban padahal saya termasuk yang dimudahkan rezeki. Karena khawatir para tetangga akan melihat bahwa kurban itu wajib bagiku.”

Kesimpulannya sebagaimana dikatakan oleh Imam Syafi’i, bagi yang punya kelapangan rezeki, bagi yang punya kelapangan rezeki disebut lapang rezeki kata para ulama dia punya kelebihan rezeki pada Idul Adha dan 3 hari tasyrik.

Berarti selama 4 hari dia mampu untuk untuk berkorban dan menyisakan rezekinya untuk keluarganya, maka hendaklah berkorban. Semoga Allah SWT mengganti dengan rezeki yang lebih baik dan semoga tahun ini Allah SWT panjangkan umur kita dan juga memberi kemudahan kita dalam hal rezeki kita dimudahkan untuk berpuasa terutama puasa Arafah nantinya satu hari sebelum Idul Adha lalu kita dimudahkan untuk memperbanyak zikir. Allah menolong kita untuk berzikir, memperbanyak takbir dari awal Zulhijah dan juga termasuk hari-hari yang diperintahkan untuk bertakbir muqayyad yaitu mulai dari hari Arafah sampai hari tasyrik terakhir.

Dan juga mudah-mudahan Allah memudahkan kita untuk berkorban tahun ini dan Allah mengganti dengan rezeki yang lebih baik.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ / وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّـاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ / أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا / وَ أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ / وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ /فَاسْتَغْفِرُوْهُ / إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ

You might also like