Khutbah Jumat Bulan Rabiul Akhir : 2 Dosa Perusak Ibadah dan Pemecah Kehidupan - Masjid Ismuhu Yahya

Khutbah Jumat Bulan Rabiul Akhir : 2 Dosa Perusak Ibadah dan Pemecah Kehidupan

الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، الْحَمْدُللهِ الَّذِيْ فَرَضَ الْجُمُعَةَ لِلْمُؤْمِنِيْنَ لِنَكُوْنَ مِنَ الْمُهْتَدِيْنَ الذَّاكِرِيْنَ

وَالصَّلاَةُ وَالسلاَمُ عَلىَ نَبِيِّ اللهِ، نَبِيِّنَا وَسَيِّدِنَا مَحَمَّدٍ،

الَّذِيْ اُرْسِلَ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ،

وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَزُرِّيَّتِهِ وَأُمَّتِهِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ

فَيَا عِبَادَ الله، اَحْبَابَ اللهِ، اَحْبَابَ رَسُوْلِهِ صَلَّ الله عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ

أُوْصِيْ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ فلا تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

فَقَالَ تَعَالَى :  يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Hadirin jamaah jum’at rahimani warahimakumullah,

Alhamdulillah, kita mengawali pertemuan Jumat ini dengan Bersyukur kepada Allah SWT. Kita masih diberikan kesempatan untuk berkehidupan, dan diantara sekian orang yang hidup kita masih diberikan kesempatan untuk beriman. Dan dantara sekian banyak orang yang mengaku beriman kepada Allah SWT sampai detik ini, kita yang diberikan kesempatan untuk membuktikan keimanan kita kepada Allah, dengan menunaikan ibadah salat Jumat berjamaah. Semoga Jumat yang kita tunaikan ini dijadikan Allah SWT sebagai Jumat terbaik di antara sekian Jumat yang yang telah kita tunaikan dalam berkehidupan.

Saat manusia diciptakan dan penciptaan itu diistimewakan oleh Allah hingga diviralkan di kalangan makhluk yang tercipta lebih dulu yaitu Malaikat, Dalam Al Qur’an surah Al Hijr ayat 28, Allah Berfirman :

وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنِّيْ خَالِقٌۢ بَشَرًا مِّنْ صَلْصَالٍ مِّنْ حَمَاٍ مَّسْنُوْنٍۚ

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sungguh, Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk.

Makhluk ini disebut dengan Basyar disebutkan 35 kali kata ini dalam al-qur’an dan sekali dalam bentuk dual. Lalu setelah tercipta prosesnya secara fisik disebut tampilan yang sempurna, dan kesempurnaan ini ditampilkan oleh Allah dengan bersumpah pada tiga Risalah Nabi dan Rasul yang sangat viral dan berpengaruh sampai dengan kini. Nabi Musa AS, Nabi Isa AS dan puncaknya Nabi Muhammad SAW.

Al Qur’an surah ke-95 At Tin mengabadikan itu semua di ayat yang keempat dan dibuka tiga ayat pertama dengan tiga risalah rasul yang mulia ini. “Wattini wazzaitun” menunjuk kepada tempat dilahirkan dan bertugasnya Nabi Isa AS, “Wathuri sinin” menunjuk pada tempat Nabi Musa AS menerima risalah yang mengangkat beliau sebagai seorang nabi dan rasul. Pertama Tin dan Zaitun wilayah Palestina sebagiannya sekarang di Baitul Lahm kemudian Bukit Tursina yang masuk wilayah Mesir pada saat ini. Pada ayat selanjutnya tentunya menunjuk kepada Makkah kota yang aman tempat lahir dan diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai seorang nabi dan rasul.

Tiga sumpah ini menunjuk pada tiga tempat utama, pada rasul utama, hanya untuk menegaskan keutamaan dan kesempurnaan penciptaan fisik seorang manusia. “Laqad khalaqnal insaana fii ahsani taqwim”, perhatikan detailnya diksi Al Quran, ketika baru dicipta menggunakan kata Basyar yang diviralkan, terbentuk fisiknya sempurna menggunakan kata insan yang menunjuk pada kesempurnaan dalam beraktivitas.

Aku ciptakan fisik manusia secara sempurna yang memudahkan ia beraktifitas selama berkehidupan“. Lalu dengan itu disempurnakan pula sifat bawaannya, yang menciptakan “khaliqun” yang tercipta “makhluk”, sifat bawaannya akhlak, kemuliaan yang melekat kepada akhlak disebut dengan karamah.

Sifatnya dari kata “karuma” bentuk pemberiannya secara bertahap yang menyempurnakan disebut dengan “karroma”, Dalam Al Qur’an surah Al Isra ayat 70 menyempurnakan itu semua.

 وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِيْٓ اٰدَمَ وَحَمَلْنٰهُمْ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنٰهُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ وَفَضَّلْنٰهُمْ عَلٰى كَثِيْرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيْلًاࣖ ۝٧٠

Kami telah memuliakan anak cucu Adam dan Kami angkut mereka di darat dan di laut. Kami anugerahkan pula kepada mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna.

Jadi makhluk yang bernama manusia ini Istimewa penciptaannya, sempurna keadaan fisiknya, dilekatkan pada perjalanan hidupnya sifat-sifat mulia yang menjadikan tampilan dirinya terhormat. Sejak tercipta terhormat, beraktivitas terhormat, dan menjalani kehidupan sampai pulang nilainya terhormat di hadapan Allah SWT.

Apa yang menjadikan seluruh sifat Mulia ini dihadirkan oleh Allah pada makhluk bernama manusia ini. Ternyata rahasia kuncinya terdapat dalam Al Qur’an Surah Az Zariyat ayat 56.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ ۝٥٦

Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.

Hadirin silakan fokus dengan kalimatnya, pertama diviralkan “Basyar” dibentuk untuk membawa aktivitas Insan, tapi ketika menunjuk misi hidupnya dirubah ke akar tunggal kalimatnya mencakup semua tanpa kecuali. Disebutkan pasangan ini dengan jin sebanyak 18 kali dalam Al Qur’an.

Jadi dinafikan ditepikan di hilangkan sifat penciptaan jin dan manusia, simpan Jin kita hadirkan manusianya. Jadi secara singkat Allah menganggap manusia tidak tercipta Allah menempatkan manusia tidak ada. Kecuali manusia yang tercipta itu hadir berkehidupan di tempat yang kita sebut bumi ini tujuan pokoknya untuk beribadah kepada Allah SWT. Sekali lagi tujuan pokoknya untuk beribadah kepada Allah SWT.

Jadi hadirin, fisik kita yang begitu kuat tampilan kita, yang istimewa akhlak kita, dari ujung kepala sampai ujung kaki, yang terjaga itu sejatinya untuk memudahkan kita dan membimbing kita untuk beribadah kepada Allah. Jadi pada dasarnya semua Giat kita itu sifatnya ibadah, tidur kita ibadah, makan kita ibadah, minum kita ibadah, Kalau bekerja mesti menjadi ibadah, kalau belajar mesti menjadi ibadah, kalau mendidik di rumah mesti menjadi ibadah, semua yang kecil sampai besar seharusnya jadi ibadah.

Itulah sebabnya demi menjadikan kegiatan kita menjadi ibadah ada doa yang melekat pada kegiatan perbuatan kita, makan ada doanya, minum ada doanya, tidur ada doanya, masuk masjid ada doanya, keluar masjid ada doanya, tidak pernah ditemukan semua aktivitas kita kecuali melekat doa didalamnya. Tak mampu dan tak tahu doanya nabi memberikan bimbingan ucapkan basmalah, kalimat ini yang merubah perbuatan rutinitas menjadi ibadah.

Dalam sebuah hadits, bahwa Rasulullah Sallallu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

و قد قال صل الله عليه و سلم كل امر ذي بال لا يبدأ فيه بسمالله الرحمن الرحيم فهو أبتر

Artinya: Setiap perkara yang mengandung kebaikan yang tidak dimulai di dalamnya dengan kalimat bismillahirrahmanirrahim, maka kebaikannya terputus. 

Jadi kalau kembali kepada Ma dan illa tadi jika ada orang yang selama hidupnya tidak menjadikan kegiatannya sebagai ibadah, bahasa kerasnya tidak dianggap sebagai manusia. Kalau ada makannya yang tidak ibadah nampaknya bukan manusia, karena hewan pun makan juga, tumbuhan makan juga, Apa yang membedakan penciptaan manusia dengan selainnya maka kata Allah illa liya’budun Bagaimana cara makanan itu menjadi ibadah, pakaian itu menjadi ibadah, perbuatan itu menjadi ibadah, ini poin dasarnya.

Untuk itulah hadirin semua giat kehidupan kita dijaga oleh Allah diberikan benteng supaya semua terarahkan demi kepentingan ibadah kita kepada Allah SWT. Diantara benteng itu maka muncullah hukum yang sifatnya larangan, ada perintah ada larangan, perintah kerjakan larangan tinggalkan.  Yang perintah disebut dengan Amr Ma’ruf yang dilarang disebut dengan nahi, perbuatannya mungkar diingkari oleh agama karena bisa merusak sifat ibadah. Jadi kalau ada orang berbuat yang dilarang ini dikerjakan itu maka kegiatan ibadah yang seharusnya menjadi tujuan bisa terganggu Itu otomatis.

Mulut diciptakan untuk ibadah ibadah mulut berkata yang baik, jujur, tidak boleh berdusta, berkata yang mulia, karena itu muncul larangan jangan mencela, jangan bergibah, jangan menipu, Jangan berdusta, ketika lisan seseorang digunakan untuk mencela maka sulit ia akan berkata yang baik-baik. Anda silakan buktikan, jika kosakata manusia itu seringkali hadir pada dirinya yang kotor, maka akan sulit berkata yang baik. seorang yang disifati manusia bergaul di tempat yang kotor, kata-katanya kotor, akan sungkan berkata yang baik. Demikian pula dari ujung kepala sampai kaki digunakan pada yang haram maka pada yang halal itu akan sulit dilakukan.

Seorang suami membawa yang halal, yang haram akan anti, nonton yang halal, melihat yang haram akan anti. Tapi ketika terbiasa menonton yang haram memakan yang haram maka yang halal pun akan anti. Ada dua perbuatan haram dan ini yang akan menjadi inti khotbah kita di kesempatan siang hari ini. Yang apabila dua ini dilakukan oleh manusia yang nekad melanggar ketentuan Allah, maka bukan hanya menjadikan yang halal sulit dikerjakan, tapi sekaligus kata Allah, satu merusak ibadahnya, dua membuat malas salatnya, dan yang ketiga ini yang paling penting mudah memiliki pribadi yang merusak dalam hidupnya.

Dalam Al Quran Surah Al Maidah ayat 91:

اِنَّمَا يُرِيْدُ الشَّيْطٰنُ اَنْ يُّوْقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاۤءَ فِى الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ وَعَنِ الصَّلٰوةِ فَهَلْ اَنْتُمْ مُّنْتَهُوْنَ ۝٩١

Sesungguhnya setan hanya bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu melalui minuman keras dan judi serta (bermaksud) menghalangi kamu dari mengingat Allah dan (melaksanakan) salat, maka tidakkah kamu mau berhenti?
Setan itu tugasnya terbatas yang paling inti berikut ini kata Allah, jadi hati-hati kalau ada yang mengerjakan terbawa pada perbuatan ini, ini artinya sedang tergoda oleh tugas pokok setan. Adapun tugas setan yang paling disenangi oleh setan itu yang paling andalan paling inti satu menciptakan peluang permusuhan di antara kalian,  jadi kalau ada orang bermusuhan dengan sebab apapun itu setan paling senang, karena kalau sudah bermusuhan itu pasti yang muncul iri hati, kalau sudah bermusuhan yang lahir dendam, kalau sudah muncul iri dan dendam maka semua unsur kejahatan yang lain otomatis ikut.  Orang iri hati tidurnya tidak akan nyaman, itulah sebabnya kenapa kita baca Surah Al Falaq sebelum tidur selain Surah An Nas salah satunya supaya berlindung kepada Allah dari sifat orang yang iri hati, karena orang iri itu mau tidur pun masih terbawa, dalam tidur pun mengigaunya masih membenci.
Maka unsur-unsur yang menjadikan seseorang bermusuhan itu yang paling disenangi oleh setan. Dan amarah, suami istri marahan setan paling senang, orang tua dengan anak timbul permusuhan/marahan setan paling senang, di masyarakat terjadinya kriminalitas, pembunuhan, perampokan, pembegalan, di antara faktor utamanya tidak lepas dari permusuhan dan amarah. Apa yang menyebabkan itu semua, ternyata di zaman jahiliah ada perbuatan yang mengantarkan kepada permusuhan dan amarah perbuatan itulah satu khamr yang sekarang diterjemahkan dengan Mirasantika (minuman keras dan narkotika), hati-hati dengan miras, hati-hati dengan narkotika, dengan jenis apapun, jangan sampai terjebak di dalamnya karena kalau sudah masuk. kalau bukan amarah pasti permusuhan atau turunan dari dua sifat ini.
Ingin terpenuhi obatnya mencuri, ingin terpenuhi kebutuhan untuk mabuk bisa merampok, bisa membegal dan puncaknya membunuh turunannya berzina dan dosa-dosa yang lainnya.
Ini yang sedang kita alami saat ini JUDI, baik yang offline ataupun yang online, hati-hati dengan game online, hati-hati dengan judi online, dengan segala bentuknya karena kalau sudah terjebak ke dalamnya itu yang paling disenangi oleh setan racunnya datang walaupun kelihatannya kecil 5.000 tambah lagi, tambah lagi, tak sadar mulai mencuri, tak sadar Uang belanja habis, muncul permusuhan antara suami dengan istri. Muncul permusuhan antara tetangga dengan yang lainnya.
Silakan dicek bila judi sudah merebak di lingkungan masyarakat sampai ke tingkat yang kecil, itu tanda awal kriminalitas akan mulai memuncak, bila miras dan narkotika sudah tidak bisa ditangani ini tanda awal dan tinggal tunggu kriminalitas akan berkembang pesat.
Untuk itulah hadirin dalam Jumat ini Mari kita akhiri khotbah yang singkat ini dengan yang pertama mengingatkan diri kita, agar senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT menjaga bekal hidup dengan meningkatkan ibadah dan ingat yang kedua jaga diri kita dari provokasi setan khususnya dosa-dosa yang tanpa kita sadari dan hadir di sekitaran kita. Walaupun sulit dikendalikan tapi dengan iman kita, kita coba hadirkan kemampuan maksimal sehingga terhindar dari apa yang dibenci oleh Allah SWT.
Baik itu Miras dan narkotika ataupun judi yang berkembang saat ini, hati-hati dengan itu semua, lama-lama kebanyakan judi malas salat, lama-lama musuhan, lama-lama mencuri, malas ibadah kalau sudah hilang maksiat maka hilanglah kesadaran akan fungsi awal ia diciptakan yaitu untuk ibadah kepada Allah SWT.
Semoga kita dilindungi oleh Allah SWT,  semoga keluarga kita dijaga oleh Allah SWT, dan semoga bangsa kita negara kita dijaga oleh Allah SWT, sehingga terlahir kemakmuran kedamaian dan Ketentraman yang kita harapkan.
You might also like