Khutbah Jum’at Bulan Dzulhijjah: Memaksimalkan Amal di Bulan Dzulhijjah

Khutbah Jum’at Bulan Dzulhijjah: Memaksimalkan Amal di Bulan Dzulhijjah

Masjid Ismuhu Yahya – Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang sangat dimuliakan dalam kalender Islam, di mana setiap detik di dalamnya menyimpan keberkahan yang luar biasa. Bagi para khatib yang sedang mempersiapkan materi untuk disampaikan di atas mimbar, menyusun Khutbah Jum’at Bulan Dzulhijjah yang berkesan tentu menjadi prioritas utama untuk menyentuh hati jamaah. Mengingat bulan ini identik dengan ibadah haji dan kurban, pesan yang disampaikan haruslah mampu membangkitkan semangat ketakwaan serta pengabdian kepada Allah SWT secara mendalam.

Dalam artikel ini, kami telah merangkum beberapa teks khutbah pilihan yang tidak hanya relevan dengan konteks kekinian, tetapi juga disusun berdasarkan dalil-dalil sahih yang kuat. Apakah Anda ingin memberikan pesan yang mendalam mengenai pengorbanan Nabi Ibrahim atau keutamaan sepuluh hari pertama bulan ini? Mari kita selami bersama berbagai materi khutbah pilihan yang dapat menjadi referensi terbaik untuk mencerahkan umat di hari yang penuh berkah ini.

الْحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنُؤْمِنُ بِهِ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْهِ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَتُوْبُ إِلَيْهِ وَنَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنْ سُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أّنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالَاهُ

اَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، اَلْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ يُّصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا

Jamaah shalat jum’at yang dirahamati Allah,

Terlebih dahulu marilah kita tiada henti-hentinya senantiasa memanjatkan puji dan rasa syukur kita kehadiran Allah SWT atas karunia nikmat yang telah diberikan kepada kita, sehingga di jum’at yang berkah ini kita masih mampu melangkahkan kaki kita menuju tempat yang mulia ini untuk sama-sama melaksanakan perintah Allah SWT yaitu shalat jum’at, mudah-mudahan langkah kaki kita menuju tempat yang mulia ini senantiasa mendapatkan ridha dan pahala dari Allah SWT. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah limpahkan ke junjungan alam nabi besar Muhammad SAW yang yang menuntun kita jalan keselamatan, hanya dengan syafaatnya lah yang kita tunggu di yaumil qiyamah nanti.

Ma’asyirol Muslimin Jamaah Rohimakumullah,
Khatib berwasiat pada diri khatib sendiri maupun para jamaah, marilah kita selalu meningkatkan keimanan dan ketakwaaan kita kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya, dalam arti Imtitsalu awamirillah wajtinabu nawahihi (melaksanakan apa-apa yang diperintahkan oleh Allah SWT dan menjauhi apa-apa yang dilarang oleh Allah SWT. Karena, dengan bekal takwa inilah yang akan menyelamatkan kita dalam mengarungi kehidupan di dunia ini maupun di akhirat kelak. Pentingnya takwa ini, Rasulullah SAW menyampaikan dalam sebuah hadits :

اتق الله حيثما كنت ، وأتبع السيئة الحسنة تمحها، وخالق الناس بخلق حسن

Bertaqwalah kepada Allah dimanapun kau berada, dan hendaknya setelah melakukan kejelekan engkau melakukan kebaikan yang dapat menghapusnya. Serta bergaulah dengan orang lain dengan akhlak yang baik‘” (HR. Ahmad 21354, Tirmidzi 1987, ia berkata: ‘hadits ini hasan shahih’)

Ma’asyirol Muslimin Jamaah Rohimakumullah,
Kita sudah berada di bulan dzulhijjah, dimana bulan dzulhijjah ini adalah salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT, dan itu difirmankan dalam Al Qur’an :

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ

Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan,326) (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauhulmahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu) (QS. At-Taubah [9]:36)

Inilah bulan Dzulhijjah yang Allah muliakan selain bulan ramadhan. Karena dalam bulan Dzulhijjah ini ada beberapa amalan yang utama yang diperintahkan dan dianjurkan kepada ummat islam. Diantara amalan-amalan ibadah yang dianjurkan dan diperintankan untuk orang mukmin yaitu diwajibkan bagi kita untuk melaksanakan haji apabila kita mampu atau punya bekal untuk menuju perjalanan kesana. Itu sesuai dengan perintah Allah dalam Surah Ali Imron ayat 97

وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا ۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ

(Di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, (yaitu bagi) orang yang mampu) mengadakan perjalanan ke sana. Siapa yang mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu pun) dari seluruh alam.

Itulah kewajiban haji yang harus kita tunaikan sebagai penyempurna rukun islam kita kepada Allah SWT dan itu bagi yang mampu. Dan kewajiban haji ini harus punya keyakinan mampu melaksanakan setiap ritual yang akan dikerjakan disana. Karena ibadah haji ini mesti direncanakan dari jauh hari, tanpa direncakanan mustahil bagi kita untuk melaksanakan ibadah yang mulia ini. Maka, perencanaan untuk kesana mesti kita pikirkan mulai saat ini, tanpa adanya plan dan rencana maka ke sana hanya sebuah ilusi. Apalagi daftar tunggu haji saat ini makin lama bahkan sampai berpuluh-puluh tahun baru bisa berangkat.

Bagi yang tidak mampu untuk melaksanakan ibadah haji pada tahun ini, dalam bulan Dzulhijjah ini ada ibadah lain yang tidak kalah pentingnya bagi orang mukmin yaitu ibadah qurban, dimana ibadah qurban ini merupakan ibadah yang dianjurkan oleh Allah SWT, bahkan dalam sebuah hadits disampaikan :

مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ فَلَا يَقْرَبَنَّ

Rasulullah SAW bersabda “barangsiapa mempunyai kelapangan rejeki sedang ia tak mau berkurban, maka jangan sekali-kali ia mendekati tempat shalat kami” (HR: Sunan Ibnu Majah)

Hukum Qurban ini sunnah muakkad bagi orang-orang yang mampu dalam melaksanakannya. Dalam hadits juga disebutkan bahwasanya qurban ini sebagai bentuk kedekatan kita kepada Allah SWT, sebagai bentuk ketaatan kita kepada Allah SWT, seperti apa yang disampaikan Allah SWT dalam surah Al Kautsar :

اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ

Sesungguhnya Kami telah memberimu (Nabi Muhammad) nikmat yang banyak.

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ

Maka, laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah!

itulah yang mendasari dan sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT, kita diberikan kehidupan, harta dan benda sampai hari ini. Hendaklah, berkewajiban untuk melaksanakan qurban itu. karena, qurban ini adalah amalan yang paling utama pada hari nahr atau hari raya qurban.

Rasulullah SAW menyampaikan dalam sebuah sabdanya :

مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ، إِنَّهُ لَيَأْتِي يَوْمَ القِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلاَفِهَا، وَأَنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ مِنَ الأَرْضِ، فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا

“Tidak ada amalan yang dilakukan oleh manusia pada hari penyembelihan (Idul Adha) yang lebih dicintai oleh Allah selain daripada mengucurkan darah (hewan kurban) karena sesungguhnya, ia (hewan kurban) akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, bulu, dan kukunya. Dan sungguh, darah tersebut akan sampai kepada Allah sebelum tetesan darah tersebut jatuh ke bumi. Maka, bersihkanlah jiwa kalian dengan berkurban!” (HR. At-Tirmidzi)

itulah keutamaan ibadah yang dilakukan oleh orang mukmin pada bulan Dzulhijjah ini. Apabila dua ibadah itu (ibadah haji dan ibadah qurban) kita tidak mampu juga, masih ada ibadah yang utama lagi yaitu ibadah puasa pada hari arafah.

Dimana disampaikan dalam Sabda Nabi SAW :

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ

Artinya: “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang” (HR Muslim)

Itulah keutamaan-keutamaan ibadah yang ada dibulan Dzulhijjah ini sehingga apabila kita tidak melaksanakannya dikarekan sakit atau udzur sangat rugi sekali.
Hendaknya kita berdoa kepada Allah SWT mudah-mudahan, kalau tahun ini kita tidak mampu untuk berqurban, semoga saja tahun akan datang Allah memampukan kita.

Mudah-mudahan Allah SWT menjadikan kita sebagai hamba-hamba yang takwa dan hamba-hamba yang bertakwa tidak ada balasan yang tepat kecuali surganya Allah.

بَارَكَ الله لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 

 

 

You might also like